Kardiomiopati

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Penyakit kardiomiopati yang tidak segera diobati dapat berakibat fatal.
Penyakit kardiomiopati yang tidak segera diobati dapat berakibat fatal.

Pengertian Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan penyakit yang menyebabkan otot jantung sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, kardiomiopati dapat berakibat fatal seperti gagal jantung. Ada beberapa jenis kardiomiopati yaitu kardiomiopati dilatasi, hipertrofik, dan restriktif.

Beberapa jenis kardiomiopati, diantaranya: 

  • Kardiomiopati Dilatasi
    Jenis kardiomiopati ini memengaruhi kemampuan pompa jantung ventrikel kiri (bilik kiri jantung) yang tidak dapat memompa darah keluar dari jantung secara efektif.
  • Kardiomiopati Hipertropik
    Jenis kardiomiopati ini mengakibatkan penebalan otot jantung, terutama yang memengaruhi pompa jantung (ventrikel kiri) yang membuat jantung lebih sulit bekerja secara normal.
  • Kardiomiopati Restriktif
    Jenis kardiomiopati ini mengakibatkan otot jantung menjadi kaku dan tidak elastis. Hal ini mengakibatkan otot jantung tidak dapat mengembang dan memompa darah dengan baik.
  • Arrhythmogenic Right Ventricular Dysplasia
    Pada jenis kardiomiopati ini, otot jantung kanan bawah (ventrikel kanan) digantikan dengan jaringan parut yang berdampak pada denyut jantung yang tidak teratur.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang terjadi pada semua jenis kardiomiopati adalah sama. Apabila jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik, biasanya dapat menimbulkan gejala seperti:  

  • Mudah lelah dan merasa lemah
  • Mengalami sesak napas paling sering saat berolahraga
  • Merasa pusing
  • Terasa sakit di dada
  • Jantung berdebar
  • Pingsan secara mendadak
  • Tekanan darah tinggi
  • Terjadi pembengkakan di kaki

Penyebab

Penyebab kardiomiopati belum diketahui secara pasti. Biasanya hal ini disebabkan oleh kondisi lain atau diturunkan oleh orangtua. Faktor risiko kardiomiopati adalah:

Diagnosis

Untuk pemeriksaan tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lalu menjalani beberapa tes untuk memastikan penyakit yang diderita. Beberapa tes tersebut meliputi:

  • X-ray
    Tes ini dapat memperlihatkan apakah terjadi pembesaran pada jantung.
  • Cardiac MRI
    Tes ini digunakan untuk menggambarkan dan membantu mendiagnosis penyakit jantung dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio.
  • CT Scan
    Tes ini berfungsi untuk menggambarkan jantung dan dada untuk melihat fungsi jantung dan katup jantung.
  • Echocardiogram
    Tes ini berfungsi untuk menggambarkan hati dan memperlihatkan ukuran serta denyut jantung. Hal ini juga dapat membantu dokter untuk menentukan penyebab gejala yang dialami dengan menggunakan gelombang suara.
  • Elektrokardiogram (EKG)
    EKG merupakan alat yang mempunyai sensor untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung dengan cara ditempelkan di dada. Tes ini dapat membantu untuk mendiagnosis detak jantung yang tidak normal dan gangguan yang ada pada jantung.
  • Tes Darah
    Berfungsi untuk memastikan fungsi ginjal, tiroid, dan hati serta untuk mengukur kadar zat besi di dalam tubuh.

Pengobatan

Pengobatan diberikan berdasarkan derajat kerusakan jantung dan gejala yang ditimbulkannya. Apabila gejala telah muncul, Anda perlu melakukan perubahan terhadap gaya hidup atau dengan cara mengonsumsi obat-obat tertentu. Kardiomiopati tidak dapat disembuhkan, tetapi Anda dapat mengendalikannya dengan:

  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat
  • Mengonsumsi obat untuk menjaga agar tidak terjadi pemicu kardiomiopati seperti tekanan darah tinggi, denyut jantung tidak teratur, penggumpalan darah, serta peradangan
  • Menggunakan alat yang ditanam dengan cara pembedahan alat pacu jantung dan defibrilator
  • Transplantasi jantung menjadi pilihan terakhir untuk menggantikan jantung yang rusak dengan yang sehat

Pencegahan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini, di antaranya:

  • Tidak mengonsumsi alkohol dan narkoba
  • Menjaga tekanan darah, kolesterol, dan diabetes tetap stabil
  • Diet yang sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Cukup tidur

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika terjadi gejala seperti di atas. Apabila kardiomiopati terjadi secara tiba-tiba, segera bawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu dilakukan terlebih dahulu, termasuk apa saja yang berhubungan dengan gejala yang dialami. Menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan lebih efektif. Berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan:

  • Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Obat apa yang saya perlukan?
  • Adakah penyebab yang lain?
  • Apa yang harus saya lakukan jika gejala tersebut kembali?
  • Adakah makanan yang harus saya hindari?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan agar dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Kapan mengalami gejala pertama kali?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi?
  • Apakah palpitasi terjadi secara tiba-tiba?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/cardiomyopathy
diakses pada 22 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/symptoms-causes/syc-20370709
diakses pada 22 November 2018.

Back to Top