Kanker

Kanker Vagina

25 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Vagina
Kanker vagina ditandai dengan perdarahan vagina yang berlebihan dan nyeri pinggul
Kanker vagina adalah kasus yang ditandai dengan munculnya perubahan sel-sel pada permukaan vagina. Kondisi ini paling sering terjadi pada sel-sel yang melapisi permukaan vagina atau yang kadang disebut jalan lahir.Sementara pada beberapa kasus, kanker dapat menyebar ke vagina dari tempat lain di tubuh Anda. Kanker vagina primer atau kanker yang dimulai di vagina merupakan jenis kanker yang jarang terjadi. 

Jenis-jenis kanker vagina

Umumnya, kanker vagina memiliki beberapa tipe, yaitu:
  • Sel skuamosa

Jenis kanker ini dimulai di lapisan vagina dan berkembang perlahan. Menurut University of Texas 75% penderita kanker vagina, menderita kanker vagina sel skuamosa.
  • Adenokarsinoma

Jenis kanker ini dimulai pada sel-sel kelenjar vagina.  Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita di atas 50 tahun. Kanker Adenokarsinoma merupakan jenis kanker vagina kedua yang paling umum.
  • Melanoma

Seperti jenis kanker kulit melanoma pada umumnya, jenis kanker ini dimulai pada sel-sel yang memberi warna kulit.
  • Sarkoma

Jenis kanker ini hanya menyumbang sekitar 4 persen dari kanker vagina. Kanker ini dimulai di dinding vagina.Jika berhasil didiagnosis pada stadium awal, penderita kanker vagina memiliki kemungkinan besar untuk sembuh.

Kanker Vagina
Dokter spesialis Onkologi, Kandungan
GejalaPendarahan vagina secara berlebihan, vagina benjol, cairan vagina encer
Faktor risikoUsia 60 tahun ke atas, menderita HPV, menderita HIV
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, pap smear, kolposkopi
PengobatanOperasi, radioterapi, kemoterapi
KomplikasiPenyebaran kanker ke organ lain
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker vagina
Kanker vagina pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang mencurigakan. Tapi keluhan dapat muncul ketika kanker sudah berkembang.Secara umum, gejala kanker vagina meliputi:
  • Perdarahan vagina secara berlebihan
  • Cairan vagina encer
  • Benjolan di vagina
  • Rasa sakit saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Sembelit
  • Timbul rasa nyeri pada pinggul
 
Hingga kini, penyebab kanker vagina belum diketahui. Namun faktor yang diduga bisa menyebabkan kanker vagina adalah mutasi genetik. Secara umum, kanker dimulai ketika sel sehat memperoleh mutasi genetik yang mengubah sel normal menjadi sel abnormal.Sel-sel sehat kemudian  tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditentukan, namun akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. Setelah itu, sel kanker tumbuh dan berkembang biak di luar kendali. Akumulasi sel-sel abnormal tersebut membentuk massa (tumor) dan menjadi kanker.Sel kanker menyerang jaringan di dekatnya dan dapat putus dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain di tubuh (bermetastasis). 

Faktor risiko kanker vagina

Beberapa faktor risiko kanker vagina meliputi:
  • Usia lebih dari 60 tahun
  • Mengonsumsi obat untuk mencegah keguguran
  • Terinfeksi HPV
  • Berhubungan seksual dengan lebih dari satu orang
  • Berhubungan seksual di usia yang masih sangat muda
  • Merokok
  • Menderita HIV
 
Diagnosis kanker vagina dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan panggul

Selama pemeriksaan panggul, dokter dengan hati-hati memeriksa alat kelamin luar, dan kemudian memasukkan dua jari dari satu tangan ke dalam vagina Anda, lalu secara bersamaan menekan perut Anda untuk merasakan rahim dan ovarium.Dokter juga memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina Anda. Spekulum membuka saluran vagina Anda sehingga dokter Anda dapat memeriksa vagina dan leher rahim Anda untuk mengetahui adanya kelainan.
  • Pap smear

Dokter Anda mungkin juga melakukan tes pap atau Pap smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi sel kanker vagina.
  • Kolposkopi

Kolposkopi adalah pemeriksaan vagina dengan alat pembesar berlampu khusus yang disebut colposcope. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk memperbesar permukaan vagina guna melihat area sel abnormal.
  • Biopsi

Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan yang mencurigakan guna menguji sel kanker. Dokter mungkin mengambil biopsi jaringan selama pemeriksaan kolposkopi. Setelah itu dokter akan mengirimkan sampel jaringan ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
  • Pencitraan

Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes pencitraan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar. Tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter, yaitu sinar-X, CT scan, MRI, atau PET scan.
  • Sistoskopi

Sistoskopi dapat membantu dokter menentukan apakah kanker telah menyebar ke area tertentu, seperti kandung kemih. 

Stadium kanker vagina

Diagnosis juga bisa membantu dokter menentukan stadium kanker berikut ini:
  • Stadium 1

Kanker hanya ada di dinding vagina.
  • Stadium 2

Kanker telah menyebar ke jaringan di sebelah vagina tetapi belum menyebar ke dinding panggul.
  • Stadium 3

Kanker telah menyebar lebih jauh ke dalam panggul dan dinding panggul. Mungkin juga menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium 4

Stadium 4 dibagi menjadi dua subtahap, yakni 4A dan 4B. Pada stadium 4A, kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau keduanya.Sementara pada stadium 4B, kanker telah menyebar lebih jauh ke seluruh tubuh ke organ, seperti paru-paru, hati, atau kelenjar getah bening yang lebih jauh. 
Cara mengobati kanker vagina umumnya akan tergantung dari stadium dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang bisa disarankan oleh dokter meliputi:

Operasi

Operasi merupakan cara mengobati kanker vagina yang paling umum. Ada tiga tipe operasi untuk kanker vagina yang biasanya disarankan dokter, yaitu:
  • Pengangkatan tumor atau lesi kecil

Kanker yang terbatas pada permukaan vagina Anda dapat dipotong, bersama dengan sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan bahwa semua sel kanker telah diangkat.
  • Pengangkatan vagina (vaginektomi)

Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat sebagian vagina (vaginektomi parsial) atau seluruh vagina (vaginektomi radikal) untuk menghilangkan semua kanker.Tergantung pada tingkat kanker Anda, ahli bedah akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat rahim dan ovarium (histerektomi) dan kelenjar getah bening di dekatnya (limfadenektomi) pada saat yang sama dengan vaginektomi.
  • Pengangkatan sebagian besar organ panggul (eksenterasi panggul)

Operasi ekstensif ini dapat menjadi pilihan jika kanker telah menyebar ke seluruh area panggul Anda atau jika kanker vagina Anda kambuh.

Radioterapi atau terapi radiasi

Radioterapi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi atau bentuk radiasi lainnya untuk membunuh kanker. Dokter mungkin akan menggunakan mesin untuk mengirimkan sinar-X ke dalam tubuh Anda, atau memasukkan zat radioaktif ke dalam tubuh di dekat kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Anda mungkin minum obat melalui mulut atau disuntikkan ke pembuluh darah (intravena atau IV). Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberi Anda kemo dalam bentuk losion atau krim. 

Komplikasi kanker vagina

Jika tidak ditangani dengan optimal, kanker vagina bisa menyebabkan komplikasi berupa kanker menyebar (metastasis) ke area yang jauh dari tubuh Anda, seperti paru-paru, hati, dan tulang.Baca juga: Mengenal Metastasis dan Bagian Tubuh yang Bisa Terdampak 
Cara mpencegah kanker vagina tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Jalani pemeriksaan panggul dan pap smear secara rutin
  • Vaksin HPV
  • Berhenti merokok
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker vagina. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker vagina?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker vagina agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginal-cancer/symptoms-causes/syc-20352447
Diakses pada 25 Agustus 2021 
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginal-cancer
Diakses pada 25 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-vaginal-cancer
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email