Penyakit Lainnya

Keracunan Arsenik

29 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Keracunan Arsenik
Arsenik sangat berbahaya karena tidak memiliki bau, sehingga seseorang dapat terpapar tanpa menyadarinya
Keracunan arsenik adalah kondisi yang terjadi setelah seseorang menelan atau menghirup arsenik dalam kadar yang tinggi.Arsenik merupakan zat kimia metaloid, yakni memiliki sifat antara logam dan non-logam. Senyawa ini berwarna abu-abu, perak, atau putih yang karsinogenik atau berpotensi menyebabkan kanker.Terdapat dua jenis arsenik, yaitu arsenik organik dan inorganik. Arsenik inorganik hanya mengandung arsenik, atau dikombinasikan dengan zat inorganik lain. Jenis ini sangat beracun bagi tubuh.Sementara arsenik organik adalah arsenik yang dikombinasikan dengan zat organik. Racun dari senyawa ini tidak separah jenis arsenik inorganik.Paparan arsenik kadar sangat tinggi dapat menyebabkan gejala keracunan arsenik akut yang memerlukan penanganan segera, sedangkan paparan arsenik dalam kadar sedikit namun dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. 
Keracunan Arsenik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKulit memerah, bengkak, sakit perut
Faktor risikoMenghirup udara yang mengandung arsenik, merokok, menghirup udara yang terkontaminasi di pabrik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium
PengobatanMenghindari paparan, obat-obatan, terapi suportif
ObatSuccimer, dimercaprol,vitamin E
KomplikasiSyok, kanker kulit, kematian
Kapan harus ke dokter?Terpapar arsenik dan mengalami gejala
Gejala keracunan arsenik, di antaranya adalah:
  • Kulit memerah dan bengkak
  • Perubahan kulit, seperti kutil atau lesi (kelainan kulit) baru
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah, yang dapat disertai dengan darah dalam muntah
  • Diare
  • Detak jantung tidak normal
  • Kram otot
  • Dehidrasi
  • Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
  • Vertigo (pusing berputar)
  • Kesemutan jari tangan dan kaki
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran, bahkan sampai koma (kondisi tidak sadar dan tidak berespon terhadap rangsangan apapun)
Paparan jangka panjang (kronis) terhadap arsenik dapat menyebabkan gejala yang lebih memberat secara bertahap. Misalnya, kerusakan hati dan ginjal, blackfoot disease (punggung dan telapak kaki tampak kehitaman yang kemudian berubah menjadi gangren atau kematian jaringan), atau dermatitis yang disertai kesemutan dan nyeri di tangan dan kaki.Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami salah satu dari gejala di bawah ini:
  • Kulit gelap
  • Sakit tenggorokan yang terus-menerus
  • Masalah pencernaan yang berlangsung lama
 
Penyebab keracunan arsenik yang paling umum adalah air tanah yang sudah terkontaminasi. Meminum air yang mengandung arsenik selama periode waktu yang panjang dapat menyebabkan keracunan.Penyebab lain keracunan arsenik, diantaranya adalah:
  • Menghirup udara yang mengandung arsenik
  • Merokok 
  • Menghirup udara yang terkontaminasi di pabrik atau tambang yang menggunakan arsenik
  • Menghirup asap atau debu dari kayu atau limbah yang sebelumnya terpapar arsenik
  • Makan makanan yang terkontaminasi arsenik
Beberapa faktor risiko terjadinya keracunan arsenik adalah:
  • Tinggal di dekat kawasan industry
  • Berada dekat dengan tempat pembuangan limbah
 
Tes laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi keracunan arsenik, di antaranya adalah:
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan elektrolit serum, terutama kalsium dan magnesium
  • Tes urine untuk mengidentifikasi arsenik
  • Tes kadar acetaminophen serum
Pemeriksaan lain yang dapat digunakan, diantaranya adalah:
  • Rontgen perut (abdomen)
  • Pemeriksaan konduksi saraf yang dapat mengevaluasi ada tidaknya neuropati perifer (gangguan yang terjadi karena kerusakan saraf tepi)
  • Elektrokardiografi yang dapat menunjukkan aritmia jantung (gangguan irama jantung)
 
Cara mengobati keracunan arsenik umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan keracunan arsenik antara lain.Cara terbaik untuk mengatasi keracunan arsenik kondisi ini adalah dengan menghilangkan paparan arsenik. Pemulihan tergantung pada tingkat keparahan gejala dan seberapa lama gejala berlangsung.Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi keracunan arsenik adalah pemberian chelating agent (zat yang dapat mengikat logam) seperti succimer atau dimercaprol. Selain itu vitamin E dan suplemen selenium juga digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk membatasi efek paparan arsenik. Selain itu, juga diperlukan terapi suportif seperti menjaga kestabilan hemodinamik (sistem peredaran darah, seperti tekanan darah) dengan pemberian cairan atau transfusi darah, bilas lambung atau irigasi saluran pencernaan, dan hemodialisis (cuci darah) jika sudah terjadi kerusakan ginjal. 

Komplikasi keracunan arsenik

Keracunan arsenik yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Keracunan arsenik dalam kadar tinggi secara akut dapat menyebabkan syok sampai kematian
  • Kanker kulit, kantung kemih, atau paru
  • Gangguan perkembangan pada anak
  • Paparan jangka panjang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit lain seperti diabetes, penyakit paru, dan penyakit jantung
  • Infark miokardium (kematian otot jantung)
  • Gagal ginjal
 
Cara mencegah keracunan arsenik yang dapat dilakukan meliputi:
  • Apabila kadar arsenik tinggi dalam air dan berpotensi membahayakan, Anda dapat membeli alat penyaring untuk mengurangi kadar arsenik dalam air
  • Ganti air tanah yang kadar arseniknya tinggi dengan air yang air rendah arsenik seperti air hujan dan air permukaan untuk memasak dan irigasi. Air tanah dapat tetap Anda gunakan untuk keperluan lain seperti mandi dan mencuci pakaian.
  • Campur air dengan kadar arsenik tinggi dengan kadar arsenik rendah untuk mendapatkan air dengan kadar arsenik yang normal
  • Hindari merokok tembakau karena merokok tembakau dapat meningkatkan paparan seseorang terhadap zat arsenik inorganik.
  • Hindari paparan terhadap zat mengandung arsenik sebagai berikut: kaca, pigmen, tekstil, kertas, pelekat logam, pengawet kayu, amunisi peluru, pestisida, dan lain-lain.
 
Hubungi dokter bila apabila Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
  • Kulit berubah warna menjadi gelap
  • Sakit tenggorokan yang terus menerus
  • Masalah pencernaan yang tidak kunjung membaik
  • Urin berwarna gelap
  • Mual dan muntah disertai dehidrasi
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait keracunan arsenik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis keracunan arsenik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/arsenic-poisoning
Diakses pada 29 September 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/arsenic_poisoning/article.htm
Diakses pada 29 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/812953-overview
Diakses pada 29 September 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/arsenic
Diakses pada 29 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/241860
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email