Kepala

Kejang

01 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kejang
Kejang dapat mengganggu aktivitas listrik otak
Kejang adalah perubahan aktivitas listrik di otak. Otak berkomunikasi dengan bagian tubuh lain melalui impuls listrik. Agar otak berfungsi dengan baik, impuls-impuls listrik ini harus dilepaskan secara teratur dan terkoodrinasi. Jika tidak, maka kejang dapat terjadi. Pada gangguan kejang, aktivitas listrik otak terganggu sehingga mengakibatkan disfungsi otak sementara. Kejang sendiri memiliki gejala berupa getaran yang kencang dan hilangnya kontrol.Namun, kejang yang tergolong ringan dapat menjadi tanda untuk penyakit lain. Hanya saja, waspadalah karena kejang dapat menimbulkan cedera. Oleh karena itu, gangguan ini sebaiknya diobati segera. 

Jenis-jenis kejang

Terdapat beraneka jenis kejang yang bisa terjadi pada pasien. Adapun jenis-jenis dari kejang, yaitu:

Kejang umum

Kejang umum merupakan jenis yang melibatkan seluruh otak sejak awal kondisi ini terjadi. Tipe ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • Tonik-klonik

Jenis ini merupakan kejang yang paling umum. Nama lain kejang ini adalah grand mal. Kondisi ini ditandai dengan lengan dan kaki menjadi kaku dan pasien mengalami henti napas sejenak. Setelah itu, anggota badan pasien akan tersentak dengan kepala juga ikut bergerak.
  • Petit mal

Jenis kejang ini ditandai dengan hilangnya kesadaran dalam waktu singkat. Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak. Kejang jenis ini biasanya terjadi hanya dalam waktu beberapa detik.
  • Kejang demam

Kondisi ini mungkin diderita oleh anak karena mengalami demam tinggi akibat infeksi. Kejang-kejang bisa terjadi dalam beberapa menit namun umumnya tidak membahayakan.
  • Spasme infantil

Kejang jenis ini umumnya akan berhenti dialami sejak anak berusia 4 tahun. Spasme infantile biasanya ditandai dengan tubuh anak yang tiba-tiba kaku dengan kepala maju ke depan. Epilepsi banyak diderita oleh anak-anak yang mengalami kejang jenis ini.

Kejang parsial

Kejang parsial atau sebagian sesuai Namanya hanya melibatkan sebagian dari otak. Jenis ini terbagi menjadi dua, yaitu:
  • Kejang sadar

Kondisi ini ditandai dengan tetap sadarnya pasien saat kejang berlangsung. Biasanya, kejang terjadi dalam waktu kurang dari dua menit. Saat mengalaminya, pasien ada yang bisa merespon namun ada juga yang tidak bisa merespon.
  • Kejang tidak sadar

Kejang jenis ini ditandai dengan bisa melakukan sesuatu tanpa disadari. Adapun tindakan tersebut bisa berupa menampar bibir, mengunyah, menggerakkan kaki, atau mendorong panggul. 
Kejang
Dokter spesialis Saraf
GejalaHilangnya kesadaran, kejang otot, air liur yang menetes dan berbuih
Metode diagnosisTes darah, pemeriksaan tulang belakang, skrining toksikologi
PengobatanObat-obatan, operasi, stimulasi saraf vagus
KomplikasiTerjatuh, tenggelam, kecelakaan
Kapan harus ke dokter?Mengalami lelah atau pingsan, mengidap diabetes, sedang mengandung
Untuk kejang parsial dan umum, tanda dan gejala dapat berlangsung dari beberapa detik hingga 15 menit per episode. Adapun gejala yang dapat timbul sebelum terjadi:
  • Munculnya perasaan takut atau cemas secara tiba-tiba
  • Munculnya perasaan mual pada perut
  • Merasa pusing
  • Penglihatan berubah
  • Dorongan dari kaki dan lengan yang menyebabkan menjatuhkan barang
  • Sakit kepala
Gejala yang menandakan seseorang sedang mengalami kejang, yaitu:
  • Hilangnya kesadaran
  • Kejang otot
  • Air liur yang menetes dan berbuih
  • Jatuh secara mendadak
  • Perasaan aneh dimulut
  • Menggigit lidah sendiri
  • Mengatupkan gigi
  • Memiliki gerakan mata secara mendadak
  • Menimbulkan suara seperti mendengkur
  • Tidak dapat mengontrol buang air kecil dan buang air besar
  • Berubahnya mood secara tiba-tiba
 
Hingga kini, penyebab kejang belum diketahui secara pasti. Pasalnya, banyak hal dapat memicu kondisi ini.Namun, pemicu kejang yang paling umum adalah epilepsi. Hanya saja tidak semua yang mengalaminya pasti memiliki penyakit ini.Adapun beberapa kondisi lain yang bisa emmicunya antara lain:
  • Mengalami pukulan
  • Mengidap kanker
  • Mengidap tumor otak
  • Mengalami cedera kepala
  • Memiliki elektrolit yang tidak seimbang
  • Memiliki gula darah yang sangat rendah
  • Mengonsumsi obat antipsikotik dan obat asma
  • Mengonsumsi narkoba dan alkohol
  • Mengidap infeksi otak seperi meningitis
 
Untuk menentukan jenisnya, dokter akan melakukan diagnosis kejang dengan melakukan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab gejala
  • Pemeriksaan riwayat medis pasien serta keluarga
  • Tes darah untuk memastikan kadar elektrolit
  • Biopsi cairan tulang belakang untuk menyingkirkan infeksi
  • Skrining toksikologi untuk mendeteksi racun dan obat
  • Elektroensefalografi (EEG) untuk mengukur gelombang otak dan menentukan jenis kejang
  • Pencitraan (seperti CT scan atau MRI) untuk mendapatkan gambaran otak secara detail dan melihat kelainan darah
 
Biasanya kondisi ini tidak terjadi hanya sekali dan dapat kambuh kembali. Pengobatan kejang bertujuan untuk mencari terapi terbaik untuk menghentikan penyakit ini dan memperkecil efek samping.
  • Obat

Dokter bisa memberikan obat antikejang. Langkah ini paling efektif untuk mengobati dengan efek samping minimal.Dalam menentukan dosisnya, dokter harus mempertimbangkan faktor-faktor, seperti usia pasien.Dokter juga akan memeriksa jenis obat yang sudah dan sedang dikonsumsi oleh pasien. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada interaksi obat yang tidak diinginkan.Apabila obat antikejang tidak bisa memberikan hasil yang optimal, dokter akan menyarankan penanganan lain.
  • Operasi

Operasi bertujuan menghentikan, menemukan, dan mengangkat area yang menyebabkan kejang. Operasi merupakan pengobatan yang paling efektif untuk penderita kejang yang bersumber dari bagian otak yang sama.
  • Stimulasi saraf vagus

Stimulasi saraf vagus dilakukan dengan menaruh alat khusus di bawah kulit dada pasien. Alat ini akan merangsang saraf vagus pada leher.Alat ini akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghambat kejang. Pengobatan biasanya membutuhkan obat dengan dosis kecil untuk mendukung pengobatan ini.
  • Neurostimulasi responsif

Selama menggunakan pengobatan ini, perangkat akan diletakkan pada jaringan otak. Alat ini berfungsi mendeteksi aktivitas kejang dan memberikan stimulasi listrik ke bagian yang terdeteksi untuk menghentikannya.
  • Stimulasi otak dalam

Dokter akan menempatkan elektroda pada bagian otak tertentu guna memberi impuls listrik untuk mengatur aktivitas otak yang tidak normal. Alat ini dihubungkan dengan alat pacu jantung yang diletakkan di bawah kulit dada.  Perangkat ini berfungsi untuk menjaga jumlah stimulasi yang dihasilkan.
  • Terapi pola makan

Merupakan diet dengan tinggi lemak dan rendah karbohidrat yang biasa disebut diet ketogenik. Diet ini dilakukan agar pasien dapat mengontrol kejang. 

Komplikasi kejang

Komplikasi kejang bisa berupa kondisi yang membahayakan baik bagi pasien maupun orang lain. Beberapa komplikasi dari kejang yang mungkin muncul antara lain:
  • Jatuh
  • Tenggelam
  • Kecelakaan lalu-lintas
  • Komplikasi kehamilan
  • Masalah emosi
 
Biasanya kejang tidak dapat dicegah tapi mengubah gaya hidup yang lebih sehat dapat memperkecil risiko terjadinya kejang. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
  • Beristirahat dengan cukup
  • Mengonsumsi makanan yang sehat
  • Berolahraga dengan teratur
  • Menjaga tingkat stres
  • Jangan mengonsumsi narkoba
 
Segera ke dokter jika terdapat beberapa gejala ini seperti merasa lelah, mengidap diabetes, sedang mengandung, atau pingsan. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kejang?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kejang agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/seizures
Diakses pada 1 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seizure/symptoms-causes/syc-20365711
Diakses pada 1 September 2021
WebMD. ttps://www.webmd.com/epilepsy/understanding-seizures-basics#1-4
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email