Keringat dingin adalah keluarnya keringat dari tubuh secara tiba-tiba, yang tidak berhubungan dengan udara panas dan aktivitas fisik. Dalam bahasa medis, keringat dingin dikenal dengan istilah diaphoresis.

Keringat dingin muncul sebagai reaksi tubuh terhadap stres, baik dalam bentuk fisik maupun psikologis. Keringat dingin biasanya muncul pada telapak tangan, kaki, maupun ketiak.

Keringat dingin muncul secara tiba-tiba, tidak berhubungan dengan aktivitas fisik ataupun suhu udara yang panas. Kadang keringat dingin muncul di malam hari, saat suhu udara relatif lebih dingin.

Keringat dingin dapat disebabkan oleh respons normal saraf simpatis tubuh, yaitu berkaitan dengan hormon adrenalin, misalnya saat harus tampil di depan banyak orang atau saat ketakutan dan cemas.

Keringat dingin akibat stres psikologis merupakan kasus yang paling sering terjadi. Pada perempuan, keringat dingin bisa menjadi salah satu tanda menopause. Tetapi kondisi ini juga dapat menjadi tanda penyakit, seperti:

  • Infeksi yang menyebabkan demam
  • Pingsan (akibat tekanan darah turun secara tiba-tiba)
  • Kondisi syok (kegagalan sirkulasi darah)
  • Gula darah rendah
  • Serangan jantung
  • Sesak napas
  • Nyeri hebat akibat trauma
  • Kelainan hormonal
  • Vertigo
  • Migrain.

Diagnosis ditegakkan melalui wawancara dokter dengan pasien dan melalui pemeriksaan fisik. Terutama untuk diagnosis penyakit yang mendasari keringat dingin (jika ada).

Keringat dingin adalah gejala dari penyakit yang lain. Oleh karena itu, penyakit penyebab keringat dingin harus dicari dan ditangani. Biasanya perawatan yang dilakukan untuk keringat dingin, seperti:

  • Meditasi dan yoga. Metode ini dapat dilakukan untuk membantu mengurangi stres yang merupakan penyebab keringat dingin
  • Menggunakan antiperspirant
  • Obat antidepresan
  • Injeksi botox. Obat ini dapat memblokir saraf yang memerintahkan otak Anda untuk berkeringat.

Tindakan pencegahan keringat dingin secara umum, di antaranya:

  • Makan dan minum cukup sepanjang hari
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol
  • Berolahraga secara teratur
  • Bernapas dalam dan teratur.

Jika Anda berkeringat dingin disertai kondisi berikut, segera berkonsultasi ke dokter:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Penurunan kesadaran
  • Muntah
  • Kuku dan bibir tampak kebiruan
  • Demam
  • Jantung berdebar-debar
  • Keringat dingin setelah cedera.

Beberapa informasi seputar keringan dingin perlu disiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, seperti:

  • Berapa lama keringat dingin berlangsung
  • Gejala yang menyertai keringat dingin
  • Apakah disertai dengan sesak napas atau penurunan kesadaran
  • Apakah disertai dengan nyeri dada
  • Apakah sudah pernah mengalami hal serupa
  • Riwayat penyakit sebelumnya
  • Obat atau suplemen yang rutin dikonsumsi.

Dokter akan menggali gejala yang menyertai keringat dingin untuk mencari apakah ada penyakit lain yang mendasari timbulnya kondisi ini. Pemeriksaan fisik juga dilakukan secara lengkap untuk menegakkan diagnosis.

Selain itu, pemeriksaan penunjang akan dilakukan sesuai dengan kemungkinan penyakit yang mendasari keringat dingin.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/causes-and-treatment-of-cold-sweats-1298949
Diakses 8 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-sweats#see-your-doctor
Diakses 8 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320713.php
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait