Keracunan merkuri dapat membahayakan otak, jantung, ginjal dan paru-paru
Anak-anak yang terlalu banyak terpapar merkuri dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan sistem saraf.

Merkuri adalah jenis logam beracun yang muncul dalam berbagai bentuk. Merkuri ada pada ikan, kerang atau hewan yang memakan hewan lain yang terpapar merkuri. Ikan dan kerang adalah sumber utama methylmercury.

Penyebab keracunan merkuri yang paling umum adalah karena konsumsi berlebihan methylmercury atau merkuri organik, yang terkait dengan konsumsi makanan laut.

Sejumlah kecil merkuri terdapat pada makanan dan produk yang dikonsumsi sehari-hari. Anak-anak dan bayi rentan terhadap efek keracunan merkuri. Merkuri membahayakan perkembangan sistem saraf pada anak dan mengganggu fungsi berfikir dan belajar anak.

Paparan merkuri yang tinggi dapat membahayakan otak, jantung, ginjal, paru-paru dan sistem kekebalan tubuh.

Terpapar merkuri terlalu banyak dapat menyebabkan:

  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Sifat cepat marah
  • Masalah memori atau ingatan
  • Mati rasa
  • Tremor

Gejala keracunan merkuri pada orang dewasa, diantaranya adalah:

  • Kesulitan mendengar dan berbicara
  • Gangguan koordinasi
  • Kelemahan otot
  • Gangguan fungsi saraf di tangan dan wajah
  • Kesulitan berjalan
  • Perubahan fungsi penglihatan

Sedangkan, gejala keracunan merkuri pada anak-anak dan bayi, diantaranya adalah mengalami keterlambatan fungsi:

  • Pengertian
  • Keterampilan motorik halus
  • Perkembangan bicara dan bahasa
  • Kesadaran visual spasial

Keracunan merkuri dari ikan

Keracunan methylmercury (keracunan merkuri organik) sangat terkait dengan makanan laut, terutama ikan. Keracunan dari ikan memiliki dua penyebab, diantaranya adalah:

  • Makan jenis ikan yang mengandung merkuri tertentu
  • Terlalu banyak mengonsumsi ikan

Ikan mendapatkan merkuri dari air tempat mereka hidup sehingga semua jenis ikan akan mengandung merkuri pada kadar tertentu. Jenis ikan yang berukuran lebih besar dapat memiliki jumlah merkuri yang lebih tinggi karena mereka memangsa ikan lain yang mengandung merkuri juga.

Penyebab lain

Penyebab lain keracunan merkuri dapat berasal dari lingkungan atau dari paparan bentuk-bentuk lain dari logam. Penyebab lain termasuk:

  • Termometer raksa yang bocor
  • Tambalan gigi perak
  • Saklar listrik
  • Beberapa peralatan medis
  • Jenis perhiasan tertentu
  • Penambangan emas dan ekstraksi emas rumah tangga
  • Produk perawatan kulit yang mengandung merkuri

Merkuri anorganik dapat ditemukan pada:

  • Baterai
  • Laboratorium kimia
  • Disinfektan

Merkuri organik dapat ditemukan di:

  • Pembunuh kuman (antiseptik) seperti mercurochrome merah
  • Asap pembakaran batu bara
  • Ikan yang telah memakan bentuk merkuri organik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah dan urin. Dokter akan bertanya tentang gejala yang dialami pasien dan kapan gejala tersebut dimulai. Dokter juga akan bertanya tentang pilihan makanan dan kebiasaan gaya hidup lainnya. Juga dilakukan tes darah atau urine untuk mengidentifikasi merkuri dalam tubuh pasien.

Tidak ada pengobatan untuk keracunan merkuri. Cara terbaik adalah dengan menghentikan paparan terhadap logam dan berhenti mengonsumsi ikan laut.

Jika keracunan dikaitkan dengan lingkungan atau tempat kerja. Hindari daerah tersebut untuk mencegah efek keracunan lebih lanjut.

Jika kadar merkuri mencapai titik tertentu, dokter akan melakukan terapi khelasi (infus dengan cairan dan agen untuk mengikat merkuri atau logam berat (infus dengan agen untuk mengikat logam berat). Untuk perawatan jangka panjang, dilakukan perawatan untuk mengelola efek keracunan merkuri seperti efek neurologis.

Cara terbaik untuk mencegah keracunan merkuri adalah dengan menjaga asupan ikan atau makanan laut yang dikonsumsi. Langkah-langkah lain diantaranya adalah:

  • Batasi konsumsi ikan.
  • Menghindari ikan yang mengandung merkuri tingkat tinggi jika sedang hamil.
  • Pilihlah jenis sushi yang mengandung kadar merkuri rendah.
  • Lakukan tes darah sebelum hamil.
  • Cuci tangan segera jika terpapar merkuri.

Healthline. Healthline: https://www.healthline.com/health/mercury-poisoning
Diakses pada 21 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/002476.htm
Diakses pada 21 Desember 2018

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/mercury_poisoning/article.htm
Diakses pada 21 Desember 2018

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1175560-overview
Diakses pada 18 Desember 2018

Artikel Terkait