Kantuk adalah perasaan mengantuk yang berlebih dan terjadi pada siang hari

Kantuk merujuk pada perasaan mengantuk yang tidak normal, yang terjadi pada siang hari. Seseorang yang mengantuk, dapat tidur dalam situasi apapun dan di mana saja meski waktunya tidak tepat. 

Selain itu, rasa kantuk yang berlebihan bisa saja merupakan tanda dari adanya gangguan tidurDepresi, stres, kecemasan, dan kebosanan juga dapat berkontribusi. Masalah-masalah ini menyebabkan Anda mengalami kelelahan, sehingga rentan diserang kantuk.

Kantuk dapat menjadi masalah medis apabila hal ini sudah mengganggu pekerjaan atau fungsi sosial penderitanya. Mengantuk juga termasuk penyebab utama di balik kecelakaan kendaraan bermotor, gangguan belajar di sekolah, dan depresi.

Sesuai namanya, gejala kantuk yang utama adalah mengantuk di siang hari. Sementara gejala-gejala lainnya bisa berupa:

  • Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dan terjadi secara konsisten
  • Tertidur saat mengemudi
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi waktu bekerja, belajar di sekolah, maupun di rumah
  • Mengalami kesulitan mengingat
  • Respons yang lambat
  • Berusaha untuk tetap terjaga, seperti ketika menonton TV atau membaca buku
  • Kesulitan mengendalikan emosi
  • Harus tidur siang hampir setiap hari
  • Sakit kepala di pagi hari yang disertai rasa kantuk. Gejala ini mungkin saja menandakan adanya gangguan yang berpotensi lebih serius.
  • Rasa ingin tidur terus di siang hari.
  • Mudah tertidur di siang hari. 
  • Penurunan produktivitas sekolah atau pekerjaan.

Penyebab kantuk dapat dibagi menjadi 3 jenis di bawah ini:

  • Siklus tidur dan bangun

Pada umumnya, tubuh memiliki 2 periode untuk mengalami kantuk secara alami. Pertama, selama jam larut malam (antara tengah malam sampai pukul 7 pagi). Kedua, selama siang hari (antara pukul 1 siang hingga 4 sore).

Jika seseorang terjaga pada jam-jam tersebut, ia memiliki risiko lebih tinggi untuk cepat mengantuk dan tidur secara tidak sengaja. Terutama ketika orang tersebut kurang tidur.

  • Durasi tidur yang tidak cukup

Orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7-9 jam per hari. Seseorang yang tidak memiliki waktu tidur yang kurang akan lebih cepat mengantuk di siang hari.

  • Gangguan tidur

Gangguan tidur juga dapat menyebabkan masalah kantuk. Misalnya, seperti sleep apnea, narkolepsirestless legs syndrome, dan insomnia.

  • Sleep apnea adalah gangguan serius di mana pernapasan seseorang terganggu selama tidur. Gangguan ini penderita terbangun berkali-kali di malam hari dan mengalami masalah kantuk di siang hari.
  • Narkolepsi memicu kantuk yang berlebihan pada siang hari, bahkan setelah Anda cukup tidur di malam hari.
  • Restless legs syndrome (RLS) menyebabkan seseorang mengalami sensasi yang tidak menyenangkan di kaki. Sensasi ini sering terjadi di malam hari, sehingga penderita bisa kesulitan untuk terlelap, yang menyebabkannya mengantuk di siang hari.
  • Insomnia adalah persepsi tentang kualitas tidur yang buruk karena kesulitan tidur, terbangun pada malam hari dan sukar untuk tidur kembali, bangun terlalu pagi, atau tidur yang tidak lelap.
  • Nyeri jangka panjang

Jenis nyeri ini dapat disebabkan oleh penyakit kronis. Mulai dari asma, gagal jantung kongestif, rheumatoid arthritis, diabetes, hingga gangguan kronis menyakitkan lainnya.

  • Kondisi medis tertentu

Mononucleosis dan chronic fatigue syndrome merupakan contohnya.

  • Jam dan jadwal kerja

Jam kerja yang panjang atau jadwal kerja dalam bentuk sif (bergantian) di malam hari juga bisa memicu kantuk di siang hari.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Contoh obat yang dapat berpengaruh meliputi obat tidur, obat penenang, obat alergi, serta obat hipertensi.

  • Perubahan kadar natrium dalam darah

Kondisi ini bisa berupa hiponatremia (kekurangan nartium) atau hipernatremia (kelebihan natrium)

  • Konsumsi kafein

Kafein pada kopi, teh, minuman bersoda, atau dalam obat-obatan dapat membuat orang sulit untuk jatuh tidur maupun tetap tertidur. Sebagai akibatnya, ia bisa mengalami kantuk di keesokan harinya.

  • Terlalu banyak kadar kalsium dalam darah

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut hiperkalsemia.

  • Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana tubuh memiliki kadar hormon tiroid yang lebih rendah dari normal. Penyebabnya adalah kurang atau tidak aktifnya kelenjar tiroid.

  • Gangguan mental

Gangguan kejiwaan juga bisa berdampak pada munculnya rasa kantuk yang tidak normal. Misalnya, stres, gangguan kecemasan, dan depresi.

  • Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan gangguan tidur pada malam hari, sehingga Anda akan mengalami mengantuk di siang hari.

  • Pengaruh nikotin dari rokok atau nicotine patch

Nikotin dari rokok atau nicotine patch yang ditempelkan pada kulit termasuk stimulan, sehingga dapat membuat orang sulit untuk tidur maupun tetap tertidur.

Pada tahap awal, dokter akan meminta Anda untuk menjelaskan rasa kantuk yang mendera Anda. Dokter juga bisa menanyakan faktor-faktor risiko yang mungkin melatarbelakanginya. Mulai dari kebiasaan dan durasi tidur, ada tidaknya kondisi mendengkur, serta frekuensi tidur siang maupun kemunculan rasa kantuk di siang hari.

Jika penyebab kantuk Anda tidak diketahui secara jelas, dokter bisa menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang di bawah ini:

  • Tes darah berupa hitung darah lengkap (complete blood count/CBC)
  • Tes urine
  • Electroencephalogram (EEG)
  • CT scan kepala
  • Polisomnografi atau tes pengamatan tidur

Apabila dokter mencurigai adanya sleep apnearestless leg syndrome, atau gangguan tidur lain, pasien akan disarankan untuk menjalankan pemeriksaan kualitas tidur.

Pada tes kualitas tidur, pasien diminta tidur di rumah sakit agar bisa diawasi. Tekanan darah, denyut jantung, laju pernapasan, oksigenasi, gelombang otak, serta gerakan tubuh tertentu akan dipantau oleh para ahli medis. Dengan ini, tanda-tanda gangguan tidur bisa diketahui.

Pengobatan kantuk akan dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Apa sajakah penanganannya?

Penanganan kantuk di rumah

Umumnya, langkah untuk mengatasi rasa kantuk dan memperbaiki kualitas tidur dapat dilakukan lewat pengobatan mandiri di rumah dengan cara-cara berikut:

  • Membuat jadwal tidur yang rutin dengan durasi tidur minimal 8 jam per hari
  • Tidak bekerja secara berlebihan, khususnya pada malam hari
  • Mengurangi atau menghindari kondisi yang memicu stres, depresi, kecemasan atau rasa bosan.
  • Hindari konsumsi kafein berlebih
  • Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman
  • Pastikan tenang pada kondisi sebelum tidur, misalnya matikan TV, radio dan gadget 
  • Lakukan meditasi agar tenang dan memiliki kualitas tidur yang baik

Penanganan kantuk dari dokter

Perawatan medis akan dilakukan ketika Anda melakukan janji temu dengan dokter. Biasanya, dokter akan menyelidiki penyebab mengantuk dengan melakukan tanya jawab detail mengenai kondisi Anda.

Selanjutnya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk membuat catatan mengenai kebiasaan tidur Anda selama beberapa hari serta tindakan yang Anda lakukan ketika mengantuk pada siang hari.

Jika mencurigai bahwa penyebab utamanya adalah masalah psikologis, dokter akan merujuk Anda ke psikolog.

Dokter juga dapat meminta Anda untuk menghindari atau mengganti obat yang mungkin memicu efek samping berupa kantuk. Selain itu, dokter pun bisa mengubah dosisnya.

Jangan menganggap remeh kondisi kantuk, karena dapat menyebabkan kondisi berbahaya seperti hipersomnia atau kantuk berlebihan apalagi jika Anda harus melakukan kegiatan yang butuh fokus tinggi seperti menyetir dan mengoperasikan mesin.

Untuk menghindari rasa kantuk di siang hari, Anda dianjurkan untuk:

  • Tidur dengan durasi minimal 8 jam per hari
  • Menjaga pola tidur Anda agar tetap teratur
  • Mengelola stres dan depresi
  • Mengubah gaya hidup agar tidak terlalu aktif

Hubungi dokter apabila Anda mengantuk setelah memulai pengobatan baru, mengonsumsi obat secara overdosis, mengalami cedera kepala, dan gejala berbahaya lainnya.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter bisa mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Bagaimana dengan kualitas tidur Anda?
  • Berapa jam Anda tidur dalam sehari?
  • Apakah Anda mendengkur saat tidur?
  • Apakah Anda sering tertidur secara tidak sengaja di siang hari (misalnya ketika sedang menonton televisi). Jika iya, apakah Anda merasa segar ketika bangun? Seberapa sering kondisi ini terjadi?
  • Apakah Anda sedang depresi, cemas, stres atau bosan?
  • Obat apa saja yang sedang Anda konsumsi?
  • Adakah gejala lain yang ada rasakan?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini akan memastikan penyebab kantuk, sehingga penanganan bisa diberikan secara tepat.

Drugs.com. https://www.drugs.com/symptom/daytime-drowsiness-1.html
Diakses pada 21 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/drowsiness
Diakses pada 21 Januari 2020

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/problem_sleepiness/article.htm#problem_sleepiness_facts
Diakses pada 21 Januari 2020

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/003208.htm
Diakses pada 21 Januari 2020

Artikel Terkait