Penyakit Lainnya

Keracunan Merkuri

14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Keracunan Merkuri
Anak-anak yang terlalu banyak terpapar merkuri dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan sistem saraf.
Keracunan merkuri adalah suatu kondisi akibat terlalu banyak terpapar merkuri hingga mengalami keracunan. Merkuri adalah jenis logam beracun yang muncul dalam berbagai bentuk.Penyebab keracunan merkuri yang paling umum adalah konsumsi berlebihan methylmercury atau merkuri organic. Umumnya, merkuri ada pada makanan laut atau hewan yang memakan hewan lain yang telah terpapar merkuri. Namun, ikan dan kerang adalah sumber utama methylmercury.Selain itu, sejumlah kecil merkuri juga bisa terdapat pada makanan dan produk yang dikonsumsi sehari-hari. Paparan merkuri yang tinggi dapat membahayakan otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh.Tidak ada pengobatan khusus untuk keracunan merkuri. Penanganan terbaik adalah dengan menghentikan paparan merkuri dan jika dibutuhkan, pasien akan mendapatkan terapi khelasi untuk mengeluarkan merkuri dalam tubuh.
Keracunan Merkuri
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaGelisah, mati rasa, kesulitan mendengar dan berbicara, otot menjadi lemah
Faktor risikoWanita hamil, bayi, anak-anak di bawah 6 tahun, bekerja di pertambangan emas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes urine
PengobatanMenghindari sumber paparan merkuri, terapi khelasi
KomplikasiParestesia, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, ataksia
Kapan harus ke dokter?Apabila sudah terpapar merkuri dan atau menunjukkan gejala keracunan merkuri
Terpapar merkuri terlalu banyak dapat menyebabkan:
  • Depresi
  • Mudah marah
  • Masalah memori atau ingatan
  • Mati rasa atau kebas
  • Tremor
Gejala keracunan merkuri pada orang dewasa antara lain berupa:
  • Kesulitan mendengar dan berbicara
  • Gangguan keseimbangan
  • Kelemahan otot
  • Gangguan fungsi saraf di tangan dan wajah
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan fungsi penglihatan
Sementara itu, gejala keracunan merkuri pada anak-anak dan bayi, diantaranya adalah mengalami keterlambatan fungsi:
  • Belajar
  • Keterampilan motorik halus
  • Perkembangan bicara dan bahasa
  • Kesadaran visual spasial
Merkuri terdiri dari berbagai bentuk. Merkuri dalam bentuk logam umumnya tidak begitu berbahaya, karena hanya 15% yang bisa terserap dalam tubuh manusia. Namun begitu terpapar ke alam, dalam kondisi tertentu merkuri bisa bereaksi dengan metana yang berasal dari penguraian senyawa organic, hingga membentuk metilmerkuri yang bersifat toksik.Baik dalam bentuk logam maupun methylmercury, merkuri masuk ke tubuh manusia lewat pencernaan dan pernapasan. Namun pada bentuk logam, biasanya sebagian besar merkuri bisa diekreksikan. Sisanya akan menumpuk diginjal dan sistem saraf, yang suatu saat dapat berbahaya jika penumpukannya semakin banyak.Berbeda dari bentuk logam, sebagian besar methylmercury akan menumpuk di otak dengan daya penyerapan yang tinggi. Akibatnya, dalam waktu singkat methylmercury bisa menyebabkan keracunan merkuri dan menimbulkan berbagai gangguan yang berbahaya.Berikut sumber paparan merkuri yang bisa menyebabkan keracunan merkuri, antara lain:

Keracunan merkuri dari ikan

Keracunan methylmercury (keracunan merkuri organik) sangat terkait dengan makanan laut, terutama ikan. Keracunan dari ikan memiliki dua penyebab, yaitu mengonsumsi jenis ikan yang mengandung merkuri tertentu seperti tilefish, tuna, hiu, ikan todak, marlin, king mackerel,Ikan mendapatkan merkuri dari air yang menjadi habitat sehingga semua jenis ikan akan mengandung merkuri pada kadar tertentu. Jenis ikan besar seperti tuna atau hiu dapat memiliki jumlah merkuri yang lebih tinggi karena memangsa ikan lain yang mengandung merkuri juga.

Penyebab lain

Penyebab lain keracunan merkuri dapat berasal dari lingkungan atau dari paparan bentuk-bentuk lain dari logam, termasuk:
  • Terpapar merkuri dari termometer air raksa yang bocor
  • Tambalan gigi perak
  • Saklar listrik yang rusak
  • Beberapa peralatan medis
  • Jenis perhiasan tertentu
  • Penambangan emas dan ekstraksi emas rumah tangga
  • Produk perawatan kulit yang mengandung merkuri
Merkuri anorganik dapat ditemukan pada:
  • Baterai
  • Laboratorium kimia
  • Disinfektan
Merkuri organik dapat ditemukan di:
  • Pembunuh kuman (antiseptik) seperti mercurochrome merah
  • Asap pembakaran batu bara
  • Ikan yang telah memakan bentuk merkuri organik
Baca jawaban dokter: Apa Ciri-Ciri Krim Kosmetik yang Mengandung Merkuri?

Faktor risiko

Beberapa kondisi dan faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko keracunan merkuri:
  • Kehamilan
  • Bayi
  • Anak-anak di bawah usia enam tahun
  • Pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan merkuri.
  • Mengidap penyakit ginjal
Baca juga: Hindari Jenis Ikan ini untuk Cegah Keracunan Merkuri
Dalam mendiagnosis keracunan merkuri, dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan berupa:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
Dokter akan bertanya tentang gejala yang dialami pasien dan waktu awal kemunculannya. Dokter juga akan bertanya tentang pilihan makanan dan kebiasaan gaya hidup lainnya.
  • Tes darah
Tes darah direkomendasikan untuk mendiagnosis keracunan merkuri karena kebanyakan merkuri dapat ditedeteksi dalam sel darah merah. Semakin dini tes darah dilakukan ketika paparan dimulai, semakin tinggi pula kadar merkukri yang dapat dideteksi. Kadar merkuri dalam darah akan semakin menurun selama minggu-minggu berikutnya.Merkuri organik umumnya dapat bertahan dalam darah kira-kira 7-10 minggu setelah terpapar. Jika terpapar dalam bentuk uap, merkuri dapat bertahan selama 3- 15 hari setelah paparan. Sementara itu, paparan merkuri anorganik akan bertahan selama 3-4 minggu
  • Tes urine
Pemeriksaan urine digunakan untuk menilai paparan kronis dari merkuri anorganik. Paparan merkuri organik (melalui konsumsi makanan laut) biasanya hanya dapat dideteksi dalam jumlah kecil.
Tidak ada pengobatan untuk keracunan merkuri. Cara terbaik adalah dengan menghentikan paparan terhadap logam dan berhenti mengonsumsi ikan laut.Jika keracunan dikaitkan dengan lingkungan atau tempat kerja, hindari daerah tersebut untuk mencegah efek keracunan lebih lanjut.Jika kadar merkuri mencapai titik tertentu, dokter akan melakukan terapi khelasi. Terapi ini dilakukan dengan memasukkan bahan kimia berupa agen pengkhelat untuk mengikat merkuri dalam tubuh agar dapat dikeluarkan. Biasanya pasien akan menerima cairan infus berisi bahan pengkhelat tersebut.Untuk perawatan jangka panjang, perawatan dilakukan dalam mengelola efek keracunan merkuri seperti efek neurologis.

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, komplikasi keracunan merkuri dapat terjadi, berupa:
  • Parestesia akut (kesemutan) di area mulut dan wajah
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pernapasan dan dermatitis nonspesifik
  • Mati rasa secara ekstrem, bersamaan dengan sakit kepala, kelelahan, dan tremor
  • Ataksia dan disartria (kelainan sistem saraf)
Cara terbaik untuk mencegah keracunan merkuri adalah dengan lebih memperhatikan asupan ikan atau makanan laut yang dikonsumsi, dengan:
  • Membatasi konsumsi ikan
  • Menghindari ikan yang mengandung merkuri tingkat tinggi jika sedang hamil
  • Memilih jenis sushi yang mengandung kadar merkuri rendah
  • Menjalani tes darah sebelum hamil
  • Segera mencuci tangan jika terpapar merkuri.
  • Memilih atau meminimalisir produk-produk yang mengandung merkuri seperti baterai, thermometer, saklar listrik, lampu bohlam, tambalan gigi amalgam, kosmetik pemutih dan obat-obatan tertentu
  • Menghentikan penggunaan merkuri dalam penambangan emas
  • Mempromosikan penggunaan sumber energi lebih ramah lingkungan, yakni yang tidak berasal dari pembakaran batubara. Sebab, batubara mengandung merkuri dan polutan udara berbahaya lainnya yang dikeluarkan saat dibakar di pembangkit listrik berbahan bakar arang, boiler industry, mau pun kompor rumah tangga.
Baca juga: Risiko Bahaya Merkuri, Ini yang Dapat Dilakukan untuk Mencegahnya
Gejala dari keracunan merkuri dapat muncul secara lambat, selama beriminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Oleh karena itu, meskipun gejala belum muncul, apabila mengetahui telah terjadi paparan merkuri dalam kegiatan Anda, segera periksakan diri ke dokter agar kadar merkuri tidak mencapai batas yang membahayakan.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat kegiatan Anda selama seminggu atau sebulan ke belakang.
  • Catat semua makanan, obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda bekerja di pertambangan emas atau di fasilitas pembangkit energi bertenaga batubara?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko lainnya terhadap keracunan merkuri?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis keracunan merkuri agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. Healthline: https://www.healthline.com/health/mercury-poisoning
Diakses pada 21 Desember 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/002476.htm
Diakses pada 21 Desember 2018
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/mercury_poisoning/article.htm
Diakses pada 21 Desember 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1175560-overview
Diakses pada 9 Desember 2020
Palar H. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta; 2008.
Betterhealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/mercury-exposure-and-poisoning
Diakses pada 9 Desember 2020
NRDC. https://www.nrdc.org/stories/mercury-guide
Diakses pada 9 Desember 2020
BPAC. https://bpac.org.nz/BT/2010/November/mercury.aspx#
Diakses pada 9 Desember 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mercury-and-health
Diakses pada 9 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email