Kanker Serviks

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Fridawati
Kanker serviks dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual
Kanker serviks bermula saat sel yang berada di mulut rahim, bermutasi menjadi sel-sel abnormal

Pengertian Kanker Serviks

Kanker serviks bermula di leher rahim bagian bawah yang menghubungkan ke vagina. Biasanya infeksi ini menular dari hubungan seksual. Namun, vaksin dapat melindungi Anda dari infeksi ini. Sistem kekebalan tubuh wanita biasanya dapat melawan virus. Meski demikian, sistem kekebalan pada beberapa wanita tidak melawan virus tersebut, dan malah menyebabkan sel sehat berubah menjadi sel kanker.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Untuk stadium awal kanker serviks belum menimbulkan gejala yang mencurigakan. Namun pada kanker serviks tahapan lanjut, ada beberapa gejala yang ditimbulkan yaitu:

  • Pendarahan pada vagina setelah hubungan seksual
  • Keputihan yang bercampur darah
  • Nyeri pada pinggul saat berhubungan seksual

Penyebab

Kanker serviks bermula saat sel yang berada di mulut rahim, bermutasi menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel abnormal mengalami pertumbuhan tidak teratur yang menyebabkan sel-sel sehat mati. Sel-sel tersebut menumpuk menjadi tumor dan dapat menyebar ke organ atau jaringan lain. Penyebab kanker ini masih belum jelas. Meski demikian, Human Papillomavirus (HPV) dipercaya menjadi salah satu penyebab utamanya. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap kanker serviks yaitu:

  • Sering berganti pasangan seksual
  • Terlalu dini dalam berhubungan seksual
  • Terkena infeksi penyakit menular seksual
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Merokok

Diagnosis

Deteksi dini kanker bisa membuat penderitanya berpotensi untuk sembuh lebih tinggi dan memiliki usia lebih panjang. Deteksi dini bisa dilakukan mulai usia 21 tahun. Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan adalah:

  • Papsmear
    Dokter akan mengambil sel-sel dari leher rahim lalu melakukan pengujian di laboratorium agar dapat mendeteksi gejala dan kelainan. Tes ini dapat melihat sel-sel kanker di leher rahim dan perubahan yang mengarah pada kanker serviks.
  • Tes DNA HPV
    Tes ini mengumpulkan sel dari leher rahim untuk diuji dan mencari keberadaan dari Human Papilloma Virus (HPV). Sebab, hal ini sangat berpotensi mengakibatkan kanker serviks. Biasanya perempuan berusia 30 tahun memilih tes ini

Anda juga bisa menjalani pemeriksaan menyeluruh dengan menggunakan alat pembesar khusus, yaitu kolposkopi, untuk memeriksa sel-sel abnormal. Saat menggunakan kolposkopi, dokter juga akan mengambil sel-sel untuk diuji di laboratorium. Pengambilan sampel sel ini disebut biopsi, dan memiliki beberapa jenis berikut ini.

  • Biopsi pukulan
    Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat untuk mengambil sampel jaringan dari serviks
  • Kuretase endoserviks
    Pemeriksaan ini dijalankan dengan menggunakan alat berbentuk sendok untuk mengambil sampel jaringan dari serviks

Apabila merasa ragu untuk untuk melakukan tes di atas, Anda dapat mencoba beberapa tes lain berikut ini.

  • Loop kawat listrik
    Tes ini menggunakan kawat dengan tegangan listrik rendah untuk mengambil sampel jaringan. Pasien memerlukan pembiusan sebelum menjalani tes ini.
  • Biopsi kerucut
    Tes ini berfungsi untuk mendapatkan sampel lapisan sel serviks yang lebih dalam. Pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit karena membutuhkan tindakan anestesi.
  • Tes pencitraan
    Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis indikasi kanker serviks, serta mengetahui sejauh mana penyebaran sel kanker. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter yaitu X-ray, computerized tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET).

Tingkatan penyebaran untuk kanker serviks terbagi menjadi empat yaitu:

  • Stadium I
    Kanker belum menyebar dan masih berada di sekitar serviks.
  • Stadium II
    Kanker berada di bagian serviks dan menyebar ke bagian atas vagina.
  • Stadium III
    Kanker menyebar ke bagian bawah vagina dan dinding samping panggul.
  • Stadium IV
    Kanker menyebar ke organ tubuh lain yang terdekat, seperti kandung kemih.

Pengobatan

Ada beberapa tindakan medis yang bisa dijalani pasien kanker serviks.

  • Histerektomi
    Pasien kanker serviks stadium awal biasanya menjalani pengangkatan uterus (histerektomi), untuk menyembuhkan dan mencegah kembalinya kanker. Namun risikonya, pasien tidak bisa hamil di kemudian hari. Ada dua jenis histerektomi, yaitu histerektomi sederhana dan histerektomi radikal. Histerektomi sederhana dilakukan pada pasien kanker serviks stadium awal dengan cara mengangkat kanker dengan uterus. Sementara itu, histerektomi radikal dijalankan dengan mengangkat rahim dan kelenjar getah bening bersama kanker.
  • Kemoterapi
    Kemoterapi dijalankan menggunakan obat suntik maupun pil untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi biasanya digabungkan dengan terapi radiasi. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker dan mengendalikan kanker serviks stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini dapat diberikan secara eksternal, internal maupun bersamaan untuk eksternal dan internal. Secara internal, radiasi langsung diarahkan ke vagina. Selama terapi radiasi, pasien dalam posisi berbaring dan mesin bergerak di sekitar pasien, dan mengarahkan radiasi ke bagian yang terjangkit sel kanker.

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk mencegah kanker serviks, yaitu:

  • Melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV)
  • Melakukan pemeriksaan leher rahim secara rutin dan berkala (pap smear)
  • Tidak berganti pasangan seksual dan pastikan pasangan dalam kondisi sehat
  • Tidak merokok

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buat janji dengan dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Jika dokter mencurigai adanya kanker serviks, Anda juga dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker. Siapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Berikut ini pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter mengenai kanker serviks.

  • Apa penyebab utama dari indikasi yang saya alami?
  • Tes apa saja yang saya perlukan?
  • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia dan apa efek sampingnya?
  • Seberapa sering saya harus mengontrol penyakit ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan. Sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Seberapa parah gejala yang terjadi?
  • Kapan Anda mengalami gejala pertama kali?
  • Apakah Anda pernah bermasalah dengan leher rahim sebelumnya?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi Anda?
  • Apakah Anda sedang merencanakan kehamilan?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-
causes/syc-20352501

Diakses pada 14 November 2018

Back to Top