Kelumpuhan

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Kelumpuhan

Kelumpuhan adalah kehilangan kemampuan untuk menggerakkan beberapa atau seluruh bagian tubuh. Ada banyak penyebab yang berbeda dan beberapa di antaranya dapat menjadi serius. Tergantung dari penyebabnya, kondisi ini bisa terjadi sementara atau permanen. 

Kelumpuhan terjadi ketika ada sesuatu yang salah dengan komunikasi antara otak dan otot. Kelumpuhan dapat terjadi pada satu atau kedua sisi tubuh, seluruhnya, atau sebagian. Kelumpuhan juga dapat terjadi di satu area, atau dapat menyebar. Kelumpuhan pada tubuh bagian bawah termasuk kaki, disebut paraplegia. Sementara itu, kelumpuhan pada lengan dan kaki dinamakan quadriplegia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala utama dari kelumpuhan adalah ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh, atau tidak dapat bergerak sama sekali. Kelumpuhan bisa dimulai tiba-tiba atau bertahap, serta juga datang dan pergi. Terkadang sensasi kesemutan atau mati rasa dapat timbul sebelum paralisis atau kelumpuhan total terjadi.

Paralisis dapat berdampak pada berbagai bagian tubuh, termasuk:

  • Wajah 
  • Tangan 
  • Salah satu lengan atau kaki (monoplegia)
  • Satu sisi tubuh (hemiplegia)
  • Kedua kaki (paraplegia)
  • Kedua tangan dan kaki (tetraplegia atau quadriplegia)

Bagian yang terpengaruh juga dapat mengalami:

  • Kelumpuhan spastik, yang menyebabkan otot menjadi kaku dan kejang, serta mengakibatkan munculnya gerakan-gerakan tak terkendali
  • Kelumpuhan layuh atau polio, yang menyebabkan otot mengecil dan menjadi lunglai, sehingga berujung pada kelemahan otot  
  • Kesemutan, rasa sakit, atau geli

Paralisis dapat pula dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, sebagai: 

  • Paralisis sebagian, jika masih memiliki kontrol atas otot pada bagian tubuh yang terkena
  • Paralisis lengkap, jika tidak ada kontrol atas otot di daerah yang terkena

Berdasarkan durasinya, paralisis dapat terjadi sementara, misalnya pada Bell’s Palsy, sebagai kondisi yang dapat menyebabkan kelumpuhan sementara pada otot wajah. Stroke dapat pula menyebabkan kelumpuhan sementara pada satu sisi tubuh. Namun seiring berjalannya waktu dan perawatan, beberapa atau semua fungsi perabaan maupun koordinasi, dapat kembali normal. Sementara itu pada kasus lainnya, kelumpuhan dapat bersifat tetap atau permanen. 

Penyebab

Sebagian besar penyebab kelumpuhan adalah stroke atau kecelakaan, seperti cedera tulang belakang atau leher yang patah. Penyebab lain dari kelumpuhan adalah:

 

  • Cerebral palsy 
  • Sindrom pascapolio 
  • Cedera otak traumatik 
  • Neurofibromatosis 
  • Cacat lahir

 

Diagnosis

Diagnosis terhadap kelumpuhan seringkali mudah, terutama ketika kehilangan fungsi otot yang sangat terlihat. Kelumpuhan pada organ dalam tubuh, lebih sulit diidentifikasi. Untuk kondisi ini, dokter akan menggunakan x-ray (foto rontgen), CT scan, MRI atau pemeriksaan pencitraan lainnya. 

Jika pasien mengalami cedera tulang belakang, dokter akan menggunakan mielografi untuk menilai kondisi kesehatan pasien. Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan alat khusus ke saraf di tulang belakang.

Alat ini akan membantu dokter melihat saraf dengan jelas pada x-ray. Dokter juga akan melakukan elektromiografi. Dalam prosedur ini, pasien akan menggunakan sensor untuk mengukur aktivitas listrik pada otot.

Pengobatan

Rencana pengobatan akan tergantung pada penyebab dari kelumpuhan, serta gejala yang dialami. Dokter bisa merekomendasikan:

  • Operasi atau kemungkinan amputasi 
  • Terapi fisik (fisioterapi)
  • Terapi okupasi  
  • Penggunaan kursi roda, penopang, skuter atau alat penopang lainnya
  • Obat seperti botox atau pelemas otot pada kasus paralisis spastik

Dalam banyak kasus, kelumpuhan tidak dapat diobati. Namun, tim dokter akan merekomendasikan sejumlah pengobatan, alat dan strategi untuk membantu mengelola gejala.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Hubungi UGD jika mengalami kelumpuhan atau jika orang terdekat Anda mengalaminya. Kelumpuhan biasanya muncul dengan kondisi berikut ini.

  • Terjadi tiba-tiba 
  • Terjadi setelah cedera yang serius, seperti jatuh atau kecelakaan
  • Menyebabkan masalah berbicara,  bernapas atau menelan 

Masalah ini dapat menjadi tanda dari kondisi serius, yang membutuhkan perawatan di rumah sakit secepatnya.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/paralysis#treatments
Diakses pada 11 Desember 2018

Medlineplus. https://medlineplus.gov/paralysis.html
Diakses pada 11 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/paralysis/
Diakses pada 11 Desember 2018

Back to Top