Kelainan Darah

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Kelainan Darah

Kelainan darah adalah gangguan pada darah yang dapat mempengaruhi salah satu dari tiga komponen utama darah berikut ini:

  • Sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi dalam tubuh.
  • Trombosit yang berfungsi membantu pembekuan darah. 

Di samping itu, penyakit ini juga dapat menyerang bagian cairan dari darah yang disebut plasma darah. 

Ketiga komponen darah tersebut dibuat di dalam sumsum tulang belakang. Gangguan pada darah dapat mengganggu atau merusak formasi dan fungsi dari satu atau beberapa komponen darah ini.

Pengobatan kelainan darah yang diberikan tergantung pada kondisi kesehatan penderita dan tingkat keparahan kelainan darah yang terjadi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala kelainan darah yang timbul bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Perbedaan ini tergantung pada komponen darah yang mengalami kelainan.

Untuk gangguan pada sel darah merah, beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi: 

  • Mudah merasa lelah.
  • Mengalami sesak napas.
  • Sulit untuk berkonsentrasi. Gejala ini muncuk akibat kurangnya aliran darah yang kaya oksigen ke dalam otak.
  • Lemah otot.
  • Detak jantung yang terlalu cepat.

Sedangkan untuk masalah pada sel darah putih, gejala-gejala berikut bisa Anda alami:

  • Mengalami infeksi jangka panjang (kronis).
  • Mudah merasa lelah.
  • Menurunnya berat badan tanpa penyebab yang jelas.
  • Merasa kurang enak badan.

Sementara gangguan pada trombosit dapat memicu gejala-gejala berikut ini:

  • Luka yang lambat sembuh.
  • Darah yang sulit mengumpal saat terjadi cedera atau luka.
  • Kulit yang mudah memar.
  • Mimisan dan perdarahan pada gusi tanpa penyebab yang jelas. 

Penyebab

Penyebab kelainan darah tergantung pada jenis kelainan darah itu sendiri. Terdapat beberapa jenis kelainan darah yang terbagi berdasarkan komponen darah yang diserang. Berikut penjelasannya:

Kelainan darah yang menyerang sel darah merah 

Kelainan darah ini menyerang sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jenis-jenisnya meliputi:

1. Anemia

Anemia adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Penyebab anemia bisa berupa: 

  • Kekurangan zat besi (anemia defisiensi zat besi).
  • Penyakit kronis, seperti ginjal.
  • Anemia pernicious yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.
  • Anemia aplastik. Anemia ini jarang, tapi serius. Pada anemia aplastik, sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah yang cukup. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit (seperti hepatitis, Epstein-Barr virus, dan HIV), efek samping penggunaan obat-obatan (misalnya, kemoterapi), atau kehamilan.
  • Autoimmune hemolytic anemia (AHA), yaitu anemia yang disebabkan oleh obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh (seperti prednisone). 
  • Sickle cell anemia, yaitu yang disebabkan oleh mutasi genetik.

2. Thalasemia

Kelainan darah ini bersifat keturunan. Penyebab thalasemia adalah mutasi genetik yang menghambat produksi hemoglobin dalam tubuh.

Ketika sel darah merah tidak memiliki hemoglobin yang cukup, oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Sebagai akibatnya, kondisi ini menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

3. Polisitemia vera

Polisitemia vera adalah salah satu jenis kanker darah. Kelainan darah ini juga disebabkan oleh mutasi genetik.

Pada polisitemia vera, sumsum tulang belakang memproduksi terlalu banyak sel darah merah. Akibatnya, darah mengental dan mengalir lebih lambat, dan meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Kelainan darah yang menyerang sel darah putih 

Sel darah putih (leukosit) membantu tubuh untuk bertahan terhadap infeksi dan benda asing. Gangguan pada leukosit dapat berdampak pada respons kekebalan tubuh dan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi.

Berikut jenis-jenis kelainan darah yang menyerang sel darah putih: 

1. Limfoma

Kanker darah ini terjadi pada sistem limfatik tubuh. Limfoma menyebabkan produksi sel darah putih yang tidak terkendali.

Terdapat dua jenis utama dari limfoma, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

2. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker darah yang muncul ketika ada sel-sel darah putih ganas yang berkembang dalam sumsum tulang. 

3. Myelodysplastic syndrome (MDS)

MDS adalah kondisi yang mempengaruhi sel darah putih dalam sumsum tulang. Kondisi ini juga ditandai dengan produksi sel-sel tubuh yang belum matang secara berlebihan, disebut dengan blastoma.

Sel-sel tersebut akan memperbanyak diri dan menyingkirkan sel-sel yang sehat dan matang. 

Kelainan darah yang menyerang trombosit 

Trombosit adalah respons pertama dari tubuh saat mengalami sayatan atau luka lainnya. Trombosit akan berkumpul pada area luka dan membuat penyumbat sementara untuk menghentikan perdarahan.

Gangguan pada trombosit dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  • Kekurangan trombosit, yang dapat membahayakan karena luka kecil pun bisa memicu pada kehilangan darah dalam jumlah banyak.
  • Kelebihan trombosit, yang dapat memicu terbentuknya pembekuan darah. Hambatan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri utama pun bisa muncul, dan menyebabkan stroke atau serangan jantung. 
  • Trombosit yang tidak membeku dengan sempurna. Hal ini menyebabkan sel darah tidak dapat menyatu dengan keping darah lainnya dan dinding pembuluh darah. Kehilangan darah yang parah dan serius juga bisa terjadi. 

Selain itu, kelainan pada trombosit juga umumnya disebabkan kelainan genetik sejak lahir. Berikut contohnya: 

  • Penyakit Von Willebrand, yakni kondisi kekurangan suatu protein yang berperan dalam pembekuan darah dan disebut dengan von Willebrand factor (VWF). 
  • Hemofilia, yaitu gangguan pembekuan darah yang dapat menyebabkan perdarahan berlebihan dan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini biasanya dialami oleh pria.
  • Trombositemia primer, yaitu kelainan genetik yang sifatnya cukup langka. Gangguan ini menyebabkan meningkatknya pembekuan darah.
  • Gangguan trombosit lain yang bisa diakibatkan oleh efek samping obat tertentu, misalnya aspirin, nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), antibiotik, obat jantung, obat pengencer darah, obat antidepresan, obat bius, dan obat antihistamin. 

Kelainan darah yang menyerah plasma darah

Gangguan medis ini disebut plasma cell myeloma. Kondisi ini terjadi karena akumulasi atau penumpukan sel plasma ganas dalam sumsum tulang, dan membentuk tumor yang disebut dengan plasmacytoma.

Plasmacytoma umumnya terbentuk dalam tulang, seperti tulang belakang, tulang panggul, atau tulang iga. Plasma sel abnormal ini akan menciptakan antibodi berupa protein monoklonal (M).

Protein tersebut kemudian berakumulasi pada sumsum tulang belakang dan menyingkirkan protein yang sehat. Sebagai akibatnya, pengentalan darah dan kerusakan ginjal akan terjadi.

Diagnosis

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan di bawah ini untuk mendeteksi kelainan darah yang terjadi:

  • Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count/CBC). Prosedur ini berfungsi untuk melihat kadar dari setiap jenis sel darah yang Anda miliki. 
  • Biopsi sumsum tulang belakang guna mencari sel-sel abnormal yang terdapat pada sumsum tulang belakang. Biopsi ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit sampel sumsum tulang belakang untuk pengujian di laboratorium. 

Pengobatan

Pengobatan kelainan darah akan diberikan berdasarkan jenis dan penyebabnya, serta usia maupun riwayat medis pasien secara keseluruhan. Dokter dapat menggabungkan beberapa jenis penanganan untuk memperbaiki gangguan sel darah Anda.

Beberapa langkah pengobatan kelainan darah bisa meliputi:

  • Obat-obatan

Terdapat beberapa pilihan farmakoterapi untuk menangani kelainan darah. Contohnya, obat Nplate untuk memicu sumsum tulang belakang agar memproduksi lebih banyak trombosit.

Pada kelainan sel darah putih, Anda akan diberikan obat antibiotik untuk membantu dalam melawan infeksi.

Untuk kelainan sel darah merah, Anda dapat mengonsumsi suplemen zat besi dan vitamin B9 atau B12, serta folat. Zat-zat ini bisa mengatasi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dan vitamin.

  • Operasi

Transplantasi sumsum tulang dapat memperbaiki atau menggantikan sumsum tulang yang tidak sehat.

Prosedur ini dilakukan dengan cara mencangkokkan sel-sel induk dari pendonor pada tubuh Anda. Tujuannya adalah untuk membantu sumsum tulang belakang agar bisa mulai menghasilkan sel-sel yang normal.

Anda juga dapat menjalani transfusi darah untuk membantu tubuh Anda dalam menggantikan ataupun memenuhi kebutuhan sel darah.

Kedua pengobatan tersebut mempunyai ketentuan dan kriteria spesifik agar hasilnya bisa optimal.

Untuk dapat melakukan transplantasi tulang sumsum, pendonor harus merupakan kerabat dekat dengan profil genetik secocok mungkin dengan penderita kelainan darah. Sedangkan untuk transfusi darah, pasien membutuhkan golongan darah yang sama.

Pencegahan

Pencegahan kelainan darah bergantung pada penyebab gangguan tersebut. Untuk kelainan darah seperti anemia defisiensi vitamin B12 dan zat besi, dapat dicegah dengan konsumsi makanan yang kaya akan vitamin atau zat besi.

Namun pada kasus kelainan darah akibat mutasi genetik, pencegahan tidak dapat dilakukan. Bila perlu, Anda bisa berjaga-jaga dengan melakukan konsultasi pada dokter ahli genetik mengenai perencanaan kehamilan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi Anda jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala terkait kelainan darah. Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan oleh dokter akan membantu dalam menjelaskan informasi tentang kondisi Anda. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda mungkin perlu mengunjungi dokter spesialis tertentu, terkait dengan kondisi Anda dan penanganan kelainan perdarahan. Misalnya dokter ahli hematologi. 

Jika Anda tengah mengalami perdarahan yang cukup berat, dokter mungkin akan merekomendasikan penanganan medis secepatnya. 

Sebelum berkonsultasi, Anda dapat menyiapkan hal-hal berikut:

  • Menanyakan larangan tertentu sebelum konsultasi, seperti menjalani diet tertentu atau berpuasa 8-10 jam sebelum tes darah.
  • Mengenali dan mencatat gejala yang Anda alami.
  • Menyiapkan informasi pribadi serta riwayat medis Anda.
  • Mengajak keluarga atau teman dekat untuk membantu menjelaskan kondisi Anda, sekaligus mendengarkan penjelasan dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan hal-hal berikut untuk memahami kondisi Anda:

  • Kapan Anda pertama kali mengalami gejala kelainan darah?
  • Seberapa sering dan berapa lama perdarahan tersebut berlangsung?
  • Apakah Anda mudah memar atau mengalami perdarahan lebih dari 15 menit dari luka kecil?
  • Apakah Anda pernah mimisan lebih dari 10 menit dan membutuhkan penanganan medis?
  • Untuk wanita, berapa lama menstruasi Anda berlangsung? Apakah Anda menyadari adanya bekuan darah dalam menstruasi Anda?
  • Apakah Anda pernah mengalami anemia atau membutuhkan transfusi darah?
Referensi

American Society of Hematology. https://www.hematology.org/Patients/Blood-Disorders.aspx

Diakses pada 15 Maret 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-cell-disorders
Diakses pada 15 Maret 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/blooddisorders.html
Diakses pada 15 Maret 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/blood-disorder-types-and-treatment#1
Diakses pada 15 Maret 2019

Back to Top