Kelumpuhan Pita Suara

Ditinjau dr. Reni Utari pada 09 Apr 2019
Kelumpuhan pita suara ditandai dengan gejala seperti suara serak, napas berbunyi, pitch terbatas, hingga adanya kemungkinan pneumonia.
Kelumpuhan pada salah satu pita suara dapat menyebabkan terganggunya suara hingga kehilangan suara.

Pengertian Kelumpuhan Pita Suara

Kelumpuhan pita suara terjadi karena kerusakan saraf menuju pita suara (impuls saraf ke laring terganggu). Pita suara tidak hanya berfungsi menghasilkan suara, namun juga melindungi jalan napas dengan mencegah makanan dan minuman masuk ke tenggorokan yang menyebabkan tersedak. Pita suara terdiri dari 2 pita fleksibel dari jaringan otot yang terdapat di tenggorokan (trakea). Pada saat bernapas, posisi pita suara terpisah sehingga terdapat jalur napas. Saat berbicara, pita-pita tersebut menyatu dan bergetar untuk menghasilkan suara. Kelumpuhan pita suara dapat memengaruhi kemampuan untuk berbicara, bernapas, dan menelan.

Kelumpuhan pita suara lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kelumpuhan pita suara dapat terjadi hanya pada 1 atau 2 pita suara. Pada sebagian besar kasus kelumpuhan pita suara, hanya 1 pita suara yang lumpuh. Kelumpuhan 2 pita suara adalah kondisi yang jarang namun serius dan mengancam jiwa.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kelumpuhan pita suara dapat menyebabkan masalah yang ringan atau berat. Beberapa gejala dan tanda kelumpuhan pita suara yaitu:

  • Suara serak
  • Napas bersuara
  • Tidak dapat berbicara dengan keras
  • Pitch (tinggi rendahnya nada) terbatas
  • Tersedak atau batuk saat makan
  • Kemungkinan pneumonia (infeksi pada paru-paru) jika makanan dan cairan masuk ke paru-paru
  • Suara hilang
  • Terengah-engah saat berbicara
  • Sering berdaham

Penyebab

Kelumpuhan pita suara dapat disebabkan karena beberapa hal, yaitu:

  • Cedera pada dada atau leher, dapat merusak saraf pita suara atau laring
  • Stroke, dapat merusak bagian otak yang mengirim pesan ke laring (kotak suara)
  • Tumor jinak atau ganas (kanker), yang berkembang di sekitar atau di tulang rawan, saraf atau otot kotak suara
  • Peradangan atau luka pada sambungan pita suara
  • Idiopatik, kelumpuhan pita suara juga bisa terjadi tanpa ada penyebab yang dapat diidentifikasi

Diagnosis

Untuk mendiagnosis adanya kelumpuhan pita suara, dokter akan melakukan anamnesis dengan menanyakan tentang gejala dan tanda. Dokter akan mendengarkan suara pasien dan menanyakan berapa lama gejala tersebut muncul. Beberapa pemeriksaan diagnostik yang mungkin dilakukan di antaranya:

  1. Endoskopi, dengan memasukkan endoskop berisi kamera di ujung alat (video strobe laryngoscopy) untuk melihat bentuk pita suara.
  2. Laryngeal electromyography (LEMG), dengan mengukur arus listrik pada otot laring. Prosedur dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke dalam otot-otot pita suara melalui kulit leher. Tes ini mengukur kekuatan sinyal neuromuskuler dari otak ke otot-otot yang mengendalikan pita suara.
  3. Tes pencitraan atau tes darah, dokter mungkin merekomendasikan tes darah, uji X-rays, CT-scan, atau MRI untuk menentukan penyebab kelumpuhan pita suara.

Pengobatan

Perawatan kelumpuhan pita suara diberikan berdasarkan penyebabnya, tingkat keparahan, dan berapa lama gejala muncul. Perawatan kelumpuhan suara dapat dilakukan dengan:

Terapi suara

Prosedur terapi suara dilakukan seperti terapi fisik untuk kelumpuhan pada otot besar. Terapis akan meminta pasien untuk melakukan latihan untuk memperkuat pita suara, mengendalikan napas dan bicara, mencegah ketegangan otot lain di dekat pita suara, dan melindungi jalan napas dari makanan dan minuman.

Operasi

Jika pasien tidak sembuh dengan terapi suara, dokter dapat merekomendasikan prosedur operasi bedah. Opsi bedah untuk kelumpuhan pita suara di antaranya:

  • Injeksi massal
    Otot pita suara kemungkinan akan melemah karena kelumpuhan saraf, sehingga dokter spesialis THT akan menyuntikkan lemak, kolagen atau pengisi ke dalam pita suara. Injeksi tersebut akan membawa pita suara lebih dekat ke tengah laring (kotak suara), membantu otot pita suara bergerak secara efektif ketika pasien batuk, menelan atau berbicara.
  • Phonosurgery (reposisi pita suara)
    Bertujuan untuk membentuk kembali pita suara untuk meningkatkan fungsi menghasilkan suara.
  • Trakeotomi
    Jika kedua pita suara terlalu dekat, pernapasan akan sulit karena aliran udara menyempit. Dokter akan membuat sayatan di depan leher, dan lubang ke dalam trakea (batang tenggorokan). Pasien akan bernapas melalui lubang di leher karena lubang di laring terlalu kecil untuk bernapas.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Datanglah ke pelayanan kesehatan dan berobat ke dokter jika:

  1. Suara Anda serak terus-menerus dan tidak diketahui sebabnya selama lebih dari 2 minggu.
  2. Anda mengalami perubahan atau ketidaknyamanan suara yang tidak dapat dijelaskan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Datanglah ke Puskesmas atau dokter klinik jika Anda merasa suara Anda serak dan tidak nyaman. Jika hasil diagnosis menunjukkan kelumpuhan pita suara, dokter mungkin akan merujuk ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan ahli patologi wicara-bahasa untuk perawatan dan terapi suara. Beberapa hal yang dapat Anda siapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter misalnya:

  1. Mintalah keluarga atau teman mendampingi untuk memberikan informasi kepada dokter
  2. Tulislah semua gejala yang Anda alami
  3. Jelaskan mengenai informasi pribadi Anda, misalnya perubahan hidup, tekanan hidup, atau penyakit yang baru-baru saja Anda alami
  4. Tulislah daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang konsumsi beserta dosisnya
  5. Siapkan beberapa pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter mengenai kelumpuhan pita suara, di antaranya:
    • Apa yang menyebabkan kelumpuhan pita suara saya?
    • Apa jenis pemeriksaan yang saya butuhkan? Apakah pemeriksaan ini memerlukan persiapan khusus?
    • Apakah kelumpuhan pita suara saya sementara atau lumpuh permanen?
    • Jenis perawatan apa saja yang tersedia? Apakah ada efek samping perawatan tersebut?
    • Apakah ada batasan untuk menggunakan suara setelah perawatan?
    • Apakah saya dapat berbicara setelah perawatan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat konsultasi, dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan, di antaranya:

  • Kapan pertama kali gejala tersebut muncul?
  • Adakah keadaan khusus yang terjadi sebelum gejala yang Anda muncul?
  • Apakah Anda sudah menjalani perawatan/pengobatan?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi terus menerus atau sesekali?
  • Apakah gejala tersebut memengaruhi aktivitas Anda?
  • Apakah ada yang memicu dan memperburuk gejala tersebut?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis lain?
Referensi

American Speech-Language-Hearing Association. https://www.asha.org/public/speech/disorders/Vocal-Fold-Paralysis/
Diakses pada 26 Maret 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vocal-cord-paralysis/symptoms-causes/syc-20378873 Diakses pada 26 Maret 2019.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/188993.php
Diakses pada 26 Maret 2019.

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/mouth-and-throat-disorders/vocal-cord-paralysis
Diakses pada 26 Maret 2019.

Back to Top