Keratosis Pilaris

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Indra Wijaya
Keratosis pilaris adalah kondisi umum yang tidak berbahaya dimana terdapat benjolan kecil pada kulit
Keratosis pilaris umum terjadi pada bagian kulit lengan atas.

Pengertian Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris adalah kondisi umum yang tidak berbahaya dimana terdapat benjolan kecil pada kulit. Kondisi ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Keratosis pilaris mempengaruhi hampir 50-80% remaja dan sekitar 40% orang dewasa. Keratosis pilaris biasanya timbul di lengan atas, paha, pipi, atau bokong. Keratosis pilaris tidak menular dan tidak menimbulkan gejala apapun. Kondisi ini diketahui akan memburuk di musim dingin ketika kulit cenderung mengering dan dapat juga memburuk saat kehamilan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala keratosis pilaris ditandai dengan benjolan tanpa rasa sakit pada kulit, yang menyerupai bentuk kulit saat merinding atau seperti kulit ayam. Benjolan tersebut dapat timbul pada bagian kulit mana saja dimana akar rambut tumbuh. Keratosis pilaris biasanya timbul pada lengan atas dan paha, atau dapat juga meluas ke lengan bawah dan kaki bagian bawah.

Gejala lain keratosis pilaris, diantaranya adalah:

  • Sedikit kemerahan atau kemerahan di sekitar benjolan
  • Kulit gatal dan iritasi
  • Kulit kering dan kasar
  • Perasaan seperti gumpalan atau amplas
  • Gundukan dapat muncul dalam warna yang berbeda tergantung pada warna kulit.

Penyebab

Keratosis pilaris merupakan kondisi kulit jinak yang disebabkan oleh penumpukan keratin protein rambut di dalam pori-pori. Keratin rambut tubuh akan tersumbat di pori-pori dan menghalangi pembukaan folikel rambut yang tumbuh. Akibatnya, benjolan kecil terbentuk di atas tempat yang seharusnya tumbuh rambut. Tidak diketahui apa penyebab pertumbuhan keratin berlebihan ini. Namun dicurigai hal tersebut terkait dengan kondisi kulit lain seperti dermatitis atopik dan penyakit genetik lain.

Diagnosis

Diagnosis keratosis pilaris dapat dilakukan dengan sangat mudah. Dokter dapat mendiagnosis keratosis pilaris dengan hanya melakukan pemeriksaan fisik kulit. Riwayat kesehatan pasien juga dapat membantu dokter mendiagnosis keratosis pilaris karena faktor genetik juga mempengaruhi kondisi ini.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan efektif untuk keratosis pilaris karena kondisi ini biasanya akan sembuh tanpa pengobatan. Jika pelembab dan tindakan perawatan diri lainnya tidak membantu, dokter mungkin akan meresepkan krim obat, seperti:

  • Krim untuk mengangkat sel kulit mati. Krim yang mengandung alfa-hidroksi, asam laktat, asam salisilat atau urea dapat membantu mengangkat sel kulit mati serta melembabkan dan melembutkan kulit kering.
  • Krim untuk mencegah folikel tersumbat. Tretinoin dan tazarotene adalah contoh retinol tropikal.

Mengobati krim obat secara teratur dapat memperbaiki penampilan kulit. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan terbaik.

Pencegahan

Keratosis pilaris tidak dapat dicegah namun efeknya dapat dikurangi dengan menjaga kelembaban kulit. Beberapa hal yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

  • Jangan menggaruk benjolan secara kasar
  • Gunakan air hangat saat mandi
  • Gunakan sabun yang melembabkan kulit
  • Gunakan pelembab dengan merata ke kulit
  • Gunakan pelembab udara untuk menambah kelembaban udara di rumah.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Perawatan untuk keratosis pilaris biasanya tidak diperlukan. Namun jika Anda khawatir dengan kondisi kulit Anda, konsultasikan dengan dokter atau spesialis kulit.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika anda membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter, seperti:

  • Apa yang mungkin menyebabkan gejala?
  • Apakah kondisi ini hanya sementara atau kondisi kronis?
  • Apakah pengobatan terbaik untuk kondisi ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Sebelum mendiagnosis, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan gejala dimulai?
  • Apakah gejala tersebut terus menerus atau sesekali?
  • Apa yang tampaknya memperbaiki gejala?
  • Apa yang tampaknya memperburuk gejala?
  • Apakah anda pernah mengalami eksim di masa lalu?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/keratosis-pilaris
diakses pada 28 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keratosis-pilaris/symptoms-causes/syc-20351149
diakses pada 28 November 2018.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/keratosis_pilaris/article.htm
diakses pada 28 November 2018.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1070651-overview
diakses pada 28 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/keratosis-pilaris/
diakses pada 28 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/keratosis-pilaris#1
diakses pada 28 November 2018.

Back to Top