Mata

Katarak Radiasi

Diterbitkan: 09 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Katarak Radiasi
Risiko katarak akibat radiasi dapat meningkat seiring dengan semakin seringnya Anda terpapar radiasi.
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata berubah menjadi keruh. Pada dasarnya, lensa mata manusia terbuat dari air dan protein.Seiring dengan berjalannya waktu tersebut, protein dapat menumpuk dan menghalangi penyebaran cahaya melalui lensa mata, sehingga perlahan penglihatan penderita mulai kabur atau buram.Kondisi tersebut tidak dapat diobati atau diperbaiki hanya dengan penggunaan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Sebagian besar dari kasus katarak berhubungan dengan proses penuaan pada penderita. Namun pada sebagian kasus, anak-anak juga bisa dilahirkan dengan kondisi ini. Selain itu, katarak yang muncul sebagai akibat dari cedera, peradangan, maupun penyakit pada mata juga dapat terjadi.Sementara radiasi merupakan salah satu potensi jangka panjang penyebab terjadinya katarak. Hal ini terjadi karena lensa mata sangatlah sensitif terhadap radiasi.Risiko katarak akibat radiasi dapat meningkat seiring dengan semakin seringnya Anda terpapar radiasi. Katarak radiasi menyebabkan terjadinya partial opacity atau kekeruhan pada lensa mata. Kondisi ini terjadi akibat sel-sel mata yang rusak menutupi bagian belakang dari lensa mata. 
Katarak Radiasi
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan kabur, penglihatan buruk di malam hari, penglihatan ganda
Faktor risikoUsia, jenis pekerjaan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan visual acuity, slit-lamp examination
PengobatanOperasi
KomplikasiPenglihatan memburuk
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala katarak radiasi
Gejala-gejala yang mengarah pada katarak radiasi dapat muncul kurang lebih satu atau dua tahun setelah mata terpapar radiasi dosis tinggi. Bila paparan tergolong rendah, gejala bisa timbul dalam hitungan beberapa tahun setelahnya. Sederet gejala yang sering ditemukan meliputi:
  • Penglihatan yang buram atau kabur.
  • Warna-warna tampak pudar.
  • Penglihatan yang buruk pada malam hari.
  • Penglihatan ganda (double vision).
  • Silau atau merasa lampu-lampu di sekitarnya terlalu terang.
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa komplikasi gangguan penglihatan yang parah akibat katarak radiasi masih belum jelas. 
Secara umum, katarak merupakan penyebab paling umum dari kebutaan. Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan potensi penyakit ini. Mulai dari paparan sinar matahari, ion radiasi, konsumsi alkohol dan nikotin, diabetes, serta penggunaan obat kortikosteroid.Sesuai namanya, katarak radiasi sering disebabkan oleh akumulasi dari paparan radiasi yang mengenai lensa mata penderita. Pada tahap awal, penyakit ini kerap dikenal dengan sebutan posterior subcapsular cataracts. Pasalnya, katarak akibat radiasi akan menimbulkan kekeruhan sebagian (partial opacity atau cloudiness) pada lensa mata.Komisi Internasional Perlindungan Radiologis (International Commission on Radiological Protection atau ICRP) mendefinisikan bahwa keparahan katarak radiasi akan meningkat seiring dengan dosis radiasi yang terpapar pada mata penderita. 
Dalam memastikan diagnosis terkait penyakit katarak, terdapat beberapa metode pemeriksaan yang bisa dilakukan:
  • Pemeriksaan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami.
  • Pemeriksaan visual acuity menggunakan sebuah chart khusus untuk mengukur kemampuan Anda dalam membaca sekumpulan huruf. Anda akan diminta untuk menutup salah satu mata dan membaca huruf yang tertera. Kemudian dengan menggunakan chart maupun alat bantu, Anda akan diminta untuk melihat huruf yang semakin kecil. Dokter lalu akan menentukan apakah Anda memiliki gangguan penglihatan atau tidak.
  • Slit-lamp examination. Pemeriksaan ini dilakukan agar dokter dapat melihat struktur bagian depan mata Anda secara lebih jelas dengan alat khusus.
  • Pemeriksaan retina (retinal exam). Dokter akan memberikan obat tetes mata untuk melebarkan pupil mata Anda agar dokter lebih mudah memeriksa bagian belakang mata (retina). Dokter kemudian menggunakan slit lamp atau ophthalmoscope guna memeriksa apakah lensa mata Anda memiliki tanda-tanda terjadinya katarak.
Tonometry. Pemeriksaan ini dilakukan dengan meneteskan cairan yang membuat mata menjadi baal atau mati rasa. Dokter lalu memakai alat untuk mengukur tekanan di dalam mata. 
Pengobatan yang efektif untuk penyakit katarak, termasuk katarak radiasi, adalah dengan melalui prosedur pembedahan. Namun konsultasi dengan dokter selalu diperlukan sebelum Anda menjalani prosedur ini.Dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur pembedahan bila katarak sudah mulai mengganggu kualitas hidup maupun aktivitas sehari-hari. Misalnya, membaca ataupun mengemudi pada malam hari.Sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur pembedahan katarak, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gejalanya:
  • Pastikan kacamata ataupun lensa kontak Anda sudah akurat dan sesuai dengan kondisi mata Anda.
  • Tingkatkan pencahayaan di rumah, misalnya mengganti lampu-lampu agar lebih terang.
  • Jika dirasa perlu, gunakan kaca pembesar saat Anda membaca.
  • Kurangi frekuensi mengemudi pada malam hari.
  • Apabila Anda beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, gunakan kacamata hitam untuk mengurangi silau dari sinar matahari.
Langkah-langkah tersebut memang hanya dapat membantu Anda untuk sementara. Pasalnya, kondisi katarak akan terus berkembang dan membutuhkan pertimbangkan pembedahan apabila sudah semakin mengganggu aktivitas Anda. 
Katarak radiasi dapat timbul akibat akumulasi radiasi yang terpapar pada mata Anda. Oleh karena itu, cara paling jitu untuk mencegahnya adalah dengan melindungi mata Anda. Misalnya, menggunakan kacamata hitam atau sunglasses.Kacamata jenis ini dapat melindungi mata Anda dari paparan sinar ultraviolet (UV). Ketika memilih kacamata hitam, Anda sebaiknya memerhatikan tips berikut:
  • Dapat menghalangi 99 hingga 100% sinar ultraviolet A (UVA) maupun ultraviolet B (UVB).
  • Sesuai dengan bentuk wajah Anda agar frame kacamata bisa lebih dekat dengan mata sehingga lebih melindungi.
Memiliki lensa berwarna abu-abu (gray tint), yang sangat membantu saat Anda sedang mengemudi. 
Segera lakukan konsultasi dengan dokter apabila Anda mulai menyadari adanya perubahan pada penglihatan Anda. Dokter yang tepat untuk menangani masalah ini adalah dokter spesialis mata. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang  dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait katarak radiasi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis katarak radiasi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Radiation Safety. https://radiationsafety.ca/radiation-induced-cataracts/
Diakses pada 16 Maret 2019
Radiation Effects Research Foundation. https://www.rerf.or.jp/en/programs/roadmap_e/health_effects-en/early-en/cataract_en
Diakses pada 16 Maret 2019
Eye World. https://www.eyeworld.org/article-radiation-cataract
Diakses pada 16 Maret 2019
International Atomic Energy Agency. https://www.iaea.org/resources/rpop/health-professionals/radiology/cataract
Diakses pada 16 Maret 2019
BioOne. https://bioone.org/journals/Radiation-Research/volume-174/issue-4/RR2207.1/Radiation-Cataract-Risk-in-Interventional-Cardiology-Personnel/10.1667/RR2207.1.short
Diakses pada 16 Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/diagnosis-treatment/drc-20353795
Diakses pada 16 Maret 2019
National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/cataract/cataract_facts
Diakses pada 16 Maret 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/how-can-i-prevent-cataracts#2
Diakses pada 16 Maret 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Berbagai Jenis Katarak yang Berpotensi Menyerang Anda

Jenis katarak yang bisa menyerang mata cukup beragam. Penyakit katarak merupakan salah satu jenis penyakit mata ditandai dengan kekeruhan pada lensa mata, yang kerap dikaitkan dengan pertambahan usia.
04 Sep 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Jenis katarak pada lansia

Kenali dan Hindari Penyebab Katarak Berikut Ini pada Lansia

Penyebab utama katarak pada lansia adalah karena susunan dan gangguan pada lensa mata. Jika dibiarkan, kondisi ini lama-kelamaan akan menyebabkan kebutaan. Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang paling sering terjadi pada lansia. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko lansia terkena katarak. Bahkan, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan.
12 Apr 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Penyebab katarak pada lansia adalah karena susunan dan gangguan pada lensa mata

Kenali Ciri-ciri Mata Katarak Berikut agar Jauh dari Kebutaan

Katarak adalah kaburnya penglihatan karena adanya pengeruhan pada lensa mata. Ciri-ciri mata katarak dapat berupa pandangan yang berkabut, dan lain-lain.
06 Aug 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Ciri-ciri mata katarak dapat berupa pandangan berkabut