Kanker

Kanker Tiroid

15 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Tiroid
Kanker tiroid terkadang tidak menunjukkan tanda dan gejala
Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel kanker yang bermula pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini berbentuk seperti sayap kupu-kupu dan terletak di bagian depan leher (tepatnya, di bawah jakun).Kelenjar tiroid berfungsi menghasilkan hormon yang mengatur detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan.Pada awalnya, kanker tiroid jarang menimbulkan gejala apapun, dan bisa berkembang lamban atau cepat (agresif). Namun ketika sel kanker semakin banyak, rasa sakit dan bengkak di leher bisa muncul.Sebagian besar kasus kanker tiroid dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Kanker ini umumnya diderita oleh orang berumur 30-an dan 60, dan lebih sering diderita oleh wanita daripada pria. 

Jenis-jenis kanker tiroid

Berikut beberapa jenis kanker pada tiroid:
  • Kanker tiroid papiler

Ini merupakan jenis kanker tiroid yang paling umum terjadi. Kanker tiroid papiler bermula dari sel folikel, yang menghasilkan dan menyimpan hormon tiroid. Kanker ini dapat menyerang semua umur, tapi paling sering terjadi pada orang yang berusia 30-50 tahun.
  • Kanker tiroid folikular

Kanker tiroid folikular juga bermula pada sel folikel tiroid. Orang-orang berusia setidaknya 50 tahun, berisiko besar terhadap kanker yang sifatnya agresif.
  • Kanker tiroid meduler

Kanker tiroid bermula pada sel tiroid yang disebut sel C. Sel ini menghasilkan hormon kalsitonin. Peningkatan kadar kalsitonin dalam darah dapat menunjukkan kanker tiroid medulla tahap awal. 
  • Kanker tiroid anaplastik

Kanker tiroid anaplastik merupakan jenis kanker yang jarang terjadi, tapi memiliki pertumbuhan yang cepat serta sulit untuk diobati. Orang yang berusia 60 tahun ke atas berisiko lebih besar untuk mengalaminya.
  • Limfoma tiroid

Kondisi ini bermula pada sel limfosit pada kelenjar tiroid yang tumbuh sangat cepat. Orang dewasa lebih berisiko untuk terkena penyakit ini. 
Kanker Tiroid
Dokter spesialis Onkologi
GejalaBenjolan di leher, suara serak, sulit menelan
Faktor risikoWanita, paparan radiasi tingkat tinggi, gondok
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanOperasi, terapi radiasi, kemoterapi
KomplikasiCedera pada kotak suara, tingkat kalsium rendah, kanker menyebar
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker tiroid
Secara umum, gejala kanker tiroid meliputi:
 
Hingga kini, penyebab kanker tiroid belum diketahui. Namun beberapa penelitian menemukan bahwa pemicunya adalah sel di kelenjar tiroid yang bermutasi dan tumbuh secara tak terkendali.Sebagai dampak dari mutasi tersebut, sel sehat akan mati dan sel kanker akan terbentuk hingga akhirnya menyebar ke bagian lain tubuh. 

Faktor risiko kanker tiroid

Beberapa faktor risiko kanker ini meliputi:
  • Jenis kelamin wanita
  • Terkena paparan radiasi tingkat tinggi, misalnya pernah menjalani radioterapi di leher dan kepala, atau terpapar radiasi dari reaktor nuklir
  • Mengalami sindrom tertentu yang diwariskan, seperti familial medullary thyroid cancer dan multiple endocrine neoplasia
  • Menderita penyakit gondok
 
Diagnosis kanker tiroid dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari perubahan fisik pada kelenjar tiroid. Dokter akan menanyakan adanya riwayat paparan radiasi secara berlebihan dan keluarga dengan riwayat kanker tiroid.
  • Tes darah

Tes darah berfungsi mendeteksi normal tidaknya kinerja tiroid.
  • Biopsi

Biopsi adalah proses pengambilan sampel jaringan (dalam hal ini, dari kelenjar tiroid) untuk diuji di laboratorium. Langkah ini bertujuan mencari keberadaan sel-sel kanker.
  • Tes pencitraan

Pencitraann umumnya digunakan untuk mengetahui penyebaran sel-sel kanker. Contoh tes ini meliputi X-ray dan CT scan.
  • Tes genetik 

Dokter akan menyarankan pengujian genetik pada pasien yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker tiroid.Langkah ini bertujuan untuk mencari gen yang meningkatkan risiko terhadap kanker. Sejumlah pasien dengan karsinoma medular tiroid dapat mengalami perubahan genetik yang berhubungan dengan kanker endokrin lainnya. 

Stadium kanker tiroid

Setelah melakukan diagnosis kanker tiroid, maka dokter akan menentukan stadium kanker tiroid berdasarkan kondisi kanker. Berikut penjelasan stadium dalam kanker tiroid.
  • Stadium 1

Stadium 1 dibedakan menjadi stadium 1a dan stadium 1 b. Pada stadium 1a, kanker berukuran 1 cm atau lebih kecil. Sedangkan pada stadium 1b, ukuran kanker lebih dari 1 cm, tapi kurang dari 2 cm.
  • Stadium 2

Kanker lebih berukuran 2-4 cm, dan terbatas pada kelenjar tiroid.
  • Stadium 3

Kanker lebih besar dari 4 cm, tapi belum menyebar keluar dari kelenjar tiroid.
  • Stadium 4

Pada stadium 4, kanker telah menyebar keluar dari tiroid. Stadium ini dibedakan menjadi stadium 4a dan stadium 4b.Pada stadium 4a, kanker telah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid dan ke jaringan lunak terdekat, laring, trakea, esofagus, atau saraf laring rekuren. Sedangkan pada stadium 4b, kanker sudah meluas ke bagian tubuh yang lebih jauh. 
Cara mengobati kanker tiroid umumnya akan tergantung dari stasium penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa langkah penanganan dari dokter berupa:

Operasi

Operasi bertujuan mengangkat bagian kelenjar tiroid yang terkena kanker. Beberapa operasi yang biasanya disarankan oleh dokter meliputi:
  • Operasi untuk mengangkat sebagian kelenjar tiroid atau satu sisi tiroid (tiroid lobektomi). Langkah ini bisa dilakukan jika kanker tiroid berukuran sangat kecil.
  • Operasi untuk mengangkat sebagian besar atau seluruh kelenjar tiroid. Prosedur ini biasanya dianjurkan untuk mengobati kanker tiroid.
  • Operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening yang bengkak. Kelenjar getah bening yang diangkat akan diperiksa untuk menemukan tanda-tanda kanker tiroid.

Terapi hormon tiroid

Setelah tiroidektomi, obat pengganti hormon tiroid akan dikonsumsi seumur hidup oleh pasien, contohnya seperti levothyroxine.Obat-obatan ini akan menggantikan hormon tiroid dalam tubuh pasien yang seharusnya dihasilkan secara alami oleh kelenjar tiroid, serta menekan produksi thyroid-stimulating hormone (TSH) dari kelenjar pituitari. TSH yang terlalu tinggi dapat memicu kanker.

Yodium radioaktif

Perawatan ini memanfaatkan yodium radioaktif dalam dosis besar. Tahap ini dijalankan setelah tiroidektomi dan berfungsi menghancurkan jaringan tiroid yang tersisa.Pemberian yodium radioaktif dilakukan untuk mengobati kanker tiroid yang kambuh maupun menyebar ke bagian lain tubuh. Zat ini akan diserap, terutama oleh sel-sel tiroid (baik yang sehat maupun yang sudah menjadi sel kanker).Dengan begitu, risiko kerusakan sel sehat lain dalam tubuh pun rendah. Namun langkah ini memiliki efek samping, yaitu timbulnya rasa mual, mulut serta mata kering, dan rasa lelah.Sebagian besar yodium radioaktif akan keluar dari tubuh lewat urine setelah beberapa hari. Selama zat ini masih ada dalam tubuhnya, pasien sebaiknya menghindari kontak dengan orang lain, khususnya anak dan wanita hamil. Pasalnya, kontak ini dapat memberikan paparan radiasi pada mereka.

Terapi radiasi eksternal

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan sinar bertenaga tinggi, yaitu sinar X. Tujuannya adalah membunuh sel-sel kanker.Selama terapi radiasi, pasien berbaring dan mendapatkan paparan radiasi dari mesin yang bergerak di sekitarnya. Radiasi akan diarahkan ke bagian yang terjangkit sel kanker.Radioterapi menjadi pilihan jika:
  • Operasi tidak mungkin dilakukan
  • Kanker terus berkembang mesti pasien sudah menjalani terapi yodium radioaktif
Terapi ini juga disarankan setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan kambuhnya kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk mematikan sel-sel kanker. Obat ini menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel yang tumbuh secara cepat, termasuk sel-sel kanker. Namun terapi ini bukan pengobatan yang umum bagi pasien kanker tiroid.Meski demikian, kemoterapi bisa dijalani jika pengobatan lain tidak memberikan hasil efektif. Pada orang dengan kanker tiroid anaplastik, terapi ini dapat dikombinasikan dengan radioterapi.

Perawatan paliatif

Perawatan paliatif merupakan pengobatan yang bertujuan membantu menghilangkan rasa sakit dan gejala lain akibat penyakit yang sudah kronis, termasuk kanker tiroid.Perawatan ini diberikan sebagai pendukung ketika pasien sedang menjalani pengobatan lain yang lebih agresif. Misalnya, operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi.Perawatan paliatif memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dan keluarganya. 

Komplikasi kanker tiroid

Jika tidak ditangani dengan benar, kanker ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Cedera pada kotak suara dan suara serak setelah operasi tiroid
  • Tingkat kalsium rendah akibat dari pengangkatan kelenjar paratiroid secara tidak sengaja selama operasi
  • Penyebaran kanker ke paru-paru, tulang, atau bagian tubuh lain
 
Cara mencegah kanker tiroid tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Memeriksakan diri ke dokter sedini mungkin apabila orangtua memiliki kanker tiroid, agar Anda bisa melakukan antisipasi sesegera mungkin
  • Menjauhi tempat pembangkit listrik bertenaga nuklir
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker tiroid. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker tiroid?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker tiroid agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/patient-thyroid-information/ct-for-patients/vol-6-issue-11/vol-6-issue-11-p-6-7/
Diakses pada 15 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-cancer/symptoms-causes/syc-20354161
Diakses pada 15 September 2021
Cancer. https://www.cancer.net/cancer-types/thyroid-cancer/
Diakses pada 15 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001213.htm
Diakses pada 15 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/thyroid-cancer/
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email