Keguguran

Ditinjau dr. Fridawati
Keguguran ditandai dengan keluarnya darah pada vagina disertai rasa sakit dan kram pada bagian perut bawah.
Wanita berusia di atas 35 tahun, merokok, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran.

Pengertian Keguguran

Keguguran adalah kehilangan kehamilan dalam 20 minggu pertama. Tanda pertama dari keguguran adalah keluarnya darah pada vagina, yang akan diikuti dengan kram dan sakit pada daerah perut bagian bawah. Jika wanita hamil yang mengalami perdarahan pada vagina, sangat dianjurkan untuk langsung menghubungi dokter atau bidan. Dokter akan merujuk wanita hamil yang mengalami tanda-tanda keguguran menuju ke rumah sakit ibu dan anak.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Keguguran biasanya terjadi sebelum minggu ke 20 dalam kehamilan. Berikut adalah tanda dan gejala keguguran:

  • Perdarahan pada vagina
  • Sakit dan kram pada daerah perut atau pinggul
  • Keluar cairan, jaringan atau janin dari vagina

Penyebab

Ada banyak alasan kenapa keguguran terjadi meskipun penyebabnya tidak selalu dapat diidentifikasi. Jika keguguran terjadi dalam 3 bulan pertama kehamilan, umumnya penyebabnya adalah kondisi janin yang tidak optimal. Tiga dari empat keguguran terjadi dalam masa ini. Jika keguguran terjadi setelah 3 bulan pertama kehamilan, penyebab umumnya karena kondisi kesehatan sang ibu. Apabila keguguran terjadi sangat terlambat, ini dapat disebabkan karena infeksi pada sang bayi yang menuju pada pecahnya air ketuban atau pendarahan. Terkadang terjadi karena leher rahim yang terbuka sebelum waktunya.

  • Masalah kromosom. Kromosom adalah hasil dari pembentukan DNA. Kromoson memberi petunjuk pembentukan sel dalam tubuh hingga warna mata pada bayi. Ada kalanya, janin menerima terlalu banyak atau kekurangan kromosom atau kesalahan letak kromosom, dan lain-lain. Penyebabnya tidak selalu diketahui, namun menyebabkan janin tidak dapat berkembang secara normal dan mengakibatkan keguguran.
  • Masalah plasenta. Plasenta adalah organ yang menghubungkan darah ibu kepada bayi untuk menyediakan kebutuhan bayi. Jika ada masalah dengan perkembangan pada plasenta, juga dapat mengakibatkan keguguran.

Faktor risiko:

  • Wanita yang berusia lebih dari 35 tahun memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran dibandingkan wanita yang lebih muda. Saat umur 35, wanita memiliki risiko keguguran sebesar 20%. Pada usia 40 tahun, risiko terjadinya keguguran meningkat menjadi 40% dan diatas umur 45 sekitar 80%
  • Riwayat keguguran sebelumnya. Wanita yang memiliki 2 atau lebih pengalaman keguguran yang berturut-turut memiliki risiko lebih tinggi terjadi
  • Kondisi kronik. Wanita yang memiliki kondisi kronik seperti diabetes yang tidak dapat diatasi, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami keguguran.
  • Masalah uterus (rahim), serviks (mulut rahim) atau vagina. Beberapa ketidaknormalan mulut rahim yang lemah, meningkatkan risiko keguguran.
  • Merokok, alkohol dan obat-obatan terlarang. Wanita yang merokok saat kehamilan memiliki risiko yang tinggi mengalami keguguran daripada wanita yang tidak merokok. Penggunaan alkohol dan obat terlarang juga meningkatkan risiko keguguran.
  • Berat badan. Berat badan di bawah ideal atau berlebihan berat badan juga meningkatkan risiko keguguran
  • Tes invasif sebelum kelahiran. Tes invasif saat hamil seperti pengambilan sampel cairan amnion dan plasenta, meningkatkan risiko keguguran.

Komplikasi

Beberapa wanita yang keguguran dapat berkembang menjadi infeksi uterus, yang juga disebut keguguran septik. Gejala dan tandanya yaitu:

  • Demam
  • Menggigil
  • Bau busuk pada vagina

Pengobatan

Untuk perawatan keguguran, dokter akan merekomendasikan istirahat sampai perdarahan dan nyeri mereda. Wanita yang keguguran akan diminta untuk menghentikan aktivitas dan menunda melakukan hubungan seksual. Meskipun langkah ini tidak membuktikan dapat mencegah terjadinya keguguran, tetapi akan meningkatkan kenyamanan. Dalam beberapa kasus, disarankan untuk menunda melakukan perjalanan, terutama ke daerah yang kesulitan untuk menerima perawatan dokter.

Pencegahan

  • Melakukan perawatan prenatal secara teratur
  • Menghindari faktor keguguran, seperti merokok, minum alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang
  • Minum multivitamin
  • Membatasi konsumi kafein
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298
Diakses pada 3 Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage
Diakses pada 3 Oktober 2018

Back to Top