Kandungan

Keguguran

Diterbitkan: 24 Apr 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Fridawati
image Keguguran
Wanita berusia di atas 35 tahun, merokok, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran.
Keguguran adalah kehilangan kehamilan dalam 20 minggu pertama. Tanda pertama dari keguguran adalah keluarnya darah pada vagina, yang akan diikuti dengan kram dan sakit pada daerah perut bagian bawah. Jika wanita hamil yang mengalami perdarahan pada vagina, sangat dianjurkan untuk langsung menghubungi dokter atau bidan. Dokter akan merujuk wanita hamil yang mengalami tanda-tanda keguguran menuju ke rumah sakit ibu dan anak.
Keguguran
Dokter spesialis Kandungan
Keguguran biasanya terjadi sebelum minggu ke 20 dalam kehamilan. Berikut adalah tanda dan gejala keguguran:
  • Perdarahan pada vagina
  • Sakit dan kram pada daerah perut atau pinggul
  • Keluar cairan, jaringan atau janin dari vagina
Ada banyak alasan kenapa keguguran terjadi meskipun penyebabnya tidak selalu dapat diidentifikasi. Jika keguguran terjadi dalam 3 bulan pertama kehamilan, umumnya penyebabnya adalah kondisi janin yang tidak optimal. Tiga dari empat keguguran terjadi dalam masa ini. Jika keguguran terjadi setelah 3 bulan pertama kehamilan, penyebab umumnya karena kondisi kesehatan sang ibu. Apabila keguguran terjadi sangat terlambat, ini dapat disebabkan karena infeksi pada sang bayi yang menuju pada pecahnya air ketuban atau pendarahan. Terkadang terjadi karena leher rahim yang terbuka sebelum waktunya.
  • Masalah kromosom. Kromosom adalah hasil dari pembentukan DNA. Kromoson memberi petunjuk pembentukan sel dalam tubuh hingga warna mata pada bayi. Ada kalanya, janin menerima terlalu banyak atau kekurangan kromosom atau kesalahan letak kromosom, dan lain-lain. Penyebabnya tidak selalu diketahui, namun menyebabkan janin tidak dapat berkembang secara normal dan mengakibatkan keguguran.
  • Masalah plasenta. Plasenta adalah organ yang menghubungkan darah ibu kepada bayi untuk menyediakan kebutuhan bayi. Jika ada masalah dengan perkembangan pada plasenta, juga dapat mengakibatkan keguguran.
Faktor risiko:
  • Wanita yang berusia lebih dari 35 tahun memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran dibandingkan wanita yang lebih muda. Saat umur 35, wanita memiliki risiko keguguran sebesar 20%. Pada usia 40 tahun, risiko terjadinya keguguran meningkat menjadi 40% dan diatas umur 45 sekitar 80%
  • Riwayat keguguran sebelumnya. Wanita yang memiliki 2 atau lebih pengalaman keguguran yang berturut-turut memiliki risiko lebih tinggi terjadi
  • Kondisi kronik. Wanita yang memiliki kondisi kronik seperti diabetes yang tidak dapat diatasi, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami keguguran.
  • Masalah uterus (rahim), serviks (mulut rahim) atau vagina. Beberapa ketidaknormalan mulut rahim yang lemah, meningkatkan risiko keguguran.
  • Merokok, alkohol dan obat-obatan terlarang. Wanita yang merokok saat kehamilan memiliki risiko yang tinggi mengalami keguguran daripada wanita yang tidak merokok. Penggunaan alkohol dan obat terlarang juga meningkatkan risiko keguguran.
  • Berat badan. Berat badan di bawah ideal atau berlebihan berat badan juga meningkatkan risiko keguguran
  • Tes invasif sebelum kelahiran. Tes invasif saat hamil seperti pengambilan sampel cairan amnion dan plasenta, meningkatkan risiko keguguran.
Komplikasi Beberapa wanita yang keguguran dapat berkembang menjadi infeksi uterus, yang juga disebut keguguran septik. Gejala dan tandanya yaitu:
  • Demam
  • Menggigil
  • Bau busuk pada vagina
Untuk perawatan keguguran, dokter akan merekomendasikan istirahat sampai perdarahan dan nyeri mereda. Wanita yang keguguran akan diminta untuk menghentikan aktivitas dan menunda melakukan hubungan seksual. Meskipun langkah ini tidak membuktikan dapat mencegah terjadinya keguguran, tetapi akan meningkatkan kenyamanan. Dalam beberapa kasus, disarankan untuk menunda melakukan perjalanan, terutama ke daerah yang kesulitan untuk menerima perawatan dokter.
  • Melakukan perawatan prenatal secara teratur
  • Menghindari faktor keguguran, seperti merokok, minum alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang
  • Minum multivitamin
  • Membatasi konsumi kafein
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298
Diakses pada 3 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage
Diakses pada 3 Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

3 Obat Penguat Kandungan Agar Kehamilan Tetap Berjalan Sehat

Obat penguat kandungan biasanya diresepkan untuk mencegah keguguran berulang. Apa saja jenis obatnya? Seberapa efektif untuk mencegah keguguran?
08 Oct 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Pilihan obat penguat kandungan yang bagus di apotek harus ditebus dengan resep dokter

Beberapa Mitos Keguguran yang Sering Membuat Wanita Cemas

Keguguran bisa membawa kesedihan mendalam bagi keluarga muda yang ingin segera memiliki anak. Bahkan, keguguran bisa memicu depresi karena wanita yang mengalaminya, dirundung perasaan bersalah. Sebaiknya Anda tidak serta-merta mempercayai informasi tentang keguguran, tanpa penjelasan medis. Sebab bisa jadi, informasi tersebut hanya mitos yang keliru.
25 Feb 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Jangan lekas percaya dengan mitos keguguran yang Anda baca atau dengar

Ulu Hati Sakit Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ulu hati sakit saat hamil menjadi keluhan ibu hamil yang kerap terjadi. Kondisi ini lebih rentan terjadi saat trimester ketiga karena janin yang berkembang mulai menekan lambung.
29 Apr 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Ulu hati sakit saat hamil bisa disebabkan oleh janin yang membesar