Mata

Katarak Subkapsular Posterior

16 Dec 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Katarak Subkapsular Posterior
Katarak subkapsular posterior bisa memicu gangguan saat membaca dan penurunan ketajaman mata di tempat terang
Katarak subkapsular posterior adalah jenis katarak yang bermula dari area berkabut ringan, yang terbentuk di bagian belakang lensa. Katarak sendiri ditandai dengan keruhnya bagian lensa mata. Penderita mengalami pandangan yang buram dan berkabut.Jenis katarak ini menyebabkan gangguan ketika membaca, berkurangnya ketajaman penglihatan di tempat terang, dan sensasi seperti melihat lingkaran cahaya (halo) saat melihat sinar terang di malam hari.Pada awalnya, pencahayaan yang lebih terang dan kacamata dapat membantu penderita untuk mengatasi gejala katarak. Namun bila sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini memerlukan operasi.Operasi katarak merupakan prosedur yang aman dan efektif untuk mengatasi katarak subkapsular posterior. 

Perbedaan katarak subkapsular posterior dengan katarak biasa

Perbedaan kedua kondisi ini terletak pada lokasi, penyebab, serta perkembangan penyakit.Secara umum, katarak terjadi pada nukleus atau inti lensa dan disebabkan oleh penuaan. Perkembangannya juga lambat.Sedangkan katarak subkapsular posterior muncul di bagian belakang lensa. Kondisi ini berkembang secara cepat dan disebabkan oleh masalah medis lain, seperti diabetes dan penggunaan steroid. 
Katarak Subkapsular Posterior
Dokter spesialis Mata
GejalaPandangan buram atau berkabut, sulit melihat di malam hari, mata lebih sensitif terhadap cahaya
Faktor risikoenuaan, diabetes, paparan sinar matahari berlebih
Metode diagnosisTes ketajaman penglihatan, lit lamp, pemeriksaan retina
PengobatanOperasi katarak
KomplikasiInfeksi atau mata bengkak, perdarahan, lepasnya retina
Kapan harus ke dokter?Mengalami gangguan penglihatan
Gejala katarak subkapsular posterior sama seperti katarak pada umumnya. Namun kondisi ini berkembang lebih cepat daripada katarak jenis lain.Secara umum, gejala katarak subkapsular posterior bisa berupa: 
  • Pandangan buram atau berkabut
  • Mata lebih yang sensitif terhadap cahaya
  • Kesulitan melihat di malam hari 
  • Butuh cahaya lebih terang untuk membaca dan melakukan aktivitas lain
  • Muncul lingkaran cahaya (halo) ketika melihat sinar terang seperti lampu 
  • Penglihatan berbayang atau ganda pada salah satu mata
  • Harus sering mengganti kacamata karena kurang cocok lagi
  • Warna tampak buram atau lebih kuning dari biasanya
Pada tahap awal, pandangan buram akibat katarak hanya mempengaruhi sebagian kecil lensa mata. Jadi gejalanya mungkin tidak disadari oleh enderita.Ketika ukuran katarak semakin besar, area yang buram akan semakin banyak dan mengganggu proses cahaya untuk melewati lensa. Kondisi ini ditandai dengan gangguan penglihatan yang memburuk. 
Penyebab katarak subkapsular posterior sama seperti katarak biasa, yakni protein lensa bergumpal sehingga membuat lensa mata menjadi keruh.Lensa terletak di belakang bagian iris mata (bagian yang memberikan warna pada mata). Lensa berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata agar tepat jatuh di retina dan menghasilkan pandangan yang jelas.Seiring bertambahnya usia, kelenturan lensa mata akan menurun, lalu lensa mata menjadi lebih keruh dan tebal. Inilah yang menyebabkan lensa bisa menggumpal dan menjadi buram. 

Faktor risiko katarak subkapsular posterior

Menurut para pakar kesehatan, beberapa kondisi di bawah ini dapat meningkatkan risiko katarak subkapsular posterior:
  • Penuaan
  • Diabetes melitus
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Obesitas
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Pernah mengalami cedera atau peradangan pada mata
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
  • Konsumsi alkohol dalam jumlah besar
Baca Juga: Mengenal 10 Penyakit Akibat Merokok yang Perlu Diwaspadai 
Diagnosis katarak subkapsular posterior dapat ditentukan berdasarkan langkah-langkah di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan secara rinci mengenai gejala dan riwayat penyakit pasien maupun keluarga.
  • Tes ketajaman penglihatan

Pada pemeriksaan ini, dokter akan meminta pasien untuk membaca Snellen chart, yaitu papan huruf dengan berbagai ukuran.
  • Uji sensitivitas mata terhadap kontras

Tujuan pemeriksaan ini adalah menilai sejauh mana penurunan kemampuan mata dalam membedakan kontras akibat pembiasan cahaya karena katarak.
  • Pemeriksaan slit lamp

Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam mengevaluasi mata pasien dengan lebih saksama. Sebelumnya, dokter akan memberikan obat tetes mata untuk memperbesar pupil mata pasien agar tampak lebih jelas ketika diperiksa dengan slit lamp.
  • Pemeriksaan retina

Seperti pemeriksaan slit lamp, dokter juga akan meneteskan obat tetes mata guna memperbesar ukuran pupil. Dokter lalu melihat kondisi lapisan retina yang terletak di bagian belakang mata.Dengan slit lamp atau alat khusus bernama oftalmoskop, dokter akan melihat kondisi lensa dan memeriksa ada tidaknya tanda-tanda katarak. 
Cara mengobati katarak subkapsular posterior sama seperti katarak pada umumnya, yakni operasi.Operasi katarak harus dilakukan ketika telah terjadi penurunan penglihatan secara signifikan sampai mengganggu rutinitas pasien. Prosedur ini juga direkomendasikan oleh dokter apabila ukuran katarak sudah terlalu besar dan dapat meningkatkan tekanan dalam bola mata.Katarak (termasuk katarak subkapsular posterior) memang tidak mengancam jiwa. Namun kualitas hidup penderita bisa menurun seiring bertambah parahnya gangguan pada fungsi penglihatan.Oleh karena itu, dokter biasanya menganjurkan penanganan katarak dilakukan secepatnya dan sebelum kondisi pasien bertambah parah. 

Komplikasi katarak subkapsular posterior dan operasi katarak

Seperti gangguan mata pada umumnya, komplikasi utama katarak subkapsular posterior adalah penurunan kemampuan melihat pada penderitanya.Namun tak hanya itu, risiko komplikasi juga bisa muncul akibat operasi katarak walau hal ini jarang terjadi. Komplikasi ini dapat berupa:
  • Infeksi atau pembengkakan pada mata
  • Perdarahan
  • Lepasnya retina
  • Kelopak mata yang turun
  • Peningkatan sementara pada tekanan dalam mata, sekitar 12-24 jam pascaoperasi
 
Cara mencegah katarak subkapsular posterior bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:
  • Menerapkan pola makan sehat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi antioksidan dapat mencegah katarak sejak dini. Misalnya, makanan yang mengandung vitamin C dan E, serta lutein dan zaexanthin.Contoh bahan pangan tersebut meliputi telur dan sayuran hijau. Jadi pastikan Anda rutin mengonsumsinya
  • Berhenti merokok

Merokok tidak hanya berakibat buruk pada paru, tapi juga dapat menyebabkan timbulnya radikal bebas di mata. Bila Anda sudah melakukannya dalam waktu lama, tidak ada salahnya Anda menghentikan kebiasaan merokok untuk mencegah katarak. 
  • Memakai pelindung mata

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kerusakan pada protein mata dan memicu munculnya katarak. Jadi lindungi mata Anda dari sinar ini semaksimal mungkin. Misalnya dengan memakai kacamata hitam atau topi bertepi lebar saat harus keluar rumah.
  • Mengurangi konsumsi alkohol

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko katarak, termasuk katarak subkapsular posterior. Karena itu, Anda sebaiknya membatasi konsumsi alkohol menjadi satu gelas per hari saja
  • Menjaga kadar gula darah agar tetap normal

Dalam waktu lama, kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan lensa membengkak dan penumpukan sorbitol di mata. Kondisi ini bisa mempercepat kekeruhan lensa. Karena itu, menjaga kadar gula darah agar senantiasa dalam batas normal penting untuk mencegah terjadinya katarak. 
  • Menjalani pemeriksaan mata secara rutin

Jika Anda berusia 40-64 tahun, Anda sebaiknya menjalani pemeriksaan mata setiap 2-4 tahun. Sementara untuk para lansia berumur 65 tahun ke atas, Anda dihimbau untuk mengecek kondisi mata tiap 1-2 tahun sekali.Baca Juga: Kacamata Anti Radiasi Bisa Lindungi Mata dari Pengaruh Sinar Biru, Apakah Benar? 
Berkonsultasilah dengan dokter mata bila Anda mengalami gangguan pada penglihatan. Terutama keluhan yang terjadi secara mendadak, seperti pandangan ganda, kilatan cahaya, nyeri mata, atau sakit kepala. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Minta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama muncul?
  • Apakah gejala sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya saat menyetir atau membaca?
  • Apakah Anda mengalami gangguan penglihatan di tempat yang terang?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait katarak subkapsular posteior, misalnya diabetes?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis katarak subkapsular posterior. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
Diakses pada 21 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/cataract-symptoms
Diakses pada 21 Juni 2019
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/cataracts.htm
Diakses pada 21 Juni 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/testing-for-eye-cataracts-3421560
Diakses pada 21 Juni 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/cataracts/article.htm#what_is_a_cataract
Diakses pada 21 Juni 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/symptoms-of-cataracts-when-to-call-the-doctor#1
https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/how-can-i-prevent-cataracts#1
Diakses pada 21 Juni 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/what-to-expect-from-cataract-surgery#1
Diakses pada 16 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email