Mata

Katarak Kongenital

Diterbitkan: 13 Mar 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Katarak Kongenital
Bercak putih di lensa mata pada bayi baru lahir adalah salah satu tanda katarak kongenital.
Katarak adalah penyakit mata di mana terjadi kekeruhan pada lensa mata. Lensa yang seharusnya jernih menjadi keruh. Jika katarak didiagnosis saat bayi lahir disebut katarak bawaan (kongenital). Jika katarak baru muncul dalam kurun waktu 12 bulan setelah lahir, maka disebut katarak pada bayi atau katarak infantil. 0,4% bayi memiliki kemungkinan untuk mengalami katarak, dan katarak merupakan penyebab dari 10% kebutaan pada anak-anak. Secara umum, katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi.Pada beberapa kasus, katarak sangat kecil atau berada di tepi lensa sehingga tidak berpengaruh pada penglihatan. Sedangkan beberapa lainnya besar atau berada di daerah penglihatan mata, sehingga menyebabkan penglihatan kabur sampai dengan kehilangan penglihatan.
  • Berdasarkan jumlah mata yang terkena
    • Katarak unilateral: hanya salah satu mata yang terkena.
    • Katarak bilateral: kedua mata terkena. Satu mata bisa lebih parah daripada mata lainnya.
  • Berdasarkan lokasi katarak
    • Katarak polar anterior: pada bagian depan lensa, berbatas tegas, dan kecil. Katarak tipe ini dihubungkan dengan penyakit keturunan.
    • Katarak polar posterior: pada bagian belakang lensa dan berbatas tegas.
    • Katarak nuklear: pada bagian tengah lensa. Katarak ini merupakan tipe yang sering ditemukan pada katarak kongenital.
    • Katarak serulean: biasanya terdapat pada kedua mata, ditandai dengan titik kebiruan kecil di lensa. Karena titik tersebut kecil maka biasanya tidak menyebabkan gangguan penglihatan. Katarak tipe ini dihubungkan dengan penyakit keturunan. 
Katarak Kongenital
Dokter spesialis Mata
Penyakit ini dapat diidentifikasi saat bayi lahir, namun bisa juga tidak ditemukan sampai beberapa waktu setelah lahir karena perkembangan penyakitnya yang lambat. Katarak tipe polar anterior dan nuklear biasanya statis atau jarang mengalami perburukan.Gejala katarak yang bisa terjadi, antara lain:
  • Penglihatan kabur
  • Penurunan penglihatan sampai kehilangan penglihatan total
  • Mata malas/lazy eye/ambliopia, katarak menghalangi cahaya untuk masuk dan diterima oleh mata. Kurangnya cahaya yang diterima mata berarti kurangnya stimulasi atau rangsangan yang diterima oleh mata. Hal ini mengganggu perkembangan mata. Jika salah satu mata tidak dapat menerima penglihatan yang fokus, maka otak akan lebih memilih bekerja pada mata yang lebih sehat sehingga mata yang sakit menjadi tidak berkembang. Keadaan inilah yang disebut sebagai mata malas.
  • Tampak bercak putih pada pupil mata
Sebagian kasus katarak kongenital tidak diketahui penyebabnya karena tidak ditemukan adanya riwayat penyakit atau pengobatan ibu sebelumnya. Namun ada beberapa faktor penyebab yang sudah diidentifikasi, seperti:
Diagnosis penyakit katarak dapat dilakukan dengan menjalankan langkah-langkah berikut:
  • Evaluasi riwayat katarak pada keluarga, riwayat konsumsi obat pada ibu, riwayat penyakit ibu, catatan kelahiran (terutama berat badan).
  • Riwayat tumbuh kembang anak, untuk mengetahui adanya penyakit lain.
  • Pemberian obat pelebar pupil untuk dapat melihat adanya katarak dengan lebih jelas.
  • Pemeriksaan mata lengkap menggunakan oftalmoskop. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan pembiusan.
  • Hasil pemeriksaan red reflex negatif atau iregular.
  • Obat-obatan: ditujukan untuk mencegah mata malas
  • Operasi: tidak semua katarak perlu dilakukan operasi. Katarak yang signifikan yaitu yang biasanya terletak di area penglihatan/visual, terutama yang di tengah dan berukuran lebih dari 3 mm membutuhkan operasi pengangkatan.
Untuk katarak yang signifikan tersebut, operasi merupakan terapi yang disarankan dilakukan sebelum usia 17 minggu untuk mencegah kerusakan mata. Untuk mencegah nistagmus dan mata malas, kebanyakan dokter mata bahkan memilih operasi lebih dini, yaitu sebelum umur dua bulan.Pada orang dewasa, katarak biasanya timbul sebagai akibat dari proses penuaan. Mata dan penglihatan orang dewasa sudah terbentuk sempurna, sehingga jika katarak diobati misalnya dioperasi maka penglihatan bisa kembali normal. Sedangkan pada bayi dan anak-anak, mata masih mengalami perkembangan sehingga adanya katarak akan mengganggu proses perkembangan mata. Jika tidak terdeteksi dan tidak terobati segera, dapat mengakibatkan efek serius jangka panjang maupun permanen, seperti:
  • Mata malas
  • Nistagmus, yaitu pergerakan mata berulang dan tidak terkontrol
  • Strabismus (juling)
  • Tidak dapat memfokuskan pandangan pada satu obyek
  • Glaukoma, yaitu peningkatan tekanan pada mata
  • Penurunan penglihatan sampai kebutaan
Hal tersebut dapat berpengaruh pada aktivitas belajar sampai rasa percaya diri anak.
  • Pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah penyakit kehamilan yang dapat menyebabkan bayi menjadi katarak.
  • Pemeriksaan mata bayi secara rutin agar dapat segera diketahui jika terdapat gejala katarak.
  • Pemeriksaan dan penanganan terhadap penyakit lain pada bayi, yang dapat menyebabkan katarak.
Jika Anda mencurigai ada gangguan penglihatan pada anak Anda, disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata. Jika didapatkan tanda-tanda katarak atau gangguan penglihatan lain, dokter akan merujuk ke dokter spesialis mata.Dokter mata akan mengecek keadaan mata dan penglihatan bayi Anda secara lenkgap dan menilai seberapa besar pengaruh katarak tersebut pada penglihatan bayi Anda. Setelah itu, dokter akan menawarkan beberapa pilihan terapi sesuai dengan keadaan penglihatan bayi Anda yang telah dinilai saat pemeriksaan.Jika dokter menemukan adanya kelainan atau penyakit lain pada bayi, maka dokter akan merujuk ke bagian spesialis anak.
Departemen Kesehatan (2019). http://www.depkes.go.id/article/view/16011100003/katarak-sebabkan-50-kebutaan.html.
Diakses pada 6 Maret 2019.
American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus. https://www.aapos.org/terms/conditions/31.
Diakses pada 11 Desember 2018.
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1210837-overview.
Diakses pada 11 Desember 2018.
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-pediatric-cataracts.
Diakses pada 11 Desember 2018.
Royal National Institute of Blind People. https://www.rnib.org.uk/eye-health/eye-conditions/congenital-cataracts.
Diakses pada 11 Desember 2018.
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/congenital-cataracts.htm.
Diakses pada 11 Desember 2018.
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4293928/.
Diakses pada 11 Desember 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sebaiknya Penderita Miopi Menggunakan Lensa Ini Agar Bisa Melihat dengan Jelas

Miopi atau rabun jauh membuat penderitanya tidak dapat melihat dengan jelas objek yang jauh. Namun, apabila penderita miopi menggunakan lensa ini maka kondisi tersebut dapat diperbaiki.
21 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Umumnya penderita miopi menggunakan lensa minus

Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Menggunakan Baby Bouncer

Bahaya baby bouncer sebaiknya perlu diperhatikan orangtua. Mulai dari gangguan jalan napas, kepala bayi peyang, hingga cedera. Namun, Anda bisa meminimalisir bahaya baby bouncer dengan cara menggunakan baby bouncer yang aman dan tepat untuk Si Kecil.Baca selengkapnya
Ada risiko bahaya menggunakan baby bouncer yang mengintai buah hati

Obat Batuk Pilek untuk Bayi 6 Bulan Baik Medis Maupun Alami

Obat batuk pilek untuk bayi 6 bulan jika disertai demam yang aman hanyalah paracetamol dan ibuprofen. Namun, ada berbagai cara alami yang bisa dilakukan untuk meredakannya, seperti memberi lebih banyak ASI, menggunakan obat tetes hidung, dan memastikannya banyak istirahat.
14 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Obat batuk pilek untuk bayi 6 bulan adalah ASI dan paracetamol