Arsenik adalah zat kimia yang berpotensi menyebabkan kanker pada orang yang terpapar.
Arsenik sangat berbahaya karena tidak memiliki bau, sehingga seseorang dapat terpapar tanpa menyadarinya.

Keracunan arsenik terjadi setelah menelan atau menghirup arsenik dalam kadar yang tinggi. Arsenik adalah zat kimia metaloid (memiliki sifat antara logam dan non-logam) yang berwarna abu-abu, perak atau putih yang karsinogenik (berpotensi menyebabkan kanker). Zat tersebut biasanya digunakan dalam pembuatan insektisida dan kaca, serta alat elektronik. Arsenik sangat beracun bagi manusia karena tidak memiliki bau, sehingga dapat terpapar tanpa menyadarinya.

Keracunan arsenik paling sering terjadi di area industri. Negara-negara yang memiliki kadar air tanah yang mengandung kadar arsenik tinggi, diantaranya adalah Amerika Serikat, India, China, dan Meksiko.

Gejala keracunan arsenik, di antaranya adalah:

  • Kulit memerah dan bengkak
  • Perubahan kulit, seperti kutil atau lesi (kelainan kulit) baru
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah, yang dapat disertai dengan darah dalam muntah
  • Diare
  • Detak jantung tidak normal
  • Kram otot
  • Dehidrasi
  • Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
  • Vertigo (pusing berputar)
  • Kesemutan jari tangan dan kaki
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran, bahkan sampai koma (kondisi tidak sadar dan tidak berespon terhadap rangsangan apapun)

Paparan jangka panjang (kronik) terhadap arsenik dapat menyebabkan gejala yang lebih memberat secara bertahap seperti kerusakan hati dan ginjal, blackfoot disease (punggung dan telapak kaki tampak kehitaman yang kemudian berubah menjadi gangren atau kematian jaringan), atau dermatitis yang disertai dengan kesemutan dan nyeri di tangan dan kaki. Cari bantuan medis darurat jika mengalami salah satu dari hal berikut setelah paparan arsenik.

  • Kulit gelap
  • Sakit tenggorokan yang terus menerus
  • Masalah pencernaan yang berlangsung lama

Penyebab paling umum keracunan arsenik adalah air tanah yang terkontaminasi. Meminum air yang mengandung arsenik selama periode waktu yang panjang dapat menyebabkan keracunan.

Penyebab lain keracunan arsenik, diantaranya adalah:

  • Menghirup udara yang mengandung arsenik
  • Merokok 
  • Menghirup udara yang terkontaminasi di pabrik atau tambang yang menggunakan arsenik
  • Tinggal di dekat kawasan industri
  • Berada dekat dengan tempat pembuangan limbah
  • Menghirup asap atau debu dari kayu atau limbah yang sebelumnya terpapar arsenik
  • Makan makanan yang terkontaminasi arsenik

Tes laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi keracunan arsenik, di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan elektrolit serum, terutama kalsium dan magnesium
  • Tes urine untuk mengidentifikasi arsenik
  • Tes kadar acetaminophen serum

Pemeriksaan lain yang dapat digunakan, diantaranya adalah:

  • Rontgen perut (abdomen)
  • Pemeriksaan konduksi saraf yang dapat mengevaluasi ada tidaknya neuropati perifer (gangguan yang terjadi karena kerusakan saraf tepi)
  • Elektrokardiografi yang dapat menunjukkan aritmia jantung (gangguan irama jantung)

Cara terbaik untuk mengobati kondisi ini adalah dengan menghilangkan paparan arsenik. Pemulihan tergantung pada tingkat keparahan gejala dan seberapa lama gejala berlangsung. Pemberian chelating agent (zat yang dapat mengikat logam) seperti succimer atau dimercaprol dapat direkomendasikan untuk mengatasi keracunan arsenik.

Vitamin E dan suplemen selenium digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk membatasi efek paparan arsenik. Selain itu, juga diperlukan terapi suportif seperti menjaga kestabilan hemodinamik (sistem peredaran darah, seperti tekanan darah) dengan pemberian cairan atau transfusi darah, bilas lambung atau irigasi saluran pencernaan, dan hemodialisis (cuci darah) jika sudah terjadi kerusakan ginjal.

Air tanah merupakan salah satu sumber keracunan arsenik yang paling umum. Salah satu tindakan pencegahan yang paling efektif terhadap keracunan arsenik adalah dengan memastikan air yang diminum bersih dan sudah disaring. Pastikan juga semua makanan dimasak dengan air bersih.

Untuk seseorang yang bekerja di industri yang menggunakan arsenik, lakukan tindakan pencegahan. Bawa air dari rumah dan pakailah masker untuk mengurangi inhalasi arsenik yang tidak disengaja. Pertimbangkan untuk hanya minum air kemasan saat berpergian.

Healthline. https://www.healthline.com/health/arsenic-poisoning
diakses pada 18 Desember 2018.

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/arsenic_poisoning/article.htm
diakses pada 18 Desember 2018.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/812953-overview
diakses pada 18 Desember 2018.

Artikel Terkait