Penyakit Lainnya

Kencing Sakit

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kencing Sakit
Kencing sakit adalah kondisi ketika seseorang merasa sakit, tidak nyaman, atau rasa terbakar saat buang air kecil. Kondisi ini biasanya muncul di uretra atau area di sekitar alat kelamin (perineum).Kondisi yang juga disebut disuria atau dysuria ini juga kerap disertai dengan peningkatan frekuensi buang air kecil, dan lebih sering dialami oleh wanita daripada pria.Sakit saat kencing merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun rasa sakit, terbakar, atau perih dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila jika mengalaminya. 
Kencing Sakit
Dokter spesialis Urologi
GejalaNyeri saat kencing, ada rasa terbakar
Faktor risikoHamil, diabetes
Metode diagnosisTanya jawab, tes urine
PengobatanObat-obatan, cukupi kebutuhan cairan
ObatAntibiotik
KomplikasiGagal ginjal akut, sepsis
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri saat pipis yang disertai oleh sakit perut dan demam
Secara umum, gejala kencing sakit meliputi:
  • Nyeri saat kencing
  • Rasa terbakar dan perih saat pipis
  • Gatal pada alat kelamin
 
Hingga kini, penyebab kencing sakit belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko kencing sakit tersebut meliputi:
  • Infeksi saluran kemih
  • Uretritis
  • Sistitis (radang kandung kemih)
  • Batu kandung kemih
  • Obat-obatan, seperti yang digunakan dalam pengobatan kanker, memiliki efek samping iritasi kandung kemih
  • Baru saja menjalani prosedur medis pada saluran kemih, termasuk pemeriksaan medis
  • Batu ginjal
  • Infeksi ginjal (pielonefritis)
  • Prostatitis
  • Sabun, parfum, dan produk perawatan pribadi lainnya
  • Penyakit menular seksual, seperti chlamydia trachomatis dan gonore
  • Striktur uretra (penyempitan uretra)
  • Infeksi jamur (vagina)
  • Hamil
  • Diabetes
 
Diagnosis kencing sakit dapat dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Hal pertama yang dilakukan dokter adalah bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien maupun keluarga. Dokter juga akan menanyakan aktovitas seksual pasien untuk menentukan ada tidaknya risiko penyakit menular seksual sebagai penyebab rasa sakit.
  • Tes urine

Tes urine bertujuan mengetahui jumlah sel darah putih, sel darah merah, atau bahan kimia asing. Kehadiran sel darah putih dapat mengindikasikan peradangan pada saluran kemih.Pemersikaan untuk mendiagnosis infeksi menular seksual juga mungkin diperlukan, terutama jika pasien juga mengeluarkan cairan tak normal dari alat kelaminnya.Sementara bagi pasien perempuan sedang dalam usia subur dan aktif secara seksual, dokter juga mungkin akan memintanya untuk melakukan tes kehamilan. 
Cara mengobati kencing sakit umumnya tergantung pada penyebab, tingkat keparahan penyakit, dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa pilihan penanganan yang biasanya disarankan dokter meliputi:
  • Antibiotik

Antibiotik diberikan oleh dokter untuk mengobati infeksi saluran kemih. Jika rasa sakit tergolong parah, pasien mungkin akan diberi phenazopyridine.Namun harap diingat bahwa phenazopyridine akan mengubah warna urine menjadi merah-oranye dan bisa menodai pakaian dalam pasien.
  • Menghindari penyebab ritasi

Peradangan yang disebabkan oleh iritasi pada kulit biasanya diobati dengan menghindari penyebab iritasi.
  • Banyak minum

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat kencing, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk mencukupi kebutuhan cairan. Konsumsi obat pereda nyeri juga bisa diberikan. 

Komplikasi kencing sakit

Jika tidak ditangani dengan optimal, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi berupa:
 
Cara mencegah kencing sakit tidak diketahui hingga saat ini. Namun Anda bisa mengurangi risikonya dengan langkah-langkah berikut:
  • Hindari deterjen dan perlengkapan mandi yang mengandung parfum untuk mengurangi risiko iritasi.
  • Gunakan kondom saat melakukan aktivitas seksual.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih (seperti makanan yang sangat asam, kafein, dan alkohol).
  • Cukupi kebutuhan cairan
Baca juga: Cara Memakai Kondom yang Benar Agar Tidak Hamil dan Tertular Penyakit Kelamin 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Rasa sakitnya persisten atau tahan lama
  • Hamil
  • Sakitnya disertai demam
  • Anda mengalami keluarnya cairan dari penis atau vagina Anda
  • Urine Anda memiliki bau yang berbeda, ada darah di dalamnya, atau keruh
  • Rasa sakit itu disertai dengan sakit perut
  • Pernah mengalami sakit kandung kemih atau batu ginjal
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kencing sakit?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kencing sakit agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549918/
Diakses pada 1 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15176-dysuria-painful-urination
Diakses pada 1 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/painful-urination/basics/causes/sym-20050772
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/urination-painful
Diakses pada 1 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/women/dysuria-causes-symptoms
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email