Kardiomegali

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Pembesaran jantung karena kardiomegali menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah secara normal
Kardiomegali dapat mengakibatkan komplikasi seperti stroke atau gagal jantung.

Pengertian Kardiomegali

Kardiomegali bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi atau tanda yang disebabkan oleh kondisi medis lain. Terminologi “kardiomegali” mengacu pada pembesaran jantung yang terlihat pada tes pencitraan seperti foto rontgen thoraks (dada).

Kardiomegali adalah pembesaran pada jantung secara tidak normal. Hal ini terjadi karena otot bekerja terlalu keras dan mengakibatkan penebalan atau pelebaran bilik serta serambi pada jantung. Kondisi ini merupakan gejala dari cacat jantung, yang menyebabkan jantung bekerja terlalu keras seperti kardiomiopati, masalah katup jantung, atau tekanan darah tinggi. Pembesaran jantung mengakibatkan jantung tidak dapat memompa darah secara normal. Hal ini berdampak fatal dan mengakibatkan komplikasi seperti stroke atau gagal jantung.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Meski bersifat individual, gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak normal (aritmia)
  • Terjadi pembengkakan pada kaki dan pergelangannya (edema)
  • Mudah merasa lelah
  • Pusing

Terdapat pula gejala-gejala yang menandakan keadaan darurat, seperti :

  • Nyeri dada
  • Sesak napas yang berat
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada tubuh bagian atas seperti tangan, punggung, leher maupun rahang
  • Pingsan

Penyebab

Kardiomegali dapat disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan jantung harus bekerja keras lebih dari biasanya, atau kerusakan pada otot jantung. Terkadang, jantung dapat membesar dan menjadi lemah untuk alasan yang tidak diketahui (idiopatik).

Gangguan ini bisa disebabkan oleh kecacatan jantung saat lahir, serangan jantung atau detak jantung yang tidak normal (aritmia), yang dapat mengakibatkan jantung membesar dan kerusakan otot jantung, dan melemahkan jantung. Beberapa kondisi yang menyebabkan penyakit ini adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit katup jantung
  • Hipertensi pulmonal
  • Penyakit otot jantung (kardiomiopati)
  • Penumpukan cairan pada perikardium
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Gangguan tiroid seperti hipotiroid dan hipertiroiditis.
  • Kelebihan zat besi (hemokromatosis)
  • Penyakit langka yang dapat berdampak pada jantung seperti amiloidosis
  • Kelainan kongenital seperti defek septum atrium, defek septum ventrikel, coarctation of the aorta, patent ductus arteriosus, anomali ebstein dan tetralogy of fallot.

Anda akan lebih berpotensi terkena kardiomegali jika risiko untuk terserang penyakit jantung meningkat. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Gaya hidup yang pasif
  • Orangtua atau saudara kandung dengan kardiomegali
  • Pernah mengalami serangan jantung
  • Mempunyai gangguan metabolik seperti penyakit tiroid
  • Pengguna berat dari obat-obatan terlarang dan alkohol

Diagnosis

Untuk tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pengujian untuk melihat kondisi jantung dan fungsi jantung. Foto Rontgen thoraks (dada) merupakan pemeriksaan yang biasanya dilakukan pertama kali untuk melihat apakah terdapat pembesaran jantung. Selain itu, terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat membantu dokter dalam mendeteksi pembesaran ataupun gejala, yang diantaranya adalah:

Echocardiogram

Tes ini menggunakan gelombang suara dan bermanfaat untuk mendiagnosis serta memantau pembesaran jantung. Dengan pemeriksaan ini, keempat ruangan (dua serambi dan bilik masing-masing di kiri dan kanan) jantung dapat dievaluasi. Hasil echocardiogram dapat menentukan tingkat efisiensi pemompaan jantung. Selain itu, pemeriksaan ini pun mampu melihat ruangan jantung yang membesar, serta kemungkinan adanya penyakit jantung kongenital dan mencari bukti dari serangan jantung sebelumnya.

Elektrokardiogram

Tes ini berfungsi untuk memantau aktivitas listrik pada jantung dan melihat masalah pada irama   jantung serta kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan jantung.

Tes darah

Tes ini berfungsi untuk melihat zat-zat dalam darah yang dihasilkan oleh tubuh, dan dapat menyebabkan jantung membesar, seperti penyakit tiroid.

Tes stres

Tes ini berfungsi untuk memantau tekanan darah, detak jantung dan pernapasan saat Anda berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda statis. Hal ini dapat menunjukkan kinerja jantung pada saat melakukan aktivitas fisik.

Tes pencitraan

Tes ini dilakukan untuk memperlihatkan dan menggambarkan struktur jantung serta dada. Selain itu, tes pencitraan membantu dokter mendeteksi penyakit katup jantung atau peradangan. Tes yang direkomendasikan dokter adalah computerized tomography (CT) scan dengan X-ray serta magnetic resonance imaging (MRI).

Pengobatan

Sasaran utama dari pengobatan adalah penyebab kardiomegali. Pada awalnya, dokter akan melakukan perencanaan untuk pengobatan yang Anda perlukan untuk menghentikan penyebab pembesaran jantung, melalui:

  • ACE inhibitor, penghambat reseptor angiotensin (Angiotensin Receptor Blocker / ARB ), dan beta-blocker untuk menjaga tekanan darah
  • Obat antiaritmia, alat pacu jantung serta implan cardioverter-defibrillator (ICD), untuk menjaga detak jantung tetap stabil
  • Pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang bermasalah
  • Intervensi koroner (percutaneous coronary intervention), pencangkokan bypass arteri koroner (Coronary Artery Bypass Grafting - CABG) serta pemberian nitrat, untuk penyempitan arteri
  • Diuretik, beta-blocker untuk gagal jantung

Jika beberapa hal yang di atas tidak membawa perubahan positif, maka sebaiknya Anda melakukan transplantasi jantung. Langkah-langkah berikut ini pun bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung, sekaligus mencegah datangnya penyakit jantung.

  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Tidak mengonsumsi alkohol, kafeina, dan obat-obatan terlarang
  • Melakukan meditasi atau yoga untuk mengontrol stres

Pencegahan

Jika Anda mempunyai keluarga dengan riwayat kondisi yang menyebabkan kardiomegali, maka segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan dan pengobatan awal dapat mencegah kondisi penyakit tersebut memburuk dan menyebabkan kardiomegali.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, penyakit jantung yang semakin cepat terdeteksi, akan semakin mudah untuk diobati.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan persiapan yang harus Anda lakukan. Anda pun bisa menyiapkan daftar pertanyaan agar kunjungan lebih efektif. Berikut ini pertanyaan umum tentang kardiomegali yang bisa Anda ajukan kepada dokter.

  • Apa penyebab utama dari penyakit saya?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
  • Adakah pengobatan yang paling tepat?
  • Adakah hal yang harus saya hindari?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan. Sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas, agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini daftar pertanyaan yang mungkin diajukan.

  • Kapan Anda mengalami gejala ini pertama kali?
  • Apakah gejala berlangsung terus-menerus atau sesekali?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi Anda?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi Anda?
  • Seberapa beratkah gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda merokok?
  • Apakah Anda mengonsumsi alkohol? Jika iya, seberapa banyak?
  • Apakah Anda aktif berolahraga?
  • Apakah Anda didiagnosis dengan kondisi penyakit lain?
  • Apakah Anda mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit jantung?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/erythrocytosis
diakses pada 19 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436
diakses pada 19 November 2018.

Back to Top