Keputihan adalah cairan atau lendir yang berfungsi untuk membersihkan, melembapkan, dan melindungi vagina
Jumlah, warna dan konsistensi keputihan bervariasi dari berwarna keputihan dan lengket sampai berwarna jernih dan berair.

Keputihan merupakan cairan atau lendir yang berfungsi untuk membersihkan, melembapkan, dan melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. Keputihan juga sesuatu hal yang normal dialami oleh wanita. Jumlah, warna dan konsistensi keputihan bervariasi dari berwarna jernih, putih keruh dengan konsistensi lengket bahkan berair dan biasanya hal-hal tersebut tergantung dari siklus menstruasi. Keputihan yang abnormal misalnya keputihan yang berbau, berwarna kuning, cokelat bahkan kehijauan dan dapat disertai dengan nyeri atau gatal pada vagina dapat menjadi tanda bahwa ada kondisi medis yang terjadi.

Terdapat beberapa jenis keputihan yang dapat dialami oleh wanita berdasarkan warna dan konsistensi, yaitu:

  • Berwarna putih. Adanya sedikit cairan putih pada awal atau akhir menstruasi adalah normal, namun jika disertai rasa gatal dan bertekstur seperti keju maka keputihan tersebut tidak normal dan dapat menjadi tanda infeksi jamur. Hal ini memerlukan perawatan.
  • Jika cairan yang keluar tampak bening  dengan konsistensi encer atau seperti lendir maka kemungkinan Anda sedang berovulasi (masa subur) dan merupakan hal yang normal.
  • Warna cokelat atau berdarah selama menstruasi dan tepat 2-3 hari setelah menstruasi adalah normal. Keputihan pada akhir siklus menstruasi dapat berwarna cokelat.
  • Keputihan dengan sedikit perdarahan yang dialami di antara siklus menstruasi, atau juga disebut dengan spotting (flek), bisa merupakan perdarahan implantasi dan pertanda kehamilan terutama apabila melakukan hubungan seks tanpa perlindungan sebelumnya. Jika terdapat flek pada kehamilan awal, maka spotting dapat menjadi tanda keguguran. Pada beberapa kasus, cairan berwarna coklat dan darah juga dapat menjadi tanda kanker serviks
  • Keputihan yang berwarna kuning atau hijau terutama ketika kental dan berupa gumpalan disertai dengan bau tidak sedap, maka keputihan jenis ini tidak normal. Biasanya tanda dari infeksi trikomoniasis, gonorea, chlamydia yang biasanya menular melalui hubungan seksual.

Keputihan dapat disebabkan oleh infeksi atau peradangan, seperti:

  • Gonorea.
  • Chlamydia trachomatis.
  • Peradangan serviks atau kanker serviks yang dapat disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus).
  • Infeksi organ reproduksi wanita seperti Pelvic Inflammatory Disease (PID).
  • Penyakit menular seksual.
  • Trikomoniasis.
  • Bakterial vaginosis.
  • Infeksi ragi.
  • Tampon yang tertinggal di dalam vagina.

Keputihan juga dapat disebabkan oleh hal lainnya, seperti:

  • Kanker serviks.
  • Atrofi vagina (gejala menopause).
  • Kehamilan.
  • Rectovaginal fistula yaitu pembukaan rektum dan vagina yang menyebabkan keluarnya feses secara tiba-tiba.
  • Kanker vagina.
  • Penggunaan sabun pembersih kewanitaan. 
  • Fistula vagina.
  • Konsumsi pil KB. 
  • Konsumsi obat mengandung kortikosteroid.
  • Memiliki penyakit diabetes.
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh misalnya HIV.

Pada sebagian kasus yang langka, adanya cairan vagina merupakan tanda kanker, gejalanya biasanya diikuti dengan penurunan berat badan, lemas dan tidak nafsu makan.

Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, dan pertanyaan seputar siklus menstruasi Anda, menanyakan gejala Anda, dan menanyakan aktivitas seksual Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap cairan keputihan Anda, dokter akan menilai perubahan warna, bau dan konsistensi cairan tersebut untuk menentukan diagnosis.

Jika pemeriksaan tersebut belum cukup untuk menentukan diagnosis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes, seperti:

  • Tes PAP smear dengan mengambil sampel pada vagina untuk melihat dan memeriksa Human Papilloma Virus (HPV) dan kanker serviks.
  • Tes laboratorium untuk memeriksa infeksi. Pada hal ini akan diambil cairan vagina sebagai sampel yang nantinya akan diperiksa apakah ada infeksi jamur, parasit dan bakteri yang ada.
  • Tes pH untuk menilai tingkat keasaman cairan keputihan.
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual.

Untuk mencegah infeksi, jagalah kebersihan tubuh anda, terutama daerah genitalia dan pakailah pakaian dalam dengan bahan katun yang dapat membiarkan organ reproduksi untuk “bernapas”. Hindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan karena dapat memperburuk keputihan dengan menghilangkan flora normal pada vagina. Selain itu, gunakan pelindung seperti kondom ketika melakukan hubungan seksual untuk mencegah terinfeksi penyakit menular seksual.

Untuk mengurangi risiko terkena infeksi ragi ketika mengonsumsi antibiotik, maka disarankan untuk mengonsumsi yogurt karena pada yogurt terdapat bakteri baik yang hidup dan aktif. Jika terdapat infeksi ragi, maka Anda dapat menggunakan krim antifungal (antijamur) atau antifungal yang dimasukkan melalui anus (suppositoria).

Apabila keputihan disebabkan oleh infeksi parasit maka kemungkinan dokter akan  memberikan Metronidazole sebagai terapi.

Keputihan dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti:

  • Perhatikan kebersihan vagina dengan baik.
  • Memakai pakaian dalam yang terbuat dari kain katun.
  • Aktivitas seksual yang aman dengan menggunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual.
  • Tidak berganti pasangan seksual.
  • Membasuh area vagina dari arah depan ke belakang.
  • Keringkan area kemaluan sebelum memakai celana dalam.
  • Hindari  menggunakan sabun pembersih vagina.
  • Jangan gunakan celana terlalu ketat.
  • Tidak memakai panty liner atau pembalut karena menghambat sirkulasi udara dan dapat menjadi tempat berkembangnya kuman.
  • Hindari stress dan istirahat cukup.

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda memiliki keputihan yang disertai dengan gejala lain seperti demam, sakit perut, penurunan berat badan tanpa alasan, kelelahan, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil serta jika terdapat perubahan siklus menstruasi.

Siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan lebih efektif. Siapkan juga daftar obat yang sudah pernah Anda minum untuk diberikan kepada dokter untuk membantu dokter menangani keluhan Anda.

Untuk keputihan, berikut pertanyaan yang dapat ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Pemeriksaan apa saja yang akan dilakukan?
  • Apa diagnosis keputihan yang saya alami?
  • Obat jenis apa yang saya perlukan?
  • Apa saja yang harus saya hindari agar keputihan ini tidak muncul kembali?
  • Apakah keputihan ini berpengaruh terhadap kesuburan saya?

Saat anda memeriksakan diri, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala-gejala dan riwayat kesehatan yang anda miliki. Dokter akan menanyakan secara spesifik pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Sudah berapa lama dialami?
  • Apakah terdapat nyeri perut?
  • Apakah sudah menikah atau sudah pernah berhubungan intim?
  • Apakah terasa gatal?
  • Apakah kondisi seperti ini sudah pernah dialami?
  • Apakah sudah mengonsumsi obat untuk gejala yang dirasakan?
  • Apakah memiliki keluarga dengan penyakit kanker?
  • Apakah Anda menggunakan KB?
  • Adakah obat-obatan yang sedang dikonsumsi saat ini?
  • Apakah memiliki alergi obat?

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge
Diakses pada 14 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825
Diakses pada 14 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
Diakses pada 14 November 2018

Artikel Terkait