Mata

Keratitis

Diterbitkan: 31 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Keratitis
Keratitis biasanya disebabkan oleh kecelakaan atau infeksi.
Keratitis adalah peradangan yang terjadi pada kornea, yakni lapisan bening pada pupil dan bagian mata yang berwarna. Kondisi ini juga biasa disebut corneal ulcer.Peradangan dapat disebabkan oleh cedera maupun infeksi. Keratitis akibat cedera dipicu oleh cedera ringan, yang biasanya melibatkan penggunaan lensa kontak terlalu lama atau benda asing pada mata.Sementara keratitis karena infeksi disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit.Bila pasien mengalami mata merah, mata kering, atau gejala keratitis lain, segeralah berkonsultasi dengan dokter mata. Jika terdeteksi dengan cepat, kasus keratitis ringan hingga sedang dapat diobati tanpa komplikasi.Namun apabila tidak ditangani hingga infeksi cukup berat, keratitis dapat menyebabkan komplikasi yang merusak penglihatan secara permanen. 
Keratitis
Dokter spesialis Mata
GejalaMata merah dan nyeri, keluar air mata atau cairan lain yang berlebihan
Faktor risikoPenggunaan lensa kontak, sistem imun lemah, penggunaan obat kortikosteroid
Metode diagnosisPemeriksaan mata, pemeriksaan slit-lamp, pemeriksaan laboratorium
PengobatanObat-obatan, eye patch, transplantasi kornea
ObatAntibiotik, antivirus, antijamur
KomplikasiPeradangan dan bekas luka kornea yang kronis, luka terbuka pada kornea, kebutaan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala keratitis
Secara umum, gejala keratitis meliputi:
  • Mata kemerahan
  • Mata terasa sakit
  • Air mata atau cairan lain berlebihan dari mata
  • Kesulitan membuka kelopak mata karena sakit atau iritasi
  • Penglihatan kabur
  • Menurunnya daya penglihatan
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Terasa ada yang mengganjal di mata
 
Penyebab keratitis meliputi:
  • Cedera

Jika suatu objek menggores permukaan salah satu kornea atau menembus kornea, dapat terjadi keratitis tanpa infeksi.
  • Lensa kontak yang terkontaminasi

Bakteri, jamur atau parasit mungkin terdapat pada permukaan lensa kontak atau tempat menyimpan lensa kontak.
  • Infeksi virus

Virus seperti virus herpes (herpes simpleks dan herpes zoster) dan virus yang menyebabkan klamidia dapat menyebabkan keratitis.
  • Paparan air yang telah terkontaminasi

Bahan kimia dalam air seperti yang digunakan dalam kolam renang dapat mengiritasi kornea, dan melemahkan jaringan permukaan halus dari kornea (epitel kornea), sehingga menghasilkan keratitis kimia. 

Faktor risiko keratitis

Faktor risiko keratitis yang dapat membuat seseorang lebih rentan untuk mengalami kondisi ini meliputi:
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Bila sistem kekebalan tubuh melemah karena penyakit atau obat-obatan, pasien lebih rentan mengalami keratitis.
  • Penggunaan obat kortikosteroid

Penggunaan obat tets mata kortikosteroid untuk mengatasi penyakit mata dapat meningkatkan risiko terjadinya keratitis infeksi atau memperberat keratitis yang sudah ada. 
Untuk menentukan diagnosis keratitit, dokter biasanya perlu melakukan serangkaian pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan mata

Pemeriksaan yang dilakukan, termasuk menentukan kemampuan penglihatan Anda (ketajaman visual), biasanya dengan menggunakan bagan mata standar (snellen chart)
  • Pemeriksaan dengan senter

Dokter akan memeriksa mata Anda menggunakan senter untuk memeriksa reaksi, ukuran, dan faktor lain pupil. Dokter mungkin juga akan mengoleskan noda ke permukaan mata untuk membantu mengidentifikasi luas dan karakter permukaan yang tidak rata, serta bisul pada kornea.
  • Pemeriksaan slit-lamp

Dokter mungkin memeriksa mata dengan alat khusus bernama lampu celah, yang memberikan sumber cahaya dan pembesaran yang terang.
  • Pemeriksaan laboratorium

Dokter mungkin akan mengambil sampel air mata atau beberapa sel dari kornea untuk analisis laboratorium, yang menentukan penyebab keratitis. 
Cara mengobati keratitis tergantung pada penyebabnya. Dokter dapat menganjurkan penanganan berupa:

Penanganan keratitis noninfeksi

Pengobatan keratitis noninfeksi bervariasi tergantung pada keparahannya. Misalnya, rasa tidak nyaman akibat lecet pada kornea dapat diatasi dengan obat tetes air mata buatan.Akan tetapi, keratitis yang menyebabkan robekan kornea dan nyeri, penggunaan eye patch (penutup mata) selama 24 jam dan obat tetes mata dapat digunakan untuk mengobatinya.

Penanganan keratitis akibat infeksi

Pengobatan keratitis yang disebabkan oleh infeksi berbeda-beda. Berikut penjelasannya.
  • Keratitis karena bakteri

Bagi pasien dengan keratitis bakterial ringan, obat tetes mata antibiotik dapat diberikan untuk mengobati infeksi. Bila infeksi sedang atau berat, obat antibiotik berupa tablet yang dimakan dapat diberikan.
  • Keratitis karena jamur

Keratitis yang disebabkan infeksi jamur umumnya membutuhkan obat tetes mata antijamur atau obat antijamur yang dalam bentuk tablet yang dimakan.
  • Keratitis karena virus

Keratitis yang disebabkan infeksi virus umumnya membutuhkan obat tetes mata antivirus atau obat antivirus yang dalam bentuk tablet yang dimakan. Keratitis viral lainnya membutuhkan terapi suportif seperti obat tetes air mata buatan.
  • Keratitis karena akantamoeba

Keratitis yang disebabkan oleh parasit (amoeba) dapat sulit ditangani. Obat tetes mata antibiotik dapat digunakan, namun pada beberapa kasus keratitis jenis ini kebal dengan obat-obatan. Kasus keratitis akantamoeba berat mungkin membutuhkan transplantasi kornea.Dokter spesialis mata akan merekomendasikan transplantasi kornea pada pasien dengan keratitis yang tidak respon terhadap pengobatan atau keratitis yang menyebabkan kerusakan permanen pada kornea. 

Komplikasi keratitis

Bila tidak ditangani dengan benar, keratitis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Peradangan dan bekas luka kornea yang bersifat kronis
  • Infeksi virus pada kornea yang kronis atau berulang
  • Luka terbuka pada kornea
  • Penurunan penglihatan sementara atau permanen
  • Kebutaan
 
Jika sedang sakit, seringlah mencuci tangan dan jangan menyentuh mata. Apabila Anda mengenakan lensa kontak, lakukan perawatan dengan cara:
  • Tidak mengenakan lensa kontak saat tidur
  • Tidak berenang atau mandi dengan menggunakan lensa kontak
  • Mencuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak atau mata
  • Selalu menggunakan obat cair yang baru untuk membersihkan dan menyimpan lensa kontak
  • Tidak menyimpan lensa kontak dengan menggunakan air keran
  • Mengganti lensa kontak dan tempat penyimpanan lensa kontak secara teratur
Selain itu, beberapa upaya untuk mencegah keratitis akibat infeksi virus meliputi:
  • Bila anda mengalami penyakit herpes, hindari menyentuh mata, kelopak mata, dan kulit di sekitar mata kecuali bila telah mencuci tangan dengan menyeluruh
  • Gunakan tetes mata yang diresepkan oleh dokter
  • Sering mencuci tangan
 
Jika mengalami gejala-gejala keratitis, segera berkonsultasi dengan dokter. Keterlambatan diagnosis dan pengobatan keratitis dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kehilangan penglihatan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait keratitis?
  • Apakah gejala yang dialami berlangsung terus menerus atau sesekali?
  • Apakah mata Anda terluka baru-baru ini?
  •  
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis keratitis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keratitis/symptoms-causes/syc-20374110
Diakses pada 17 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/keratitis-facts#2
Diakses pada 17 Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email