logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Kembali ke Daftar Penyakit

Kardiomegali

12 Jun 2023

| Dedi Irawan

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

kardiomegali atau pembesaran jantung

Kardiomegali dapat mengakibatkan komplikasi seperti stroke atau gagal jantung

Pengertian kardiomegali

Kardiomegali adalah kondisi ukuran jantung lebih besar dari biasanya. Kondisi ini juga bisa membuat jantung menebal dan melebar akibat pembengkakan.

Kardiomegali bukanlah penyakit, tapi gejala dari kelainan atau kondisi penyakit jantung lain yang membuat otot jantung bekerja lebih keras. Contohnya, kardiomiopati, gangguan katup jantung, atau tekanan darah tinggi.

Pembesaran jantung juga bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung pada penyebabnya.

Dalam National Library of Medicine, dijelaskan bahwa kardiomegali membuat jantung kesulitan memompa dan mengalirkan darah secara efisien. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi jantung.

Tanda dan gejala kardiomegali

Gejala kardiomegali cukup bervariasi bahkan ada penderita yang tidak merasakannya.

Berikut adalah beberapa tanda atau gejala pembesaran jantung meliputi:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas, khususnya saat berbaring
  • Irama jantung tidak teratur (aritmia)
  • Jantung berdebar
  • Pembengkakan (edema) di perut atau kaki
  • Pusing
  • Kelelahan

Penyebab kardiomegali

Penyebab kardiomegali adalah jantung bekerja terlalu keras dari biasanya atau kerusakan pada otot jantung. Terkadang, jantung juga dapat membesar dan melemah tanpa alasan yang jelas.

Setiap penyakit yang membuat jantung bekerja lebih keras bisa membuat jantung membesar. Akibatnya, jantung tidak berfungsi dengan baik.

Biasanya, penyebab utama kardiomegali adalah penyakit jantung koroner yang bisa memicu serangan jantung. Sementara pemicu pembesaran atau pembengkakan jantung lainnya meliputi:

Faktor risiko kardiomegali

Beberapa ahli juga menyebutkan beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kardiomegali:

Diagnosis kardiomegali

Untuk mendiagnosis kondisi pembesaran jantung, dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, gaya hidup, dan kebiasaan berolahraga pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik, seperti mendengarkan detak jantung Anda dengan stetoskop.

Setelah itu, dokter akan menganjurkan sederet pemeriksaan berikut untuk memastikan diagnosis kardiomegali:

1. Tes darah

Tes darah dapat membantu mendiagnosis kondisi serta penyebab pembesaran jantung.

Apabila kardiomegali disertai dengan nyeri dada atau gejala serangan jantung lain, tes ini berfungsi memeriksa zat yang bisa menyebabkan kerusakan otot jantung.

2. Rontgen dada

Rontgen dada dilakukan untuk melihat kondisi paru-paru dan jantung penderita. Jika dari hasil gambar jantung tampak membesar dan bengkak, dokter akan melakukan pemeriksaan lain.

3. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram bertujuan mengukur aktivitas listrik jantung. Dokter akan menempelkan elektroda di area dada, lengan, atau kaki pasien, yang akan dihubungkan dengan komputer.

Pemeriksaan ini akan menunjukkan apakah jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat. Dokter juga bisa melihat pola tanda-tanda penebalan otot jantung (hipertrofi).

4. Ekokardiogram

Ekokardiogram adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar, ukuran, struktur, dan gerakan jantung. Fungsinya adalah menunjukkan sirkulasi aliran darah dan seberapa baik jantung bekerja.

5. Tes latihan stres

Tes latihan stres berfungsi melihat bagaimana respons jantung selama pasien beraktivitas. Dokter akan meminta pasien untuk mengendarai sepeda statis atau berjalan di atas treadmill.

6. Kateterisasi jantung

Pada prosedur kateterisasi jantung, dokter akan memasukkan tabung tipis (kateter) melalui pembuluh darah di lengan atau selangkangan, menuju arteri jantung.

Dokter lalu  menyuntikkan zat pewarna khusus agar arteri jantung terlihat lebih jelas. Biasanya, prosedur ini dilakukan bersamaan dengan EKG.

Fungsi kateterisasi jantung adalah mengukur tekanan di bilik jantung dan seberapa kuat jantung memompa darah. Jika dibutuhkan, dokter akan mengambil sedikit sampel dari jaringan pada jantung untuk diperiksa lebih lanjut (biopsi).

Advertisement

Cara mengobati kardiomegali

Pengobatan pembesaran jantung atau kardiomegali berfokus untuk mengelola kondisi sesuai dengan penyebabnya. Pasien juga disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat sebagai cara menjaga kesehatan jantung. Berikut adalah beberapa cara mengobati kardiomegali:

Obat medis

Jika penyebab kardiomegali adalah penyakit jantung, dokter bisa meresepkan beberapa pilihan obat berikut:

  • Obat diuretik untuk mengurangi jumlah kadar natrium dan air dalam tubuh
  • Obat hipertensi untuk menurunkan tekanan darah
  • Obat pengencer darah (antikoagulan) untuk mengurangi risiko penggumpalan darah
  • Obat antiaritmia untuk membantu mengontrol detak jantung

Prosedur atau operasi

Apabila obat-obatan tidak cukup untuk mengobati kardiomegali, dokter akan merekomendasikan prosedur medis tertentu atau tindakan operasi yang bisa berupa:

  • Alat pacu jantung (pacemaker), yakni perangkat kecil yang ditanamkan di dekat tulang selangka pasien untuk mengirimkan impuls listrik serta merangsang detak jantung normal.
  • Implantable cardioverter defibrillator (ICD), yakni alat yang akan ditanamkan di bawah kulit untuk mendeteksi aritmia dan menjadi alat kejut agar irama jantung kembali normal.
  • Operasi katup jantung jika kardiomegali disebabkan oleh penyakit katup jantung. Prosedur ini bertujuan memperbaiki atau mengganti katup jantung.
  • Operasi bypass koroner jika penyebab pembesaran jantung adalah penyumbatan di arteri koroner. Operasi ini berfungsi mengalihkan aliran darah di sekitar arteri.
  • Alat bantu ventrikel kiri (LVAD), yakni pompa mekanis implan untuk membantu memompa jantung.
  • Transplantasi jantung jika kardiomegali tidak dapat diobati dengan cara lain.

Komplikasi kardiomegali

Risiko komplikasi pembesaran jantung tergantung dari penyebab dan bagian jantung yang mengalaminya. Beberapa komplikasi kardiomegali yang bisa terjadi meliputi:

Cara mencegah kardiomegali

Cara mencegah kardiomegali sekaligus penyakit jantung dapat dilakukan melalui:

  • Rutin menjalani pemeriksaan medis bila mengalami kondisi yang berisiko memicu kardiomegali
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Tidak mengonsumsi alkohol, kafeina, dan obat-obatan terlarang
  • Melakukan meditasi atau yoga untuk mengontrol stres

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, penyakit jantung yang semakin cepat terdeteksi, akan semakin mudah untuk diobati.

Segera pergi ke rumah sakit jika mengalami gejala seperti nyeri dada, ketidaknyamanan di area tubuh bagian atas, sesak napas parah, pusing, atau pingsan. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.

 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kardiomegali?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kardiomegali agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

 

Advertisement

penyakit jantungsakit jantungdarah tinggipenyakit katup jantungkardiomiopati

Bagikan

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved