Kanker

Kanker Vulva

31 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kanker Vulva
Kanker vulva berbentuk benjolan dan biasanya terasa nyeri atau gatal
Kanker vulva adalah jenis kanker yang menyerang area vulva, yaitu bagian luar alat kelamin perempuan. Vulva merupakan area kulit yang mengelilingi lubang kencing maupun vagina, termasuk labia mayora dan minora (bibir vagina), serta klitoris.Kanker pada vulva biasanya muncul dengan tanda berupa benjolan atau luka yang nyeri di vulva, dan menimbulkan rasa gatal.Kanker vulva tergolong jarang terjadi dan berkembang perlahan-lahan hingga bertahun-tahun. Awalnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun.Kanker ini lebih sering dialami oleh wanita yang pernah mengalami infeksi HPV (human papilloma virus) dan kutil kelamin.Kanker vulva umumnya menyerang perempuan dewasa. Penyakit kanker ini sering membutuhkan terapi berupa operasi untuk mengangkat sel kanker dan sedikit jaringan di sekitarnya. Namun terkadang, operasinya melibatkan pengangkatan seluruh vulva.Semakin cepat kanker vulva terdeteksi, kemungkinan operasi penangkatan yang lebih luas untuk mengatasinya akan semakin kecil. 

Jenis-jenis kanker vulva

Kanker vulva bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis berikut:

Karsinoma sel skuamosa

Jenis kanker vulva yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa. Kanker ini bermula pada sel skuamosa yang merupakan jenis utama sel kulit. Terdapat beberapa subtipe dari karsinoma ini, yaitu:
  • Jenis keratinisasi

Jenis ini paling umum terjadi dan menyerang perempuan berusia lanjut. Kanker vulva jenis ini tidak memiliki hubungan  dengan infeksi yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).
  • Jenis basaloid

Jenis ini lebih sering ditemukan pada wanita muda dengan infeksi HPV.
  • Jenis karsinoma verukosa

Jenis karsinoma verukosa jarang terjadi, tetapi penting untuk dikenali. Pasalnya, pertumbuhan kanker ini lambat dan cenderung mempunyai harapan kesembuhan yang baik.Kanker ini muncul seperti kutil berukuran besar dan memerlukan pemeriksaan biopsi untuk memastikan tingkat keparahannya.

Adenokarsinoma

Kanker yang bermula pada sel kelenjar yang disebut adenokarsinoma. Vulva adenokarsinoma paling sering berawal pada kelenjar Bartholin yang berada di dalam pembukaan vagina.Kanker kelenjar Bartholin biasanya dicurigai sebagai kista (penumpukan cairan di dalam kelenjar). Maka dari itu, diperlukan waktu yang cukup lama untuk memastikan penyakit ini. Kanker ini juga dapat timbul pada kelenjar keringat pada kulit vulva.

Melanoma

Melanoma bermula pada sel-sel penghasil pigmen yang memberi warna pada kulit. Kanker ini lebih sering menyerang daerah kulit yang sering terpapar sinar matahari. Namun tidak menutup kemungkinan pada daerah yang tidak terpapar sinar matahari, seperti vulva. Meski demikian, hal ini cukup jarang terjadi.

Sarkoma

Sarkoma merupakan jenis kanker yang bermula pada tulang, otot, atau jaringan ikat. Kanker sarkoma ini agak berbeda dari jenis kanker vulva yang lain. Kanker ini dapat terjadi pada perempuan di berbagai usia, tanpa kecuali

Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker pada kulit yang terkena sinar matahari dan kanker ini jarang terjadi pada vulva. 
Kanker Vulva
Dokter spesialis Onkologi, Kandungan
GejalaBenjolan atau luka yang nyeri pada kemaluan, perubahan struktur kulit dan warna kulit, pendarahan yang bukan berasal dari menstruasi
Faktor risikoUsia lanjut, merokok, riwayat kanker kelamin lain
Metode diagnosisCT scan, kolposkopi, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiLimfedema, selulitis, penyebaran kanker
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker vulva
Ada beberapa gejala  yang dapat ditimbulkan oleh kanker vulva yaitu:
  • Rasa gatal di kemaluan secara terus menerus
  • Rasa nyeri dan sakit
  • Pendarahan yang bukan berasal dari menstruasi
  • Perubahan struktur kulit dan warna kulit
  • Benjolan yang menyerupai kutil, jerawat atau luka terbuka (ulkus)
 
Penyebab kanker vulva hingga saat ini belum diketahui. Pada umumnya, kanker terjadi ketika sel-sel sehat di vulva bermutasi.Mutasi tersebut mengakibatkan sel berkembang secara cepat dan tidak terkendali. Sel-sel abnormal akan mendesak sel-sel sehat yang perlahan-lahan akan mati. Sel abnormal kemudian menumpuk dan membentuk tumor. 

Faktor risiko kanker vulva

Faktor-faktor di bawah ini diduga bisa meningkarkan risiko kanker vulva:
  • Usia lanjut
  • Infeksi human papillomavirus (HPV) yang dapat menular lewat kontak langsung antara kulit dan kulit maupun aktivitas seksual
  • Merokok
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengonsumsi obat penekan sistem imun atau menderita HIV
  • Riwayat pra-kanker vulva seperti vulvar intraepithelial neoplasia
  • Penyakit kulit vulva, seperti lichen sclerosus yang menyebabkan kulit vulva menipis dan gatal
  • Riwayat kanker kelamin lain, misalnya kanker serviks
  • Riwayat melanoma dalam keluarga
 
Untuk memastikan diagnosis kanker vulba, dokter bisa melakukan sederet langkah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, pola hidup, serta kehidupan seks pasien. Riwayat penyakit pasien maupun keluarga juga akan ditanyakan.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek kondisi vulva dan vagina pasien untuk mencari tanda-tanda yang mengarah ke kanker vulva.
  • Kolposkopi

Kolposkopi menggunakan alat pembesar agar dokter dapat memeriksa bagian vulva guna melihat area yang dicurigai sebagai kanker.
  • Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan dari bagian vulva yang terdampak. Sampel ini lalu diuji di laboratorium untuk mendeteksi ada tidaknya sel-sel kanker.
  • Pemeriksaan panggul

Prosedur ini bertujuan melihat penyebaran kanker.
  • Tes pencitraan

Rontgen dada (thoraks) dan perut juga bisa dilakukan untuk mendeteksi penyebaran kanker. Selain X-ray, dokter dpaat menganjurkan tes pencitraan berupa CT scan, MRI, serta PET scan. 

Stadium kanker vulva

Melalui serangkaian pemeriksaan, dokter dapat menentukan tingkat keparahan alias stadium kanker vulva yang meliputi:
  • Stadium 1

Kanker berukuran kecil, dan terdapat di vulva atau bagian di antara vagina dan anus (perineum). Namun kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain.
  • Stadium 2

Kanker sudah menyebar ke organ-organ di sekitarnya, misalnya uretra, vagina, dan anus.
  • Stadium 3

Kanker telah meluas hingga ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 4

Kanker sudah menyebar ke banyak kelenjar getah bening, vagina atau bagian atas uretra, kandung kemih, serta tulang panggul. Kanker juga mungkin saja telah meluas ke organ tubuh lain yang jauh dari vulva, seperti paru-paru.Deteksi stadium kanker vulva berperan penting dalam menentukan langkah pengobatan yang akan diberikan oleh dokter. 
Cara mengobati kanker vulva diberikan oleh dokter berdasarkan jenis dan stadium kanker, serta kondisi kesehatan pasien secara umum. Dokter dapat menyarankan tiga jenis penanganan berikut:

Operasi

Operasi bertujuan mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor maupun kanker. Prosedur ini bisa dilakukan dengan:
  • Mengangkat kanker di vulva dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya
  • Mengangkat sebagian vulva (vulvektomi parsial) atau seluruhnya termasuk jaringan di bawahnya (vulvektomi radikal)

Kemoterapi

Kemoterapi dapat menjadi pilihan pengobatan bagi pasien dengan kanker vulva stadium lanjut yang telah menyebar ke area tubuh lain.Prosedur ini terkadang dikombinasikan dengan radioterapi untuk mengecilkan atau menyusutkan ukuran kanker sebelum operasi. Dengan ini, tingkat keberhasilan operasi pun akan meningkat.Prosedur kemoterapi dilakukan dengan pemberian obat-obatan khusus untuk mematikan sel-sel kanker.

Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan sinar X untuk membunuh sel-sel kanker. Selama menjalaninya, pasien berbaring dan mendapat paparan radiasi dari mesin yang diarahkan ke bagian tubuh dengan sel kanker.Selain untuk memberantas sel kanker, prosedur radioterapi juga dapat memperkecil kanker vulva agar lebih mudah dioperasi.Radiasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi digunakan agar sel kanker lebih rentan terhadap terapi radiasi. Apabila sel kanker berada di kelenjar getah bening, dokter akan melakukan radioterapi di sekitar kelenjar getah bening untuk membunuh sel kanker yang tersisa pascaoperasi. 

Komplikasi kanker vulva

Meki jarang terjadi, kanker vuva yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplkasi berupa:
  • Limfedema, yakni pembengkakan kelenjar getah bening
  • Seluitis, yakni infeksi pada lapisan kulit dalam
  • Penyebaran kanker ke tulang, dan sumbatan pada saluran kencing
 
Cara mencegah kanker vulva sepeuhnya belum tersedia. Pasalnya, penyebab pastinya juga belm diketahui.Namun Anda dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan penyakit menular seksual di bawah ini untuk mengurangi risiko kanker vulva:
  • Menghindari infeksi HPV dengan setia pada pasangan dan tidak gonta-ganti pasangan seks
  • Menghindari kontak langsung dengan area yang terinfeksi HPV
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Menjalani vaksin HPV
  • Menjauhi kebiasaan merokok maupun paparan asap rokok
 
Jika mengalami gejala  yang mengarah ke kanker vulva segera konsultasi dengan dokter Anda. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker vulva?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kanker vulva. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/vulvar-cancer
Diakses pada 22 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vulvar-cancer/symptoms-causes/syc-20368051
Diakses pada 3 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/vulvarcancer.html
Diakses pada 31 Maret 2021
Cancer Therapy Advisor. https://www.cancertherapyadvisor.com/home/decision-support-in-medicine/obstetrics-and-gynecology/vulvar-cancer/
Diakses pada 31 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email