Kanker Tenggorokan

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Kanker Tenggorokan mengacu pada kanker yang berkembang di tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel.
Kanker Tenggorokan mengacu pada kanker yang berkembang di tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel.

Pengertian Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan mengacu pada kanker yang berkembang di tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel. Kanker tenggorokan paling sering dimulai pada sel-sel datar yang melapisi bagian dalam tenggorokan. Bagian lain yang rentan terkena kanker tenggorokan adalah kotak suara yang berada di bawah tenggorokan, tulang rawan (epiglotis) yang berfungsi sebagai penutup untuk batang tenggorokan, serta amandel yang terletak di belakang tenggorokan.

Secara garis besar, ada dua jenis kanker tenggorokan, diantaranya adalah kanker faring dan kanker laring. Kanker faring adalah kanker yang terletak pada saluran yang menghubungkan hidung ke tenggorokan. Sedangkan kanker laring terletak di bagian bawah tenggorokan (berisi pita suara).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker tenggorokan adalah:

  • Batuk
  • Perubahan suara, seperti serak atau tidak dapat berbicara dengan jelas
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri telinga
  • Benjolan atau luka yang tidak sembuh
  • Sakit tenggorokan
  • Berat badan yang turun drastis

Penyebab

Seseorang berisiko terkena kanker tenggorokan ketika ada perubahan gen (mutasi) dalam sel di tenggorokannya. Mutasi tersebut mengakibatkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Tidak ada penyebab pasti yang menyebabkan perubahan ini. Tetapi ada beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya mutasi tersebut. Diantaranya adalah:

  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang menahun
  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), kondisi kronis di mana asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus).
  • Jenis kelamin. Berdasarkan penelitian, risiko kanker tenggorokan lebih tinggi pada pria dibanding wanita
  • Human Papilloma Virus (HPV) yang biasanya ditularkan melalui aktivitas seksual.
  • Kurang asupan buah dan sayur.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kanker tenggorokan, dokter akan merekomendasikan:

  • Pemeriksaan dengan alat khusus yang disebut endoskop untuk melihat lebih dekat kondisi tenggorokan. Kamera kecil di ujung endoskopi akan mentransmisikan gambar ke layar video, sehingga dokter dapat mengamati tanda-tanda kelainan tenggorokan.
  • Pemeriksaan laringoskopi yang menggunakan laryngoscope. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk memeriksa pita suara.
  • Mengambil sampel jaringan untuk diuji lebih lanjut, jika kelainan ditemukan selama endoskopi atau laringoskopi. Prosedur pengambilan sampel (biopsi) ini akan dilakukan melalui pembedahan dan bertujuan untuk memastikan apakah kelainan yang ditemukan tersebut ganas (kanker) atau penyakit yang lain. Diagnosis kanker tenggorokan hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan jaringan biopsi.
  • Tes pencitraan. Tes ini termasuk X-ray, Computerized Tomography (CT), Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET). Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat kanker di luar permukaan tenggorokan atau kotak suara.

Setelah kanker tenggorokan didiagnosis, langkah selanjutnya adalah menentukan sejauh mana (stadium) kanker. Stadium kanker tenggorokan ditandai dengan angka Romawi I hingga IV. Setiap subtipe kanker tenggorokan memiliki kriteria tersendiri untuk setiap tahap. Secara umum, kanker tenggorokan stadium I menunjukkan tumor yang lebih kecil, sedangkan tahap selanjutnya menunjukkan kanker yang lebih serius.

Pengobatan

Pengobatan tergantung pada lokasi kanker, seberapa serius kanker tersebut (stadium), dan kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, mungkin penderita memerlukan lebih dari satu jenis perawatan:

  1. Terapi Radiasi. Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi dari sinar-X atau sumber lain untuk membunuh sel-sel kanker. Untuk kanker stadium dini mungkin terapi ini cukup. Namun untuk kanker yang lebih serius, penderita mungkin membutuhkan terapi radiasi bersama pengobatan lain. Contohnya, untuk tumor besar di kotak suara, dokter mungkin merekomendasikan radiasi bersama dengan kemoterapi.
  2. Operasi. Ada banyak operasi yang dilakukan dokter untuk mengangkat tumor tenggorokan. Untuk tumor tahap awal pada permukaan tenggorokan atau pita suara, dokter dapat mengangkat jaringan kanker hanya dengan bantuan endoskopi. Untuk tumor yang lebih besar, dokter mungkin harus mengangkat sebagian tenggorokan, kemudian memperbaikinya agar penderita dapat menelan secara normal. Jika tumor terjadi pada kotak suara, penderita mungkin hanya memiliki sebagian atau tidak dapat bersuara sama sekali. Meski demikian, dengan latihan khusus, pasien masih mungkin dapat berbicara.
  3. Kemoterapi. Kemoterapi adalah prosedur terapi dengan menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Digunakan juga untuk mengecilkan tumor sebelum penderita menjalankan operasi dan untuk mematikan sel kanker terakhir sesudah operasi. Kemoterapi juga dapat membantu radiasi lebih efektif.
  4. Targeted drug therapy (terapi target). Untuk beberapa kasus kanker tenggorokan, dokter dapat menggunakan obat terapi target yang spesifik menyerang sel kanker dengan karakteristik tertentu untuk membuat tumor tidak dapat bertumbuh.

Pencegahan

Tidak ada cara yang terbukti untuk mencegah kanker tenggorokan. Tetapi ada cara untuk mengurangi risiko kanker tenggorokan. Diantaranya adalah:

  • Berhenti merokok atau jangan mulai merokok
  • Tidak mengkonsumsi alkohol berlebihan
  • Diet sehat seimbang dengan mengkonsumsi buah dan sayuran
  • Lindungi diri dari HPV

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda melihat tanda ataupun gejala yang tidak kunjung sembuh, seperti radang tenggorokan atau suara menjadi serak. Sebagian besar gejala kanker tenggorokan tidak spesifik.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah janji dengan dokter terpercaya Anda jika anda memiliki tanda atau gejala yang mengkhawatirkan. Jika dokter Anda mencurigai adanya tanda-tanda yang memengaruhi telinga, hidung, dan tenggorokan. Anda dapat dirujuk ke dokter spesialis THT. Berikut merupakan beberapa informasi untuk membantu Anda bersiap-siap sebelum berkonsultasi dengan dokter:

  1. Pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan atau persiapkan. Contohnya adalah membatasi diet Anda
  2. Tuliskan dan sampaikan ke dokter semua gejala yang Anda alami
  3. Tuliskan bila ada, penyebab stres atau perubahan gaya hidup, misalnya kebiasaan merokok
  4. Buatlah daftar semua obat, vitamin, dan suplemen yang anda konsumsi
  5. Pertimbangkan untuk mengajak orang terdekat anda. Terkadang sulit mengingat semua informasi yang diberikan dokter. Seseorang yang mendampingi anda dapat membantu mengingat detail yang disampaikan selama diskusi dengan dokter
  6. Tuliskan pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter anda

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dapat mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Anda, seperti:

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala Anda terus menerus atau sesekali?
  • Jika ada, apa yang tampaknya dapat memperbaiki gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?

Setelah itu dokter dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan untuk mendiagnosis keadaan Anda.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/throat-cancer/symptoms-causes/syc-20366462 
Diakses pada 25 September 2018

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/throat-cancer#1 
Diakses pada 25 September 2018

Back to Top