Kepala

Kepala Peyang (Plagiocephaly)

Diterbitkan: 28 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kepala Peyang (Plagiocephaly)
Plagiocephaly adalah kondisi medis yang ditandai dengan terdapatnya bagian datar pada salah satu sisi kepala bayi. Kondisi yang juga dikenal dengan nama kepala peyang ini membuat kepala bayi tampak tidak simetris.Tulang tengkorak bayi belum mengeras dan menyatu sepenuhnya hingga beberapa bulan setelah ia lahir.Tulang tengkorak bayi yang lunak berperan dalam proses persalinan agar bayi bisa melewat jalan lahir sekaligus menyediakan ruang bagi otak bayi yang masih berkembang. Tulang lunak juga membuat bentuk kepala bayi dapat berubah-ubah. 

Jenis-jenis kepala peyang

Berdasarkan penyebabnya, plagiocephaly terbagi dalam dua jenis berikut:
  • Plagiocephaly posisional

Plagiocephaly posisional merupakan jenis kepala peyang yang paling umum terjadi. Penyebabnya meliputi posisi tidur, bayi terlalu sering berbaring telentang, bayi kembar, kelahiran prematur, lahir dengan bantuan forsep atau vakum, atau tortikolis.
  • Plagiocephaly kongenital

Plagiocephaly kongenital atau craniosynostosis adalah kelainan bawaan yang jarang terjadi. Pada bayi dengan kondisi ini, ruang bernama sutura pada tulang tengkorak menutup terlalu dini. Akibatnya, bentuk kepala bayi menjadi tidak normal. 
Kepala Peyang (Plagiocephaly)
Dokter spesialis Anak
GejalaBagian datar di salah satu sisi atau belakang kepala, telinga tak sejajar, ubun-ubun yang tidak nampak
Faktor risikoKeturunan, posisi tidur yang sama sepanjang hari, terlalu sering berbaring telentang
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan, tes genetik
PengobatanTerapi pindah posisi, latihan fisik, operasi
KomplikasiKejang, terhambatnya perkembangan, kebutaan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kepala peyang
Gejala plagiocephaly membutuhkan waktu hingga beberapa bulan sampai bisa dideteksi. Kepala peyang lebih tampak jelas saat waktu mandi karena rambut bayi yang basah, sehingga bentuk kepala paling terlihat.Secara umum, gejala kepala peyang dapat berupa:
  • Area datar pada salah satu sisi atau belakang kepala. Bentuk kepala yang seharusnya bulat bisa tampak mendatar pada beberapa area tertentu.
  • Telinga tampak tidak sejajar. Kepala yang mendatar dapat membuat kedua telinga tampak tidak rata.
  • Area botak pada salah satu bagian kepala.
  • Guratan tulang pada tengkorak.
  • Ubun-ubun yang tidak nampak.
 
Penyebab kepala peyang atau plagiocephaly bisa berbeda-beda berdasarkan jenisnya di bawah ini:

Penyebab plagiocephaly kongenital

Plagiocephaly kongenital terjadi selama perkembangan janin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).

Penyebab plagiocephaly posisional

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan plagiocephaly posisional. Apa sajakah itu?
  • Posisi tidur

Meletakkan bayi pada posisi tidur yang sama setiap hari akan memberikan tekanan pada bagian tengkorak tersebut. Misalnya, terlalu sering berbaring miring ke kiri atau kanan.Bayi berisiko mengalami plagiocephaly posisional dalam epat bulan pertama kehidupannya, sebelum Si Kecil mampu berguling sendiri.Ketika tidur, posisi bayi yang disarankan adalah berbaring telentang guna menghindari risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Namun untuk mencegah kepala peyang, orang tua disarankan untuk memposisikan bayi telungkup sebanyak beberapa kali ketika ia sedang terjaga.Orang tua juga bisa menggendong bayi, baik dengan gendongan atau tidak, atau memakai tempat duduk khusus bayi.
  • Terlalu sering berbaring telentang

Plagiocephaly lebih sering terjadi ketika bayi terlalu sering berbaring dalam posisi telentang. karnea itu, ubah posisikan Si Kecil agar tengkurap selama beberapa waktu saat ia sedang terjaga dan Anda dapat mengawasinya.Bayi mungkin menangis ketika berada di posisi tengkurap. Namun langkah ini penting dilakukan sebanyak beberapa kali dalam sehari.
  • Bayi kembar

Ketika ruang di dalam rahim sempit karena mengandung bayi kembar, tengkorak bayi akan lebih berisiko tertekan dan berujung pada kepala peyang.
  • Bayi prematur

Bayi prematur memiliki tulang yang lebih lunak daripada bayi yang lahir cukup bulan. Ia juga akan lebih lama dirawat di rumah sakit dengan posisi berbaring, sehingga menambah risiko terjadinya plagiocephaly posisional.
  • Bayi yang lahir dengan bantuan forseps atau vakum

Alat forsep atau vakum dapat memberi tekanan pada tulang tengkorak dan tulang lunak di dalamnya, sehingga memicu kepala peyang pada bayi.
  • Tortikolis

Tortikolis adalah kondisi yang ditandai dengan otot leher bayi yang kaku atau tidak seimbang. Kondisi ini sering disebabkan oleh terbatasnya ruang dalam rahim atau bayi sungsang. 
Diagnosis kepala peyang atau plagiocephaly dapat dipastikan melalui pemeriksaan fisik. Bila bayi memiliki bentuk kepala tidak simetris, dokter akan memastikan apakah kondisi ini disebabkan oleh posisi atau faktor genetik dengan cara berikut:
  • Rontgen dan CT scan kepala untuk melihat keutuhan sutura atau garis-garis di antara tulang tengkorak
  • Tes genetik untuk mengevaluasi kemungkinan sindrom yang menyebabkan 
 
Cara mengobati plagiocephaly atau kepala peyang tergantung pada tingkat keparahan kondisi serta penyebabnya. Apa sajakah itu?
  • Terapi pindah posisi (counter-position therapy)

Meski sangat penting untuk memposisikan bayi telentang saat tidur guna mengurangi risiko SIDS, Anda dapat memindahkan posisi kepala bayi ke kiri atau ke kanan untuk mengatasi plagiocephaly.
  • Latihan fisik

Bayi dengan tortikolis memerlukan latihan peregangan untuk meningkatkan lingkup gerak lehernya. Latihan ini tentu memerlukan persetujuan dan arahan dari dokter.
  • Terapi helm

Pada terapi helm, bayi memakai helm khusus yang dapat membentuk tulang tengkorak agar lebih simetris. Terapi ini paling efektif dilakukan ketika bayi berusia 3-6 bulan.Dengan melakukan terapi helm selama 12 minggu, tulang tengkorak bayi bisa kembali pada bentuk normalnya.Terapi helm dianjurkan bagi pasien dengan kasus plagiocephaly tingkat sedang hingga berat. Helm perlu digunakan setiap saat kecuali saat bayi mandi.
  • Operasi

Operasi biasanya tidak diperlukan pada kasus plagiocephaly posisional. Prosedur ini dibutuhkan pada sebagian besar plagiocephaly kongenital saat tulang tengkorak sudah menutup dan tekanan dalam rongga kepala harus dikurangi. 

Komplikasi kepala peyang

Bila kondisinya termasuk parah dan tidak ditangani dengan benar, plagiocephaly dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan
  • Kebutaan
  • Kejang
 
Kepala peyang tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk mengurangi risiko plagiocephaly posisional:
  • Mengubah posisi kepala bayi

Orang tua perlu mengubah posisi kepala bayi ketika ia tidur dalam beberapa waktu sekali. Namun tetap biarkan Si Kecil tidur telentang.
  • Memposisikan bayi dalam posisi tengkurap

Letakkan bayi dalam posisi tengkurap selama 3-5 menit dan 2-3 sesi per hari. Lakukan ini pada beberapa hari pasca-melahirkan. Tapi ingatlah untuk selalu mengawasinya selama ia tengkurap.
  • Menggendong bayi

Gendonglah buah hati sesering mungkin, lebih sering daripada membiarkannya di kereta bayi, ayunan, atau kursi mobil.
  • Ganti posisi bayi ketika menyusu

Sebagai coontoh, Anda menyusui bayi sambil menggendongnya dengan tangan kiri di satu waktu, gantilah posisi ke lengan kanan di jadwal menyusu berikutnya. 
Segera hubungi dokter bila bayi tampak mengalami plagiocephaly. Dokter akan menyingkirkan kemungkinan craniosynostosis, yakni kelainan genetik langka yang memicu tulang tengkorak menyatu lebih cepat dari normal. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan oleh pasien.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh pasien?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait kepala peyang atau plagiocephaly?
  • Apakah ada anggota keluarga kandung pasien dengan kondisi serupa?
  • Apakah orang tua sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis plagiocephaly. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/flat-head-baby#TOC_TITLE_HDR_1
Diakses pada 28 April 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health/plagiocephaly-flat-head-syndrome/
Diakses pada 28 April 2021
Children’s National Hospital. https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/genetic-disorders-and-birth-defects/plagiocephaly
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email