Pernapasan

Kelumpuhan Pita Suara

28 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kelumpuhan Pita Suara
Kelumpuhan salah satu pita suara dapat memicu terganggunya suara hingga kehilangan suara
Kelumpuhan pita suara adalah ketidakmampuan pita suara untuk bergerak. Kondisi ini terjadi karena kerusakan saraf yang menyuplai laring, yakni tempat pita suara berada.Pita suara tidak hanya berfungsi menghasilkan suara, tapi juga melindungi jalan napas dengan mencegah makanan serta minuman masuk ke tenggorokan dan menyebabkan tersedak.Pita suara terdiri dari dua pita fleksibel yang terbuat dari jaringan otot di tenggorokan (trakea). Saat seseorang bernapas, posisi pita suara terpisah sehingga terdapat jalur napas.Saat seseorang berbicara, pita-pita suara akan menyatu dan bergetar untuk menghasilkan suara. Kelumpuhan pita suara dapat memengaruhi kemampuan berbicara, bernapas, serta menelan.Kelumpuhan pita suara lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. Kondisi ini dapat dialami oleh salah satu maupun kedua pita suara.Pada sebagian besar kasus, kelumpuhan hanya terjadi pada satu pita suara. Sementara kelumpuhan pada kedua pita suara lebih jarang, tapi berisiko mengancam jiwa. 
Kelumpuhan Pita Suara
Dokter spesialis Saraf, THT
GejalaSuara serak, napas bersuara, tersedak atau batuk saat makan
Faktor risikoRiwayat operasi di area dada atau tenggorokan, gangguan saraf
Metode diagnosisLaringoskopi, laringeal elektromiografi, pencitraan
PengobatanTerapi wicara, operasi
KomplikasiGangguan pernapasan, tersedak
Kapan harus ke dokter?Mengalami suara serak selama 2 minggu tanpa penyebab jelas
Kelumpuhan pita suara dapat menyebabkan masalah yang ringan atau berat. Beberapa gejala dan tanda kelumpuhan pita suara yaitu:
  • Suara serak
  • Napas bunyi
  • Tidak dapat berbicara dengan keras
  • Pitch (tinggi rendahnya nada) terbatas
  • Tersedak atau batuk saat makan
  • Terjadinya pneumonia jika makanan dan cairan masuk ke paru-paru
  • Suara hilang
  • Terengah-engah saat berbicara
  • Sering berdaham
 
Penyebab kelumpuhan pita suara adalah luka atau gangguan fungsi pada sistem saraf yang mengatur pita suara.Pita suara bagian kiri lebih sering mengalami kelumpuhan dibandingkan kanan. Pasalnya, persarafan pita suara kiri lebih panjang, sehingga lebih mudah terjepit dan cedera. 

Faktor risiko kelumpuhan pita suara

Kelumpuhan pita suara dapat bersifat unilateral maupun bilateral. Disebut unilateral jika hanya sisi pita suara saja terkena, dan bilateral bila kedua pita suara mengalami kelumpuhan.

Faktor risiko kelumpuhan pita suara unilateral

  • Tumor jinak atau ganas (kanker), yang berkembang di sekitar atau di tulang rawan, saraf atau otot kotak suara
  • Cedera pada dada atau leher, dapat merusak saraf pita suara atau laring
  • Idiopatik, kelumpuhan pita suara juga bisa terjadi tanpa ada penyebab yang dapat diidentifikasi

Faktor risiko kelumpuhan pita suara bilateral

  • Operasi tiroid dan leher
  • Intubasi trakea
  • Trauma atau cedera pada dada atau leher
  • Penyakit saraf atau otot degereratif, seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis
 
Untuk memastikan diagnosis kelumpuhan pita suara, dokter dapat melakukan langkah-langkah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, faktor risiko, serta riwayat medis paeirn
  • Pemeriksaan fisik

Dokter bisa memeriksaa kondisi fisik pasien, misalnya di bagian leher.
  • Laringoskopi

Prosedur laringoskopi dilakukan dengan memasukkan alat dengan lampu dan kamera di salah satu ujungnya guna melihat bentuk pita suara.
  • Laryngealelectromyography (LEMG)

LEMG akan mengukur arus listrik pada otot laring pasien. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke dalam otot-otot pita suara melalui kulit leher.Pemeriksaan ini akan mengevaluasi kekuatan sinyal neuromuskuler dari otak ke otot-otot yang mengendalikan pita suara.
  • Pencitraan dan tes darah

Dokter mungkin merekomendasikan tes darah, rontgen, CT-scan, atau MRI untuk menentukan penyebab kelumpuhan pita suara. 
Penanganan kelumpuhan pita suara akan diberikan berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, dan durasi kemuculan gejala. Dokter bisa merekomendasikan cara-cara mengobati kelumpuhan suara di bawah ini:

Terapi wicara

Pada terapi wicara, terapis akan meminta pasien untuk melakukan latihan yang dapat memperkuat pita suara, mengendalikan napas dan kemampuan bicara, mencegah ketegangan otot lain di dekat pita suara, serta melindungi jalan napas dari makanan dan minuman.

Operasi

Jika pasien tidak sembuh dengan terapi wicara, dokter dapat menganjurkan operasi. Pilihan pembedahan untuk kelumpuhan pita suara meliputi:
  • Injeksi massal

Otot pita suara kemungkinan akan melemah karena kelumpuhan saraf, sehingga dokter spesialis THT akan menyuntikkan lemak, kolagen atau pengisi ke dalam pita suara.Injeksi ini akan membawa pita suara lebih dekat ke tengah laring (kotak suara), membantu otot pita suara bergerak secara efektif ketika pasien batuk, menelan atau berbicara.
  • Phonosurgery (reposisi pita suara)

Bertujuan untuk membentuk kembali pita suara untuk meningkatkan fungsi menghasilkan suara.
  • Trakeotomi

Jika kedua pita suara terlalu dekat, pernapasan akan sulit karena aliran udara menyempit. Dokter akan membuat sayatan di depan leher, dan lubang ke dalam trakea (batang tenggorokan). Pasien akan bernapas melalui lubang di leher karena lubang di laring terlalu kecil untuk bernapas. 

Komplikasi kelumpuhan pita suara

Bila terus dibiarkan tanpa penanganan, kelumpuhan pita suara dapat menyebakan komplikasi berupa:
  • Gangguan pernapasan

Gangguan pernapasan dapat bervariasi dari yang ringan dengan gejala suara serak, hingga berat yang mengancam nyawa.
  • Tersedak

Karena pita suara menjaga saluran napas agar tidak terbuka dan menutup sepenuhnya, komplikasi berupa tersedak bisa terjadi. Kondisi ini bisa memicu pneumonia aspirasi akibat adanya makanan atau miuman yang masuk ke paru-paru dan menyebabkan infeksi.Pneumonia aspirasi sangat berbahaya, sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. 
Untuk mencegah kelumpuhan pita suara, diperlukan pencegahan dan penanganan kondisi yang mendasarinya. Seperti tumor atau penyakit degereratif pada saraf atau otot. 
Datanglah ke pelayanan kesehatan dan berobat ke dokter jika:
  • Suara serak terus berlangsung selama lebih dari dua minggu, dan penyebabnya tidak diketahui
  • Muncul perubahan atau ketidaknyamanan pada suara tanpa alasan jelas
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kelumpuhan pita suara?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kelumpuhan pita suara. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
American Speech-Language-Hearing Association. https://www.asha.org/public/speech/disorders/Vocal-Fold-Paralysis/
Diakses pada 26 Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vocal-cord-paralysis/symptoms-causes/syc-20378873 Diakses pada 26 Maret 2019Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/188993.php
Diakses pada 26 Maret 2019
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/mouth-and-throat-disorders/vocal-cord-paralysis
Diakses pada 26 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/vocal-cord-paralysis
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email