Jantung

Kardiomegali

01 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kardiomegali
Kardiomegali dapat mengakibatkan komplikasi seperti stroke atau gagal jantung
Kardiomegali adalah kondisi pembengkakan jantung. Kondisi ini bisa terlihat pada tes pencitraan seperti rontgen toraks (dada).Pembengkakan jantung ini biasanya diakibatkan oleh otot jantung yang bekerja terlalu keras. Akibatnya, terjadi penebalan atau pelebaran bilik dan serambi jantung.Kondisi ini merupakan gejala dari cacat atau kelainan jantung. Terlalu kerasnya kinerja jantung bisa disebabkan penyakit kardiomiopati, masalah katup jantung, atau tekanan darah tinggi.Pembesaran jantung mengakibatkan jantung tidak dapat memompa darah secara normal. Hal ini bisa berdampak fatal dan memicu komplikasi seperti stroke atau gagal jantung. 
Kardiomegali
Dokter spesialis Jantung
GejalaSesak napas, aritmia, edema
Faktor risikoHipertensi, obesitas, gaya hidup pasif
Metode diagnosisRontgen dada, ekokardiogram, EKG
PengobatanObat-obatan, operasi
KomplikasiGagal jantung, darah menggumpal, murmur jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kardiomegali
Meski bersifat individual, gejala yang mungkin muncul antara lain:
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak normal (aritmia)
  • Terjadi pembengkakan pada kaki dan pergelangannya (edema)
  • Mudah merasa lelah
  • Pusing
Terdapat pula gejala-gejala yang menandakan keadaan darurat, seperti :
  • Nyeri dada
  • Sesak napas yang berat
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada tubuh bagian atas seperti tangan, punggung, leher maupun rahang
  • Pingsan
 
Penyebab kardiomegali adalah jantung yang bekerja terlalu keras dan lebih dari biasanya, atau kerusakan pada otot jantung. Terkadang, jantung juga dapat membesar dan melemah tanpa alasan yang jelas (idiopatik).Gangguan ini bisa disebabkan oleh kecacatan jantung saat lahir, serangan jantung atau detak jantung yang tidak normal (aritmia), yang dapat mengakibatkan jantung membesar dan kerusakan otot jantung, dan melemahkan jantung. Beberapa kondisi yang menyebabkan penyakit ini adalah:
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit katup jantung
  • Hipertensi pulmonal
  • Penyakit otot jantung (kardiomiopati)
  • Penumpukan cairan pada perikardium
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Gangguan tiroid seperti hipotiroid dan hipertiroiditis
  • Kelebihan zat besi (hemokromatosis)
  • Penyakit langka yang dapat berdampak pada jantung seperti amiloidosis
  • Kelainan kongenital seperti defek septum atrium, defek septum ventrikel, coarctation of the aorta, patent ductus arteriosus, anomali ebstein dan tetralogy of fallot
Anda akan lebih berpotensi terkena kardiomegali jika risiko untuk terserang penyakit jantung meningkat. Faktor risiko tersebut meliputi:
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Gaya hidup yang pasif
  • Orangtua atau saudara kandung dengan kardiomegali
  • Pernah mengalami serangan jantung
  • Mempunyai gangguan metabolik seperti penyakit tiroid
  • Pengguna berat dari obat-obatan terlarang dan alkohol
 
Untuk menentukan diagnosis kardiomegali, dokter dapat melakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan fisik

Pada tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pengujian untuk melihat kondisi jantung dan fungsi jantung.
  • Rontgen thoraks (dada)

Rontgen dada merupakan pemeriksaan yang biasanya dilakukan pertama kali untuk melihat ada tidaknya pembesaran jantung.
  • Ekoardiogram

Ekoardiogram menggunakan gelombang suara untuk mendiagnosis dan memantau pembesaran jantung. Hasilnya dapat menentukan tingkat efisiensi pemompaan jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG berfungsi memantau aktivitas listrik pada jantung, melihat masalah pada irama jantung, serta kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan jantung.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mendeteksi zat-zat dalam darah yang dihasilkan oleh tubuh, dan dapat menyebabkan jantung membesar, seperti penyakit tiroid.
  • Stress test

Tes ini berfungsi memantau tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan saat Anda berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda statis. Haslinya dapat menunjukkan kinerja jantung selama melakukan aktivitas fisik.
  • Pencitraan

Pencitraan dilakukan untuk melihat gambaran struktur jantung dan rongga dada. Pemeriksaan ini juga membantu dokter dalam mendeteksi penyakit katup jantung atau peradangan. Tes yang direkomendasikan biasanya meliputi CT scan dan MRI. 
Sasaran utama dari pengobatan kardiomegali adalah mengatasi penyebab terjadinya kondisi ini. Pada awalnya, dokter akan melakukan perencanaan penanganan untuk menghentikan penyebab pembesaran jantung melalui:
  • Pemberian ACE inhibitor, angiotensin receptor blocker, dan beta-blocker untuk menjaga tekanan darah
  • Pemberian obat antiaritmia
  • Pemasangan alat pacu jantung dan implan cardioverter-defibrillator (ICD), untuk menjaga detak jantung tetap stabil
  • Operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang bermasalah
  • Percutaneous coronary intervention, coronary artery bypass grafting (CABG), dan pemberian nitrat, untuk mengatasi penyempitan arteri
  • Pemberian diuretik dan beta-blocker untuk mengatasi gagal jantung
  • Jika penanganan lain tidak memberikan hasil efektif, dokter bisa menyarankan transplantasi jantung
 

Komplikasi kardiomegali

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebbakan komplikasi berupa:
 
Cara mencegah kardiomegali sekaligus penyakit jantung dapat dilakukan melalui:
  • Rutin menjalani pemeriksaan medis bila mengalami kondisi yang berisiko memicu kardiomegali
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Tidak mengonsumsi alkohol, kafeina, dan obat-obatan terlarang
  • Melakukan meditasi atau yoga untuk mengontrol stres
 
Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, penyakit jantung yang semakin cepat terdeteksi, akan semakin mudah untuk diobati. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kardiomegali?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kardiomegali agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/erythrocytosis
Diakses pada 1 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email