Kantuk adalah perasaan mengantuk yang berlebih dan terjadi pada siang hari

Kantuk merujuk pada perasaan mengantuk yang tidak normal yang terjadi pada siang hari. Seseorang yang mengantuk, dapat tidur dalam situasi apapun dan dimana saja meskipun  pada waktu yang tidak tepat. Selain itu, rasa kantuk yang berlebihan bisa jadi merupakan tanda dari adanya gangguan tidur. Depresi, stres, kecemasan dan kebosanan juga dapat berkontribusi pada rasa kantuk yang berlebihan. Akibatnya, akan menyebabkan kelelahan dan keletihan.

Untuk kasus kantuk gejala yang paling umum adalah mengantuk di siang hari. Adapun gejala lainnya adalah seperti berikut:

  • Tidak cukup tidur atau kualitas tidur buruk secara konsisten
  • Tertidur saat mengemudi
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi waktu bekerja, sekolah atau dirumah
  • Mengalami kesulitan mengingat dan respon lambat
  • Berusaha untuk tetap terjaga, seperti contoh ketika menonton TV atau membaca buku
  • Kesulitan mengontrol emosi
  • Harus tidur siang hampir setiap hari
  • Sakit kepala di pagi hari dengan rasa kantuk, namun jika mengalami kondisi ini memungkinkan Anda memiliki gangguan yang berpotensi lebih serius. Sehingga Anda dianjurkan untuk menghubungi dokter.

Penyebab kantuk dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  1. Siklus tidur dan bangun, pada umumnya tubuh memiliki periode untuk mengalami kantuk secara alami yaitu pertama, selama jam larut malam yaitu antara tengah malam sampai jam 7 pagi. Kedua, selama siang hari yaitu pada jam 1 siang sampai 4 sore. Akan tetapi jika seseorang terjaga pada jam-jam tersebut maka akan memiliki risiko lebih tinggi untuk cepat mengantuk dan tidur secara tidak sengaja terutama ketika orang tersebut tidak cukup tidur.
  2. Tidur tidak cukup, artinya seseorang tidak memiliki waktu tidur yang cukup (umumnya 8 – 8.5 jam perhari) yang mengakibatkan seseorang cepat mengantuk.
  3. Gangguan tidur, seperti sleep apnea, narkolepsi, restless legs syndrome dan insomnia dapat menyebabkan masalah kantuk.
  • Sleep apnea adalah gangguan serius di mana pernapasan seseorang terganggu selama tidur, menyebabkan seseorang tersebut terbangun berkali-kali di malam hari dan mengalami masalah kantuk di siang hari.
  • Narkolepsi memiliki rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari, bahkan setelah cukup tidur di malam hari.
  • Restless legs syndrome (RLS) menyebabkan seseorang mengalami sensasi yang tidak menyenangkan di kaki. Sensasi ini sering terjadi di malam hari, sehingga sulit bagi orang dengan penderita RLS untuk tertidur, yang menyebabkan masalah kantuk di siang hari.
  • Insomnia adalah persepsi tentang kualitas tidur yang buruk karena kesulitan tidur, bangun pada malam hari dan kesulitan untuk tidur kembali, bangun terlalu awal pada pagi hari, atau tidur yang tidak lelap.

 

Adapun penyebab lain dari kantuk adalah sebagai berikut:

  • Nyeri jangka panjang yang dapat disebabkan oleh penyakit kronis seperti asma, gagal jantung kongestif, rheumatoid arthritis, diabetes dan gangguan kronis menyakitkan lainnya.
  • Kondisi medis seperti infeksi mononucleosis dan chronic fatigue syndrome.
  • Bekerja dengan jam kerja yang panjang atau jadwal kerja yang bergantian (malam hari, akhir pekan).
  • Perubahan kadar natrium dalam darah (Hiponatremia atau Hipernatremia)
  • Mengonsumsi obat-obatan seperti obat tidur, obat penenang, obat alergi, obat untuk mengobati darah tinggi.
  • Terlalu banyak kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia).
  • Tiroid yang kurang atau tidak aktif (hipotirod).
  • Kondisi mental seperti stres, kecemasan, depresi, dan kebosanan.
  • Konsumsi alkohol dapat menyebabkan gangguan tidur pada malam hari.
  • Kafein pada kopi, teh dan minuman bersoda atau pada obat-obatan dapat membuat orang sulit untuk jatuh tidur dan tetap tertidur.
  • Nikotin dari rokok atau nicotine patch yang ditempelkan pada kulit adalah stimulan, sehingga akan membuat orang sulit untuk tidur dan tetap tertidur

Untuk mengobati rasa kantuk dilakukan sesuai dengan penyebab dari adanya rasa kantuk tersebut, seperti dengan melakukan hal sebagai berikut:

  • Pengobatan sendiri, yaitu dengan membuat jadwal tidur secara rutin dengan tidur minimal 8 jam per hari, tidak bekerja secara berlebihan khususnya pada malam hari, mengurangi atau menghindari kondisi yang membuat Anda stres, depresi, cemas atau bosan.
  • Perawatan medis, dilakukan ketika Anda melakukan janji temu dengan dokter. Biasanya, dokter akan mengidentifikasikan penyebab kantuk Anda dengan melakukan tanya jawab mengenai kondisi Anda. Adapun pertanyaan tersebut antara lain mengenai kebiasaan tidur, jumlah jam tidur per hari, apakah Anda mendengkur, seberapa sering Anda tidur pada siang hari dan seberapa sering anda mengantuk pada siang hari. Selanjutnya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk membuat catatan riwayat mengenai tidur Anda selama beberapa hari dan pada yang Anda lakukan ketika mengantuk pada siang hari. Setelah itu, jika dokter mencurigai bahwa penyebab utamanya adalah permasalahan psikologis, maka dokter akan membawa anda untuk menemui terapis atau psikolog.
  • Menghindari atau menukar obat yang memiliki efek samping yang dapat menyebabkan kantuk atau mengubah dosis sesuai dengan resep yang dokter berikan

Namun, jika penyebab kantuk anda tidak diketahui secara jelas, maka anda akan menjalani beberapa pemeriksaan sebagai  berikut:

  • Hitung darah lengkap (CBC – complete blood count)
  • Tes urin
  • Electroencephalogram (EEG)
  • CT scan kepala

Jika dokter mencurigai adanya sleep apnea, restless leg syndrome atau gangguan tidur lainnya, maka akan disarankan untuk menjalankan pemeriksaan kualitas tidur, yang biasanya dilakukan dengan tidur ( menginap ) di rumah sakit atau pusat tidur dan dipantau oleh ahli yang menangani masalah gangguan tidur. Tekanan darah, denyut jantung, ritme jantung, laju pernapasan, oksigenasi, gelombang otak dan gerakan tubuh tertentu akan dipantau selama semalaman untuk tanda – tanda dari gangguan tidur.

Untuk menghindari rasa kantuk, Anda dianjurkan untuk dapat tidur secara teratur dengan minimal tidur 8 jam perhari dan menjaga pola tidur anda. Beberapa orang mungkin membutuhkan lebih, terutama pada orang dengan kondisi medis tertentu atau yang memiliki gaya hidup yang sangat aktif.

Bicaralah segera dengan dokter Anda jika Anda mengalami perubahan suasana hati, tanda-tanda depresi, atau perasaan stres dan kecemasan yang tidak terkendali.

Segera carilah pertolongan medis  jika Anda merasa mengantuk setelah Anda memulai pengobatan baru, mengonsumsi obat secara overdosis, mengalami cedera kepala, dan gejala berbahaya lainnya.

Saat anda melakukan janji temu dengan dokter atau profesional medis, dokter akan memeriksa keadaan Anda untuk menentukan penyebab rasa kantuk Anda. Serta terdapat beberapa pertanyaan yang wajib Anda bawa, seperti:

  • Seberapa baik tidur Anda?
  • Berapa jam Anda tidur dalam sehari ?
  • Apakah Anda mendengkur saat tidur?
  • Apakah Anda sering tertidur secara tidak sengaja di siang hari ( seperti ketika sedang menonton TV atau membaca ). Jika iya, apakah Anda merasa segar ketika bangun? Seberapa sering ini terjadi ?
  • Apakah Anda sedang depresi, cemas, stres atau bosan?
  • Obat apa yang sedang Anda konsumsi?
  • Adakah gejala lain yang ada rasakan? jika ada, apa saja?

Selain itu, dokter juga dapat melakukan beberapa tes, jika diperlukan, seperti sebagai berikut :

  • Tes darah (seperti CBC dan diferensial darah, kadar gula darah, elektrolit, dan kadar hormon tiroid)
  • CT scan kepala
  • Electroencephalogram (EEG)
  • Studi tidur
  • Tes urin (seperti urinalisis)

Drugs.com. https://www.drugs.com/symptom/daytime-drowsiness-1.html
Diakses pada 9 Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/drowsiness
Diakses pada 9 Januari 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/problem_sleepiness/article.htm#problem_sleepiness_facts
Diakses pada 9 Januari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/003208.htm
Diakses pada 9 Januari 2019

Artikel Terkait