Kandungan

Kelahiran Prematur

Diterbitkan: 24 Apr 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kelahiran Prematur
Kelahiran prematur dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan keterlambatan perkembangan pada bayi.
Dokter spesialisKandungan, anak
GejalaNyeri punggung, perdarahan vagina, lanugo
Faktor risikomerokok, terlalu gemuk, hamil anak kembar
Metode diagnosisUSG,EKG, Vaginal Swab
PengobatanMonitor organ vital, inkubator, transfusi darah
ObatTokolitik, kortikosteroid, antibiotic (jika disebabkan infeksi)
KomplikasiSulit menyusu, cerebral palsy, keterlambatan perkembangan
 Kelahiran prematur adalah ketika seorang wanita menjalani persalinan yang terjadi 3 minggu atau lebih cepat dari perkiraan lahir (HPL). Dengan kata lain, kelahiran prematur terjadi sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu (usia kandungan utuh 40 minggu). Berdasarkan seberapa awal bayi dilahirkan, kelahiran prematur dapat dikelompokkan menjadi:
  • Prematur terlambat (late preterm), dilahirkan di antara minggu 34-36
  • Prematur sedang (moderate preterm), dilahirkan di antara minggu ke 32-34
  • Sangat prematur (very preterm), dilahirkan kurang dari 32 minggu
  • Prematur ekstrim (extreme preterm), dilahirkan saat atau sebelum minggu ke 25
Bayi yang prematur, terutama yang dilahirkan sangat awal, sering kali memiliki masalah kesehatan. Komplikasi yang terjadi karena kelahiran prematur dapat bermacam-macam seperti masalah pernapasan, kesulitan saat menyusu, cerebral palsy, keterlambatan perkembangan, masalah penglihatan, dan masalah pendengaran. Semakin awal kelahiran bayi tersebut, akan semakin banyak risiko terkena komplikasi. 
Kelahiran Prematur
Dokter spesialis Kandungan, Anak
Secara umum, kelahiran prematur memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:
  • Kontraksi (sensasi perut yang mengencang) secara intens atau sering 
  • Nyeri punggung bagian bawah yang konstan
  • Sensasi tekanan di panggul atau perut bagian bawah
  • Kram perut ringan
  • Bercak dari vagina atau perdarahan ringan
  • Ketuban pecah terlalu awal dalam bentuk semburan atau tetesan yang terus-menerus setelah membran di sekitar bayi pecah atau robek
  • Perubahan warna dan tekstur keputihan menjadi berair, seperti lendir atau berdarah
Sementara itu, untuk bayi yang mengalami kelahiran prematur, tanda dan gejalanya meliputi:
  • Ukuran tubuh kecil, dengan ukuran kepala yang tidak proporsional
  • Wajah terlihat lebih runcing, kurang bulat daripada bayi yang lahir tidak prematur, karena kurangnya penyimpanan lemak
  • Lanugo (rambut-rambut halus pada bayi) menutupi sebagian besar bagian tubuh
  • Suhu tubuh yang rendah, terutama setelah kelahiran, karena kurangnya penyimpanan lemak
  • Harus bekerja keras saat bernapas
  • Kurangnya refleks dalam menghisap dan menelan, yang mengakibatkan kesulitan saat sedang menyusu
Mungkin saja ada tanda dan gejala kelahiran prematur lainnya yang belum disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu yang Anda alami, konsultasikanlah dengan dokter.Baca juga: Berbagai Kelainan pada Alat Kelamin Akibat Kelahiran Prematur 
Secara umum, penyebab persalinan prematur berupa:
  • Adanya infeksi (saluran kemih, kelamin, atau infeksi cairan amnion)
  • Perdarahan vagina
  • Perubahan hormon
  • Peregangan rahim yang mungkin terjadi akibat kehamilan kembar, bayi berukuran besar, atau terlalu banyak cairan ketuban.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur pada ibu hamil:
  • Merokok
  • Terlalu gemuk atau terlalu kurus sebelum hamil
  • Tidak mendapatkan perawatan prenatal yang baik
  • Minum alkohol atau menggunakan narkoba selama kehamilan
  • Memiliki kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau infeksi
  • Hamil dengan bayi yang memiliki cacat lahir tertentu
  • Mengandung bayi dari fertilisasi in vitro (bayi tabung)
  • Mengandung anak kembar
  • Memiliki keluarga dengan riwayat persalinan prematur
  • Jarak hamil yang terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya
  • Permasalahan dengan rahim atau plasenta
  • Infeksi saluran kemih, kelamin, atau infeksi cairan amnion
  • Mengalami stres, kehilangan seseorang yang dicintai atau kekerasan dalam rumah tangga
  • Beberapa kali mengalami keguguran atau aborsi
  • Luka fisik atau trauma
Baca jawaban dokter: Riwayat melahirkan prematur, bisakah tidak terulang lagi? 
Diagnosis awal dalam kelahiran prematur sebenarnya dapat dirasakan sendiri dengan cara memeriksa kontraksi yang terjadi. Pemeriksaan kontraksi dapat dilakukan dengan langkah berikut ini:
  • Tempatkan ujung jari Anda di perut
  • Jika Anda merasakan rahim Anda menegang, hal tersebut menunjukkan kontraksi
  • Hitung waktu kontraksi Anda, catat waktu ketika kontraksi dimulai, dan tulis waktu dimulainya kontraksi berikutnya
  • Cobalah untuk menghentikan kontraksi dengan menurunkan kaki, mengubah posisi yang lebih santai. Minumlah 2 atau 3 gelas air.
  • Hubungi dokter atau bidan jika Anda terus mengalami kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering, salah satu gejala memburuk, atau mengalami rasa sakit yang parah dan tidak kunjung reda.
Apabila Anda memutuskan mengunjungi fasilitas kesehatan, tim medis akan memeriksa intensitas kontraksi terjadi dan jangka waktu berlangsungnya menggunakan monitor elektronik. Monitor ini memiliki perangkat kecil (transduser) yang diletakkan di atas perut Anda.Transduser akan mendeteksi dan mengirim informasi tentang kontraksi ke monitor. Detak jantung bayi Anda juga biasanya akan ikut dipantau.Cara lain untuk memeriksa persalinan prematur di fasilitas kesehatan meliputi:
  • Pemeriksaan serviks. Penyedia layanan kesehatan akan memeriksa perubahan serviks.
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal. Pemeriksaan USG ini menggunakan transduser yang diletakkan di dalam vagina untuk mengukur panjang serviks.
  • Pemeriksaan cairan ketuban. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah kantung ketuban sudah pecah.
  • Pemeriksaan fibronektin janin/Testing for fetal fibronectin (fFN). FFN adalah protein yang ditemukan antara membran amniotik dan lapisan uterus. Keberadaan FFN dapat menandakan terjadinya persalinan prematur.
Apabila dilahirkan secara prematur, bayi akan dipindahkan ke Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk menjalani sejumlah pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan diagnosis untuk bayi prematur diantaranya
  • Monitor pernapasan dan detak jantung
  • Monitor input dan output cairan tubuh untuk mengetahui berapa banyak cairan yang dikonsumsi bayi melalui pemberian makanan dan cairan intravena dan berapa banyak cairan yang hilang pada bayi dengan menimbang
  • Pemeriksaan darah, termasuk kadar kalsium, glukosa, sel darah merah dan bilirubin dalam darah bayi
  • Ekokardiogram untuk memeriksa masalah fungsi jantung bayi
  • USG untuk memeriksa perdarahan atau penumpukan cairan otak atau untuk memeriksa masalah pada saluran pencernaan, hati, atau ginjal
  • Tes mata untuk memeriksa mata dan penglihatan bayi untuk memeriksa masalah retina (retinopati pada bayi prematur).
 
Perawatan untuk ibu yang akan menjalani persalinan prematur terdiri dari:
  • Beristirahat di tempat tidur yang bisa dilakukan di rumah atau di rumah sakit
  • Pemberian obat-obatan tokolitik, untuk memperlambat atau menghentikan kontraksi.
  • Pemberian kortikosteroid yang dapat membantu paru-paru bayi Anda tumbuh dan berkembang, karena paru-paru bayi prematur mungkin tidak bisa bekerja sendiri.
  • Cerclage serviks. Prosedur ini digunakan untuk menutup leher rahim yang dilakukan ketika serviks lemah dan tidak bisa tetap tertutup.
  • Pemberian antibiotik, jika penyebab kontraksi prematur adalah infeksi
Dokter mungkin akan menyarankan persalinan jika perawatan di atas tidak berhasil, atau jika nyawa Anda maupun bayi dalam keadaan terancam. Selain persalinan normal, operasi Caesar mungkin diperlukan. Bagi bayi yang mengalami kelahiran prematur, dokter akan menempatkannya di NICU untuk mendapatkan penanganan pendukung berupa:
  • Perawatan dalam inkubator. Bayi yang lahir prematur akan ditempatkan ke dalam inkubator untuk membantu mempertahankan suhu tubuh normal. Setelahnya petugas kesehatan dari tim NICU akan menunjukkan cara khusus untuk menggendong bayi tersebut, yang dikenal dengan perawatan “kangaroo”, sehingga bayi dapat kontak langsung ke tubuh orang tua.
  • Memonitor organ vital bayi. Sebuah sensor akan merekam tubuh bayi untuk memantau tekanan darah, jantung, pernapasan dan suhu tubuh. Ventilator dapat digunakan untuk membantu bayi bernapas.
  • Selang untuk menyalurkan makanan pada bayi (nasogastric tube). Awalnya, bayi akan menerima cairan dan nutrisi melalui selang intravena. Selanjutnya, air susu ibu akan diberikan melalui pipa yang dipasangkan pada hidung dan perut bayi.
  • Memenuhi kebutuhan cairan. Bayi membutuhkan jumlah cairan tertentu setiap harinya, tergantung pada usia dan kondisi kesehatannya. Tim NICU akan memonitor cairan, level sodium dan potasium. 
  • Pemberian sinar hangat dengan blue light. Untuk mengobati penyakit kuning, bayi harus ditempatkan di bawah sinar lampu blue light untuk beberapa waktu. Lampu ini dapat membantu sistem pencernaan bayi untuk memecahkan bilirubin yang berlebih, karena hati tidak dapat memrosesnya dengan baik. Saat berada di bawah blue light, bayi akan menggunakan masker pelindung mata agar dapat beristirahat dengan nyaman.
  • Menerima transfusi darah. Bayi prematur membutuhkan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah darah, terutama jika bayi mengalami anemia.
Baca juga: 6 Cara Merawat Bayi Prematur Ini Penting dan Perlu Anda Terapkan 
Cara mencegah kelahiran prematur yang bisa dilakukan, meliputi:
  • Melakukan kunjungan antenatal di posyandu untuk mendapatkan perawatan prenatal adalah faktor kunci dalam mencegah kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Pada kunjungan prenatal, kesehatan ibu dan janin dapat diperiksa.
  • Jika Anda merokok, segara berhenti. Apabila Anda merasa kesulitan untuk melakukannya, mintalah bantuan pada dokter atau terapis.
  • Makan makanan sehat yang dapat menambah berat badan janin
  • Mengidentifikasi diri jika memiliki faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kelahiran prematur.
  • Mengedukasi diri dan juga pasangan mengenai kesehatan prenatal dan gejala persalinan prematur.
  • Menghindari pekerjaan yang berat atau berulang dan jangan berdiri untuk waktu yang lama karena dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.
  • Identifikasi dini dan mendapatkan pengobatan persalinan prematur
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering, salah satu gejala yang telah disebutkan sebelumnya terus memburuk atau mengalami rasa sakit yang parah. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Pastikan Anda dapat menyampaikan gejala yang dirasakan.
  • Sebelum melakukan kunjungan, tuliskan pertanyaan yang ingin disampaikan pada dokter.
  • Ajak seseorang untuk membantu Anda mengajukan pertanyaan dan mengingat yang dikatakan dokter.
  • Selama kunjungan, tuliskan diagnosis, obat-obatan, perawatan, atau pemeriksaan yang direkomendasikan oleh dokter. Catat juga instruksi yang diberikan dokter pada Anda.
  • Pahami cara kerja obat atau pengobatan yang diresepkan dokter. Jangan lupa untuk tanyakan efek sampingnya.
  • Tanyakan tentang pilihan pengobatan lainnya.
  • Tanyakan tentang alasan pemilihan pemeriksaan atau prosedur tertentu dan tingkat keberhasilannya.
  • Jika Anda memiliki janji temu untuk tindak lanjut, tulis tanggal, waktu, dan tujuan kunjungan tersebut.
  • Tanyakan cara untuk menghubungi dokter atau penyedia layanan kesahatan lainnya jika Anda memiliki pertanyaan lanjutan.
Bagi ibu yang telah melahirkan bayinya secara prematur, Anda bisa memantau bayi Anda di NICU dengan melihat monitor dan jenis peralatan lainnya. Ajukan pertanyaan tentang kondisi bayi Anda kepada dokter, seperti:
  • Bagaimana kondisi bayi saya? Apakah kondisinya membaik?
  • Apa saja obat yang diberikan untuk bayi saya?
  • Apa jenis tes yang dibutuhkan bayi saya?
  • Kapan saya bisa menggendong bayi saya?
  • Kapan saya bisa mencoba menyusui bayi saya?
  • Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu merawat bayi saya saat ia berada di NICU?
  • Kapan bayi saya bisa pulang?
  • Apa yang perlu saya ketahui tentang perawatan bayi saya begitu kami tiba di rumah?
  • Seberapa sering saya perlu kembali untuk kunjungan tindak lanjut setelah pulang? 
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan dan melakukan pemeriksaan sebagai berikut:
  • Menanyakan tentang riwayat kesehatan, termasuk obat-obatan yang dipakai selama kehamilan
  • Memeriksa nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh
  • Meletakkan alat pemantau di perut Anda untuk memeriksa detak jantung dan kontraksi
  • Memeriksa fibronektin janin, yang membantu memprediksi risiko melahirkan dini.
  • Memeriksa serviks untuk melihat bukaan serviks
Jika harus menjalani persalinan prematur, Anda mungkin memerlukan perawatan seperti pemberian cairan intravena, maupun pemberian obat untuk menenangkan rahim, menghentikan proses persalinan, obat untuk mempercepat perkembangan paru-paru bayi, maupun pemberian antibiotik. Jika persalinan Anda terus berlanjut dan tidak dapat dihentikan, dokter atau bidan akan siap mendampingi selama persalinan. 
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/prematurebabies.html
Diakses pada 5 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1
Diakses pada 5 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preterm-labor/symptoms-causes/syc-20376842
Diakses pada 6 Juli 2020
Stanford Children Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=preterm-labor-90-P02497
Diakses pada 6 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Rupanya, Madu Penyubur Kandungan Bukan Sekadar Mitos

Para pasangan yang sedang menanti keturunan tentu saja telah mencoba beragam cara agar cepat hamil. Tak hanya madu penyubur kandungan, perubahan gaya hidup juga diperlukan untuk mewujudkan dua garis di alat tes kehamilan.
25 Sep 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terapi mengonsumsi madu sebelum berhubungan seks terbukti meningkatkan kesuburan

Perkembangan Janin 5 Bulan: Saat Wajah Si Kecil Mulai Terbentuk

Janin 5 bulan tidak hanya menunjukkan perkembangan pada bayi, melainkan juga pada bunda yang mengandung. Dalam periode ini, bunda sudah diperbolehkan untuk merencanakan bepergian dan babymoon.
02 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Perkembangan janin 5 bulan juga ditandai dengan perubahan fisik ibu

Berbagai Kelainan pada Alat Kelamin Akibat Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur atau kelahiran pada usia kehamilan di bawah 37 minggu. Akibatnya kelahiran prematur dapat menimbulkan berbagai kelainan pada bayi, terutama kelainan alat kelamin bayi laki-laki.
14 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Kelahiran prematur dapat menyebabkan berbagai kelainan pada bayi