Mata katarak hanya dapat diobati secara efektif dengan operasi atau dengan mengganti ukuran kacamata
Katarak adalah penyakit mata yang ditandai dengan kaburnya penglihatan karena adanya pengeruhan pada lensa mata.

Katarak adalah penyakit mata yang ditandai dengan kaburnya penglihatan karena adanya pengeruhan pada lensa mata. Katarak sering dikaitkan dengan pertambahan usia karena biasanya terjadi pada lansia atau orang yang berusia diatas 60 tahun, tetapi katarak mungkin saja menyerang orang yang masih berusia muda. Katarak dapat menyebabkan kebutaan. Namun pada dasarnya katarak bukanlah penyakit menular dan dapat disembuhkan dengan cara operasi.

Ada beberapa jenis katarak menurut WebMD, yaitu katarak nuklear, katarak kortikal, katarak subkapsular posterior, katarak subkapsular anterior, katarak kongenital, katarak traumatik, katarak sekunder, katarak radiasi, katarak lamelar atau zonular, katarak polar posterior, katarak polar anterior, katarak pasca-vitrektomi, katarak pohon natal, katarak brunescent, dan katarak diabetik yang tampak seperti kepingan salju.

Menurut data terakhir dari WHO, katarak menyebabkan 51% dari kebutaan penduduk dunia, yang mewakili sekitar 20 juta orang (2010). Jumlah orang yang mengidap katarak diperkirakan semakin bertumbuh dari waktu ke waktu. Katarak merupakan penyebab penting dari lemahnya penglihatan baik di negara maju maupun negara berkembang. Di Indonesia, seperti dilansir dalam situs resmi Departemen Kesehatan, diperkirakan setiap tahun kasus katarak bertambah sekitar 250.000 orang/tahun.

Katarak tidak menyebabkan rasa sakit. Pada umumnya katarak berkembang secara perlahan-lahan. Seiring berjalannya waktu, katarak akan makin memburuk dan memunculkan sejumlah gejala yaitu:

  • Penglihatan menjadi kabur atau buram
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Mata semakin sensitif terhadap cahaya
  • Sering mengganti ukuran lensa kacamata
  • Saat melihat warna tidak seterang biasanya
  • Objek terlihat ganda

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko katarak antara lain:

  • Bertambahnya usia
  • Punya penyakit diabetes
  • Mata sering terpapar sinar matahari
  • Merokok
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Pernah mengalami cedera mata
  • Pernah melakukan operasi mata
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan

Untuk menentukan diagnosis katarak, dokter akan melihat riwayat kesehatan dan gejala yang muncul, serta melakukan pemeriksaan mata. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan dokter adalah:

  • Tes ketajaman visual. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik seseorang dapat membaca serangkaian huruf pada sebuah bagan. Mata akan diuji satu per satu, sementara mata yang lain yang tidak diperiksa akan ditutup. Dengan menggunakan grafik atau alat penampil dengan huruf yang semakin kecil, dokter akan menentukan apakah seseorang memiliki penglihatan yang baik atau menunjukkan ada tanda-tanda gangguan.
  • Pemeriksaan slit-lamp. Pemeriksaan dengan mikroskop khusus ini memungkinkan dokter untuk melihat adanya gangguan pada mata dengan lebih jelas karena dilengkapi cahaya yang menerangi kornea mata, iris, lensa mata, dan jarak antara iris dan kornea mata.
  • Pemeriksaan retina mata. Dokter akan memberikan obat tetes mata untuk membuat pupil membesar sehingga akan lebih mudah untuk memeriksa bagian retina. Dengan menggunakan alat yang bernama oftalmoskop, dokter akan memeriksa lensa mata untuk melihat tanda - tanda katarak.

Satu-satunya cara untuk mengobati katarak secara efektif adalah dengan operasi. Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan jika tidak mau menjalani operasi, di antaranya yaitu mengganti ukuran kacamata atau menggunakan lampu yang lebih terang saat membaca. Tetapi, jika masalah penglihatan semakin mengganggu kehidupan sehari-hari, seperti membaca atau saat menyetir mobil, penderita disarankan melakukan operasi. Jika katarak semakin memburuk dan tidak diobati, akan dapat menyebabkan kebutaan pada penderitanya.

Belum ada metode pencegahan yang pasti untuk katarak. Namun ada beberapa cara yang mungkin dapat menurunkan risiko penyakit katarak:

  • Mengonsumsi makanan yang memiliki antioksidan tinggi seperti vitamin C dan E
  • Berhenti merokok
  • Menggunakan kacamata hitam
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah
  • Rutin memeriksa mata

Temui dokter mata jika Anda mengalami gangguan penglihatan. Jika memang setelah dicek menunjukkan Anda memiliki katarak pada mata, dapat dirujuk kepada dokter spesialis yang dapat melakukan operasi katarak.

Yang dapat disiapkan oleh Anda adalah merinci gejala - gejala apa saja yang sudah dialami, membuat daftar obat-obatan, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi, membawa serta 1 anggota keluarga atau teman, dan membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter.

Dokter biasanya akan memberi beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan Anda mulai merasakan gejala-gejala tersebut?
  • Apakah Anda merasakan gejala-gejala tersebut tiap saat atau hanya sesekali?
  • Apakah Anda mengalami gangguan penglihatan pada pencahayaan yang terang?
  • Apakah gejala-gejala yang dialami bertambah parah?
  • Apakah masalah penglihatan Anda membuat anda mengalami kesulitan saat menyetir?
  • Apakah masalah penglihatan Anda membuat anda mengalami kesulitan saat membaca?
  • Apakah masalah penglihatan Anda membuat anda mengalami kesulitan saat melakukan pekerjaan anda?
  • Pernahkah Anda mengalami sakit mata atau melakukan operasi mata?
  • Pernahkah Anda didiagnosa mengidap penyakit mata, seperti peradangan pada iris?
  • Pernahkah Anda menerima terapi radiasi di kepala atau leher Anda?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id: http://www.depkes.go.id/article/view/16011100003/katarak-sebabkan-50-kebutaan.html

Diakses pada 9 Oktober 2018

WebMD.  https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/cataracts-types#1

Diakses pada 9 Oktober 2018

WHO. http://www.who.int/blindness/causes/priority/en/index1.hthttp://www.who.int/blindness/causes/priority/en/index1.htmlml

Diakses pada 9 Oktober 2018

Artikel Terkait