Perut

Kanker Usus Besar

Diterbitkan: 03 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Usus Besar
Kanker usus besar akan tumbuh pada dinding usus besar
Kanker usus besar adalah kanker yang terjadi ketika sel-sel sehat di lapisan usus besar berubah dan tumbuh secara tidak kendali. Sel-sel ini lalu membentuk massa yang disebut tumor. Dalam prosesnya, tumor bisa jinak. Namun tumor juga dapat ersifat ganas atau kanker.Jika tumor termasuk ganas, ia bisa tumbuh dan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Sementara itu, tumor jinak tidak akan meluas ke bagian lain dari tubuh penderita.Pertumbuhan tumor umumnya membutuhkan waktu beberapa tahun. Sederet faktor bisa menyebabkan mutasi ini, baik genetik maupun lingkungan.Mutasi genetik akan berkembang dengan cepat dalam beberapa bulan atau beberapa tahun jika penderita memiliki kelainan genetik yang diwariskan. Meski demikian, sindrom warisan ini merupakan sesuatu yang tidak umum. 

Jenis-jenis kanker usus

Kanker usus besar kadang-kadang disebut dengan kanker kolon atau kolektoral. Istilah ini mengacu pada kombinasi kanker usus besar dan kanker rektum.Jika dimulai di usus besar, kondisi ini disebut kanker usus besar. Sebaliknya, penyebutan kanker rektum disematkan bila sel kanker dimulai dari rektum.Kebanyakan kanker yang menyerang usus besar maupun rektum berasal dari jenis adenokarsinoma. Istilah ini merujuk pada kanker sel yang melapisi jaringan bagian dalam usus besar dan rektum.Sementara itu, ada pula jenis-jenis kanker usus besar yang lebih jarang. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Limfoma, yang bisa terbentuk di kelenjar getah bening atau di usus besar terlebih dahulu
  • Karsinoid, yang dimulai di sel pembuat hormon di dalam usus
  • Sarkoma, yang terbentuk di jaringan lunak seperti otot di usus besar
  • Tumor stroma gastrointestinal, yang dapat dimulai sebagai jinak dan kemudian menjadi kanker (biasanya terbentuk di saluran pencernaan, tetapi jarang di usus besar)
 
Kanker Usus Besar
Dokter spesialis Onkologi, Bedah
GejalaPerubahan pola BAB (seperti diare atau konstipasi), BAB berdarah, penurunan berat badan tanpa sebab
Faktor risikoLansia, keturunan, gangguan pencernaan
Metode diagnosisKolonoskopi, biopsi, tes darah
PengobatanOperasi, kemoterapi, radiaoterapi
KomplikasiObstruksi usus, penyebaran sel kanker ke organ lain (metastasis)
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker usus besar
Gejala kanker usus besar yang mungkin dirasakan oleh penderitanya meliputi:
  • Terjadi perubahan secara terus-menerus terkait kebiasaan buang air besar
  • Adanya perubahan konsistensi tinja
  • Sering mengalami diare atau sembelit
  • Terjadi pendarahan pada rektal
  • Terdapat darah dalam tinja
  • Mengalami ketidaknyaman perut secara terus-menerus seperti kram, gas, atau nyeri
  • Merasakan usus tidak kosong sepenuhnya
  • Mengalami kelelahan atau kelemahan
  • Terjadi penurunan berat badan tanpa sebab
  • Tinja yang berubah menjadi lebih tipis daripada sebelumnya
  • Mengalami mual atau muntah
  • Perubahan warna pada tinja
  • Anemia defisiensi besi yang tidak dapat dijelaskan
Pada kebanyakan penderita kanker ini, tidak mengalami gejala pada tahap awal kemunculan penyakit. Gejala yang muncul kemungkinan akan berbeda pada setiap orang. Kemunculan gejala akan tergantung pada ukuran dan lokasi kanker di usus besar pasien.Gejala yang akan lebih terlihat ketika kanker ini memasuki tahap 3 atau 4. Selain mengalami gejala di atas, penderita juga mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut:
  • Merasa kelelahan yang berlebihan
  • Merasakan kelemahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Menderita penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Terjadi perubahan pada tinja yang bertahan lebih dari sebulan
  • Merasakan perut tidak akan benar-benar kosong
  • Muntah
Ketika kanker ini menyebar ke bagian lain dari tubuh, penderita mungkin juga akan mengalami beberapa kondisi berikut:
  • Penyakit kuning, atau mata dan kulit kuning
  • Terjadi pembengkakan di tangan atau kaki
  • Pasien kesulitan bernapas
  • Sakit kepala kronis
  • Pandangan yang kabur
  • Patah tulang
 
Penyebab kanker usus seringkali tidak diketahui dengan pasti. Namun, secara umum yang memicu terjadinya mutasi DNA. Sel-sel sehat dalam tubuh akan tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga agar tubuh berfungsi normal.Hanya saka, ketika DNA sel rusak dan menjadi kanker, sel terus membelah - bahkan ketika sel baru tidak diperlukan. Pada akhirnya sel-sel ini akan menumpuk lalu mereka membentuk tumor. Seiring waktu, sel kanker dapat tumbuh menyerang dan menghancurkan jaringan normal di sekitarnya.Ujung dari perkembangan ini kemudian adalah terjadinya penyebaran sel. Hal ini bisa terjadi karena sel kanker dapat melakukan perjalanan ke bagian lain dari tubuh untuk membentuk endapan di sana. Dalam dunia medis, kondisi ini biasa disebut dengan metastasis. 

Faktor risiko kanker usus besar

Faktor-faktor di bawah ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menderita kanker usus besar:
  • Berusia lanjut. Biasanya kanker kolon ditemukan pada orang dengan usia di atas 50 tahun.
  • Memiliki riwayat kanker seperti kanker kolorektal atau polip
  • Memiliki riwayat penyakit gangguan pencernaan seperti kolitis ulseratif dan Crohn’s disease.
  • Memiliki sindrom yang diturunkan, dan berisiko terhadap kanker kolon, seperti familial adenomatous polyposis atauhereditary nonpolyposis colorectal cancer (Lynch Syndrome)
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar
  • Kurangnya asupan serat, tetapi banyak makan makanan tinggi lemak dan karbohidrat
  • Tidak berolahraga secara teratur dan memiliki gaya hidup yang pasif
  • Menderita diabetes
  • Kelebihan berat badan
  • Merokok
  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol
  • Pernah menjalani terapi radiasi untuk kanker
 
Diagnosis kanker usus besar dapat dilakukan dengan berbagai metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Skrining

Skrining adalah langkah awal untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker usus besar. Mendeteksi kanker ini di tahap awal dapat memperkecil risiko dan memberikan peluang besar untuk sembuh pada pasien.Orang awam disarankan untuk melakukan skrining kanker usus besar ketika berusia 50 tahun. Sementara individu dengan risiko tinggi kanker kolon, seperti memiliki keluarga dengan kanker yang sama, dianjurkan untuk menjalani skrining sejak usia lebih muda.
  • Kolonoskopi

Kolonoskopi bertujuan melihat ke dalam rektum dan usus besar selama pasien dib bawah pengaruh obat bius.
  • Biopsi

Pada prosedur biopsi, dokter akan mengangkat sedikit sampel jaringan dari usus besar yang bermasalah untuk diperiksa di bawah mikroskop. Tes ini akan memberikan diagnosis pasti mengenai ada tidaknya kanker usus besar.
  • Pengujian molekul tumor

Sampel tumor akan diperiksa di laboratorium guna mengidentifikasi gen, protein, dan faktor lain yang unik dari tumor tersebut.
  • Tes darah

Tes darah bisa berupa hitung darah lengkap, yang akan mencantumkan kadar sel darah merah dalam tubuh pasien. Dengan ini, dokter bisa mencari tanda ada tidaknya perdarahan yang dapat pula dijadikan sebagai tolok ukur dalam mendeteksi kanker usus besar.
  • CT scan

CT scan dilakukan untuk memberikan gambaran secara rinci akan ada tidaknya kelainan atau tumor.
  • MRI

Pencitraan dengan MRI bisa digunakan untuk mengetahui ukuran tumor.
  • USG

USG biasa dipakai untuk mengetahui tingkat keparahan kanker dan membantu perencanaan pengobatan.
  • Rontgen

Rontgen biasa digunakan untuk membuat gambar struktur di dalam tubuh, misalnya untuk mengetahui apakah kanker sudar menyebar ke paru-paru atau belum.
  • PET scan

PET scan bertujuan membuat gambar organ dan jaringan lunak pada bagian yang terdampak.Pertama-tama, zat gula dioaktif akan disuntikkan ke dalam tubuh pasien. Zat gula ini akan diambil oleh sel-sel yang banyak menggunakan energi, dan sel-sel kanker cenderung menggunakan energi secara aktif. 

Stadium kanker usus besar

Proses diagnosis kanker usus besar akan sekaligus berfungsi untuk mengetahui stadium dan perkembangan kanker usus yang dialami oleh pasien. Adapun stadium kanker usus besar meliputi:
  • Stadium 0

Kanker hanya tedapat di lapisan usus yang paling dalam.
  • Stadium I

Kanker berada pada di lapisan dalam pada usus besar.
  • Stadium II

Kanker telah menyebar ke dinding otot usus besar.
  • Stadium III

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium IV

Kanker telah menyebar ke organ lain di luar usus besar, misalnya paru-paru 
Cara mengobati kanker usus besar akan ditentukan oleh dokter berdasarkan stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan meliputi:

1. Operasi

Operasi bertujuan mengangkat tumor agar tidak menyebar. Jenis pembedahan yang mungkin dianjurkan meliputi:
  • Reseksi

Reseksi adalah pengangkatan tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Operasi ini paling umum dilakukan untuk mengobati kanker usus besar.
  • Laparoskopi

Operasi laparoskopi dilakukan dengan  beberapa sayatan kecil, untuk memasukkan alat-alat yang dibutuhkan. Karena sayatannya lebih kecil daripada operasi biasa, waktu pemulihannya pun biasanya lebih singkat.
  • Kolostomi

Meski jarang, prosedur kolostomi mungkin disarankan. Metode bedah ini dilakukan dengan membuat lubang di dinding luar perut dan menghubungkannya ke usus besar. Dengan ini, tinja akan langsung dibuang keluar melalui lubang di perut, tanpa melewati anus.
  • Ablasi frekuensi radio

Metode AFR dilakukan guna mengangkat tumor yang telah menyebar ke organ lain, misalnya hati dan paru-paru.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi akan menggunakan sinar X untuk menghancurkan sel-sel kanker. Beberapa jenis radiaoterapi yang mungkin diterapkan meliputi:
  • Radiasi sinar eksternal

Terapi radiasi eksternal dilakukan dengan memancarkan sinar X ke lokasi kanker dari luar tubuh pasien. Pengobatan ini biasanya dilakukan lima hari dalam seminggu dan berlangsung selama beberapa minggu.
  • Radiasi stereotaktik

Radiaoterapi dengan sstereotaktik umumnya dipakai jika tumor sudah menyebar ke hati atau paru-paru. Terapi ini memberikan radiasi dosis tinggi tepat ke area yang spesifik.
  • Radiasi intraoperatif

Terapi intraoperatif menggunakan radiasi dosis tinggi tunggal yang diberikan selama operasi.
  • Brakiterapi

Brakiterapi adalah metode pananaman benih radioaktif di dalam tubuh pasien. Benih ini akan memancarkan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker.

3. Terapi dengan pengobatan

Terapi dengan obat-obatan juga biasa disebut terapi sistemik. Langkah penanganan ini bertujuan menghancurkan sel kanker dengan obat.Obat akan dialirkan melalui darah agar mencapai sel kanker di seluruh tubuh pasien. Jenis-jenis terapi ini antara lain:
  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan untuk menghancurkan sel kanker sekaligus mencegahnya tumbuh kembali.
  • Terapi tertarget

Terapi tertarget adalah pemberian obat yang menargetkan bagian khusus pada sel kanker, misalnya gen atau protein yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker.Cara ini dipakai guna menghalangi pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta membatasi kerusakan sel-sel yang sehat.
  • Imunoterapi

Imunoterapi atau terapi biologis dirancang khusus untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh pasien dalam melawan kanker.  

Komplikasi kanker usus besar

Jika terus berkembang dan tidak ditangani, kanker usus besar bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Obstruksi usus, yakni penyumbatan pada usus besar
  • Kanker menyebar ke organ atau jaringan lain (metastasis)
  • Adanya perkembangan kanker kolorektal primer kedua
Kanker usus besar juga bisa kembali muncul meski sudah diobati. Oleh karena itu, pengidap akan diminta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter meski sudah sembuh. 
Beberapa faktor risiko kanker usus besar mungkin tidak bisa dihindari. Misalnya, seperti riwayat keluarga dan usia.Namun Anda dapat menurunkan faktor risiko lain yang terkait gaya hidup dengan menerapkan sederet cara mencegah kanker usus besar berikut:
  • Mengurangi konsumsi daging merah, misalnya daging sapi.
  • Menghindari konsumsi daging olahan, seperti sosis dan
  • Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah.
  • Mengurangi konsumsi makanan berlemak.
  • Berolahraga setidaknya 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu.
  • Menurunkan berat badan sesuai dengan rekomendasi dokter jika perlu.
  • Tidak merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Mengelola stres dengan baik, contohnya melakukan yoga, meditasi, dan hobi.
  • Mengendalikan diabetes yang diderita.
  • Menjalani kolonoskopi atau skrining kanker lain setelah menginjak usia 50 tahun. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin baik hasil pengobatannya.
 
Jika terdapat darah pada tinja atau muncul gejala yang mengarah pada kanker usus besar, segera berkonsultasi dengan dokter. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
  
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker usus besar?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker usus besar agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/colon-cancer
Diakses pada 22 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-
cancer/symptoms-causes/syc-20353669
Diakses pada 22 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000262.htm
Diakses pada 22 November 2018
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/cancer-types/colorectal-cancer/introduction
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email