Penyakit Lainnya

Keracunan Timbal

18 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Keracunan Timbal
Timbal adalah logam berat yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia.
Keracunan timbal adalah kondisi keracunan serius yang diakibatkan oleh paparan timbal dalam jangka panjang.Timbal adalah logam berat yang beracun. Logam ini terbentuk secara alami di kerak bumi. Namun, logam timbal juga dapat ditemukan di lingkungan sekitar kita, seperti di cat yang berbasis timah, termasuk cat di dinding, mainan, mobil, atau bisa juga dari debu yang terkontaminasi produk buangan pertambangan dan pabrik.Kondisi ini terkadang dapat berakibat fatal dan menyebabkan gangguan mental dan fisik yang parah.Janin dan anak-anak paling rentan terkena keracunan timbal. Meski dapat diobati, kerusakan apapun yang disebabkan oleh timbal tidak dapat diperbaiki lagi atau bersifat permanen.
Keracunan Timbal
Dokter spesialis Anak, Penyakit Dalam
GejalaKeterlambatan perkembangan, kesulitan belajar, mudah marah
Faktor risikoAnak-anak, tinggal di rumah tua yang menggunakan cat timbal, bekerja sebagai pengrajin perhiasan
Metode diagnosisTes darah, biopsi sumsum tulang belakang
PengobatanTerapi kelasi, irigasi usus, bilas lambung
ObatDMSA, EDTA
KomplikasiTekanan darah tinggi, gangguan jantung, gagal ginjal
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala keracunan timbal atau pernah terpapar timbal
Pada tahap awal, keracunan timbal sulit dideteksi. Gejalanya bisa tidak tampak, sampai terjadi penumpukan dalam jumlah yang berbahaya. Namun, timbal tetap dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan dalam kadar yang rendah sekalipun.

Gejala keracunan timbal pada anak-anak

Gejala keracunan timbal pada bayi baru lahir

Gejala keracunan timbal pada orang dewasa

Penyebab keracunan timbal adalah paparan timbal dalam jumlah kecil untuk waktu yang lama.Timbal dapat terserap melalui kulit, tertelan, atau terhirup sehingga kemudian masuk ke dalam sistem tubuh. Racun timbal dapat merusak fungsi organ dan sistem tubuh manusia.Paparan timbal secara terus-menerus meski dalam jumlah kecil sekalipun akan menyebabkan penumpukan timbal di dalam tubuh. Lama paparan timbal hingga akhirnya berakumulasi dalam tubuh dan menimbulkan gejala bisa berlangsung dalam hitungan bulan hingga tahunan.Paparan timbal bisa terjadi dengan berbagai cara, melalui banyak sarana.Sumber-sumber timbal umumnya meliputi:
  • Cat yang biasa digunakan di rumah tua
  • Mainan dan peralatan rumah tangga zaman dulu (dibuat sebelum tahun 1980)
  • Peluru, pemberat tirai, dan pemberat pancing yang terbuat dari timah
  • Makanan yang disimpan di wadah berbahan timah.
  • Pipa air dan keran yang terkontaminasi timbal, sehingga air di dalam sistem tersebut juga mengandung timbal.
  • Tanah yang tercemar oleh knalpot mobil atau cat rumah
  • Perhiasan, tembikar, koin-koin tua, medali, atau timah.
  • Baterai
  • Beberapa obat tradisional, seperti jamu atau makanan yang mengandung timbal
  • Produk kosmetik impor yang tidak terdaftar secara legal pernah ditemukan mengandung timbal
  • Polusi dari mesin smelter berbahan tembaga atau timah
  • Aktivitas pertambangan atau pertanian
  • Opium ilegal

Faktor risiko keracunan timbal

Faktor-faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami keracunan timbal:
  • Usia
    Anak-anak lebih berisiko mengalami paparan timbal daripada orang dewasa. Pasalnya, anak-anak bisa saja tidak sengaja atau sengaja menelan cat dinding atau cat pelapis mainan yang terkelupas. Tak hanya itu, tubuh anak-anak juga lebih mudah menyerap timbal dan tidak dapat mengeluarkannya secara optimal.
  • Tinggal di rumah tua
    Rumah tua biasanya masih menggunakan cat berbahan timbal.
  • Hobi atau profesi tertentu
    Hobi atau pekerjaan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan keracunan timbal, misalnya pengrajin perhiasan.
  • Tinggal di negara berkembang
    Regulasi atau peraturan pemerintah di negara berkembang mungkin saja tidak terlalu ketat mengenai paparan timbal.
Diagnosis keracunan timbal akan ditentukan oleh dokter melalui berbagai pemeriksaan berikut ini:

Tes darah

Melalui tes darah, kadar timbal dalam tubuh penderita dapat diketahui.Diketahui bahwa kadar timbal sebesar 5 mcg/dL saja sudah dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan pada anak, dan memerlukan pemeriksaan kadar timbal secara rutin.Bila kadarnya sudah mencapai 45 mcg/dL atau lebih tinggi, ini pertanda pengobatan harus diberikan. Pada orang dewasa, batas atas kadar normal timbal dalam tubuh adalah 10 mcg/dL. Bila melewati kadar ini, kemungkinan keracunan timbal akan dipertimbangkan oleh dokter.  Tes darah juga dapat dilakukan untuk melihat ada tidaknya komplikasi akibat keracunan timbal. Tes ini meliputi:
  • Pemeriksaan kadar protoporfirin eritrosit, yang bertujuan memastikan anemia defisiensi zat besi
  • Pemeriksaan kadar zat besi dalam tubuh 
  • Evaluasi fungsi pembekuan darah

Tes penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang lainnya berupa:
  • Tes rontgen pada tulang-tulang berstruktur panjang serta pada perut
  • Biopsi (pengambilan sampel) sumsum tulang belakang
  • Pemeriksaan kadar protoporfirin pada eritrosit untuk memeriksa apakah ada kekurangan zat besi
  • Tes CBC (complete blood count) untuk memeriksa sel yang bersirkulasi dalam darah
Penanganan keracunan timbal yang pertama kali dilakukan adalah menemukan dan menghilangkan sumber timbal. Jika tidak dapat dihilangkan, sumber ini harus disegel atau ditutupi dan dijauhkan dari anak-anak.Sementara pengobatan keracunan timbal secara medis meliputi:

Terapi kelasi

Dalam kasus keracunan timbal yang parah akan dilakukan suatu prosedur yang dikenal sebagai terapi kelasi.Pengobatan ini dilakukan melalui obat minum dengan tujuan mengikatkan senyawa timbal yang telah menumpuk di tubuh. Timbal tersebut kemudian dikeluarkan melalui urine. Jenis khelator yang biasa digunakan pada keracunan timbal adalah Asam dimerkaptosuksinat (DMSA).Terapi kelasi direkomendasikan bagi pasien keracunan timbal dengan kondisi berikut:
  • Anak yang memiliki kadar timbal sebesar 45 mcg/dL atau lebih dalam tubuhnya
  • Orang dewasa dengan kadar timbal yang tinggi dalam tubuhnya dan mengalami gejala keracunan timbal 

Terapi kelasi EDTA

Pilihan pengobatan lain untuk keracunan timbal berat adalah terapi kelasi EDTA. Terapi ini ditujukan bagi orang dewasa yang memiliki kadar timbal 45 mcg/dL dan anak-anak yang tidak dapat cocok untuk menjalani terapi konvensional. EDTA adalah singkatan dari calcium disodium ethylenediaminetetraacetic acid. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena. Prinsip kerjanya sama dengan terapi kelasi menggunakan DMSA, hanya saja terapi EDTA lebih mudah ditoleransi karena efek sampingnya lebih ringan dibanding DMSA.

Penanganan untuk timbal dosis tinggi

Apabila seseorang dicurigai telah menelan timbal dosis tinggi, prosedur berikut dapat dilakukan untuk membuang timbal yang telah tertelan:
  • Irigasi usus, yaitu membersihkan seluruh saluran pencernaan dengan cairan polyethylene glycol volume besar.
  • Bilas lambung (gastric lavage) atau penyedotan cairan lambung (gastric suction). Prosedur ini dilakukan dengan cairan saline yang dimasukkan melalui nasogastric tube (NGT) yang telah dipasang ke tubuh penderita. 

Komplikasi keracunan timbal

Seseorang yang mengalami gejala keracunan timbal harus segera dibawa ke dokter. Apabila tidak ditangani dengan baik dan dibiarkan dalam jangka waktu lama, keracunan ini dapat menimbulkan komplikasi serius berupa: 
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan jantung 
  • Gagal ginjal
  • Infertilitas atau ketidaksuburan
  • Kanker
Pada paparan tingkat tinggi, timbal akan menyerang otak dan sistem saraf pusat hingga menyebabkan koma, kejang, dan bahkan kematian. Anak-anak yang selamat dari keracunan timbal yang parah dapat mengalami keterbelakangan mental dan gangguan perilaku.
Langkah-langkah yang dapat membantu Anda dan keluarga untuk mencegah keracunan timbal meliputi:
  • Mencuci tangan dan mencuci mainan anak guna mengurangi risiko kontaminasi timbal.
  • Jangan membeli mainan yang dilapisi cat dan asal-usulnya tidak jelas (terutama mainan yang diimpor dari luar negeri).
  • Mencegah anak bermain di tanah atau pasir. Anda bisa menanam rumput di pekarangan untuk menutupi tanah kosong, sehingga anak Anda dapat bermain dengan lebih aman.
  • Menghindari debu serta menjaga rumah agar tidak ada debu yang menumpuk.
  • Mencuci tangan anak secara teratur untuk awasi anak agar jangan sampai menelan serpihan cat dinding, tanah, atau debu.
  • Melepaskan sepatu sebelum memasuki rumah.
  • Menyalakan keran selama 1 menit sebelum menggunakannya.
  • Jangan menggunakan air keran untuk membuat susu formula atau memasak.
  • Rutin membersihkan keran air.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, terutama makanan tinggi kalsium dan zat besi yang dapat membantu dalam menurunkan risiko penyerapan senyawa timbal oleh tubuh.
  • Menjaga dan merawat rumah dengan baik, misalnya rutin memeriksa kondisi cat yang bisa mengelupas dan segera memperbaikinya.
  • Jangan menyimpan anggur, cuka, atau soda dalam botol maupun penampung berbahan kristal dalam waktu lama. Timbal dapat menyebar ke cairan yang disimpan di dalam penyimpanan tersebut.
  • Menghindari konsumsi makanan kaleng, terutama yang diimpor, karena negara-negara tertentu tidak melarang makanan tinggi timbal dalam proses pembuatan makanan kaleng.
  • Jika sedang membangun atau merenovasi rumah, pastikan setiap kontraktor yang melakukan pekerjaan di rumah Anda memiliki sertifikat terkait pengendalian timbal.
  • Selalu gunakan alat pelindung diri jika masuk ke tempat-tempat di mana cat mengandung timbal mungkin telah digunakan, misalnya pabrik.
  • Bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan rutin terkait kadar timbal dalam darah. Pemeriksaan ini biasanya dapat dilakukan pada anak yang telah menginjak usia 1-2 tahun.
Dikarenakan keracunan timbal jarang menunjukkan gejala, jangan menunggu sampai gejala muncul. Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami memiliki riwayat paparan timbal, terutama jika profesi mengharuskan Anda terpapar timbal secara terus-menerus.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut meliputi:
  • Apakah Anda baru saja pindah rumah atau sekolah?
  • Kapan rumah Anda dibangun? Apakah Anda sedang melakukan renovasi?
  • Apakah Anda memiliki pekerjaan baru yang dapat melibatkan adanya paparan timbal?
  • Apakah Anda atau anak Anda memiliki saudara kandung atau teman bermain yang keracunan timbal?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis keracunan timbal. Dengan diagnosis yang positif, dokter bisa memberikan penanganan sesuai dengan tingkat keparahan keracunan timbal yang dialami oleh pasien.
UCSF. https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/lead-levels---blood#
Diakses pada 11 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/lead-poisoning
Diakses pada 11 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lead-poisoning/symptoms-causes/syc-20354717
Diakses pada 11 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-lead-poisoning
Diakses pada 19 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306601.php
Diakses pada 11 Oktober 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/lead-poisoning-signs-symptoms-and-complications-4160770
Diakses pada 11 Oktober 2021
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Lead-exposure-and-your-health
Diakses pada 11 Oktober 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lead-poisoning-and-health
Diakses pada 11 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email