Kandungan

Kanker Serviks

Diterbitkan: 17 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Serviks
Kanker serviks bermula saat sel yang berada di mulut rahim bermutasi menjadi sel-sel abnormal
Kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel kanker di mulut rahim (serviks). Sebagian besar kasus kanker ini disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).Sistem kekebalan tubuh wanita biasanya dapat melawan virus. Meski demikian, sistem kekebalan pada beberapa wanita tidak melawan virus tersebut, dan malah menyebabkan sel sehat berubah menjadi sel kanker.Pada tahap awal kanker serviks tidak menunjukkan gejala apapun. Pertumbuhan kanker serviks biasanya lambat, sehingga peluang untuk mendeteksi secara dini dan pengobatan pada tahap awal penyakit cukup tinggi.Oleh karena itu, tes deteksi dini secara reguler penting untuk dilakukan oleh wanita yang memiliki risiko kanker serviks. Salah satu pemeriksaan dini ini adalah Pap smear.Menurut data Kemenkes, kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita Indonesia. Setiap tahunnya, sedikitnya terdapat 15.000 kasus wanita yang terinfeksi kanker ini. 
Kanker Serviks
Dokter spesialis Onkologi
Gejala kanker serviks umumnya tidak ada pada stadium awal. Kanker ini baru menimbulkan keluhan pada penderita ketika sudah memasuki tahap lanjut.Gejala kanker serviks tahap lanjut tersebut meliputi:
  • Perdarahan pada vagina setelah hubungan seksual
  • Perdarahan di luar masa menstruasi
  • Keputihan berbau yang bercampur darah
  • Nyeri pada pinggul saat berhubungan seksual
Kanker serviks juga dapat menyebar ke jaringan dan organ lain. Akibatnya, penderita akan mengalami gejala berikut:
  • Nyeri punggung
  • Konstipasi
  • Sering buang air besar atau buang air kecil
  • Darah pada urine
  • Bengkak pada salah satu atau kedua kaki
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan
  • Tidak nafsu makan
 
Penyebab utama kanker serviks adalah mutasi sel mulut rahim yang normal berubah menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel tersebut menjadi abnormal, mengalami pertumbuhan tidak teratur yang menyebabkan sel-sel sehat mulut rahim mati.Sel-sel tersebut menumpuk menjadi tumor dan dapat menyebar ke organ atau jaringan lain. Penyebab kanker serviks sampai saat ini masih belum jelas. Meski demikian, virus Human Papillomavirus (HPV) dipercaya menjadi salah satu penyebab utamanya.Beberapa faktor risiko kanker serviks meliputi:
  • Sering berganti pasangan seksual
  • Terlalu dini dalam berhubungan seksual
  • Terkena infeksi penyakit menular seksual
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Merokok
  • Adanya riwayat kanker serviks dalam keluarga
 
Diagnosis kanker serviks dapat ditegakkan dengan wawancara mengenai gejala yang Anda alami dan riwayat penyakit yang diderita, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Diagnosis kanker serviks dapat ditegakkan melalui pemeriksaan penunjang sebagai berikut:
  • Pap smear
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel dari vagina menggunakan spekulum, setelah dokter mengambil sel-sel dari leher rahim lalu akan, melakukan pengujian di laboratorium agar dapat mendeteksi gejala dan kelainan. Tes ini dapat melihat sel-sel kanker di leher rahim dan perubahan yang mengarah pada kanker serviks. Pap smear dianjurkan untuk dilakukan setiap 3 tahun pada wanita berusia 21-29 tahun.
  • Tes HPV DNA
    Prosedur tes ini hampir mirip dengan tes pap smear oleh karena itu kedua tes ini biasanya dilakukan bersamaan. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari mulut rahim dan kemudian mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium untuk diperiksakan  di bawah mikroskop. Analis akan menilai ada tidaknya sel mulut rahim yang mengandung materi genetik (DNA) dari virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  • Pemeriksaan kolposkopi dan biopsi: pemeriksaan menyeluruh dengan menggunakan alat pembesar khusus, yaitu kolposkopi, untuk memeriksa sel-sel abnormal. Saat menggunakan kolposkopi, dokter juga akan mengambil sel-sel untuk diuji di laboratorium. Pengambilan sampel sel ini disebut biopsi.
Terdapat beberapa jenis  biopsi, diantaranya:
  • Punch Biopsy
    Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat untuk mengambil sampel jaringan dari serviks
  • Kuretase endoserviks
    Pemeriksaan ini dijalankan dengan menggunakan alat berbentuk sendok untuk mengambil sampel jaringan dari serviks
  • Biopsi kerucut
    Tes ini berfungsi untuk mendapatkan sampel lapisan sel serviks yang lebih dalam. Pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit karena membutuhkan tindakan anestesi.
Apabila merasa ragu untuk untuk melakukan tes di atas, Anda dapat mencoba beberapa tes lain berikut ini.
  • Loop Electrosurgical Excision Procedure
    Tes ini menggunakan kawat dengan tegangan listrik rendah untuk mengambil sampel jaringan. Pasien memerlukan pembiusan sebelum menjalani tes ini.
  • Tes Pencitraan
    Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis indikasi kanker serviks, serta mengetahui sejauh mana penyebaran sel kanker. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter yaitu X-ray, computerized tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET).
Pemeriksaan penunjang di atas juga dilakukan untuk menentukan stadium kanker serviks. Stadium kanker serviks dibagi menjadi empat yaitu:
  • Stadium I
    Pada stadium ini, kanker serviks hanya terdapat di dalam mulut rahim. Stadium I dibagi menjadi stadium 1A dan stadium 1B. Pada stadium 1A, kanker serviks tidak terlihat secara kasat mata dan hanya dapat dinilai dengan mikroskop.  Pada stadium 1B, sel kanker juga terdapat pada hanya mulut rahim namun sudah terlihat secara kasat mata tanpa mikroskop. Angka kelangsungan hidup penderita kanker serviks stadium 1 adalah 95 % (95 dari 100 orang) selama 5 tahun atau lebih setelah pertama kali terdiagnosis.
  • Stadium  II
    Pada stadium 2, sel kanker telah bertumbuh sampai di luar mulut rahim dan rahim namun belum menyebar ke dinding rongga panggul dan bagian bawah vagina. Sama seperti stadium 1, stadium 2 juga dibagi menjadi stadium 2A dan 2B. pada stadium 2A, sel kanker belum menyebar ke jaringan sekitar mulut rahim dan rahim, sedangkan pada stadium 2B, sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitar mulut rahim dan rahim. Angka kelangsungan hidup penderita kanker serviks stadium 2 adalah 70% (70 dari 100 orang) dalam 5  tahun atau lebih setelah pertama kali terdiagnosis.
  • Stadium III
    Stadium 3 dibagi menjadi stadium 3A dan 3B. Pada stadium 3A, sel kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina namun belum menyebar ke dinding rongga panggul. Pada stadium 3B, sel kanker telah menyebar ke dalam dinding rongga panggul dan menyumbat saluran kemih sehingga dapat menyebabkan pembesaran ginjal (hidronefrosis) dan menyebabkan masalah ginjal. Bila sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening panggul, dapat dikelompokkan juga dalam stadium 3B. Angka kelangsungan hidup penderita kanker serviks stadium 3 adalah 40% (40 dari 100 orang) selama 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis pertama kali.
  • Stadium IV
    Kanker menyebar ke organ tubuh lain yang terdekat seperti kandung kemih dan rektum dan dapat juga menyebar ke organ tubuh lain yang jauh seperti paru-paru, usus, tulang, dan sebagainya. Angka kelangsungan hidup penderita kanker serviks stadium 4 adalah 15% (15 dari 100 orang) dalam 5 tahun atau lebih sejak pertama kali terdiagnosis.
Cara mengobati kanker serviks umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama seseorang sudah mengalami kondisi tersebut.Ada beberapa tindakan medis yang bisa dijalani pasien kanker serviks.
  • Histerektomi
    Pasien kanker serviks stadium awal biasanya menjalani pengangkatan uterus (histerektomi), untuk menyembuhkan dan mencegah kembalinya kanker. Namun risikonya, pasien tidak bisa hamil di kemudian hari. Ada dua jenis histerektomi, yaitu histerektomi sederhana dan histerektomi radikal. Histerektomi sederhana dilakukan pada pasien kanker serviks stadium awal dengan cara mengangkat kanker dengan uterus. Sementara itu, histerektomi radikal dijalankan dengan mengangkat rahim dan kelenjar getah bening bersama kanker.
  • Kemoterapi
    Kemoterapi dijalankan menggunakan obat suntik maupun pil untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi biasanya digabungkan dengan terapi radiasi. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker dan mengendalikan kanker serviks stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan. Kemoterapi dapat digabung dengan radioterapi yag disebut dengan kemoradiasi, hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas terapi.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini dapat diberikan secara eksternal, internal maupun bersamaan untuk eksternal dan internal. Secara internal, radiasi langsung diarahkan ke vagina. Selama terapi radiasi, pasien dalam posisi berbaring dan mesin bergerak di sekitar pasien, dan mengarahkan radiasi ke bagian yang terjangkit sel kanker.
  • Terapi target
    Pada terapi ini dilakukan pemberian obat untuk menghambat pertumbuhan tumor dengan cara menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor atau dalam istilah kedokteran disebut dengan angiogenesis. Terapi ini memiliki efek samping berupa lemas, kehilangan nafsu makan dan peningkatan tekanan darah.
Komplikasi kanker serviksSebaiknya konsultasikanlah ke dokter bila Anda mengalami gejala kanker serviks, sebab kanker serviks yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Rasa nyeri kronis.
  • Gagal ginjal akibat terhambatnya aliran urin keluar dari ginjal.
  • Lebih berisiko tinggi mengalami bekuan darah dan menyebabkan trombosis vena dalam. Bila dibiarkan trombosis vena dalam dapat menyebabkan komplikasi serius yaitu emboli paru.
  • Perdarahan pada vagina dan saluran pencernaan.
  • Terbentuk fistula yaitu kanal abnormal yang terbentuk antara 2 bagian organ tubuh yang berbeda. Pada kanker serviks, fistula yang paling sering terjadi adalah antara kandung kemih dan vagina. Hal ini akan menyebabkan penderita mengalami keluarnya urin lewat vagina. Terkadang juga dapat terbentuk fistula antara vagina dan rektum sehingga tinja dapat keluar melalui vagina.
 
Cara mencegah kanker serviks belum ada hingga saat ini. Namun Anda bisa menurunkan risikonya dengan cara:
  • Menjalani vaksin Human Papilloma Virus (HPV)
  • Melakukan Pap smearpemeriksaan leher rahim secara rutin dan berkala
  • Menurunkan risiko penularan virus, seperti menggunakan kondom, tidak berganti pasangan seksual, dan memastikan pasangan dalam kondisi sehat
  • Tidak merokok
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala terkait kanker serviks. Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker serviks?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker serviks agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-
causes/syc-20352501
Diakses pada 14 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/cervical-cancer#1
Diakses pada 16 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159821.php
Diakses pada 16 Januari 2020
Canadian Cancer Society. https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/staging/?region=on
Diakses pada 29 Juli 2020
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/cervical-cancer
Diakses pada 29 Juli 2020
Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/survival
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Menstruasi Lama? Ini 10 Alasan Penyebabnya, Kanker Salah Satunya!

Menstruasi yang berlangsung lama mungkin hanya merupakan gangguan hormon. Namun, ada 10 kondisi lain yang menyebabkan wanita mengalami menstruasi lama, salah satunya pemasangan alat KB spiral.
15 Jun 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Menstruasi lama bisa disebabkan oleh pemasangan alat KB spiral

Waspada! 7 Gejala Ini Dapat Menjadi Tanda Radang Serviks

Radang serviks atau servisitis adalah peradangan yang terjadi pada leher rahim. Gejala servisitis sering tidak disadari, sehingga terlambat untuk ditangani.
03 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Salah satu radang serviks adalah iritasi pada vagina atau leher rahim

Penyakit Kelamin Wanita, Apa Saja Gejalanya?

Penyakit kelamin dapat memengaruhi kehamilan atau janin dalam tubuh wanita. Penyakit yang paling umum terjadi yaitu trikomoniasis, klamidia, herpes genital. Setiap penyakit berbeda gejalanya.
08 Jun 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Penyakit kelamin wanita dapat memengaruhi kehamilan atau janin