Kelahiran Prematur

Ditinjau dr. Fridawati
Kelahiran prematur dapat disebabkan oleh banyak hal seperti adanya penyakit, cacat pada bayi, trauma, atau gaya hidup yang tidak sehat.
Kelahiran prematur dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan keterlambatan perkembangan pada bayi.

Pengertian Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari 3 minggu sebelum waktu yang seharusnya. Dengan kata lain, kelahiran prematur terjadi sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu (usia kandungan utuh 40 minggu). Berdasarkan seberapa awal bayi dilahirkan, kelahiran prematur dapat dikelompokkan menjadi:

  • Prematur terlambat (late preterm), dilahirkan di antara minggu 34-36
  • Prematur sedang (moderate preterm), dilahirkan di antara minggu ke 32-34
  • Sangat prematur (very preterm), dilahirkan kurang dari 32 minggu
  • Prematur ekstrim (extreme preterm), dilahirkan saat atau sebelum minggu ke 25

Bayi yang prematur, terutama yang dilahirkan sangat awal, sering kali memiliki masalah kesehatan. Komplikasi yang terjadi karena kelahiran prematur dapat bermacam-macam seperti masalah pernapasan, kesulitan saat menyusu, cerebral palsy, keterlambatan perkembangan, masalah penglihatan, dan masalah pendengaran. Semakin awal kelahiran bayi tersebut, akan semakin banyak risiko terkena komplikasi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Bayi yang dilahirkan prematur akan memiliki gejala mulai dari yang ringan sampai komplikasi yang lebih serius. Beberapa tanda kelahiran prematur termasuk:

  • Ukuran tubuh kecil, dengan ukuran kepala yang tidak proporsional
  • Wajah terlihat lebih runcing, kurang bulat daripada bayi yang lahir tidak prematur, karena kurangnya penyimpanan lemak
  • Lanugo (rambut-rambut halus pada bayi) menutupi sebagian besar bagian tubuh
  • Suhu tubuh yang rendah, terutama setelah kelahiran, karena kurangnya penyimpanan lemak
  • Harus bekerja keras saat bernapas
  • Kurangnya refleks dalam menghisap dan menelan, yang mengakibatkan kesulitan saat sedang menyusu

Penyebab

Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kelahiran prematur. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur pada ibu hamil, diantaranya:

  • Merokok
  • Terlalu gemuk atau terlalu kurus sebelum hamil
  • Tidak mendapatkan perawatan prenatal yang baik
  • Minum alkohol atau menggunakan narkoba selama kehamilan
  • Memiliki kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau infeksi
  • Hamil dengan bayi yang memiliki cacat lahir tertentu
  • Mengandung bayi dari fertilisasi in vitro (bayi tabung)
  • Mengandung anak kembar
  • Memiliki keluarga dengan riwayat persalinan prematur
  • Jarak hamil yang terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya
  • Permasalahan dengan rahim atau plasenta
  • Infeksi saluran kemih, kelamin, atau infeksi cairan amnion
  • Mengalami stres, kehilangan seseorang yang dicintai atau kekerasan dalam rumah tangga
  • Beberapa kali mengalami keguguran atau aborsi
  • Luka fisik atau trauma

Diagnosis

Memeriksa kontraksi adalah cara utama menemukan persalinan dini. Pemeriksaan kontraksi dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  • Tempatkan ujung jari Anda di perut
  • Jika Anda merasakan rahim Anda menegang, hal tersebut menunjukkan kontraksi
  • Hitung waktu kontraksi Anda, catat waktu ketika kontraksi dimulai, dan tulis waktu pada awal kontraksi berikutnya
  • Cobalah untuk menghentikan kontraksi dengan menurunkan kaki, mengubah posisi menjadi santai. Minumlah 2 atau 3 gelas air.
  • Hubungi dokter atau bidan jika Anda terus mengalami kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering, jika salah satu gejala memburuk, atau jika Anda mengalami rasa sakit yang parah dan tidak hilang.

Setelah bayi lahir prematur, bayi akan dipindahkan ke  Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk menjalani sejumlah pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan diagnosis untuk bayi prematur diantaranya:

  • Monitor pernapasan dan detak jantung
  • Monitor input dan output cairan tubuh untuk mengetahui berapa banyak cairan yang dikonsumsi bayi melalui pemberian makanan dan cairan intravena dan berapa banyak cairan yang hilang pada bayi dengan menimbang
  • Pemeriksaan darah, termasuk kadar kalsium, glukosa, sel darah merah dan bilirubin dalam darah bayi
  • Ekokardiogram untuk memeriksa masalah fungsi jantung bayi
  • USG untuk memeriksa perdarahan atau penumpukan cairan otak atau untuk memeriksa masalah pada saluran pencernaan, hati, atau ginjal
  • Tes mata untuk memeriksa mata dan penglihatan bayi untuk memeriksa masalah retina (retinopati pada bayi prematur).

Pengobatan

Menggunakan NICU atau perawatan khusus yang disediakan oleh unit perawatan bayi, sepanjang waktu untuk bayi prematur.

Perawatan pendukung:

  • Diletakkan ke dalam inkubator. Bayi yang lahir prematur akan ditempatkan ke dalam inkubator yang tetap hangat untuk membantu bayi mempertahankan suhu tubuh normal. Setelahnya petugas kesehatan dari tim NICU akan menunjukkan cara khusus untuk menggendong sang bayi, yang dikenal dengan perawatan “kangaroo”, sehingga bayi dapat kontak langsung ke tubuh orang tua.
  • Memonitor organ vital bayi. Sensor akan merekam tubuh bayi untuk memonitor tekanan darah, menilai jantung, pernapasan dan suhu tubuh. Ventilator dapat digunakan untuk membantu sang bayi bernapas.
  • Selang untuk menyalurkan makanan pada bayi (nasogastric tube). Saat pertama, bayi akan menerima cairan dan nutrisi melalui selang intravena. Air susu ibu akan diberikan melalui pipa yang dipasangkan pada hidung bayi dan pada perut bayi.
  • Memenuhi kebutuhan cairan. Bayi membutuhkan jumlah cairan tertentu setiap hari, tergantung pada usia dan kondisi kesehatannya. Tim NICU akan memonitor cairan, level sodium dan potasium. Pastikan bayi mendapatkan jumlah cairan yang sesuai. Jika cairan dibutuhkan, cairan tersebut akan diberikan melalui selang infus.
  • Dihangatkan di bawah blue light. Untuk mengobati penyakit kuning, bayi harus di tempatkan di bawah sinar lampu blue light untuk beberapa waktu. Lampu membantu sistem pencernaan bayi memecahkan bilirubin yang berlebih, yang terbentuk karena hati tidak dapat memprosesnya. Saat di bawah blue light, bayi akan menggunakan masker perlindungan mata agar dapat beristirahat dengan nyaman.
  • Menerima transfusi darah. Bayi yang prematur akan membutuhkan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah darah, terutama jika bayi mengalami anemia.

Pencegahan

Meskipun perawatan bayi yang sakit dan prematur sudah berkembang, namun penting untuk mencegah kelahiran prematur untuk meningkatkan kesehatan bayi.

  1. Melakukan kunjungan antenatal di posyandu untuk mendapatkan perawatan prenatal adalah faktor kunci dalam mencegah kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Pada kunjungan prenatal, kesehatan ibu dan janin dapat diperiksa.
  2. Makan makanan yang sehat dan menambah berat badan dalam kehamilan, karena nutrisi ibu dan pertambahan berat badan dikaitkan dengan pertambahan berat badan dan berat lahir janin.
  3. Mengidentifikasi ibu yang berisiko mengalami persalinan prematur.
  4. Edukasi mengenai kesehatan prenatal kepada ibu hamil dan suami tentang gejala persalinan prematur.
  5. Menghindari pekerjaan yang berat atau berulang atau berdiri untuk waktu yang lama yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.
  6. Identifikasi dini dan pengobatan persalinan prematur.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda terus mengalami kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering, atau jika salah satu gejala memburuk dan mengalami rasa sakit yang parah, segera hubungi dokter atau bidan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami kondisi persalinan prematur di rumah, mintalah keluarga atau pasangan untuk segera membawa ke pelayanan kesehatan/bidan terdekat. Setelah menjalani persalinan prematur, dokter atau bidan akan membawa bayi ke NICU.

Anda bisa memantau bayi di NICU dengan melihat monitor dan jenis peralatan lainnya. Ajukan pertanyaan tentang kondisi bayi Anda kepada dokter, seperti:

  • Bagaimana kondisi bayi saya? Apakah kondisinya membaik?
  • Apa saja obat yang diberikan untuk bayi saya?
  • Apa jenis tes yang dibutuhkan bayi saya?
  • Kapan saya bisa menggendong bayi saya?
  • Kapan saya bisa mencoba menyusui bayi saya?
  • Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu merawat bayi saya saat ia berada di NICU?
  • Kapan bayi saya bisa pulang?
  • Apa yang perlu saya ketahui tentang perawatan bayi saya begitu kami tiba di rumah?
  • Seberapa sering kita perlu kembali untuk kunjungan tindak lanjut setelah pulang?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Jika dokter atau bidan merasa bahwa Anda akan mengalami persalinan prematur, berikut adalah beberapa hal yang akan dilakukan dokter atau bidan:

  • Menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk obat-obatan yang Anda pakai selama kehamilan.
  • Memeriksa nadi, tekanan darah, dan suhu Anda.
  • Meletakkan monitor di perut Anda untuk memeriksa detak jantung dan kontraksi.
  • Pemeriksaan fibronektin janin, yang membantu memprediksi risiko melahirkan dini.
  • Memeriksa serviks untuk melihat apakah serviks terbuka.

Jika Anda didiagnosis dengan persalinan prematur, Anda mungkin memerlukan perawatan seperti pemberian cairan intravena, pemberian obat untuk menenangkan rahim dan menghentikan persalinan, obat untuk mempercepat perkembangan paru-paru bayi Anda, dan pemberian antibiotik. Jika persalinan Anda terus berlanjut dan tidak dapat dihentikan, dokter atau bidan Anda akan siap untuk melahirkan bayi Anda.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730
Diakses pada 5 Oktober 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/prematurebabies.html
Diakses pada 5 April 2019

Stanford Children Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=prematurity-90-P02401
Diakses pada 5 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1
Diakses pada 5 April 2019

Back to Top