Psikologi

Kecanduan Nikotin

01 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kecanduan Nikotin
Kecanduan nikotin bisa memicu banyak masalah kesehatan
Bukan rahasia lagi, bahwa merokok atau mengunyah tembakau berbahaya untuk kesehatan salah satunya karena menyebabkan kecanduan nikotin. Banyak orang berusaha untuk berhenti dan berhasil. Namun yang gagal juga tidak sedikit.Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau dapat mengakibatkan perubahan di dalam tubuh dan cara seseorang berperilaku. Perubahan di dalam tubuh dapat disebabkan oleh nikotin, yaitu zat yang terkandung dalam produk tembakau.Nikotin dapat memengaruhi otak pengguna tembakau dan memang memberikan efek untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan konsentrasi dan memori jangka pendek, membuat nyaman, serta menurunkan selera makan. Namun, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, sama seperti alkohol dan zat terlarang jenis kokain.  
Kecanduan Nikotin
Dokter spesialisPsikolog, Jiwa
GejalaTidak bisa berhenti merokok, sakau jika tidak merokok, mengorbankan kegiatan lain demi merokok
Faktor risikoUsia, genetik, lingkungan
Metode diagnosisWawancara
PengobatanObat-obatan, konseling
KomplikasiKanker paru, penyakit paru, kanker mulut
Kapan harus ke dokter?Jika ingin berhenti merokok
Gejala kecanduan atau ketergantungan nikotin dapat berupa kondisi berikut ini.
  • Tidak bisa berhenti merokok, meski sudah mencoba berulang kali, atau mengalami gangguan kesehatan atau penyakit yang berkaitan dengan rokok, seperti penyakit paru atau jantung
  • Mengalami gejala seperti putus obat (withdrawal), saat mencoba berhenti merokok
  • Mengorbankan kegiatan lain demi merokok
Saat seseorang yang sudah terbiasa mengonsumsi tembakau dan mengalami kecanduan nikotin, berusaha berhenti merokok, ia dapat mengalami gejala putus obat (nicotine withdrawal), dan mengalami kondisi berikut ini.
  • Keinginan yang tinggi untuk menggunakan nikotin 
  • Rasa geli pada tangan dan kaki 
  • Berkeringat 
  • Mual dan kram perut 
  • Konstipasi dan perut bergas 
  • Sakit kepala 
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Insomnia
  • Kesulitan berkonsentrasi 
  • Kecemasan 
  • Iritasi 
  • Depresi 
  • Kenaikan berat badan
 
Nikotin adalah zat kimia di dalam tembakau yang membuat seseorang terus ingin merokok. Penyebab kecanduan nikotin bisa berupa asap tembakau terhirup ke paru-paru, yang dengan cepat melepaskan nikotin ke darah dan otak, dalam beberapa detik.Di dalam otak, nikotin meningkatkan dan melepaskan zat kimia otak. Zat kimia tersebut dinamakan neurotransmitter yang membantu mengatur mood dan perilaku. Dopamin adalah salah satu dari neurotransmitter yang dilepaskan dari otak. Zai ini menyebabkan peningkatan mood serta perasaan menyenangkan. Efek inilah yang menyebabkan nikotin menyebabkan kecanduan.Beberapa situasi, waktu, atau gaya hidup tertentu kadang terkait dengan aktivitas merokok. Kondisi tersebut dapat memicu perasaan ingin merokok, misalnya setelah makan atau saat menyetir. 

Faktor risiko kecanduan nikotin 

Faktor risiko kecanduan ini meliputi:
  • Usia

Makin muda usia saat memulai merokok, maka makin besar risiko mengalami kecanduan nikotin.
  • Genetik

Merokok mungkin dipengaruhi oleh faktor keturunan. Faktor genetik ini memengaruhi bagaimana reseptor di permukaan sel saraf otak merespon nikotin dalam rokok.
  • Lingkungan

Faktor lingkungan seperti orang tua dan teman sebaya yang merokok juga memengaruhi seseorang untuk menjadi perokok.
  • Depresi

Mereka yang mengalami depresi juga memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi perokok sehingga mengalami kecanduan nikotin.
  • Penyalahgunaan narkoba

Mereka yang mengonsumsi alkohol atau obat terlarang juga lebih besar kemungkinannya untuk menjadi perokok. 
Ketergantungan terhadap nikotin dapat terdiagnosis melalui wawancara dengan dokter spesialis jiwa atau psikolog. Semakin banyak seseorang merokok dalam sehari dan semakin cepat seseorang merokok setelah bangun tidur, ia akan semakin mengalami ketergantungan. Mengetahui kadar ketergantungan seseorang, akan membantu dokter menentukan pengobatan yang terbaik. 
Seperti kebanyakan perokok, penderita mungkin melakukan upaya keras untuk berhenti merokok. Namun, memang sangat jarang untuk berhasil menghentikan kebiasaan merokok dengan melakukan pengobatan kecanduan nikotin pada percobaan pertama, terutama jika penderita mencoba melakukannya tanpa bantuan.Penderita akan berhenti merokok jika menggunakan obat tertentu dan menjalani konseling secara efektif, terutama jika kedua langkah tersebut dikombinasikan. Banyak obat termasuk pengganti nikotin dan obat antinikotin, yang bisa digunakan untuk mengatasi kecanduan nikotin secara efektif.Menggunakan lebih dari satu obat, dapat membantu penderita mendapatkan hasil yang lebih baik. Konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan yang terbaik. Beberapa terapi pengganti nikotin bisa dilakukan seperti nicotine patch (koyo) dan permen karet nikotin. 

Komplikasi kecanduan nikotin 

Jika terus berlangsung, kecanduan nikotin dapat menyebabkan komplikasi serius berupa:
  • Kanker paru-paru dan penyakit paru-paru
  • Kanker lainnya
  • Masalah jantung dan sistem peredaran darah
  • Diabetes
  • Masalah mata
  • Infertilitas dan impotensi
  • Komplikasi selama kehamilan
  • Pilek, flu, dan penyakit lainnya
  • Penyakit gigi dan gusi
 
Cara mencegah kecanduan nikotin bisa dilakukan dengan niat dan kesungguhan yang tinggi. Dukungan dari orang-orang sekitar dan lingkungan seperti di bawah ini juga penting:
  • Berikan pemahaman mengenai dampak buruk dari kebiasaan merokok pada anak-anak
  • Jaga komunikasi yang baik dengan anak, terutama remaja
  • Ciptakan lingkungan bebas rokok, terutama di rumah
 
Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu Anda menentukan rencana pengobatan yang efektif, dan menjauhkan diri dari kebiasaan merokok. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Berapa banyak rokok yang Anda habiskan dalam sehari? Apakah Anda langsung merokok setelah bangun tidur?
  • Apakah Anda pernah mencoba berhenti merokok sebelumnya? Jika iya, apa yang terjadi? Apakah usaha Anda berhasil?
  • Apa yang memotivasi Anda untuk berhenti merokok?
  • Apakah ada masalah kesehatan seperti sakit jantung atau diabetes, yang Anda curigai berhubungan dengan merokok?
  • Apakah merokok menyebabkan masalah dalam pekerjaan dan hubungan Anda?
  • Apakah kendala terbesar Anda untuk menghentikan kebiasaan merokok?
  • Apakah orang terdekat,  mendorong usaha Anda untuk berhenti merokok?
  • Seberapa besar keyakinan Anda, untuk bisa menghentikan kebiasaan merokok?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kecanduan nikotin agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/tobacco-addiction/
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/smoking/nicotine-withdrawal#prevention
Diakses pada 1 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nicotine-dependence/diagnosis-treatment/drc-20351590
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email