Mata

Katarak Kongenital

01 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Katarak Kongenital
Bercak putih di lensa mata pada bayi baru lahir adalah salah satu tanda katarak kongenital
Katarak kongenital adalah katarak yang didiagnosis saat bayi lahir. Penyakit ini meyebabkan lensa mata tampak keruh.Jika baru muncul dalam kurun waktu 12 bulan setelah bayi lahir, penyakit iin disebut katarak pada bayi atau katarak infantil. Sekitar 0,4% bayi memiliki kemungkinan untuk mengalaminya.Penyakit ini sendiri merupakan penyebab dari 10% kebutaan pada anak-anak. Secara umum, katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi.Pada beberapa kasus, katarak sangat kecil atau berada di tepi lensa sehingga tidak berpengaruh pada penglihatan. Namun pada sebagian kasus lainnya, katarak berukuran besar atau berada di daerah penglihatan mata. Akibatnya, pandangan akan kabur hingga kehilangan penglihatan. 

Jenis-jenis katarak kongenital

Katarak kongenital bisa dibedakan menjadi beberapa jenis di bawah ini:

Berdasarkan jumlah mata yang terkena

  • Katarak unilateral, yakni hanya terjadi pada salah satu mata.
  • Katarak bilateral yang mempengaruhi kedua mata penderita. Satu mata bisa lebih parah daripada mata lainnya.

Berdasarkan lokasi

  • Katarak polar anterior pada bagian depan lensa, berbatas tegas, dan kecil
  • Katarak polar posterior pada bagian belakang lensa dan berbatas tegas.
  • Katarak nuklir yang terjadi di bagian tengah lensa dan merupakan tipe yang sering ditemukan pada katarak kongenital
  • Katarak serulean yang biasanya terdapat pada kedua mata dan ditandai dengan titik kebiruan kecil di lensa
 
Katarak Kongenital
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan kabur, penurunan kemampuan melihat, buta
Faktor risikoKeturunan, hipoglikemia, hipoksia
Metode diagnosisPemeriksaan riwayat medis ibu dan anak, obat penebal pupil
PengobatanObat-obatan, operasi
KomplikasiMata malas, nistagmus, juling
Kapan harus ke dokter?Anak mengalami gangguan penglihatan
Penyakit ini dapat diidentifikasi saat bayi lahir, namun bisa juga tidak ditemukan sampai beberapa waktu setelah lahir karena perkembangan penyakitnya yang lambat. Katarak tipe polar anterior dan nuklear biasanya statis atau jarang mengalami perburukan.Gejala katarak konginetal yang bisa terjadi, antara lain:
  • Penglihatan kabur
  • Penurunan penglihatan sampai kehilangan penglihatan total
  • Mata malas
  • Tampak bercak putih pada pupil mata
 
Sebagian kasus katarak kongenital tidak diketahui penyebabnya karena tidak ditemukan adanya riwayat penyakit atau pengobatan ibu sebelumnya. Namun ada beberapa faktor penyebab yang sudah diidentifikasi, seperti:
  • Lebih dari 23% dari katarak kongenital diturunkan
  • Hipoglikemia (gula darah rendah), hipoksia (kekurangan oksigen), hipotermia pada ibu saat mengandung
  • Kelainan genetik, contohnya pada anak dengan Sindrom Down
  • Penyakit metabolik ibu seperti diabetes
  • Penyakit infeksi pada ibu saat mengandung, seperti TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simpleks), cacar air, polio, influenza, sifilis
  • Bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah
  • Obat-obatan seperti antibiotik tetrasiklin
 
Diagnosis penyakit katarak dapat dilakukan dengan menjalankan langkah-langkah berikut:
  • Evaluasi riwayat katarak pada keluarga, riwayat konsumsi obat pada ibu, riwayat penyakit ibu, catatan kelahiran (terutama berat badan)
  • Riwayat tumbuh kembang anak, untuk mengetahui adanya penyakit lain
  • Pemberian obat pelebar pupil untuk dapat melihat adanya katarak dengan lebih jelas
  • Pemeriksaan mata lengkap menggunakan oftalmoskop. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan pembiusan.
  • Hasil pemeriksaan red reflex negatif atau iregular
 
Pengobatan katarak kongenital mungkin tidak dibutuhkan jika penderita tidak mengalami gangguan penglihatan. Namun jika penyakit ini sudah mengganggu penglihatan si Kecil, beberapa tindakan yang bisa dilakukan meliputi:
  • Obat-obatan

Langkah ini biasanya ditujukan untuk mencegah mata malas.
  • Operasi

Katarak yang memerlukan operasi adalah katarak yang biasanya terletak di area penglihatan, terutama yang di tengah dan berukuran lebih dari 3 mm.Operasi merupakan terapi yang disarankan untuk dilakukan sebelum usia bayi mencapai 17 minggu. Tujuannya adalah mencegah kerusakan mata.Untuk mencegah nistagmus dan mata malas, kebanyakan dokter mata bahkan memilih operasi lebih dini, yaitu sebelum bayi berusia dua bulan.Pada bayi dan anak-anak, mata masih mengalami perkembangan. Karena itu, keberadaan katarak akan mengganggu proses ini. 

Komplikasi katarak kongenital

Jika tidak terobati dengan optimal, katarak kongenital dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang dan permanen yang berupa:
  • Mata malas
  • Nistagmus, yaitu pergerakan mata berulang dan tidak terkontrol
  • Strabismus (juling)
  • Tidak dapat memfokuskan pandangan pada satu obyek
  • Glaukoma, yaitu peningkatan tekanan pada mata
  • Penurunan penglihatan sampai kebutaan
Hal tersebut dapat berpengaruh pada aktivitas belajar sampai rasa percaya diri anak. 
Cara mencegah katarak kongenital bisa diakukan dengan menempuh langkah-langkah berikut:
  • Pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah penyakit kehamilan yang dapat menyebabkan bayi menjadi katarak
  • Pemeriksaan mata bayi secara rutin agar dapat segera diketahui jika terdapat gejala katarak
  • Pemeriksaan dan penanganan terhadap penyakit lain pada bayi, yang dapat menyebabkan katarak
 
Jika Anda mencurigai ada gangguan penglihatan pada anak Anda, disarankan berkonsultasi dengan dokter. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait katarak kongenital?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis katarak kongenital agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Departemen Kesehatan (2019). http://www.depkes.go.id/article/view/16011100003/katarak-sebabkan-50-kebutaan.html.
Diakses pada 1 September 2021
American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus. https://www.aapos.org/terms/conditions/31.
Diakses pada 1 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1210837-overview.
Diakses pada 1 September 2021
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-pediatric-cataracts.
Diakses pada 1 September 2021
Royal National Institute of Blind People. https://www.rnib.org.uk/eye-health/eye-conditions/congenital-cataracts.
Diakses pada 1 September 2021
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/congenital-cataracts.htm.
Diakses pada 1 September 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4293928/.
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email