Keracunan Karbon Monoksida

Ditinjau dr. Fridawati
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna.
Terlalu banyak terpapar gas ini dapat menyebabkan keracunan dengan gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, dan kesulitan bernapas.

Pengertian Keracunan Karbon Monoksida

Karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna. Gas ini ditemukan dalam asap pembakaran (knalpot) yang dihasilkan oleh:

  • Pemanasan
  • Perapian
  • Knalpot mobil
  • Panggangan arang
  • Mesin mobil
  • Generator portable (genset)

Setiap orang terpapar sejumlah kecil karbon monoksida sepanjang hari. Namun, menghirup terlalu banyak karbon monoksida dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida. Keracunan karbon monoksida adalah kondisi yang mengancam jiwa.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala keracunan karbon monoksida yang paling umum adalah:

  • Sakit kepala
  • Kelemahan otot
  • Mual
  • Muntah
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Kesulitan bernafas

Penyebab

Karbon monoksida dihasilkan ketika bahan bakar seperti gas, minyak, batu bara dan kayu tidak terbakar sepenuhnya. Hasil pembakaran arang, mobil yang berjalan dan asap dari rokok juga menghasilkan gas karbon monoksida.

Gas, minyak, batu bara dan kayu adalah sumber bahan bakar yang digunakan di banyak peralatan rumah tangga, diantaranya adalah:

  • Perebus air
  • Kebakaran gas
  • Sistem pemanas sentral
  • Pemanas air
  • Kompor
  • Sumber api

Penyebab paling umum paparan karbon monoksida yang disengaja sepeti pemasangan peralatan rumah tangga yang dipasang tidak benar, tidak dirawat dengan baik atau memiliki ventilasi yang buruk.

Penyebab lain keracunan karbon monoksida, diantaranya adalah:

  • Pembakaran bahan bakar dalam ruangan tertutup
  • Kebocoran pipa pembuangan mobil
  • Beberapa cairan pembersih dan penghilang cat yang mengandung methylene chloride yang menyebabkan keracunan monoksida jika dihirup

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menguji sampel darah untuk mengidentifikasi karbon monoksida. Jika kadar karbon dioksida meningkat hingga 70 bagian per juta (ppm), gejala akan terlihat. Gejala tersebut, diantaranya mual, pusing, dan tidak sadarkan diri.

Pengobatan

Pengobatan keracunan karbon monoksida, diantaranya adalah:

  • Menghirup oksigen yang ditempatkan di atas hidung dan mulut pasien untuk membantu proses pernafasan.
  • Menghabiskan waktu di ruangan bertekanan oksigen (terapi oksigen hiperbarik) dapat membantu melindungi jantung dan jaringan otak yang sangat rentan terhadap cedera akibat keracunan karbon monoksida.

Pencegahan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko keracunan karbon monoksida, diantaranya adalah:

  • Pastikan peralatan rumah tangga dalam kondisi baik
  • Pastikan pembuangan mobil diperiksa secara rutin dan jangan tinggalkan kendaraan dalam kondisi menyala di garasi tertutup

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Keracunan karbon monoksida merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa. Carilah perawatan medis darurat jika Anda mengalami gejala keracunan karbon monoksida.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Petugas rumah sakit akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang kondisi Anda. Cobalah untuk bersiap untuk menjawab pertanyaan tentang:

  • Kemungkinan sumber paparan karbon monoksida
  • Kapan gejala dimulai
  • Gangguan mental, termasuk masalah kebingungan dan kehilangan memori
  • Kehilangan kesadaran
  • Kondisi medis lain yang telah didiagnosis, termasuk kehamilan
  • Kebiasaan merokok
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/carbon-monoxide-poisoning
Diakses pada 18 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carbon-monoxide/symptoms-causes/syc-20370642
Diakses pada 18 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/carbon-monoxide-poisoning
Diakses pada 19 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/carbonmonoxidepoisoning.html
Diakses pada 19 Desember 2018

Back to Top