Kulit & Kelamin

Kapalan (Callus)

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kapalan (Callus)
Kapalan menyebabkan penebalan kulit dan rasa tidak nyaman.
Kapalan atau callus adalah kulit yang menebal dan mengeras akibat gesekan atau tekanan secara terus menerus. Terkadang, kulit yang mengeras juga bisa berubah warna menjadi kekuningan atau menghitam.Penebalan kulit (hiperkeratosis) dapat terjadi di bagian tubuh mana pun. Namun, kapalan paling sering terjadi di telapak tangan, buku-buku jari, atau tumit kaki. Penyebab kapalan yang paling umum adalah memakai sepatu yang tidak pas.Kulit yang menebal bisa membuat tidak nyaman dan kadang muncul rasa sakit. Tak jarang, kapalan dapat berkembang menjadi kulit yang memerah dan melepuh.Meski begitu, callus pada umumnya bukanlah suatu kondisi yang berbahaya. Seiring waktu, kulit yang mengeras biasanya akan kembali seperti semula.Akan tetapi, pada beberapa kasus yang lebih parah penebalan kulit mungkin memerlukan waktu hingga bertahun-tahun untuk sembuh.
Kapalan (Callus)
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit menebal dan hitam pada bagian yang sering mengalami gesekan atau tekanan, misalnya pada tapak kaki atau telapak tangan, benjolan yang bulat atau berbentuk kerucut pada kulit
Faktor risikoKulit bergesekan dengan sesuatu, seperti tulang, sepatu, atau tanah.
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, mengambil sedikit sampel potongan kulit
PengobatanObat-obatan
ObatSalep atau krim yang mengandung asam salisilat, laktat amonium, atau urea
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Kapalan biasanya muncul di telapak kaki, terutama di tumit. Penebalan kulit juga bisa muncul di sekeliling mata kaki, lutut, atau di telapak tangan.Gejala kapalan di antaranya adalah:
  • Kulit menebal dan hitam pada bagian yang sering mengalami gesekan atau tekanan, misalnya pada tapak kaki atau telapak tangan
  • Benjolan pada kulit yang keras dan berbentuk bulat atau kerucut, sering kali kulit tersebut juga teriritasi.
  • Permukaan kulit kering, bersisik, atau terkelupas.
  • Kapalan biasanya berukuran lebih besar dari biji jagung.
  • Kulit yang menebal biasanya mati rasa atau kurang sensitif terhadap sentuhan
  • Menyebabkan rasa nyeri pada kaki, mengganggu saat berjalan atau beraktivitas.
  • Kulit menjadi kemerahan atau melepuh.
Penyebab kapalan adalah gesekan pada kulit yang terjadi secara terus menerus dalam jangka panjang. Sebagai contoh adalah gesekan antara kulit telapak kaki dan bagian sol dalam sepatu atau telapak kaki dengan permukaan tanah.Kegiatan seperti berlari juga dapat menyebabkan kapalan di kaki. Callus sering terbentuk di atas mata kaki karena area tersebut menahan sebagian besar berat tubuh ketika berjalan atau berlari. Oleh karenanya, atlet sangat rentan mengalami callus.Penyebab kapalan lainnya adalah:
  • Kulit kering.
  • Memakai sepatu yang tidak pas.
  • Tidak memakai kaus kaki saat bersepatu.
  • Sering memainkan instrumen musik atau menggunakan alat pertukangan; Kapalan juga sering ditemukan di tangan pemain gitar, pesenam, atlet angkat besi, atau pengrajin.
Baca juga: Kapalan di Kaki Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terbentuknya callus, antara lain:
  • Mengidap kondisi medis yang mengubah keselarasan normal tulang di kaki. Misalnya, radang sendi (arthtitis), bunion, taji tulang (osteofit), atau hammertoes.
  • Sering berjalan tanpa alas kaki.
  • Perokok
  • Kebiasaan menekan saat menulis
Diagnosis terhadap kapalan dapat dilakukan dengan sejumlah pemeriksaan berikut ini:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
Dokter akan mengamati penebalan pada kulit dan menanyakan gejala yang dirasakan.
  • Sampel kulit
Selain itu, dokter juga mungkin akan mengambil sedikit sampel potongan kulit. Jika kulit pada area yang diambil tersebut berdarah, kemungkinan kondisi yang diderita bukan kapalan. Ini bisa jadi kutil (warts).
  • Foto rontgen
Pemeriksaan dengan foto rontgen juga dapat dilakukan jika dokter mencurigai kelainan fisik lainnya terutama pada tulang
Kapalan biasanya akan hilang sendiri saat gesekan atau tekanan pada kulit yang kapalan dihentikan. Oleh karena itu, umumnya tidak diperlukan obat kapalan khusus.Namun, pengobatan kapalan dapat direkomendasikan oleh dokter atau spesial penyakit kaki (podiatrist)setelah mengidentifikasi penyebabnya.Jika kondisi ini tak kunjung hilang, dokter dapat mengangkat penebalan kulit tersebut menggunakan pisau bedah. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit dan akan membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang diderita pasien.Selain itu, dokter atau podiatrist juga akan menyarankan cara menghilangkan kapalan di rumah, yaitu dengan:
  • Rendam callus dalam air hangat. Lakukan ini sekitar 5-10 menit setiap hari sampai kulit melunak.
  • Kikir kulit yang mengeras dengan batu apung (pumice). Caranya, celupkan batu apung ke dalam air hangat, lalu gosok callus dengan lembut menggunakan batu tersebut. Gosok dengan gerakan melingkar atau menyamping agar kulit mati dapat terangkat.
  • Berhati-hatilah agar jangan sampai terlalu banyak kulit yang mengelupas. Mengikir secara berlebihan membuat kulit yang sehat lebih mudah mengalami perdarahan dan infeksi.
  • Oleskan losion atau krim pelembab ke area tersebut setiap hari. Cari losion atau krim pelembab yang mengandung asam salisilat, amonium laktat, atau urea. Bahan-bahan tersebut akan membantu melunakkan kulit keras secara bertahap.
  • Gunakan bantalan (padding) atau sol sepatu khusus. Untuk melindungi kapalan dari iritasi selama beraktivitas, tutupi kapalan dengan bantalan di sekitar kapalan. Biasanya apotek menyediakan bantalan atau sol sepatu khusus untuk kapalan tersebut.
  • Kenakan sepatu yang pas. Untuk menggunakan sepatu yang pas, belilah sepatu di penghujung hari, saat biasanya kaki sedikit bengkak. Selain itu, mintalah pelayan toko sepatu untuk mengukur kaki Anda. Pilih sepatu yang tidak terlalu longgar atau ketat.
  • Jaga agar kuku kaki tetap pendek. Kuku kaki yang terlalu panjang dapat memaksa jari-jari kaki untuk mendorong sepatu.
  • Gunakan perban atau plester jika terbiasa membawa beban berat, seperti atlet angkat besi
Baca juga: Kenali Cara Penggunaan Batu Apung untuk Mandi    

Komplikasi

Kapalan yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, antara lain:
  • Penebalan kulit makin bertambah besar atau meluas.
  • Area kapalan membengkak.
  • Kulit pecah-pecah.
  • Kulit berubah warna; kulit menebal dan hitam.
  • Kulit terinfeksi hingga terasa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari
Langkah-langkah untuk mencegah kapalan, di antaranya adalah:
  • Gunakan sepatu dan kaos kaki yang nyaman
  • Gunakan selalu kaos kaki saat bersepatu.
  • Memakai sarung tangan saat olahraga angkat beban, berkebun atau pekerjaan fisik lain yang menghasilkan gesekan.
  • Gunakan pelembap kulit secara teratur.
  • Rajin memotong kuku.
Baca jawaban dokter: Bagaimana tips menggunakan sepatu hak tinggi bebas kapalan?
Segera berkonsultasi pada dokter jika kapalan menjadi sangat sakit atau meradang.Jika anda merupakan penderita diabetes atau hipertensi, konsultasikan dengan dokter sebelum mengobati kondisi ini. Hal ini dapat mengakibatkan cedera ringan pada kaki dan luka terbuka yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kapalan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kapalan agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/treat-corns-calluses
diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/corns
diakses pada 28 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/symptoms-causes/syc-20355946
diakses pada 28 November 2018
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/corns/article.htm
diakses pada 28 November 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16896-corns-and-calluses
diakses pada 11 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/corns-and-calluses/
diakses pada 28 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/corns-and-calluses-directory
diakses pada 28 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email