Kanker

Kanker Tenggorokan

14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Tenggorokan
Kanker Tenggorokan mengacu pada kanker yang berkembang di tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel.
Kanker tenggorokan adalah kanker yang terjadi dan berkembang di area tenggorokan. Kanker dapat muncul dari sel tubuh yang bermutasi sehingga tumbuh di luar kendali menjadi sel abnormal dan akhirnya membentuk massa sel kanker yang disebut tumor.Berdasarkan lokasi tumbuhnya, kanker tenggorokan umumnya dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni kanker faring dan kanker laring. Namun bagian lain dari tenggorokan seperti tulang rawan (epiglotis) atau amandel pun dapat terjangkiti sel kanker ini.Tingkat keparahan kanker tenggorokan berjenjang, dari stadium 0 hingga stadium 4 berdasarkan jumlah atau ukuran tumor yang tumbuh. Semakin parah kanker yang dialami semakin besar pula risiko komplikasi, seperti kesulitan menelan, tidak mampu berbicara hingga kesulitan bernapas.Kanker tenggorokan relatif jarang terjadi dibandingkan dengan kanker lainnya. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan berbagai metode perawatan seperti kemoterapi, terapi radiasi atau operasi.Baca juga: Fungsi Laring yang Ternyata Berbeda dengan Tenggorokan
Kanker Tenggorokan
Dokter spesialis Onkologi
GejalaSuara serak, sulit menelan, sakit tenggorokan
Faktor risikoPria, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang, mengidap GERD
Metode diagnosisEndoskopi, biopsi, tes pencitraan
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
KomplikasiKesulitan menelan, kerusakan pada leher atau wajah, ketidakmampuan untuk berbicara, sulit bernafas
Kapan harus ke dokter?Mengalami radang tenggorokan dan suara menjadi serak
Gejala kanker tenggorokan sangat ditentukan oleh lokasi tumbuhnya tumor. Tumor yang menyebar ke jaringan terdekat di faring dan laring dapat menyebabkan gejala umum seperti berikut ini:
  • Sakit tenggorokan yang terus terjadi. Hal ini adalah gejala dini yang umum ditunjukkan dari pasien kanker tengorokkan.
  • Perubahan suara menjadi lebih serak atau berat. Pasien mungkin juga mengalami kesulitan mengucapkan kata atau suara tertentu.
  • Nyeri atau kesulitan menelan. Seringkali pasien mengalami nyeri saat menelan atau merasakan sensasi terbakar ketika mengunyah dan menelan makanan.
  • Kelenjar getah bening yang membengkak, biasanya ditunjukkan dengan adanya benjolan di leher yang tidak kunjung hilang. Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang melawan suatu penyakit.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab. Terkadang penurunan berat badan terjadi begitu drastis.
Beberapa gejala berikut ini lebih jarang terjadi, tetapi dilaporkan muncul pada beberapa kasus kanker tenggorokan, antara lain:
  • Mimisan
  • Sakit telinga
  • Sakit kepala
  • Batuk darah
  • Infeksi sinus kronis
  • Hidung tersumbat yang terjadi terus menerus
  • Bau mulut
  • Rahang kaku
  • Pembengkakan di mata, rahang, tenggorokan atau leher
  • Bicara pelo
  • Telinga berdengung
Seseorang berisiko terkena kanker tenggorokan ketika ada perubahan gen (mutasi) dalam sel di tenggorokannya. Mutasi tersebut mengakibatkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali hingga membentuk massa sel kanker.Agar dokter dapat memberikan rencana perawatan yang paling efektif, sel kanker pada kanker tenggorokan harus diidentifikasi menjadi dua jenis utama, yaitu:
  • Karsinoma sel skuamosa. Jenis kanker tenggorokan ini memengaruhi sel datar yang melapisi tenggorokan
  • Jenis kanker tenggorokan ini memengaruhi sel kelenjar.
Sel-sel kanker tersebut dapat tumbuh di berbagai bagian tenggorokan, dan berdasarkan tempat tumbuhnya, kanker tenggorokan dibagi ke dalam beberapa tipe, yakni:
  • Kanker nasofaring: tumbuh di nasofaring, yakni bagian tenggorokan yang berada tepat di belakang hidung
  • Kanker orofaring: tumbuh di orofaring, yaitu bagian tenggorokan yang berada di belakang mulut, termasuk amandel.
  • Kanker hipofaring (kanker laringofaring): sebagai sel kanker tumbuh di bagian bawah tenggorokan, tepat di atas esofagus dan tenggorokan
  • Kanker glottis, sel kanker tumbuh di pita suara
  • Kanker supraglotis: tumbuh di bagian atas laring dan epiglotis, yaitu bagian tulang rawan yang berfungsi sebagai penutup untuk batang tenggorokan.
  • Kanker subglotis: tumbuh di bagian bawah kotak suara, tepatnya di bawah pita suara
Baca jawaban dokter: Apa penyebab benjolan di tenggorokan?

Faktor risiko

Belum diketahui secara pasti penyebab perubahan genetik pada seseorang. Namun, beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya mutase sel hingga membentuk sel kanker, antara lain:
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang menahun
  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), kondisi kronis akibat asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus)
  • Jenis kelamin. Berdasarkan penelitian, risiko kanker tenggorokan lebih tinggi pada pria dibanding wanita.
  • Human Papilloma Virus (HPV) yang biasanya ditularkan melalui aktivitas seksual.
  • Kurang asupan buah dan sayur.
Untuk mendiagnosis kanker tenggorokan, dokter akan merekomendasikan:
  • Pemeriksaan dengan alat khusus yang disebut endoskopi untuk melihat lebih dekat kondisi tenggorokan. Kamera kecil di ujung endoskopi akan mentransmisikan gambar ke layar video, sehingga dokter dapat mengamati tanda-tanda kelainan tenggorokan.
  • Pemeriksaan laringoskopi yang menggunakan laryngoscope. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk memeriksa pita suara.
  • Pengambilan sampel jaringan untuk pengujian lebih lanjut, jika kelainan ditemukan selama endoskopi atau laringoskopi. Prosedur pengambilan sampel (biopsi) ini akan dilakukan melalui pembedahan dan bertujuan untuk memastikan apakah kelainan yang ditemukan tersebut ganas (kanker) atau penyakit yang lain. Diagnosis kanker tenggorokan hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan jaringan biopsi.
  • Tes pencitraan. Tes ini termasuk X-ray, Computerized Tomography (CT), Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET). Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat kanker di luar permukaan tenggorokan atau kotak suara.
Setelah kanker tenggorokan didiagnosis, langkah selanjutnya adalah menentukan sejauh mana (stadium) kanker. Stadium kanker tenggorokan ditandai dengan angka Romawi I hingga IV.Setiap subtipe kanker tenggorokan memiliki kriteria tersendiri untuk setiap tahap. Berikut penjelasannya:
  • Stadium 0: Massa sel kanker hanya berada di lapisan atas dari bagian tenggorokan yang terjangkit.
  • Stadium 1: Tumor berukuran kurang dari 2 cm dan pertumbuhan tumor tidak meluas ke lain.
  • Stadium 2: Tumor berukuran antara 2 dan 4 cm dan ada kemungkinan telah menyebar di area terdekat dari lokasi awal tumbuhnya tumor.
  • Stadium 3: Tumor berukuran lebih besar dari 4 cm dan telah menyebar ke struktur lain di tenggorokan dan mungkin juga telah tumbuh ke salah satu kelenjar getah bening.
  • Stadium 4: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain (metastasis).
Pengobatan tergantung pada lokasi kanker, seberapa serius kanker tersebut (stadium), dan kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, mungkin penderita memerlukan lebih dari satu jenis perawatan:
  1. Radioterapi Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Untuk kanker stadium dini mungkin terapi ini cukup. Namun untuk kanker yang lebih serius, penderita mungkin membutuhkan terapi radiasi bersama pengobatan lain. Contohnya, untuk tumor besar di kotak suara, dokter mungkin merekomendasikan radiasi bersama dengan kemoterapi.
  2. Operasi. Ada banyak operasi yang dilakukan dokter untuk mengangkat tumor tenggorokan. Untuk tumor tahap awal pada permukaan tenggorokan atau pita suara, dokter dapat mengangkat jaringan kanker hanya dengan bantuan endoskopi. Untuk tumor yang lebih besar, dokter mungkin harus mengangkat sebagian tenggorokan, kemudian memperbaikinya agar penderita dapat menelan secara normal. Jika tumor terjadi pada kotak suara, penderita mungkin hanya memiliki sebagian atau tidak dapat bersuara sama sekali. Meski demikian, dengan latihan khusus, pasien masih mungkin dapat berbicara.
  3. Kemoterapi. Kemoterapi adalah prosedur terapi dengan menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Digunakan juga untuk mengecilkan tumor sebelum penderita menjalankan operasi dan untuk mematikan sel kanker terakhir sesudah operasi. Kemoterapi juga dapat membantu radiasi lebih efektif.
  4. Targeted drug therapy (terapi target). Untuk beberapa kasus kanker tenggorokan, dokter dapat menggunakan obat terapi target yang spesifik menyerang sel kanker dengan karakteristik tertentu untuk membuat tumor tidak dapat bertumbuh. Contoh obat nya adalah cetuximab

Komplikasi

Apabila tidak ditangani dengan tepat, kanker tenggorokan dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Kesulitan menelan
  • Kerusakan pada leher atau wajah
  • Ketidakmampuan untuk berbicara
  • Sulit bernafas
  • Pengerasan kulit di sekitar leher
Tidak ada cara yang terbukti untuk mencegah kanker tenggorokan. Tetapi ada cara untuk mengurangi risiko kanker tenggorokan. Diantaranya adalah:
  • Berhenti merokok atau jangan mulai merokok
  • Tidak mengkonsumsi alkohol berlebihan
  • Diet sehat seimbang dengan mengkonsumsi buah dan sayuran
  • Lindungi diri dari HPV dengan mendapatkan vaksin HPV. Pasalnya, virus ini dicurigai menjadi pemicu munculnya sel kanker pada tenggorokan.
Baca juga: Makanan untuk Radang Tenggorokan yang Boleh dan Tidak Boleh
Buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda melihat tanda ataupun gejala yang tidak kunjung sembuh, seperti radang tenggorokan atau suara menjadi serak. Sebagian besar gejala kanker tenggorokan tidak spesifik.
Buatlah janji dengan dokter terpercaya Anda jika anda memiliki tanda atau gejala yang mengkhawatirkan. Jika dokter Anda mencurigai adanya tanda-tanda yang memengaruhi telinga, hidung, dan tenggorokan. Anda dapat dirujuk ke dokter spesialis THT. Berikut merupakan beberapa informasi untuk membantu Anda bersiap-siap sebelum berkonsultasi dengan dokter:
  • Pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan atau persiapkan. Contohnya adalah membatasi diet Anda
  • Tuliskan dan sampaikan ke dokter semua gejala yang Anda alami
  • Tuliskan bila ada, penyebab stres atau perubahan gaya hidup, misalnya kebiasaan merokok
  • Buatlah daftar semua obat, vitamin, dan suplemen yang anda konsumsi
  • Pertimbangkan untuk mengajak orang terdekat anda. Terkadang sulit mengingat semua informasi yang diberikan dokter. Seseorang yang mendampingi anda dapat membantu mengingat detail yang disampaikan selama diskusi dengan dokter
  • Tuliskan pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter anda
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker tenggorokan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tenggorokan agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/throat-cancer/symptoms-causes/syc-20366462
Diakses pada 7 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/throat-cancer#1
Diakses pada 25 September 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/cancer-throat-or-larynx#stages
Diakses pada 7 Januari 2021
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/throat-cancer-symptoms-5093830
Diakses pada 7 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email