Kehamilan Ektopik

Ditulis oleh Tim SehatQ
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi mengalami pertumbuhan di luar rongga utama uterus (rahim). Kehamilan dimulai dengan pembuahan telur. Normalnya setelah telur dibuahi, telur tersebut akan menempel pada dinding rahim.

Kehamilan ektopik seringkali terjadi pada tuba falopi, yaitu sebuah saluran yang membawa telur dari ovarium ke uterus. Kehamilan ektopik ini juga disebut sebagai kehamilan tuba. Terkadang kehamilan ektopik terjadi pada bagian tubuh yang lain, seperti ovarium, rongga perut atau bagian bawah uterus (serviks atau leher rahim), yang terhubung dengan vagina.

Kehamilan ektopik tidak dapat berkembang secara normal. Telur yang dibuahi tidak dapat bertahan, dan pertumbuhan janin dapat menyebabkan pendarahan yang membahayakan nyawa jika tidak ditangani.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kehamilan ektopik tidak selalu menyebabkan gejala, namun dapat diidentifikasi saat melakukan USG kehamilan secara rutin. Wanita dengan kehamilan ektopik biasanya mengalami gejala pada minggu ke 4 sampai 12 dari kehamilan.  

Penderita kehamilan ektopik memiliki tanda dan gejala awal yang sama dari kehamilan biasa, seperti tidak menstruasi, rasa nyeri pada payudara saat disentuh, dan mual. Apabila dilakukan tes kehamilan, maka hasil tes bisa positif.  

Peringatan dini dari kehamilan ektopik

Seringkali, tanda peringatan pertama dari kehamilan ektopik adalah rasa sakit pada panggul, serta dapat disertai dengan perdarahan ringan dari vagina.

Apabila darah tersebut bocor atau berasal dari tuba falopi, maka rasa nyeri pada perut akan semakin memburuk, serta timbul dorongan untuk buang air besar atau rasa tidak nyaman pada ketika buang air besar atau kecil.

Apabila terdapat perdarahan berat, penderita kehamilan ektopik kemungkinan akan mengalami rasa sakit pada bahu karena darah akan memenuhi rongga panggul dan perut.

Gejala darurat medis

Apabila telur yang telah dibuahi terus berkembang di dalam tuba falopi, kondisi ini bisa menyebabkan tuba pecah sehingga akan menimbulkan perdarahan hebat di dalam rongga perut. Kondisi ini merupakan kondisi yang sangat serius dan membutuhkan operasi untuk memperbaiki tuba falopi yang pecah tersebut.

Tanda dan gejala dari pecahnya tuba falopi, antara lain:

  • Rasa sakit yang tiba-tiba, tajam, dan intens atau berat pada perut
  • Merasa sangat pusing
  • Pingsan
  • Terlihat sangat pucat
  • Syok (penurunan tekanan darah yang mengganggu aliran darah tubuh)

Tuba falopi yang robek merupakan kondisi darurat medis yang harus segera ditangani oleh petugas medis profesional.

Penyebab

Kehamilan tuba adalah tipe umum dari kehamilan ektopik, terjadi ketika telur yang dibuahi tersangkut saat menuju ke rahim. Hal ini seringkali disebabkan oleh saluran tuba falopi rusak karena peradangan atau cacat.

Ketidakseimbangan hormon atau perkembangan yang tidak normal dari telur yang dibuahi juga dapat menjadi penyebab kehamilan ektopik.

Faktor risiko

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan potensi terjadinya kehamilan ektopik:

  • Pernah mengalami kehamilan ektopik. Jika seorang ibu sudah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, maka ia akan rentan mengalami hal yang sama.

  • Peradangan atau infeksi. Infeksi yang tertular karena hubungan seksual, seperti gonorrhea atau klamidia, dapat menyebabkan peradangan pada tuba falopi atau organ terdekat, dan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.

  • Prosedur kesuburan. Beberapa penelitian menyarankan wanita yang menjalani In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung atau perawatan yang serupa, akan lebih rentan mengalami kehamilan ektopik. Ketidaksuburan itu sendiri juga dapat meningkatkan risiko untuk mengalami kehamilan ektopik.

  • Operasi tuba. Operasi untuk memperbaiki tuba falopi yang tertutup atau rusak dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

  • Alat kontrasepsi. Kesempatan untuk hamil saat menggunakan intrauterine device (IUD) sangatlah Namun, jika seseorang hamil ketika masih memiliki IUD di dalam rahim, maka kemungkinan besar ia akan mengalami kehamilan ektopik. Prosedur ligasi tuba (mengikat tuba) merupakan metode permanen untuk mengendalikan kehamilan, namun juga bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik apabila wanita tersebut hamil setelah menjalani prosedur pengikatan tuba.

  • Merokok tembakau sebelum kehamilan dapat meningkatkan risiko terkena kehamilan ektopik. Semakin banyak ibu merokok, maka risiko terkena kehamilan ektopik akan semakin tinggi

Komplikasi

Kehamilan ektopik dapat menyebabkan tuba falopi pecah. Tanpa perawatan dan penanganan yang tepat dan cepat, tuba yang pecah dapat menyebabkan pendarahan yang mengancam nyawa.

Diagnosis

Dokter dapat mengidentifikasi area yang sakit, rasa sakit pada sentuhan atau massa pada tuba falopi atau ovarium dengan melakukan pemeriksaaan panggul. Namun untuk mendiagnosis kehamilan ektopik, dokter perlu melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes kehamilan. Dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi peningkatan kadar hormon HCG untuk menguji kehamilan. Pengujian ini dapat dilakukan secara berulang dalam beberapa hari, sampai hasil USG mampu menguatkan dugaan atau menyingkirkan kehamilan ektopik.

  • Ultrasound (USG). USG transvaginal membantu dokter dalam menentukan secara tepat lokasi kehamilan. USG abdominal (perut) dapat digunakan untuk mengonfirmasi kehamilan atau memeriksa perdarahan internal.

  • Tes darah. Tes darah, seperti apusan darah lengkap atau Complete Blood Count (CBC), dibutuhkan untuk menentukan apakah ada tanda-tanda perdarahan atau anemia. Selain itu, apabila seseorang didiagnosis dengan kehamilan ektopik, maka golongan darah mereka juga akan diperiksa untuk mempersiapkan kemungkinan diperlukannya transfusi darah.

Pengobatan

Sayangnya, janin tidak dapat diselamatkan dalam kehamilan ektopik karena telur yang telah dibuahi tidak dapat berkembang dengan normal di luar rahim. Penanganan kehamilan ektopik biasanya dengan mengangkat janin tersebut sebelum tumbuh semakin besar di tempat yang tidak seharusnya. Penanganan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mengancam nyawa.  

Perawatan utama pada kehamilan ektopik, yaitu:

  • Pemantauan Kondisi dari wanita yang hamil akan dipantau untuk melihat apakah perawatan dibutuhkan.

  • Obat-obatan. Obat yang disebut dengan methotrexate digunakan untuk menghentikan kehamilan tersebut berkembang. Pengobatan ini digunakan pada kehamilan ektopik dini tanpa perdarahan yang tidak stabil.
  • Operasi digunakan untuk mengangkat janin biasanya disertai dengan tuba falopi yang terdampak. Operasi yang dilakukan adalah operasi laparoskopi.

Perawatan dan penanganan akan disesuaikan dengan banyak faktor, seperti tanda dan gejala yang dialami, ukuran dari fetus, serta kadar hormon HCG di dalam darah.

Operasi dalam keadaan darurat bisa dilakukan apabila kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan berat. Operasi yang dilakukan adalah operasi darurat dengan melakukan laparotomi. Pada sebagian kasus, tuba falopi dapat diperbaiki. Tetapi, biasanya tuba yang pecah harus diangkat.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah kehamilan ektopik, tetapi ada beberapa cara untuk mengurangi risiko mengalami kehamilan ektopik, seperti:

  • Tidak berhubungan seksual dengan sembarang orang.

  • Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual untuk mencegah infeksi yang dan mengurangi risiko peradangan pada panggul.

  • Jangan merokok, terutama bagi wanita. Apabila memiliki kebiasaan merokok, berhentilah sebelum hamil.
Referensi

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088
Diakses pada Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/
Diakses pada Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/treatment/
Diakses pada Oktober 2018

Back to Top