Keracunan Sianida

Ditinjau dr. Wismaytra Condro
Keracunan sianida terjadi saat seseorang terpapar sianida yang merupakan salah satu jenis racun yang paling terkenal. Langkah pertama untuk mengobati keracunan sianida adalah dengan mengidentifikasi sumber paparan.
Langkah pertama untuk mengobati keracunan sianida adalah dengan mengidentifikasi sumber paparan.

Pengertian Keracunan Sianida

Sianida adalah salah satu racun yang paling terkenal. Sianida merujuk pada bahan kimia apapun yang mengandung ikatan karbon nitrogen (CN), dan dapat ditemukan pada kacang almond, kacang kedelai, bayam, dan apel.

Sianida bahkan merupakan produk sampingan dari metabolisme dalam tubuh manusia. Sianida dikeluarkan melalui pernapasan. Bentuk sianida yang mematikan, diantaranya adalah:

  • Natrium sianida (NaCN)
  • Potassium cyanide (KCN)
  • Hidrogen sianida (HCN)
  • Cyanogen chloride (CNCl)

Keracunan sianida merupakan jenis keracunan yang jarang terjadi. Namun, paparan sianida terjadi relatif sering pada pasien yang terpapar asap bakaran industri atau perumahan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala keracunan sianida dapat muncul dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah terpapar.

Gejala keracunan sianida, diantaranya adalah:

  • Kelumpuhan
  • Mual
  • Kebingungan
  • Sakit kepala
  • Kesulitan bernapas
  • Kejang
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
  • Gagal jantung

Seberapa parah gejala keracunan sianida bergantung pada:

  • Dosisnya
  • Jenis sianida
  • Berapa lama terpapar sianida

Ada dua jenis paparan sianida. Keracunan sianida akut memiliki efek langsung yang sering kali mengancam jiwa. Sedangkan keracunan sianida kronis terjadi akibat paparan dalam jumlah yang lebih kecil dari waktu ke waktu.

Keracunan sianida akut

Keracunan sianida akut relatif jarang terjadi dan sebagian besar kasus terjadi karena paparan yang tidak disengaja.

Gejala keracunan sianida akut, diantaranya adalah:

  • Kesulitan bernapas
  • Kejang
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
  • Gagal jantung

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika Anda melihat ada seseorang yang mengalami keracunan sianida akut karena kondisi ini sangat kritis.

Keracunan sianida kronis

Keracunan sianida kronis dapat terjadi ketika seseorang terpapar 20-40 ppm gas hidrogen selama periode waktu tertentu. Gejala seringkali bertahap dan bertambah parah seiring berjalannya waktu.

Gejala awal keracunan sianida kronis, diantaranya adalah:

  • Sakit kepala
  • Kantuk
  • Mual
  • Muntah
  • Vertigo

Gejala selanjutnya adalah:

  • Pupil melebar
  • Kulit lembab
  • Napas lambat dan pendek
  • Denyut nadi cepat
  • Kejang

Jika kondisi tetap tidak didiagnosa dan diobati, dapat menyebabkan:

  • Detak jantung lambat dan tidak teratur
  • Suhu tubuh berkurang
  • Bibir dan wajah berwarna biru
  • Koma
  • Kematian

Penyebab

Keracunan sianida merupakan kondisi yang jarang terjadi. Seseorang biasanya berisiko terpapar secara tidak sengaja jika bekerja di bidang tertentu, seperti industri. Sianida anorganik biasanya digunakan dalam industri:

  • Metalurgi
  • Pembuatan plastik
  • Pengasapan
  • Fotografi

Penyebab keracunan sianida lainnya adalah:

  • Menggunakan penghapus cat kuku yang mengandung senyawa sianida organik seperti asetonitril (metil sianida) dalam jumlah berlebihan
  • Mengonsumsi makanan nabati tertentu dalam jumlah berlebihan

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang dirasakan pasien. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk menilai:

  • Tingkat methemoglobinemia diukur ketika dokter mencurigai adanya cedera inhalasi asap
  • Konsentrasi karbon monoksida darah (kadar karboksihemoglobin) dapat menunjukkan seberapa banyak asap yang telah dihirup
  • Tingkat plasma atau laktat darah

Pengobatan

Langkah pertama untuk mengobati keracunan sianida adalah dengan mengidentifikasi sumber paparan. Hal ini dapat membantu dokter untuk menentukan metode dekontaminasi yang tepat.

Jika pasien telah menelan sianida, pasien akan diberikan arang aktif untuk membantu menyerap racun dan membersihkannya dengan aman dari tubuhnya.

Paparan sianida dapat memengaruhi asupan oksigen, sehingga dokter dapat memberikan oksigen 100% melalui masker atau tabung endotrakeal.

Dalam kasus yang parah dokter dapat memberikan salah satu dari dua penawar, seperti:

  • Penangkal sianida
  • Hydroxocobalamin (Cyanokit)

Penawar sianida terdiri atas tiga jenis: (amil nitrit, natrium nitrit, dan natrium tiosulfat). Amil nitrit diberikan melalui penghirupan selama 15-30 detik, sementara natrium nitrit diberikan melalui intravena selama 3-5 menit. Natrium tiosulfat intravena diberikan selama sekitar 30 menit.

Hydroxocobalamin akan mendetoksifikasi sianida dengan mengikatnya untuk menghasilkan vitamin B12 yang tidak beracun. Obat ini menetralkan sianida pada tingkat yang cukup lambat untuk memungkinkan enzim yang disebut rhodanese untuk lebih jauh mendetoksifikasi sianida di hati.

Pencegahan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah keracunan sianida, diantaranya adalah:

  • Lakukan tindakan pencegahan yang tepat terhadap kebakaran, khususnya di rumah. Pasang detektor asap dan hindari merokok di tempat tidur.
  • Simpan bahan kimia beracun di lemari penyimpanan yang terkunci dan jauhkan dari anak-anak
  • Ikuti aturan keselamatan kerja jika bekerja dengan sianida.
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/cyanide-poisoning
Diakses pada 20 Desember 2018.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/814287-overview
Diakses pada 20 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/cyanide-poisoning-treatment
Diakses pada 20 Desember 2018.

Back to Top