Perut

Kanker Rektum

25 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Rektum
Kanker rektum sering menjangkit orang yang juga mengidap radang usus
Kanker rektum adalah kanker yang berkembang dari rektum yang berada di ujung usus besar (kolon) ke bagian menyempit arah anus. Kanker ini memiliki kesamaan dengan kanker usus besar karena letaknya berdekatan, sel kanker dapat ditemukan di keduanya, sehingga disebut kanker kolorektal.Kanker rektal dan kanker usus besar memang serupa dalam banyak hal, namun perawatannya sangat berbeda. Pasalnya, rektum berada di ruang yang sempit, nyaris tidak terpisah dari organ dan struktur lain. Ruang yang sempit dapat membuat operasi untuk mengangkat kanker menjadi jauh lebih kompleks.  Saat ini, tingkat kesuksesan penyembuhan kanker rektum sangat meningkat dibandingkan zaman dahulu. Karena seiring dengan majunya teknologi, pengobatan yang efektif untuk kanker rektum bisa berhasil ditemukan. 
Kanker Rektum
Dokter spesialis Onkologi
GejalaDarah dan lendir pada tinja, sembelit
Faktor risikoUsia di atas 50 tahun, faktor keturunan, radang usus
Metode diagnosisBiopsi, tes pencitraan, tes darah
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiObstruksi usus, kanker usus besar, penyebaran kanker
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker rektum
Secara umum, gejala kanker rektum meliputi:
  • Darah merah segar di tinja
  • Lendir di tinja
  • Sembelit
  • Anemia defisiensi seng (zinc)
  • Diare
  • Perut sering terasa sakit
  • Terasa penuh di perut (begah) meski sudah buang air besar
  • Menurunnya berat badan tanpa sebab
  • Mudah lelah
 
Hingga kini, penyebab kanker rektum belum diketahui. Namun kanker ini diduga terjasi karena sel di dalam rektum yang bermutasi, serta tumbuh secara berlebihan dan tidak terkendali.Sebagai akibatnya, sel sehat mati dan sel abnormal menumpuk hingga menjadi kanker. Sel kanker juga dapat menyebar ke jaringan lain di sekitarnya. 

Faktor risiko kanker rektum

Beberapa faktor risiko kanker rektum meliputi:
  • Usia d atas usia 50 tahun
  • Mempunyai penyakit radang usus. Seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn
  • Penyakit keturunan, seperti sindrom lynch dan polip adenomatosa familial
  • Kurangnya mengonsumsi buah dan sayuran
  • Kurang berolahraga atau olahraga secara tidak teratur
  • Diabetes
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol
 
Diagnosis kanker rektum dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Kolonoskopi dan biopsi

Pemeriksaan kolonoskopi menggunakan kolonoskop, yakni tabung kecil berkamera yang lentur, untuk melihat langsung kondisi dalam rektum.Dokter dapat sekaligus biopsi saat melakukan kolonoskopi. Biopsi adalah proses mengambil sampel jaringan dari rektum yang kemudian diperiksa ke laboratorium. Biopsi akan menentukan ada tidaknya sel kanker.
  • Pencitraan

Umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis kanker rektum dan untuk mengetahui sejauh mana sel-sel kanker itu menyebar. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter yaitu X-ray, CT scan, MRI, dan PET scan.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mendeteksi adanya anemia yang sering menjadi salah satu gejala kanker rektum akibat pendarahan di daerah tumor.Selain itu, pemeriksaan darah juga digunakan untuk mengevaluasi kadar carcinoembryonic antigen (CEA). CEA adalah salah satu protein penanda yang dapat meningkat pada kanker kolorektal dan kanker rektum, serta dapat digunakan dalam memantau respons kanker terhadap pengobatan. 

Stasium kanker rektum

Dokter juga melakukan diagnosis guna menentukan stadium kanker berikut
  • Stadium 0

Hanya lapisan terdalam dari dinding rektum yang mengandung sel-sel abnormal.
  • Stadium 1

Sel kanker telah menyebar dan melewati lapisan terdalam dinding rektum, tapi belum meluas ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 2

Sel kanker telah menyebar ke dalam atau melewati lapisan otot luar dinding rektum, tapi belum meluas ke kelenjar getah bening. Stadium ini sering disebut sebagai tahap 2A.Pada stadium 2B, kanker telah menyebar ke lapisan perut.
  • Stadium 3

Sel kanker telah menyebar melalui lapisan otot terluar rektum dan ke satu atau lebih kelenjar getah bening. Tahap 3 sering dipecah menjadi subtahap 3A, 3B, dan 3C berdasarkan jumlah jaringan getah bening yang terkena.
  • Stadium 4

Sel kanker telah menyebar ke tempat yang jauh, seperti hati atau paru-paru. 
Cara mengobati kanker rektum umumnya akan tergantung dari stadium dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang dianjurkan oleh dokter meliputi:

Operasi

Pembedahan atau operasi bertujuan untuk mengangkat seluruh atau sebagian jaringan yang terjangkit tumor ataupun kanker. Ada beberapa pilihan pembedahan yang direkomendasikan:
  • Operasi untuk mengangkat kanker yang berada di rektum dan beberapa jaringan sehat di sekitarnya.
  • Operasi untuk mengangkat rektum secara menyeluruh.

Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi menggunakan obat untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Prosedur Ini juga bisa dilakukan setelah operasi untuk membunuh semua sel kanker yang masih tertinggal.

Terapi radiasi (radioterapi)

Radioterapi menggunakan sinar bertenaga tinggi, yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Prosedur ini juga bisa menjadi alternative pengobatan kanker jika operasi tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Terapi target

Terapi ini biasanya digunakan pada stadium IV atau stadium lanjut. 

Komplikasi kanker rektum

Jika tidak ditangani dengan benar, kanker rektum bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Penyumbatan usus besar, menyebabkan obstruksi usus
  • Kanker usus besar
  • Kanker menyebar ke organ atau jaringan lain (metastasis)
  • Perkembangan kanker kolorektal primer kedua
Baca juga: Mengenal Metastasis dan Bagian Tubuh yang Bisa Terdampak 
Jika Anda mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker rektum segera lakukan pemeriksaan untuk deteksi dini, walaupun Anda tidak mempunyai gejala yang mengarah kepada kanker. 
Jika terdapat darah pada tinja atau memiliki gejala yang mengarah pada kanker rektum, segera berkonsultasi ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker rektum?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker rektum agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rectal-cancer/symptoms-causes/syc-20352884
Diakses pada 25 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/rectal-cancer
Diakses pada 25 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000262.htm
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email