Mata

Katarak Nuklir

11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Katarak Nuklir
Biasanya katarak nuklir terjadi karena bertambahnya usia
Katarak nuklir (nuclear cataract) adalah katarak yang terjadi pada bagian tengah lensa (nukleus). Katarak nuklir atau nuklear merupakan salah satu jenis katarak yang paling umum terjadi dibandingkan tipe katarak lainnya.Katarak itu sendiri merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika bagian lensa mata menjadi berkabut secara perlahan-lahan. Lensa merupakan bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya.Berkabutnya lensa akan mencegah masuknya cahaya ke mata sehingga penderitanya dapat mengalami gangguan penglihatan. Seiring waktu, lensa akan menjadi keras serta berubah warna menjadi kuning atau coeklat.Katarak nuklir dapat terjadi di satu atau kedua mata, dan sering kali memengaruhi jarak pandang. Hal ini dapat menyulitkan penderitanya menjalankan fungsi penglihatan seperti ketika membaca atau membedakan warna.Katarak dapat menyebabkan kebutaan jika terjadi dalam jangka panjang. Katarak sering ditemukan pada orang lanjut usia tetapi kadang dapat juga ditemukan pada individu berumur muda. Pengobatan yang efektif bagi kondisi ini adalah dengan operasi mata.
Katarak Nuklir
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan kabur, kesulitan melihat benda pada malam hari, warna terlihat pudar 
Faktor risikoDiabetes, hipertensi, merokok
Metode diagnosisAnamnesis, pemeriksaan lensa mata, pemeriksaan ketajaman penglihatan
PengobatanOperasi katarak
KomplikasiKebutaan permanen
Kapan harus ke dokter?Jika terjadi perubahan penglihatan yang mendadak, seperti penglihatan ganda, kilatan cahaya, nyeri mata yang mendadak, atau sakit kepada yang mendadak
Gejala-gejala yang dapat dialami individu dengan katarak nuklir berupa:
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan melihat benda pada malam hari
  • Warna terlihat pudar
  • Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau mudah merasa silau
  • Terdapat lingkaran (halo) yang mengelilingi cahaya
  • Penglihatan ganda pada mata yang terkena katarak
  • Sering mengganti kacamata
  • Memerlukan cahaya yang lebih terang saat membaca atau melakukan aktivitas lain
Awalnya, penglihatan yang berkabut hanya memengaruhi bagian kecil dari lensa mata sehingga penurunan penglihatan tidak disadari. Dengan bertambah besarnya katarak, bagian lensa yang berkabut juga semakin besar sehingga mencegah masuknya cahaya ke dalam lensa.
Lensa mata terbentuk oleh protein dan air. Pada mata yang normal, serabut-serabut protein tersebut tersusun rapi sehingga memungkinkan cahaya melewati lensa mata. Namun di mata katarak, serabut protein tersebut menggumpal dan membentuk lapisan dan membuat lensa yang semula jernih menjadi keruh.Ketika lapisan tersebut terdorong ke bagian tengah lensa atau nuklir, katarak nuklir dapat terjadi. Bagian tengah lensa menjadi lebih padat dan berkabut. Daerah yang berkabut ini mencegah lewatnya cahaya dan menyebabkan penglihatan individu tersebut menjadi kabur atau redup.Banyak faktor yang dapat memengaruhi pembentukan katarak, di antaranya:
  • Bertambahnya usia
  • Diabetes
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Merokok
  • Kegemukan
  • Tekanan darah tinggi
  • Polusi udara
  • Cedera atau peradangan mata
  • Riwayat operasi mata
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama
  • Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan
Penegakan diagnosis katarak dapat dilakukan oleh dokter mata melalui pemeriksaan mata rutin.Pemeriksaan yang dilakukan dokter meliputi:
  • Wawancara tentang riwayat penyakit mata pasien untuk mendeteksipenyakit lain yang dapat memengaruhi penglihatan. Selain itu, riwayat medis juga dapat ditanyakan untuk mengetahui potensi gangguan penglihatan dalam membatasi kemampuan aktivitas sehari-hari.
  • Pemeriksaan mata secara keseluruhan untuk memastikan tidak terdapat gangguan mata lain yang dapat menyebabkan perubahan penglihatan
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan untuk mengetahui batas pandang serta penglihatan jarak dekat pasien
  • Pemeriksaan pergerakan bola mata dan respons pupil
  • Pemeriksaan lensa untuk menentukan lokasi dan tingkat keparahan katarak
  • Pemeriksaan bagian depan (kornea, iris, dan daerah di antara kornea dan iris) serta belakang mata (saraf optik dan retina) melalui pupil yang telah diperbesar dengan obat tetes mata
  • Pemeriksaan tekanan dalam bola mata dengan uji tonometri.
  • Pemeriksaan sensitivitas terhadap cahaya
  • Pemeriksaan persepsi warna
Pada tahap awal, penggunaan kacamata khusus dapat meringankan gangguan penglihatan yang disebabkan katarak. Namun, jika penggunaan kacamata sudah tidak membantu, maka operasi menjadi tindakan yang efektif untuk katarak.Kebanyakan dokter mata akan menyarankan operasi katarak ketika gejala katarak sudah mulai memengaruhi kualitas hidup atau mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca maupun menyetir pada malam hari. Penundaan tindakan operasi biasanya tidak akan memengaruhi pemulihan penglihatan pasca operasi.Jika pasiaen memutuskan untuk tidak langsung menjalani operasi, maka dokter mata akan menyarankan pemeriksaan mata secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi mata yang terkena katarak.Operasi katarak dilakukan melalui pengangkatan lensa yang berkabut dan penggantian dengan lensa buatan yang jernih. Lensa buatan atau lensa intraokular akan diposisikan pada lokasi yang sama dengan lensa alami. Tindakan pemasangan lensa ini bersifat permanen dan lensa akan tetap berada di dalam mata.Setelah tindakan operasi, rasa tidak nyaman akan terasa selama beberapa hari dan pemulihan biasanya memerlukan waktu sekitar delapan minggu. Jika operasi katarak perlu dilakukan untuk kedua mata, maka akan dilakukan pengangkatan katarak pada mata kedua setelah mata pertama telah sembuh dari operasinya.Kelainan mata lain dapat menghalangi pemasangan lensa buatan. Pada kasus seperti itu, koreksi penglihatan dilakukan dengan pemakaian kacamata atau kontak lensa setelah katarak diangkat.Meskipun operasi katarak biasanya aman, tapi tetap terdapat beberapa risiko seperti infeksi, perdarahan, dan risiko terlepasnya retina. Manfaat dan risiko operasi katarak penting untuk didiskusikan dengan dokter mata.
Meskipun belum terbukti oleh penelitian, ada beberapa metode yang dipercaya dokter dapat membantu mencegah terjadinya katarak, termasuk:
  • Pemeriksaan mata secara rutin agar katarak dan kelainan mata lain dapat terdeteksi lebih dini
  • Menghentikan kabiasaan merokok
  • Mengatasi masalah kesehatan lain seperti diabetes yang dapat meningkatkan risiko terkena katarak
  • Mengonsumsi makanan sehat seperti buah serta sayur. Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan nutrisi maupun antioksidan yang dapat menjaga kesehatan mata.
  • Menggunakan kacamata hitam untuk menghalangi sinar ultraviolet B (UV-B) yang dapat menyebabkan terjadinya katarak
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mempertahankan berat badan yang ideal
Buatlah janji dengan dokter spesialis mata jika menyadari adanya perubahan pada penglihatan. Jika terjadi perubahan penglihatan yang mendadak, seperti penglihatan ganda, kilatan cahaya, nyeri mata yang mendadak, atau sakit kepala yang mendadak, segera periksakan ke dokter.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apakah katarak menjadi  penyebab masalah penglihatan saya ?
    • Tes apa saja yang diperlukan?
    • Apakah operasi katarak dapat memperbaiki masalah penglihatan ini?
    • Risiko apa saja yang mungkin terjadi pada operasi katarak? Apakah ada risiko jika saya menunda operasi?
    • Berapa biaya yang diperlukan untuk operasi katarak? Apakah ditanggung BPJS Kesehatan?
    • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk sembuh setelah operasi katarak?
    • Apakah kegiatan sehari-hari akan terhambat setelah operasi katarak? Jika iya, untuk berapa lama?
    • Selain operasi, apa alternatif yang dapat mengatasi masalah penglihatan ini?
    • Apa tanda-tanda dari katarak yang bertambah parah?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Kapan gejala mulai muncul?
  • Apakah gejalanya timbul setiap saat atau hilang sebelum timbul lagi?
  • Apakah Anda menderita gangguan penglihatan pada cahaya yang terang?
  • Apakah gejalanya bertambah parah?
  • Apakah gangguan penglihatan menghambat aktivitas berkendara?
  • Apakah gangguan penglihatan membuat kesulitan membaca?
  • Apakah gangguan penglihatan menghambat pekerjaan Anda?
  • Apakah Anda pernah mengalami cedera mata atau operasi mata?
  • Apakah Anda pernah didiagnosis dengan kelainan mata seperti peradangan pada iris?
  • Apakah Anda pernah menerima terapi radiasi terhadap kepala dan leher?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis katarak nuklir agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Optomeric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/cataract
diakses pada 15 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cataract#types
diakses pada 15 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/nuclear-sclerosis#treatment
diakses pada 15 Maret 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/cataracts/article.htm
diakses pada 11 Desember 2018
University of Michigan. http://www.med.umich.edu/1libr/Ophthalmology/Cornea/NuclearCataract.pdf
diakses pada 11 Desember 2018
Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/diagnose-treat-cataracts#1
diakses pada 11 Desember 2018
Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/cataracts-types#1
diakses pada 11 Desemberr 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
diakses pada 15 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email