Katarak Subkapsular Posterior

Ditulis oleh dr. Joni Indah Sari
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Katarak subkapsular posterior menyebabkan gangguan saat membaca dan berkurangnya ketajaman penglihatan di tempat terang.
Katarak subkapsular posterior menyebabkan gangguan saat membaca dan berkurangnya ketajaman penglihatan di tempat terang.

Pengertian Katarak Subkapsular Posterior

Katarak subkapsular posterior adalah jenis katarak yang bermula sebagai area berkabut ringan yang terbentuk di bagian belakang lensa. 

Perbedaan katarak pada umumnya dengan katarak subkapsular posterior adalah lokasi, penyebab serta perkembangannya. Katarak pada umumnya terjadi di nukleus atau inti lensa, disebabkan oleh penuaan, dan perkembangannya lambat. 

Katarak subkapsular posterior terjadi di bagian belakang lensa, disebabkan karena ada masalah lain seperti diabetes dan penggunaan steroid, serta berkembang secara cepat. 

Katarak subkapsular posterior menyebabkan gangguan ketika membaca, berkurangnya tajam penglihatan di tempat terang, dan menyebabkan sensasi seperti melihat lingkaran cahaya saat melihat benda terang pada malam hari.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala katarak subkapsular sama seperti katarak pada umumnya, namun berkembang lebih cepat dibandingkan katarak jenis lain. Gejalanya adalah sbb : 

  • Kesulitan melihat pada malam hari 
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Sering melihat halo atau lingkaran sekitar lampu 
  • Penglihatan berbayang atau ganda
  • Sering mengganti kacamata karena sering merasa tidak cocok

Penyebab

Katarak terutama terjadi ketika protein lensa bergumpal sehingga membuat lensa dari jernih menjadi keruh. Beberapa hal berikut adalah faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami katarak, seperti:

  • Sering terpapar sinar matahari tanpa pelindung mata
  • Merokok
  • Gula darah tinggi
  • Menggunakan obat steroid
  • Terpapar radiasi 

Orang yang menderita diabetes dan sering mengkonsumsi obat steroid lebih rentan mengalami katarak subkapsular.

Diagnosis

Ketika Anda berkonsultasi ke dokter dengan gejala seperti di atas, maka dokter terlebih dahulu akan menanyakan secara rinci apa saja keluhan dan riwayat penyakit Anda selama ini. 

Setelahnya dokter melakukan pemeriksaan mata yang meliputi pemeriksaan tajam penglihatan dengan menyuruh Anda membaca Snellen chart, yaitu papan huruf dengan berbagai ukuran di diagram. Pemeriksaan ini mudah, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. 

Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan sensitivitas mata terhadap kontras. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai sejauh mana katarak menurunkan kemampuan membedakan kontras akibat pembiasan cahaya. 

Pemeriksaan lain adalah dengan slit lamp yang dapat membantu dokter mengevaluasi mata Anda lebih baik. Sebelumnya dokter akan memberikan tetes mata untuk memperbesar ukuran pupil mata agar bisa menilai lensa lebih baik.

Pengobatan

Walau katarak tidak mengancam jiwa, namun kualitas hidup bisa menurun seiring gangguan fungsi penglihatan, sehingga pengangkatan katarak dengan tindakan operasi dianjurkan karena aman dan efektif. 

Operasi katarak harus dilakukan ketika telah terjadi penurunan penglihatan secara signifikan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pencegahan

Pola hidup sehat dapat menurunkan risiko mengalami katarak. Cara mencegah katarak secara dini dalah: 

  • Pola makan sehat

Makan makanan sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi antioksidan seperti vitamin C dan E dapat mencegah katarak dini.

Selain itu, makanan yang mengandung lutein dan zaexanthin juga dapat mencegah katarak terjadi dini. Contoh makanan yang mengandung kedua nutrisi ini adalah telur dan sayur hijau 

Pastikan Anda rutin makan buah-buahan dan sayur setiap hari. 5 porsi buah dan sayur menyediakan vitamin C dan 5-6 mg Lutein dan Zeaxanthin. 

  • Berhenti merokok

Merokok tidak hanya berakibat buruk pada paru, namun juga dapat menyebabkan timbulnya radikal bebas di mata.  

Bila Anda telah merokok dalam jangka waktu lama, tidak ada salahnya menghentikan kebiasaan merokok ini karena dapat mencegah katarak. 

  • Pakai pelindung mata

Paparan terhadap sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada protein mata. Pelindung mata seperti kacamata hitam dapat melindungi mata Anda dari paparan sinar UV sehingga mencegah  terjadinya katarak dini.

  • Kurangi alkohol

Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko katarak dini. Mengurangi konsumsi alkohol menjadi kurang dari 2 gelas per hari dapat menurunkan risiko terjadinya katarak dini. 

  • Jaga kadar gula darah Anda normal

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama menyebabkan lensa membengkak dan menyebabkan akumulasi sorbitol di mata sehingga dapat mempercepat kekeruhan lensa. 

Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah dalam batas normal penting untuk mencegah terjadinya katarak secara dini. 

  • Lakukan pemeriksaan mata rutin

Jika Anda berusia 40-64 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata setiap 2-4 tahun. Bila Anda berumur 65 tahun, sebaiknya periksa mata secara rutin setiap 1-2 tahun.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Bila Anda mengalami gejala katarak, segeralah konsultasikan ke dokter, terutama bila katarak tersebut telah mengganggu penglihatan Anda.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila dokter mencurigai kondisi yang Anda alami adalah katarak subkapsular posterior, dokter akan merujuk Anda ke dokter mata.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala mata yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit dan riwayat trauma pada mata
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
  • Ajaklah keluarga atau saudara bersama Anda agar dapat membantu mengingat apa saja informasi yang disampaikan dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Kapan Anda pertama kali merasakan gejala katarak pada mata Anda?
  • Apakah gejala pada mata ini terus-terusan atau hilang timbul?
  • Apakah Anda mengalami gangguan penglihatan pada tempat yang terang?
  • Apakah gangguan mata yang Anda alami semakin lama semakin memburuk?
  • Apakah gejala mata Anda mengganggu aktivitas Anda sehari-hari seperti menyetir, membaca, atau ketika melakukan pekerjaan?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi mata sebelumnya?
  • Apakah Anda pernah didiagnosis mengalami peradangan selaput bening (iritis)?
  • Apakah Anda pernah menjalani terapi radiasi pada bagian kepala dan atau leher?

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada mata serta mungkin menganjurkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis terhadap gejala mata Anda.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/diagnosis-treatment/drc-20353795

Diakses 21 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/symptoms-of-cataracts-when-to-call-the-doctor#1
https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/how-can-i-prevent-cataracts#1

Diakses 21 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cataract-symptoms#new-glasses

Diakses 21 Juni 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/cataracts.htm

Diakses 21 Juni 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/testing-for-eye-cataracts-3421560

Diakses 21 Juni 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/cataracts/article.htm#what_is_a_cataract

Diakses 21 Juni 2019

Back to Top