Keputihan

Ditinjau dr. Widiastuti pada 20 Mar 2019
Jumlah, warna dan konsistensi keputihan bervariasi dari berwarna keputihan dan lengket sampai berwarna jernih dan berair.
Jumlah, warna dan konsistensi keputihan bervariasi dari berwarna keputihan dan lengket sampai berwarna jernih dan berair.

Pengertian Keputihan

Keputihan merupakan cairan atau lendir yang berfungsi untuk membersihkan, melembapkan, dan melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. Keputihan juga sesuatu hal yang normal dialami oleh wanita. Jumlah, warna dan konsistensi keputihan bervariasi dari berwarna keputihan dan lengket sampai berwarna jernih dan berair, tergantung dari siklus menstruasi. Keputihan yang abnormal misalnya keputihan yang berbau atau yang disertai dengan nyeri atau gatal pada vagina dapat menjadi tanda bahwa ada kondisi medis yang terjadi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Terdapat beberapa jenis keputihan yang dapat dialami oleh wanita berdasarkan warna dan konsistensi, yaitu:

  • Berwarna putih. Adanya sedikit cairan putih pada awal atau akhir menstruasi adalah normal, namun jika disertai rasa gatal dan bertekstur seperti keju maka keputihan tersebut tidak normal dan dapat menjadi tanda infeksi ragi. Hal ini memerlukan perawatan.
  • Jika cairan yang keluar transparan dan berkonsistensi encer atau seperti lendir maka kemungkinan Anda sedang berovulasi (masa subur) dan merupakan hal yang normal.
  • Warna coklat atau berdarah selama menstruasi dan tepat setelah menstruasi adalah normal. Keputihan pada akhir siklus menstruasi dapat berwarna coklat. Keputihan dengan sedikit perdarahan yang dialami di antara siklus menstruasi, atau juga disebut dengan spotting (flek), bisa merupakan perdarahan implantasi dan pertanda kehamilan terutama apabila melakukan hubungan seks tanpa perlindungan sebelumnya. Jika terdapat flek pada kehamilan awal, maka spotting dapat menjadi tanda keguguran. Pada beberapa kasus, cairan berwarna coklat dan darah dapat menjadi tanda kanker serviks
  • Keputihan yang berwarna kuning atau hijau terutama ketika kental dan berupa gumpalan disertai dengan bau tidak sedap, maka keputihan jenis ini tidak normal. Biasanya tanda dari infeksi trikomoniasis yang biasanya menular melalui hubungan seksual.

Penyebab

Keputihan dapat disebabkan oleh infeksi atau peradangan, seperti:

  • Gonorea
  • Chlamydia trachomatis
  • Peradangan serviks atau kanker serviks yang dapat disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus)
  • Infeksi organ reproduksi wanita seperti Pelvic Inflammatory Disease (PID)
  • Penyakit menular seksual
  • Trichomoniasis
  • Bakterial vaginosis
  • Infeksi ragi
  • Tampon yang tertinggal di dalam vagina.

Keputihan juga dapat disebabkan oleh hal lainnya, seperti:

  • Kanker serviks
  • Atrofi vagina (gejala menopause)
  • Kehamilan
  • Rectovaginal fistula yaitu pembukaan rektum dan vagina yang menyebabkan keluarnya feses secara tiba-tiba
  • Kanker vagina
  • Penggunaan sabun pembersih kewanitaan 
  • Fistula vagina

Pada sebagian kasus yang langka, adanya cairan vagina merupakan tanda kanker.

Diagnosis

Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, dan pertanyaan seputar siklus menstruasi Anda, menanyakan gejala Anda, dan menanyakan aktivitas seksual Anda. Jika pemeriksaan tersebut belum cukup untuk menentukan diagnosis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes, seperti:

  • Tes PAP smear dengan mengambil sampel pada vagina untuk melihat dan memeriksa Human Papilloma Virus (HPV) dan kanker serviks.
  • Tes laboratorium untuk memeriksa infeksi

Pengobatan

Untuk mencegah infeksi, jagalah kebersihan tubuh anda, terutama daerah genitalia dan pakailah pakaian dalam dengan bahan katun yang dapat membiarkan organ reproduksi untuk “bernapas”. Hindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan karena dapat memperburuk keputihan dengan menghilangkan flora normal pada vagina. Selain itu, gunakan pelindung seperti kondom ketika melakukan hubungan seksual untuk mencegah terinfeksi penyakit menular seksual.

Untuk mengurangi risiko terkena infeksi ragi ketika mengonsumsi antibiotik, maka disarankan untuk mengonsumsi yogurt karena pada yogurt terdapat bakteri baik yang hidup dan aktif. Jika terdapat infeksi ragi, maka Anda dapat menggunakan krim antifungal (antijamur) atau antifungal yang dimasukkan melalui anus (suppositoria).

Pencegahan

Keputihan dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti:

  • Perhatikan kebersihan vagina dengan baik
  • Memakai pakaian dalam yang terbuat dari kain katun
  • Aktivitas seksual yang aman untuk mencegah infeksi menular seksual

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda memiliki keputihan yang disertai dengan gejala lain seperti demam, sakit perut, penurunan berat badan tanpa alasan, kelelahan, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge
Diakses pada 14 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825
Diakses pada 14 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
Diakses pada 14 November 2018

Back to Top