Kanker serviks dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual
Kanker serviks bermula saat sel yang berada di mulut rahim, bermutasi menjadi sel-sel abnormal

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel kanker di leher rahim bagian bawah yang menghubungkan ke vagina. Menurut data Kemenkes, angka kejadian kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Infeksi menular seksual dapat menjadi pemicu terjadinya kanker serviks. Namun, vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat melindungi Anda dari infeksi ini. Sistem kekebalan tubuh wanita biasanya dapat melawan virus. Meski demikian, sistem kekebalan pada beberapa wanita tidak melawan virus tersebut, dan malah menyebabkan sel sehat berubah menjadi sel kanker.

Terdapat dua jenis kanker serviks, dapat berupa :

  • Karsinoma sel skuamosa (KSS) : KSS berawal dari sel skuamosa yaitu sel yang melapisi rahim bagian luar.
  • Adenokarsinoma : Pada jenis kanker serviks ini bermula pada sel kelenjar pada saluran leher rahim.

Untuk stadium awal kanker serviks belum menimbulkan gejala. Namun pada kanker serviks tahapan lanjut, ada beberapa gejala yang ditimbulkan yaitu:

  • Pendarahan pada vagina setelah hubungan seksual
  • Perdarahan di luar masa menstruasi
  • Keputihan berbau yang bercampur darah
  • Nyeri pada pinggul saat berhubungan seksual

Pada tahap lanjut, kanker akan menyebar ke jaringan lainnya sehingga akan menimbulkan gejala seperti berikut :

  • Nyeri punggung
  • Konstipasi
  • Sering BAB atau BAK 
  • Adanya darah pada urine
  • Bengkak pada salah satu atau kedua kaki
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan
  • Tidak nafsu makan

Kanker serviks bermula saat sel yang sehat yang berada di mulut rahim mengalami perubahan dan bermutasi menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel tersebut menjadi abnormal, mengalami pertumbuhan tidak teratur yang menyebabkan sel-sel sehat mati. Sel-sel tersebut menumpuk menjadi tumor dan dapat menyebar ke organ atau jaringan lain. Penyebab kanker ini masih belum jelas. Meski demikian, Human Papillomavirus (HPV) dipercaya menjadi salah satu penyebab utamanya. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap kanker serviks yaitu:

  • Sering berganti pasangan seksual
  • Terlalu dini dalam berhubungan seksual
  • Terkena infeksi penyakit menular seksual
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Merokok
  • Adanya riwayat kanker serviks dalam keluarga

Deteksi dini kanker bisa membuat penderitanya berpotensi untuk mendapatkan keberhasilan terapi dan tingkat kesembuhan lebih tinggi serta memiliki usia lebih panjang. Dokter akan menyarankan Deteksi dini bisa dilakukan mulai usia 21 tahun. Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan adalah:

  • Pap smear
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel dari vagina menggunakan spekulum, setelah dokter mengambil sel-sel dari leher rahim lalu akan, melakukan pengujian di laboratorium agar dapat mendeteksi gejala dan kelainan. Tes ini dapat melihat sel-sel kanker di leher rahim dan perubahan yang mengarah pada kanker serviks. Pap smear dianjurkan untuk dilakukan setiap 3 tahun pada wanita berusia 21-29 tahun.
  • Tes HPV DNA
    Tes ini mengumpulkan sel dari leher rahim untuk diuji dan mencari keberadaan dari Human Papilloma Virus (HPV). Prosedur yang dilakukan sama seperti pap smear. Sebab, hal ini sangat berpotensi mengakibatkan kanker serviks. Biasanya perempuan berusia 30 tahun memilih tes ini

Anda juga bisa menjalani pemeriksaan menyeluruh dengan menggunakan alat pembesar khusus, yaitu kolposkopi, untuk memeriksa sel-sel abnormal. Saat menggunakan kolposkopi, dokter juga akan mengambil sel-sel untuk diuji di laboratorium. Pengambilan sampel sel ini disebut biopsi, dan memiliki beberapa jenis berikut ini.

  • Punch Biopsy
    Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat untuk mengambil sampel jaringan dari serviks
  • Kuretase endoserviks
    Pemeriksaan ini dijalankan dengan menggunakan alat berbentuk sendok untuk mengambil sampel jaringan dari serviks

Apabila merasa ragu untuk untuk melakukan tes di atas, Anda dapat mencoba beberapa tes lain berikut ini.

  • Loop Electrosurgical Excision Procedure
    Tes ini menggunakan kawat dengan tegangan listrik rendah untuk mengambil sampel jaringan. Pasien memerlukan pembiusan sebelum menjalani tes ini.
  • Biopsi kerucut
    Tes ini berfungsi untuk mendapatkan sampel lapisan sel serviks yang lebih dalam. Pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit karena membutuhkan tindakan anestesi.
  • Tes Pencitraan
    Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis indikasi kanker serviks, serta mengetahui sejauh mana penyebaran sel kanker. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter yaitu X-ray, computerized tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET).

Tingkatan penyebaran untuk kanker serviks terbagi menjadi empat yaitu:

  • Stadium I
    Kanker belum menyebar dan masih berada di sekitar serviks. Kemungkinan sudah ada penyebaran ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium II
    Kanker berada di bagian serviks dan menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.
  • Stadium III
    Kanker menyebar ke bagian bawah vagina dan dinding samping panggul, dan saluran kemih
  • Stadium IV
    Kanker menyebar ke organ tubuh lain yang terdekat, seperti kandung kemih, paru-paru, usus, tulang dsb.

Ada beberapa tindakan medis yang bisa dijalani pasien kanker serviks.

  • Histerektomi
    Pasien kanker serviks stadium awal biasanya menjalani pengangkatan uterus (histerektomi), untuk menyembuhkan dan mencegah kembalinya kanker. Namun risikonya, pasien tidak bisa hamil di kemudian hari. Ada dua jenis histerektomi, yaitu histerektomi sederhana dan histerektomi radikal. Histerektomi sederhana dilakukan pada pasien kanker serviks stadium awal dengan cara mengangkat kanker dengan uterus. Sementara itu, histerektomi radikal dijalankan dengan mengangkat rahim dan kelenjar getah bening bersama kanker.
  • Kemoterapi
    Kemoterapi dijalankan menggunakan obat suntik maupun pil untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi biasanya digabungkan dengan terapi radiasi. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker dan mengendalikan kanker serviks stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan. Kemoterapi dapat digabung dengan radioterapi yag disebut dengan kemoradiasi, hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas terapi.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini dapat diberikan secara eksternal, internal maupun bersamaan untuk eksternal dan internal. Secara internal, radiasi langsung diarahkan ke vagina. Selama terapi radiasi, pasien dalam posisi berbaring dan mesin bergerak di sekitar pasien, dan mengarahkan radiasi ke bagian yang terjangkit sel kanker.
  • Terapi target
    Pada terapi ini dilakukan pemberian obat untuk menghambat pertumbuhan tumor dengan cara menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor atau dalam istilah kedokteran disebut dengan angiogenesis. Terapi ini memiliki efek samping berupa lemas, kehilangan nafsu makan dan peningkatan tekanan darah.

Ada beberapa cara untuk mencegah kanker serviks, yaitu:

  • Melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV)
  • Melakukan pap smear, pemeriksaan leher rahim secara rutin dan berkala
  • Gunakan kondom dan tidak berganti pasangan seksual dan pastikan pasangan dalam kondisi sehat
  • Tidak merokok

Buat janji dengan dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Jika dokter mencurigai adanya kanker serviks, Anda juga dapat dirujuk ke dokter spesialis onkologi. Siapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Berikut ini pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter mengenai kanker serviks.

  • Apa penyebab utama dari indikasi yang saya alami?
  • Tes apa saja yang saya perlukan?
  • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia dan apa efek sampingnya?
  • Seberapa sering saya harus mengontrol penyakit ini?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan. Sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Seberapa parah gejala yang terjadi?
  • Kapan Anda mengalami gejala pertama kali?
  • Apakah Anda pernah bermasalah dengan leher rahim sebelumnya?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi Anda?
  • Apakah Anda sedang merencanakan kehamilan?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-
causes/syc-20352501

Diakses pada 14 November 2018

Artikel Terkait