Katarak Kongenital

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Bercak putih di lensa mata pada bayi baru lahir adalah salah satu tanda katarak kongenital.
Bercak putih di lensa mata pada bayi baru lahir adalah salah satu tanda katarak kongenital.

Pengertian Katarak Kongenital

Katarak adalah penyakit mata di mana terjadi kekeruhan pada lensa mata. Lensa yang seharusnya jernih menjadi keruh. Jika katarak didiagnosis saat bayi lahir disebut katarak bawaan (kongenital). Jika katarak baru muncul dalam kurun waktu 12 bulan setelah lahir, maka disebut katarak pada bayi atau katarak infantil. 0,4% bayi memiliki kemungkinan untuk mengalami katarak, dan katarak merupakan penyebab dari 10% kebutaan pada anak-anak. Secara umum, katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi.

Pada beberapa kasus, katarak sangat kecil atau berada di tepi lensa sehingga tidak berpengaruh pada penglihatan. Sedangkan beberapa lainnya besar atau berada di daerah penglihatan mata, sehingga menyebabkan penglihatan kabur sampai dengan kehilangan penglihatan.

  • Berdasarkan jumlah mata yang terkena
    • Katarak unilateral: hanya salah satu mata yang terkena.
    • Katarak bilateral: kedua mata terkena. Satu mata bisa lebih parah daripada mata lainnya.
  • Berdasarkan lokasi katarak
    • Katarak polar anterior: pada bagian depan lensa, berbatas tegas, dan kecil. Katarak tipe ini dihubungkan dengan penyakit keturunan.
    • Katarak polar posterior: pada bagian belakang lensa dan berbatas tegas.
    • Katarak nuklear: pada bagian tengah lensa. Katarak ini merupakan tipe yang sering ditemukan pada katarak kongenital.
    • Katarak serulean: biasanya terdapat pada kedua mata, ditandai dengan titik kebiruan kecil di lensa. Karena titik tersebut kecil maka biasanya tidak menyebabkan gangguan penglihatan. Katarak tipe ini dihubungkan dengan penyakit keturunan. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Penyakit ini dapat diidentifikasi saat bayi lahir, namun bisa juga tidak ditemukan sampai beberapa waktu setelah lahir karena perkembangan penyakitnya yang lambat. Katarak tipe polar anterior dan nuklear biasanya statis atau jarang mengalami perburukan.

Gejala katarak yang bisa terjadi, antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Penurunan penglihatan sampai kehilangan penglihatan total
  • Mata malas/lazy eye/ambliopia, katarak menghalangi cahaya untuk masuk dan diterima oleh mata. Kurangnya cahaya yang diterima mata berarti kurangnya stimulasi atau rangsangan yang diterima oleh mata. Hal ini mengganggu perkembangan mata. Jika salah satu mata tidak dapat menerima penglihatan yang fokus, maka otak akan lebih memilih bekerja pada mata yang lebih sehat sehingga mata yang sakit menjadi tidak berkembang. Keadaan inilah yang disebut sebagai mata malas.
  • Tampak bercak putih pada pupil mata

Penyebab

Sebagian kasus katarak kongenital tidak diketahui penyebabnya karena tidak ditemukan adanya riwayat penyakit atau pengobatan ibu sebelumnya. Namun ada beberapa faktor penyebab yang sudah diidentifikasi, seperti:

Diagnosis

Diagnosis penyakit katarak dapat dilakukan dengan menjalankan langkah-langkah berikut:

  • Evaluasi riwayat katarak pada keluarga, riwayat konsumsi obat pada ibu, riwayat penyakit ibu, catatan kelahiran (terutama berat badan).
  • Riwayat tumbuh kembang anak, untuk mengetahui adanya penyakit lain.
  • Pemberian obat pelebar pupil untuk dapat melihat adanya katarak dengan lebih jelas.
  • Pemeriksaan mata lengkap menggunakan oftalmoskop. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan pembiusan.
  • Hasil pemeriksaan red reflex negatif atau iregular.

Pengobatan

  • Obat-obatan: ditujukan untuk mencegah mata malas
  • Operasi: tidak semua katarak perlu dilakukan operasi. Katarak yang signifikan yaitu yang biasanya terletak di area penglihatan/visual, terutama yang di tengah dan berukuran lebih dari 3 mm membutuhkan operasi pengangkatan.

Untuk katarak yang signifikan tersebut, operasi merupakan terapi yang disarankan dilakukan sebelum usia 17 minggu untuk mencegah kerusakan mata. Untuk mencegah nistagmus dan mata malas, kebanyakan dokter mata bahkan memilih operasi lebih dini, yaitu sebelum umur dua bulan.

Pada orang dewasa, katarak biasanya timbul sebagai akibat dari proses penuaan. Mata dan penglihatan orang dewasa sudah terbentuk sempurna, sehingga jika katarak diobati misalnya dioperasi maka penglihatan bisa kembali normal. Sedangkan pada bayi dan anak-anak, mata masih mengalami perkembangan sehingga adanya katarak akan mengganggu proses perkembangan mata. Jika tidak terdeteksi dan tidak terobati segera, dapat mengakibatkan efek serius jangka panjang maupun permanen, seperti:

  • Mata malas
  • Nistagmus, yaitu pergerakan mata berulang dan tidak terkontrol
  • Strabismus (juling)
  • Tidak dapat memfokuskan pandangan pada satu obyek
  • Glaukoma, yaitu peningkatan tekanan pada mata
  • Penurunan penglihatan sampai kebutaan

Hal tersebut dapat berpengaruh pada aktivitas belajar sampai rasa percaya diri anak.

Pencegahan

  • Pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah penyakit kehamilan yang dapat menyebabkan bayi menjadi katarak.
  • Pemeriksaan mata bayi secara rutin agar dapat segera diketahui jika terdapat gejala katarak.
  • Pemeriksaan dan penanganan terhadap penyakit lain pada bayi, yang dapat menyebabkan katarak.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mencurigai ada gangguan penglihatan pada anak Anda, disarankan berkonsultasi dengan dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata. Jika didapatkan tanda-tanda katarak atau gangguan penglihatan lain, dokter akan merujuk ke dokter spesialis mata.

Dokter mata akan mengecek keadaan mata dan penglihatan bayi Anda secara lenkgap dan menilai seberapa besar pengaruh katarak tersebut pada penglihatan bayi Anda. Setelah itu, dokter akan menawarkan beberapa pilihan terapi sesuai dengan keadaan penglihatan bayi Anda yang telah dinilai saat pemeriksaan.

Jika dokter menemukan adanya kelainan atau penyakit lain pada bayi, maka dokter akan merujuk ke bagian spesialis anak.

Referensi

Departemen Kesehatan (2019). http://www.depkes.go.id/article/view/16011100003/katarak-sebabkan-50-kebutaan.html.
Diakses pada 6 Maret 2019.

American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus. https://www.aapos.org/terms/conditions/31.
Diakses pada 11 Desember 2018.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1210837-overview.
Diakses pada 11 Desember 2018.

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-pediatric-cataracts.
Diakses pada 11 Desember 2018.

Royal National Institute of Blind People. https://www.rnib.org.uk/eye-health/eye-conditions/congenital-cataracts.
Diakses pada 11 Desember 2018.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/congenital-cataracts.htm.
Diakses pada 11 Desember 2018.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4293928/.
Diakses pada 11 Desember 2018.

Back to Top