Penyakit Lainnya

Keracunan Karbon Monoksida

24 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Keracunan Karbon Monoksida
Setiap orang terpapar sejumlah kecil karbon monoksida sepanjang hari melalui asap knalpot
Keracunan karbon monoksida adalah kondisi medis yang terjadi ketika karbon monoksida (CO) menumpuk dalam pembuluh darah.Gas CO yang terlalu banyak di udara, membuat tubuh menukar oksigen pada sel darah merah dengan CO. Akibatnya, bisa terjadi kerusakan jaringan yang berat hingga kematian.Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berbau dan tidak berwarna. Gas ini ditemukan pada asap pembakaran yang biasa dihasilkan oleh perapian, knalpot kendaraan bermotor, panggangan arang, serta generator portabel (genset).Ventilasi ruangan dan kondisi mesin yang kurang baik, dapat memicu penumpukan gas karbon monoksida dalam kadar yang membahayakan.Tiap orang terpapar sejumlah kecil karbon monoksida sepanjang hari. Namun menghirup terlalu banyak gas ini dalam waktu lama bisa menyebabkan keracunan karbon monoksida.Seseorang yang mengalami keracunan CO perlu segera mencari udara segar dan menjalani penanganan medis gawat darurat. 
Keracunan Karbon Monoksida
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaSakit kepala, otot lemah, linglung
Faktor risikoUsia sangat muda atau lansia, individu dengan penyakit jantung, anemia
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanMenghirup oksigen, terapi oksigen hiperbarik 
ObatOksigen
KomplikasiKerusakan otak permanen, kerusakan jantung yang mengancam nyawa, keguguran
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala sakit kepala, otot lemah, kebingungan
Gejala keracunan karbon monoksida yang paling umum adalah:
  • Sakit kepala
  • Kelemahan otot
  • Mual
  • Muntah
  • Linglung
  • Pusing
  • Kesulitan bernapas
  • Pandangan kabur
  • Penurunan kesadaran
 
Sesuai namanya keracunan karbon monoksida disebabkan oleh gas karbon monoksida alias CO. Gas ini dihasilkan ketika bahan bakar (seperti gas, minyak, batu bara, dan kayu) tidak terbakar sempurna.Hasil pembakaran arang, kendaraan bermotor dan asap rokok juga dapat menghasilkan gas karbon monoksida.Pemicu paling umum keracunan karbon monoksida meliputi:
  • Peralatan rumah tangga yang dipasang secara tidak benar atau tidak dirawat dengan baik
  • Ventilasi ruangan yang buruk
  • Pembakaran bahan bakar dalam ruangan tertutup, misalnya menyalakan mobil saat garasi tertutup rapat
  • Kebocoran pipa pembuangan mobil
  • Beberapa cairan pembersih dan penghilang cat yang mengandung methylene chloride yang menyebabkan keracunan monoksida jika dihirup
 

Faktor risiko keracunan karbon monoksida

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami keracunan karbon monoksida antara lain:
  • Janin

Sel darah janin mengikat karbon monoksida lebih kuat daripada sel darah dewasa. Akibatnya, janin lebih rentan mengalami keracunan karbon monoksida.
  • Anak-anak

Anak-anak lebih sering menarik napas daripada orang dewasa, sehingga lebih berisiko terkena keracunan karbon monoksida.
  • Riwayat penyakit tertentu

Orang dengan riwayat penyakit jantung kronis, anemia, dan gangguan pernapasan lebih berpotensi untuk terkena keracunan karbon monoksida.
  • Kalangan lanjut usia

Orang lanjut usia yang mengalami keracunan karbon monoksida akan lebih rentan untuk mengalami kerusakan otak.
  • Orang yang pingsan saat terpapar karbon monoksida

Hilangnya kesadaran mengindikasikan adanya paparan karbon monoksida yang lebih berat. 
Untuk memastikan diagnosis keracunan karbon monoksida, dokter akan melakukan:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa ada tidaknya tanda-tanda keracunan gas CO.
  • Tes darah

Dokter akan mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa lebih lanjut. Jika kadar karbon dioksida meningkat hingga 70 bagian per juta (ppm), pasien umumnya akan mengalami gejala keracunan gas karmon monoksida berupa mual, pusing, dan tidak sadarkan diri. 
Dokter akan melakukan cara mengobati keracunan karbon monoksida yang meliputi:
  • Pemberian oksigen

Dokter atau petugas medis akan memasang masker khusus di atas hidung dan mulut pasien. Masker ini akan menyalurkan oksigen, sehingga untuk membantu proses pernapasan pasien.
  • Terapi hiperbarik

Terapi hiperbarik dilakukan dengan cara pasien masuk ke dalam ruangan bertekanan untu menghirup oksigen murni. Langkah ini dapat membantu dalam melindungi jantung dan jaringan otak yang sangat rentan terhadap cedera akibat keracunan karbon monoksida. 

Komplikasi keracunan karbon monoksida

Tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya paparan, komplikasi keracunan karbon monoksida dapat berupa:
  • Kerusakan otak permanen
  • Kerusakan jantung
  • Keguguran atau kematian janin
  • Kematian
 
Beberapa cara mencegah keracunan karbon monoksida yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Menggunakan detektor karbon monoksida

Letakkan detektor di dekat tempat tidur Anda dan periksa baterainya minimal dua kali dalam setahun. Bila alarm berbunyi, keluarlah dari rumah dan hubungi pemadam kebakaran atau layanan darurat lain.
  • Buka garasi sebelum menyalakan mobil

Jangan pernah membiarkan mobil menyala di garasi yang tertutup. Pastikan pula bahwa knalpot mobil diperiksa secara rutin.
  • Gunakan peralatan gas sesuai petunjuk

Jangan menggunakan kompor atau oven untuk memanaskan rumah. Anda juga perlu ingat bahwa kompor gas portabel sebaiknya hanya dipakai di luar rumah.Saat menggunakan pemanas ruangan, pastikan Anda mengawasinya dan ventilasi ruangan terjaga dengan baik.Ingatlah pula bahwa Anda tidak boleh menyalakan generator portabel alias genset dalam ruangan tertutup.
  • Berhati-hatilah saat memakai methylene chloride

Methylene chloride dapat ditemukan dalam cat dan cairan pembersih kotoran. Zat ini dapat berubah menjadi karbon monoksida ketika dihirup.Paparan methylene chloride dapat memicu keracunan karbon monoksida. Jadi pastikan Anda bekerja di luar ruangan atau area dengan ventilasi yang baik ketika menggunakannya. 
Keracunan karbon monoksida termasuk kondisi medis darurat karena bisa mengancam nyawa. Jadi segera ke UGD jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait keracunan karbon monoksida, misalnya berusia lanjut?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis keracunan karbon monoksida. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/carbon-monoxide-poisoning
Diakses pada 18 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carbon-monoxide/symptoms-causes/syc-20370642
Diakses pada 18 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/carbon-monoxide-poisoning
Diakses pada 19 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/carbonmonoxidepoisoning.html
Diakses pada 19 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email