Penyakit Lainnya

Keracunan Sianida

14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Keracunan Sianida
Langkah pertama untuk mengobati keracunan sianida adalah dengan mengidentifikasi sumber paparan.
Keracunan sianida adalah kondisi akibat paparan sianida yang diterima seseorang hingga menyebabkan keracunan. Seseorang bisa terkena sianida dengan menghirup udara, mengonsumsi air maupun makanan, atau menyentuh tanah yang mengandung sianida.Sianida bisa ditemukan pada setiap zat kimia yang mengandung gugus siano (C≡N). Sianida dapat berupa gas tidak berwarna, seperti hidrogen sianida (HCN), sianogen klorida (CNCl), bentuk kristal seperti natrium sianida (NaCN), atau kalium sianida (KCN). Kebanyakan orang tidak dapat mendeteksi baru sianida. Namun jika tercium, sianida terkadang dideskripsikan memiliki bau "almond pahit".Sianida muncul secara alami dalam beberapa makanan dan tanaman tertentu seperti singkong, kacang lima, almond dan buah-buahan seperti aprikot, apel dan persik. Selain itu, sianida terkandung dalam berbagai zat kimia yang digunakan di industri tertentu.Baca juga : 6 Tanaman Beracun yang Perlu Anda Waspadai
Keracunan Sianida
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit kepala, mual dan muntah, kegagalan pernapasan
Faktor risikoPekerja industri manufaktur kertas, tekstil, plastik dan metalurgi, perokok
Metode diagnosisTes darah
PengobatanEvakuasi dan diskontaminasi dari sianida, alat bantuan pernafasan dan suplai oksiged, penawar dan obat
ObatPenawar sianinda, hydroxocobalamin
KomplikasiGagal penapasan, gagal jantung, kematian
Kapan harus ke dokter?Ketika terpapar dan mengalami gejala, terutama jika memiliki faktor risiko
Gejala keracunan sianida dapat muncul dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah terpapar.Dalam beberapa menit, paparan sianida dalam jumlah kecil dapat menyebabkan gejala berupa:
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Napas cepat
  • Jantung berdetak cepat (aritmia)
  • Gelisah
  • Lemah lesu
Namun dalam jumlah besar keracunan sianida dapat menimbulkan gejala berupa:
  • Kejang
  • Hilang kesadaran
  • Tekanan darah rendah
  • Cedera paru-paru
  • Kegagalan pernapasan yang menyebabkan kematian
  • Denyut jantung lambat
Pekerja di industri tertentu dapat terpapar sianida secara kronis, dengan gejala:
  • Sakit kepala
  • Iritasi mata
  • Mudah lelah
  • Ketidaknyamanan di dada
  • Palpitasi
  • Kehilangan selera makan
  • Mimisan
Seseorang dapat terpapar sianida dengan menghirup udara, mengonsumsi air maupun makanan makanan, atau menyentuh tanah yang mengandung sianida. Sianida memasuki air, tanah, atau udara sebagai hasil dari proses alami dan aktivitas industri. Saat berada di udara, sianida biasanya berbentuk gas hidrogen sianida.Sianida umum ditemukan dalam bahan kimia yang digunakan pada bidang industri:
  • Manufaktur kertas, tekstil, dan plastik
  • Cuci cetak film foto
  • Metalurgi, termasuk electroplating, pembersihan logam, dan pemurnian bijih emas
  • Pestisida
Sianida juga terkandung secara alami dalam beberapa makanan dan tanaman tertentu seperti singkong, kacang lima, almond dan buah-buahan seperti aprikot, apel dan persik. Bagian rongga dan biji dari buah-buahan tersebut mengandung bahan kimia dalam jumlah besar yang dapat dimetabolisme menjadi sianida. Mengonsumsi bahan-bahan tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan keracunan sianida.Jika tidak sengaja tertelan, bahan kimia asetonitril yang digunakan pada cairan penghapus cat kuku akan menghasilkan sianida saat dimetabolisme oleh tubuh. Merokok merupakan salah satu sumber utama paparan sianida bagi orang-orang yang tidak bekerja di industri terkait sianida.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang dirasakan pasien. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk menilai:
  • Tingkat methemoglobinemia, yang diukur ketika dokter mencurigai adanya cedera inhalasi asap
  • Konsentrasi karbon monoksida darah (kadar karboksihemoglobin), yang dapat menunjukkan banyaknya asap yang telah dihirup
  • Tingkat laktat darah, yang mampu mendeteksi keracunan sianida.
  • Konsentrasi sianida pada sel darah merah dan plasma darah

Penanangan pertama pada keracunan sianida

Berikut ini langkah penanganan pertama pada keracunan sianida:
  • Mengidentifikasi sumber paparan
  • Jika pasien terpapar di ruangan atau area yang mengandung sianida, segera evakuasi ke area terbuka untuk mengurangi paparan gas sianida.
  • Apabila pakaian atau tubuh terkontaminasi cairan atau larutan yang mengandung sianida, lepaskan pakaian dan bersihkan semua tubuh dengan sabun dan air.
  • Umumnya, ada standar keselamatan kerja yang akan dilakukan dan harus dipatuhi dalam mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama dalam setiap industri yang berkaitan dengan sianida.

Penanangan dokter

Jika sianida tertelan, pasien akan diberikan arang aktif yang dapat menyerap racun, agar tubuh dapat bersih dari sianida dengan aman. Paparan sianida dapat memengaruhi asupan oksigen pasien, sehingga dokter akan memberikan alat bantuan pernapasan berupa masker atau tabung endotrakeal.Dalam kasus keracunan sianida yang parah, dokter akan memberikan salah satu dari dua penawar (antidot), yaitu:
  • Pemberian antidot sianida, yang terdiri dari tiga jenis:
    • Amil nitrit, yang dihirup selama 15-30 detik
    • Natrium nitrit, yang diberikan melalui infus selama 3-5 menit
    • Natrium tiosulfat, yang diberikan melalui infus selama sekitar 30 menit
  • Pemberian hydroxocobalamin (cyanokit)
Zat ini bekerja dengan mengikat sianida untuk menghasilkan vitamin B12 yang tidak beracun. Hydroxocobalamin dapat menetralkan sianida pada tingkat yang cukup lambat sehingga memungkinkan enzim yang disebut rhodanese untuk mendetoksifikasi sianida di hati.Baca juga : Mengenal Antidote, Si Penawar Racun yang Ampuh 

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, keracunan sianida dapat mengakibatkan kematian. Pada kasus keracunan sianida yang parah, pasien yang selamat pun dapat mengalami kerusakan jantung, otak, dan saraf. 
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah keracunan sianida, yaitu dengan:
  • Melakukan tindakan pencegahan yang tepat terhadap kebakaran, khususnya di rumah. Contohnya dengan memasang detektor asap dan tidak merokok di tempat tidur.
  • Menyimpan bahan kimia beracun di lemari terkunci dan menjauhkannya dari anak-anak.
  • Mengikuti aturan keselamatan kerja jika bekerja dalam lingkungan yang berkaitan dengan sianida
Baca jawaban dokter : Bolehkah mengonsumsi singkong lalu dilanjutkan dengan obat? 
Apabila Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda dan gejala keracunan sianida, segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan atau orang yang Anda tunjukkan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda atau pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda atau pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah pasien sempat kontak dengan sumber-sumber paparan sianida?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis keracunan sianida agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/814287-overview
Diakses pada 20 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/cyanide-poisoning
Diakses pada 19 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/cyanide-poisoning-treatment
Diakses pada 19 Desember 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://emergency.cdc.gov/agent/cyanide/basics/facts.asp
Diakses pada 19 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email