Penyakit Lainnya

Kekurangan Vitamin C

26 May 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kekurangan Vitamin C
Kekurangan vitamin C disebut juga dengan istilah scurvy
Kekurangan vitamin C atau defisiensi vitamin C merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan asupan vitamin C. Kondisi ini juga sering kali disebut dengan scurvy, yaitu suatu penyakit yang disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin C.Kekurangan vitamin C dapat menimbulkan beberapa kondisi lainnya, seperti anemia, kelelahan, pendarahan yang terjadi secara tiba-tiba, nyeri pada tungkai terutama kaki, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, sariawan, bahkan tanggalnya gigi.
Kekurangan Vitamin C
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaAnemia, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan
Faktor risikoLansia, anoreksia, konsumsi alkohol berlebihan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes pencitraan
PengobatanTerapi nutrisi, suplemen
ObatVitamin C 
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala kekurangan vitamin C
Vitamin C merupakan jenis vitamin yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam penyerapan zat besi dan memproduksi kolagen. Jika tubuh tidak dapat memproduksi cukup kolagen, maka jaringan tubuh dapat mengalami kerusakan.Selain itu, vitamin C juga berfungsi dalam pembentukan dopamin, norepinefrin, epinefrin, dan karnitin yang dibutuhkan untuk memproduksi energi.Ada beberapa gejala yang biasanya dikaitkan dengan kondisi kekurangan vitamin C. Beberapa gejala awal adalah kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, mudah marah, dan lesu.Ketika kekurangan vitamin C telah berlangsung lebih dari 1-3 bulan, tanda atau gejala yang akan timbul, antara lain:
  • Anemia
  • Nyeri otot dan tulang
  • Pembengkakan (edema)
  • Petekie (timbulnya bercak/titik merah yang diakibatkan pendarahan di bawah lapisan kulit)
  • Kekakuan rambut
  • Penyakit gusi dan gigi
  • Luka menjadi sulit atau lama sembuh
  • Sesak napas
  • Perubahan mood dan depresi
Gejala lain yang mungkin muncuk, yaitu kulit yang menjadi kasar, kuku jari menjadi rapuh dan cekung seperti sendok, serta mudah memar akibat pembuluh darah yang mudah pecah.
Kekurangan vitamin C disebabkan karena kurangnya asupan vitamin C atau ascorbic acid pada tubuh. Beberapa faktor lain yang mampu meningkatkan risiko defisiensi vitamin C adalah penyakit kejiwaan seperti anoreksia, usia tua, serta konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes lab untuk memastikan kondisi Anda benar terkait dengan kekurangan vitamin C. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengawasi kadar vitamin C dalam darah. Beberapa tes pencitraan (x-ray, MRI) dapat dilakukan untuk memperlihatkan kerusakan yang terjadi pada organ dalam tubuh.
Pengobatan vitamin C dilakukan dengan pemberian asupan vitamin C melalui konsumsi langsung lewat mulut atau suntikan vitamin C. Dosis yang direkomendasikan adalah:
  • 1-2 gram per hari selama 2-3 hari
  • 500 mg selama 7 hari
  • 100 mg selama 1-3 bulan
Selama kurang dari 24 jam, pasien akan mulai melihat perubahan energi tubuh, nyeri, anoreksia, dan keluhan tubuh lainnya. Pembengkakan, pendarahan, dan kelesuan biasanya hilang dalam waktu 1-2 minggu setelah pengobatan.Risiko apabila tidak diobatiKondisi kekurangan vitamin C yang dibiarkan secara terus menerus dapat berakibat fatal. Bayi atau anak-anak yang mengalami kondisi kekurangan vitamin C dapat menjadi lebih rewel. Kondisi kekurangan vitamin C yang dialami ibu hamil juga sering diasosiasikan dengan gangguan perkembangan otak bayi. 
Kondisi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi cukup vitamin C dari makanan sumber vitamin C atau melalui suplemen tertentu. Kadar vitamin C harian yang direkomendasikan pada tiap-tiap usia, yaitu:
  • Bayi hingga usia 6 bulan: 40 mg (diberikan melalui ASI)
  • 7 hingga 12 bulan: 50 mg
  • 1 hingga 3 tahun: 15 mg
  • 4 hingga 8 tahun: 25 mg
  • 9 hingga 13 tahun: 45 mg
  • 14 hingga 18 tahun: 75 mg pada pria dan 65 mg pada wanita
  • 19 tahun ke atas: 90 mg pada pria dan 75 mg pada wanita
Selama masa kehamilan, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi minimal 85 mg vitamin C hingga 120 mg ketika menyusui.Beberapa jenis makanan yang banyak mengandung vitamin C, antara lain:
  • Buah-buahan, seperti jeruk, lemon, stroberi, jambu, kiwi, dan pepaya
  • Sayur-sayuran, seperti tomat, wortel, paprika, brokoli, kentang, kubis, dan bayam
  • Sumber lainnya, yaitu hati dan tiram
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala di atas atau berisiko mengalami kondisi ini. Beberapa tes mungkin diperlukan untuk memastikan kondisi atau gejala yang Anda alami berkaitan dengan penyakit ini. Tes tersebut dilakukan untuk memeriksa kadar vitamin C dalam darah.
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda.
  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda
  • Obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi atau sedang dikonsumsi
Dokter akan menanyakan beberapa informasi untuk memahami kondisi Anda berkaitan dengan gejala yang Anda alami. Dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan diagnosis dan melakukan penanganan yang perlu dilakukan.Penanganan yang dilakukan, yaitu berupa peningkatan asupan vitamin C melalui suplemen vitamin C dan meningkatkan konsumsi makanan atau minuman yang kaya akan vitamin C.
Healthline. (t.thn.). 15 Signs and Symptoms of Vitamin C Deficiency.
Diakses pada Juni 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-deficiency-anemia/diagnosis-treatment/drc-20355031
Diakses pada 24 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155758.php
Diakses pada 24 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email