Penyakit Lainnya

Ketoasidosis Alkoholik

Diterbitkan: 19 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ketoasidosis Alkoholik
Penumpukan keton terjadi akibat tubuh tidak membakar glukosa sebagai energi, melainkan lemak.
Ketoasidosis alkoholik adalah suatu kondisi yang terjadi ketika keton dalam darah menumpuk akibat konsumsi alkohol yang belebihan. Keton adalah sejenis asam yang terbentuk saat tubuh memecah lemak menjadi energi.Sel di dalam tubuh membutuhkan glukosa dan insulin untuk dapat berfungsi dengan baik. Glukosa didapat dari makanan yang dikonsumsi, sedangkan insulin diproduksi oleh pankreas.Ketika seseorang mengonsumsi alkohol, maka pankreas akan berhenti memproduksi insulin untuk sementara waktu.Tanpa insulin, sel tidak dapat menggunakan glukosa yang dikonsumsi sebagai energi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan energi, tubuh akan mulai membakar lemak.Proses pembakaran lemak oleh tubuh untuk mendapatkan energi, akan menghasilkan keton. Jika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, maka keton akan mulai menumpuk di dalam darah, dan mengakibatkan kondisi mengancam nyawa yang dikenal dengan ketoasidosis.Alcoholic ketoacidosis (AKA) atau asidosis alkoholik merupakan penyakit yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, bantuan medis segera diperlukan untuk menangani kondisi ini. 
Ketoasidosis Alkoholik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMual, muntah, dehidrasi
Faktor risikoMengonsumsi alkohol, malnutrisi
Metode diagnosisTes alkohol, tes fungsi hati, tes urine
PengobatanObat-obatan
ObatCairan dekstrosa dan saline, vitamin b, Magnesium
KomplikasiKoma, pankreatitis, pneumonia
Kapan harus ke dokter?Apabila mengalami gejala
Gejala ketoasidosis alkoholik tergantung dari banyaknya alkohol yang dikonsumsi, maupun jumlah keton di dalam aliran darah.Ketoasidosis alkoholik memiliki gejala umum berupa:
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Gelisah dan linglung
  • Kelelahan berat
  • Gerakan tubuh yang lambat
  • Nafas tidak teratur, cepat dan dalam (pernapasan Kussmaul)
  • Penurunan tingkat kesadaran, yang dapat menyebabkan koma
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tanda dehidrasi seperti pening, pusing, dan kehausan.
Selain itu, seseorang yang terkena ketoasidosis alkoholik JUGA memiliki kondisi lain, seperti:
 
Ketoasidosis alkoholik disebabkan oleh konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama secara berlebihan atau dalam skala besar. Seseorang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan seringnya mengalami kurang gizi karena biasanya mereka tidak makan secara teratur. Serta mereka juga dapat muntah akibat terlalu banyak minum.Kondisi malnutrisi tersebut kemudian dapat menyebabkan kelaparan dan hal ini akan mengurangi produksi insulin dalam tubuh. Tanpa insulin, sel tidak dapat menggunakan glukosa yang dikonsumsi sebagai energi dan memicu pembentukan keton.Oleh karena itu, apabila seseorang telah mengalami malnutrisi karena alkoholisme, mereka mungkin akan mengalami ketoasidosis alkoholik. Kondisi ini dapat timbul segera setelah satu hari mengonsumsi alkohol, tergantung dari status nutrisi, status kesehatan secara umum dan jumlah alkohol yang dikonsumsi. 
Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dokter terlebih dahulu, akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan dan frekuensi Anda dalam mengonsumsi alkohol. Selanjutnya dokter akan melalukan pemeriksaan fisik.Namun, terkadang dokter juga akan menambahkan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi Anda. Untuk mendiagnosis alkoholik ketoasidosis, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa:
  • Tes amylase dan lipase, untuk melihat fungsi pankreas dan mendeteksi pankreatitis
  • Tes analisa gas darah, untuk mengukur kadar oksigen dalam darah keseimbangan asam basa
  • Perhitungan jarak anion, untuk mengukur kadar sodium dan kalium
  • Tes alkohol dalam darah
  • Tes fungsi hati
  • Panel kimia darah, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang metabolisme tubuh dan fungsinya
  • Tes kandungan glukosa dalam darah
  • Tes kreatinin dan blood urea nitrogen (BUN), untuk melihat kinerja ginjal
  • Tes serum laktat, untuk mengetahui kadar laktat dalam darah. Tingkat laktat yang tinggi dapat menandakan asidosis laktat, dan mengakibatkan sel-sel serta jaringan tubuh kekurangan oksigen.
  • Tes urine, untuk melihat kadar keton
  • Tes HbA1C (hemoglobin A1C) yang mungkin akan dilakukan jika kadar gula darah meningkat, untuk mendeteksi penyakit diabetes
Baca jawaban dokter: Benarkah minuman beralkohol dapat basmi corona? 
Pengobatan ketoasidosis alkoholik biasanya dilakukan di ruang gawat darurat. Dokter akan memantau tanda-tanda vital seperti denyut jantung, tekanan darah serta laju pernapasan.Pengobatan ketoasidosis alkoholik dapat dilakukan melalui pemberian cairan dekstrosa dalam larutan salin dan tes darah secara teratur jika diperlukan.Selanjutnya, dokter akan memberikan suplemen atau vitamin untuk mengobati kekurangan gizi akibat konsumsi alkohol secara berlebihan.Dokter bisa merekomendasikan:
Namun dalam kondisi memburuk, pasien memerlukan perawatan berkelanjutan. Dokter akan memasukkan pasien ke dalam unit perawatan intensif (ICU).Durasi rawat inap tergantung pada beratnya ketoasidosis alkoholik, serta kemampuan tubuh untuk kembali bekerja secara normal, dan keluar dari kondisi kritis. 

Komplikasi

Ketoasidosis alkoholik yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Koma
  • Pankreatitis atau peradangan pada pankreas
  • Pneumonia
  • Perdarahan saluran cerna
Baca jawaban dokter:  Bagaimana cara berhenti dari kecanduan alkohol? 
Anda dapat mencegah ketoasidosis alkoholik dengan cara tidak mengonsumsi atau membatasi jumlah alkohol yang dikonsumsi.Jika Anda merupakan seorang pecandu alkohol, maka sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter maupun psikolog. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan cara untuk mengurangi kondumsi alkohol.Baca juga: Ibu Hamil Minum Alkohol, Ini Akibatnya untuk Perkembangan Janin 
Segera cari bantuan medis  jika Anda mengalami gejala-gejala ketoasidosis alkoholik. 
Jika Anda mengantar pasien alkoholik ketoasidosis, lakukanlah hal-hal ini sebelum bertemu dengan dokter:
  • Buat daftar seputar gejala yang ditunjukkan oleh pasien.
  • Catat semua yang dikonsumsi oleh pasien, seperti jenis alkohol yang diminum dan jumlahnya.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Kapan gejala pertama kali dialami pasien?
  • Apakah ada faktor risiko terhadap alkoholik ketoasidosis?
  • Seberapa banyak alkohol yang diminum dan apa jenisnya?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis alkoholik ketoasidosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/alcoholism/ketoacidosis
Diakses pada 8 Januari 2019
NIH. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2564331/
Diakses pada 8 Januari 2019
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000323.htm
Diakses pada 5 Oktober 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/765856-overview#
Diakses pada 5 Oktober 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/endocrine-and-metabolic-disorders/diabetes-mellitus-and-disorders-of-carbohydrate-metabolism/alcoholic-ketoacidosis
Diakses pada 5 Oktober 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email