Jantung

Kardiomiopati

Diterbitkan: 23 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kardiomiopati
Penyakit kardiomiopati yang tidak segera diobati dapat berakibat fatal.
Kardiomiopati merupakan penyakit yang menyebabkan otot jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati memiliki beberapa jenis, yakni kardiomiopati Dilatasi, hipertropik, restriktif dan arrhythmogenic right ventricular dysplasia.Otot jantung yang meregang, menebal atau menjadi kaku dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga kardiomiopati dapat terjadi.Jika dibiarkan, kardiomiopati dapat berakibat fatal dengan komplikasi berupa aritmia, gagal jantung, masalah katup jantung dan kondisi kesehatan lainnya. Kardiomiopati tidak dapat disembuhkan, tetapi berpotensi dikendalikan dengan obat-obatan, perangkat medis, operasi, serta penyesuaian gaya hidup.Baca juga: Apa itu Katup Jantung dan Fungsinya?  
Kardiomiopati
Dokter spesialis Jantung
GejalaNyeri dada, jantung berdebar-debar, sesak napas 
Faktor risikoTekanan darah tinggi, obesitas, riwayat keluarga kardiomiopati
Metode diagnosisTes pencitraan, EKG, ekokardiogram
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan, operasi
ObatObat antihipertensi, beta bloker, diuretik
KomplikasiGagal jantung, penggumpalan darah, henti jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kardiomiopati
Gejala yang terjadi pada semua jenis kardiomiopati adalah sama. Apabila jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik, biasanya dapat menimbulkan gejala seperti:  
  • Sesak napas saat beraktivitas atau bahkan saat istirahat
  • Pusing
  • Sakit di dada
  • Jantung berdebar
  • Perut kembung karena ada penumpukan cairan di perut
  • Batuk ketika berbaring
  • Pingsan secara mendadak
  • Tekanan darah tinggi
  • Pembengkakan di kaki
  
Kardiomiopati dapat terjadi karena otot jantung yang membesar, menebal, atau menjadi kaku. Berdasarkan penyebabnya, kardiomiopati terdiri dari beberapa jenis, yakni:
  • Kardiomiopati Dilatasi
    Jenis kardiomiopati ini dapat terjadi karena otot jantung menebal dan melemah. Kondisi ini sering bermula di ventrikel kiri (bilik kiri) jantung yang menyebabkan menurunnya kemampuan jantung dalam memompa darah. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebar ke bagian jantung lainnya seperti ventrikel kanan bahkan ke atrium (serambi jantung).
  • Kardiomiopati Hipertropik
    Jenis kardiomiopati ini mengakibatkan penebalan otot jantung, terutama yang memengaruhi pompa jantung (ventrikel kiri) dan membuat jantung lebih sulit bekerja secara normal.
  • Kardiomiopati Restriktif
    Jenis kardiomiopati ini mengakibatkan otot jantung menjadi kaku dan tidak elastis. Hal ini mengakibatkan otot jantung tidak dapat mengembang dan memompa darah dengan baik.
  • Arrhythmogenic Right Ventricular Dysplasia
    Pada jenis kardiomiopati ini, otot jantung kanan bawah (ventrikel kanan) digantikan dengan jaringan parut yang memicu denyut jantung tidak teratur.
Adapun yang menjadi penyebab berubahnya otot jantung menjadi membesar, menebal atau kehilangan elastisitasnya belum diketahui secara pasti. Biasanya hal ini disebabkan oleh kondisi lain atau diturunkan oleh orangtua.Faktor risiko kardiomiopati meliputi:
  
Sebagai tindakan tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lalu menjalani beberapa tes untuk memastikan penyakit yang diderita pasien. Beberapa tes tersebut meliputi:
  • Rontgen dada (X-ray)
    Tes ini dapat memperlihatkan pembesaran pada jantung.
  • Cardiac MRI
    Tes ini digunakan untuk menggambarkan dan membantu mendiagnosis penyakit jantung dengan menggunakan medan magnet serta gelombang radio.
  • CT Scan
    Tes ini berfungsi untuk menggambarkan jantung dan dada untuk melihat fungsi jantung maupun katup jantung.
  • Echocardiogram
    Tes ini berfungsi untuk menggambarkan hati dan memperlihatkan ukuran serta denyut jantung. Hal ini juga dapat membantu dokter untuk menentukan penyebab gejala yang dialami dengan menggunakan gelombang suara.
  • Elektrokardiogram (EKG)
    EKG merupakan alat yang mempunyai sensor untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung dengan cara ditempelkan di dada. Tes ini dapat membantu untuk mendiagnosis detak jantung yang tidak normal dan gangguan pada jantung.

  • Tes treadmill
    Pada pemeriksaan ini, dokter akan memantau irama jantung, tekanan darah, dan pernapasan pasien di atas treadmill. Tujuannya, untuk mengevaluasi gejala, menentukan kemampuan pasien dalam berolahraga dan menentukan olahraga sebagai pemicu irama jantung yang tidak normal.

  • Kateterisasi jantung
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung pasien. Dokter akan memasukkan kateter, yakni tabung tipis dan panjang dengan kamera kecil pada ujungnya, ke dalam pembuluh darah di selangkangan, leher, atau lengan. Tabung ini kemudian diarahkan ke pembuluh darah jantung. Saat prosedur ini berlangsung, dokter juga dapat melakukan biopsi dengan mengambil sebagian kecil jaringan jantung pasien untuk dianalisis di laboratorium. Melalui tindakan tersebut, tekanan di dalam bilik jantung pasien dapat diukur untuk melihat kekuatan darah memompa melalui jantung.

  • Tes darah
    Pemeriksaan ini berfungsi untuk memastikan fungsi ginjal, tiroid, dan hati serta untuk mengukur kadar zat besi di dalam tubuh.

  • Tes genetik
    Kardiomiopati umumnya diwariskan secara turun-temurun. Pengujian genetik dapat menentukan penyebab kardiomiopati yang dipicu oleh faktor genetik.
Baca jawaban dokter: Apakah penderita kardiomiopati hipertrofik perlu melakukan pemeriksaan rutin? 
Pengobatan diberikan berdasarkan derajat kerusakan jantung dan gejala yang ditimbulkannya. Beberapa penanganan kardiomiopati meliputi:Penyesuaian gaya hidup dan obat-obatanDokter akan menyarankan pasien untuk:
  • Menerapkan diet yang sehat dan seimbang
  • Melakukan olahraga ringan secara teratur
  • Tidak merokok
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Menghindari atau mengurangi asupan alkohol
  • Tidur yang cukup
  • Mengelola stres
  • Mengobati atau mengelola penyakit yang dapat memicu kardiomiopati seperti diabetes atau hipertensi
  • Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan, misalnya:
    • Obat penghambat beta untuk mengobati detak jantung tidak teratur atau gagal jantung
    • Diuretik, sebagai pengobatan tekanan darah tinggi untuk menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh yang dapat menyebabkan pembengkakan
    • Antikoagulan seperti warfarin untuk mencegah penggumpalan darah
    • Obat-obatan untuk mengobati gagal jantung
Tindakan medisDokter mungkin akan merekomendasikan tindakan berupa:
  • Suntikan alkohol di jantung untuk mengurangi penebalan otot di septum (dinding yang membagi ventrikel jantung kanan dan kiri)
  • Miektomi septum, yakni operasi jantung untuk mengangkat bagian dari septum yang menebal
  • Ablasi aritmia, untuk pasien kardiomiopati dengan aritmia (gangguan irama jantung).
  • Alat pacu jantung yang ditanam dengan cara pembedahan untuk mencegah irama jantung abnormal mengancam jiwa
  • Transplantasi jantung, sebagai pilihan terakhir untuk menggantikan jantung yang rusak dengan yang sehat
 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, kardiomiopati dapat menyebabkan komplikasi terhadap jantung, berupa:
  • Gagal jantung, akibat jantung tidak cukup kuat untuk memompa darah
  • Penggumpalan darah yang dapat menghalangi aliran darah ke organ lain, termasuk jantung dan otak
  • Penyakit katup jantung yang berisiko menyebabkan terganggunya aliran darah.
  • Henti jantung dan kematian mendadak, karena kardiomiopati dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal. Hal tersebut dapat mengakibatkan pingsan atau, dalam beberapa kasus, kematian mendadak jika jantung berhenti berdetak.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini, di antaranya:
  • Tidak mengonsumsi alkohol maupun menyalahgunakan narkoba
  • Menjaga tekanan darah, kolesterol, dan diabetes tetap stabil
  • Diet yang sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Cukup tidur
Baca juga: Raih Jantung Sehat dengan Kebiasaan-kebiasaan Baik Ini 
Segera konsultasi ke dokter jika terjadi gejala seperti di atas. Apabila kardiomiopati terjadi secara tiba-tiba, segera bawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Tes apa saja yang saya butuhkan?
    • Obat apa yang saya perlukan?
    • Adakah penyebab yang lain?
    • Apa yang harus saya lakukan jika gejala tersebut kembali?
    • Adakah makanan yang harus saya hindari?
    • Haruskah saya menemui dokter spesialis?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kardiomiopati?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kardiomiopati agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/cardiomyopathy
Diakses pada 22 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/symptoms-causes/syc-20370709
Diakses pada 17 Desember 2020
Nhs. https://www.nhs.uk/conditions/cardiomyopathy/
Diakses pada 17 Desember 2020
Heart. https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults
Diakses pada 17 Desember 2020
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cardiomyopathy
Diakses pada 17 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email