Kulit & Kelamin

Kista Bartholin

Diterbitkan: 07 May 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kista Bartholin
Pembentukan kista pada kelenjar Bartholin di sisi lubang vagina.
Kista bartholin adalah kista (kantung berisi cairan) pada kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin terletak pada sisi lubang vagina wanita dan berfungsi untuk menghasilkan lendir vagina.  Penderita kista ini dapat merasakan benjolan lembek tanpa nyeri yang biasanya tidak menyebabkan masalah. Namun jika ukuran kista sangat besar, maka dapat menimbul ketidaknyamanan. Penderita akan merasakan sakit di sekitar vagina ketika berjalan dan duduk. Kista terkadang dapat ditemukan pada lipatan (labia) di bagian luar vagina. Jika terinfeksi, kista dapat berisi nanah dan terasa sakit. 
Kista Bartholin
Dokter spesialis Kandungan
GejalaBenjolan di dekat lubang vagina, nyeri pada benjolan, demam
Faktor risikoAktif secara seksual, usia 20-30 tahun, pernah menderita kista bartholin sebelumnya
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium infeksi menular seksual, biopsi 
PengobatanPerawatan mandiri,  obat-obatan, operasi
ObatObat pereda nyeri, antibiotik
KomplikasiAbses bartholin
Kapan harus ke dokter?Benjolan yang terasa nyeri di dekat lubang vagina dan tidak membaik dalam 3 hari
Kista bartholin berukuran kecil yang tidak terinfeksi biasanya tidak disadari karena tidak memiliki gejala. Jika kista tumbuh membesar, penderita dapat merasakan benjolan di dekat lubang vagina. Meskipun kista biasanya tidak sakit, namun bisa terasa nyeri bila ditekan. Infeksi kista bisa terjadi dalam hitungan hari. Jika kista terinfeksi, penderita dapat mengalami:
  • Benjolan terasa nyeri di dekat lubang vagina
  • Ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Demam
Kista atau abses (bisul) bartholin biasanya terjadi hanya pada satu sisi dari lubang vagina. 
Kista Bartholin terbentuk karena adanya sumbatan pada saluran kelenjar bartholin. Penyebab terjadinya sumbatan ini belum sepenuhnya diketahui. Dalam kasus yang langka, hal tersebut bisa disebabkan karena infeksi menular seksual, seperti gonorrhea atau chlamydia. Sekitar 2 dari 10 dapat wanita mengalami hal ini. Biasanya terjadi pada usia 20 tahun. 
Untuk menentukan jika seseorang memiliki abses bartholin, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa ada tidaknya benjolan atau abses (bisul) pada lubang vagina. Dokter juga dapat mengambil sampel dari area tersebut untuk memeriksa ada atau tidaknya infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi harus diobati bersamaan dengan abses. Jika penderita berusia lebih dari 40 tahun atau sudah mengalami menopause, dokter akan menjalankan tes biopsi pada massa yang ditemukan di vagina untuk menentukan kondisi lain. 
Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa seseorang mengalami kista yang terinfeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik. Dokter juga akan meresepkan pengobatan topikal. Jika penderita di bawah 40 tahun dan kista tidak menyebabkan masalah, penderita tidak perlu pengobatan khusus. Berendam di dalam air hangat bisa membantu untuk menghilangkan kista dengan sendirinya. Isi bak mandi dengan sedikit air hangat (cukup untuk menutupi vulva), kemudian perlahan duduk di dalamnya. Lakukan hal ini beberapa kali sehari selama 3-4 hari. Kista akan pecah dan kering dengan sendirinya. 
Tidak ada cara untuk mencegah kista bartholin. Namun melakukan hubungan seksual yang sehat dan menjaga kebersihan pada area kewanitaan dapat membantu mencegah infeksi kista dan pembentukan abses. 
Hubungi dokter jika memiliki benjolan yang terasa sakit di dekat lubang vagina dan tidak membaik dalam 2-3 hari setelah melakukan perawatan sendiri, contohnya dengan merendam area terinfeksi dengan air hangat. Jika sakitnya parah, buatlah janji dengan dokter secepatnya. Selain itu, hubungi dokter jika menemukan benjolan baru di dekat lubang vagina dan jika penderitanya berusia lebih dari 40 tahun. Meskipun langka, benjolan seperti itu dapat mengindikasikan masalah serius seperti kanker. 
Beberapa hal yang dapat dipersiapkan sebelum menemui dokter antara lain:
  • Tuliskan gejala yang dialami termasuk yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter
  • Tuliskan obat, vitamin, atau suplemen yang dikonsumsi
  • Bawalah catatan saat akan menemui dokter
  • Siapkan pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter
 
Dokter dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti:
  • Berapa lama Anda mengalami gejalanya?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah Anda merasa sakit saat berhubungan seksual?
  • Apakah ada yang meringankan atau memperburuk gejala?
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/bartholins-abscess#causes
Diakses pada 19 Desember 2018.
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bartholin-cyst/symptoms-causes/syc-20369976
Diakses pada 19 Desember 2018.
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bartholin-cyst/diagnosis-treatment/drc-20369981
Diakses pada 19 Desember 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bartholins-cyst/
Diakses pada 19 Desember 2018.
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/bartholins-gland-cyst#1
Diakses pada 19 Desember 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

5 Cara Menghilangkan Kista, Tidak Instan tapi Bisa Redakan Gejala

Cara menghilangkan kista pada rahim adalah dengan operasi. Namun, untuk meredakan gejala seperti nyeri perut, Anda bisa memberikan kompres hangat.
18 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Cara menghilangkan kista atau gejala nyeri akibat kista adalah dengan memberikan kompres hangat pada area sekitar tumbuhnya kista

7 Makanan Pantangan untuk Pengidap Kista Ovarium

Makanan pantangan untuk pengidap kista ovarium perlu dihindari agar gejala kista bisa perlahan mereda. Contoh pantangan untuk kista ovarium adalah makanan berlemak, gorengan, dan makanan manis.
23 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Pengidap kista ovarium sebaiknya hindari makanan pantangan seperti makanan manis dan berlemak

Seputar Kista Payudara yang Wajib Diketahui Para Wanita

Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara yang bersifat jinak. Kondisi ini umumnya jarang berkembang menjadi kanker, namun bisa menimbulkan ketidaknyamanan.
27 Oct 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kista payudara umumnya jarang berkembang menjadi kanker