Kanker

Kanker Prostat

Diterbitkan: 09 Dec 2018 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Prostat
Kanker prostat berkembang pada kelenjar prostat yang hanya dimiliki oleh kaum pria
Kanker prostat adalah kanker yang terjadi di kelenjar prostat. Penyakit ini termasuk jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria.Kelenjar prostat terletak di bagian dasar kandung kemih di dalam perut bagian bawah pria. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan mani yang akan keluar bersamaan sperma, misalnya saat seorang pria ejakulasi.Kebanyakan dari penderita kanker prostat terdeteksi ketika ia berusia di atas 50 tahun ke atas. Namun kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan-lahan. Karena itu, gejalanya juga jarang terasa di awal perkembangan penyakit.Menurut catatan Kemenkes RI di tahun 2017, pria yang mengidap kanker prostat kira-kira sekitar 1.100 pasien pada delapan tahun terakhir, dengan kisaran usia 67 tahun. Angka ini didapatkan dari data pada tiga RS pusat pendidikan di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. 
Kanker Prostat
Dokter spesialis Onkologi, Urologi
GejalaKesulitan untuk mulai buang air kecil, aliran urine tidak sederas biasanya, darah di semen atau urine
Faktor risikoUsia, riwayat keluarga, obesitas
Metode diagnosisColok dubur, tes PSA, pencitraan
PengobatanOperasi, radioterapi, kemoterapi
ObatObat kemoterapi, obat hormon terapi
KomplikasiPenyebaran kanker, inkontinensia urine, disfungsi ereksi
Kapan harus ke dokter?Kesulitan untuk mulai buang air kecil, aliran urine yang kecil, darah di semen atau urine
Pada tahap awal perkembangannya, gejala kanker prostat jarang terasa oleh penderita. Keluhan umumnya baru muncul ketika kanker tumbuh besar hingga menekan saluran air seni alias uretra.Secara umum, gejala-gejala kanker prostat dapat berupa:
  • Kesulitan untuk mulai buang air kecil, misalnya harus menunggu lama atau sedikit mengejan
  • Lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Sulit menahan buang air kecil hingga harus buru-buru ke toilet
  • Aliran air seni tidak sederas biasanya ketika pipis
  • Terdapat darah dalam air mani atau air seni
  • Buang air kecil terasa tidak tuntas
  • Nyeri pada pinggul
  • Nyeri tulang
  • Disfungsi ereksi
Baca juga: Sebenarnya, Apa Saja Penyebab Disfungsi Ereksi dan Obatnya? 
Penyebab kanker prostat adalah adanya mutasi gen. Proses ini menyebabkan sel-sel bertambah banyak secara abnormal.Pemicu di balik terjadinya mutasi gen tersebut belum diketahui hingga sekarang. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
  • Usia

Risiko kanker prostat akan semakin meningkat seiring pertambahan usia seorang pria. Kanker ini lebih sering terdeteksi pada usia sekitar 50 tahun.
  • Riwayat penyakit dalam keluarga

Risiko kanker prostat dapat meningkat hingga 2,5 kali lipat jika ada keluarga kandung Anda yang mengalami kanker ini sebelum berusia 60 tahun. Contohnya, ayah atau saudara laki-laki.Kemungkinan kanker prostat juga akan bertambah apabila seorang pria memiliki keluarga kandung wanita yang mengidap kanker payudara, seperti ibu atau saudara perempuannya.
  • Ras

Pria keturunan Afrika lebih berisiko untuk mengalami kanker prostat jika dibandingkan dengan ras lain, misalnya Asia.
  • Kelebihan berat badan atau oesitas

Menurut sebuah penelitian, pria yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Namun hubungan keduanya belum diketahui dengan jelas.
  • Pola makan

Studi tertentu menunjukkan bahwa risiko kanker prostat stadium lanjut bisa dipengaruhi oleh pola makan. Risiko ini dapat meningkat bila seorang pria mengonsumsi lemak jenuh, kalsium, dan daging yang dimasak terlalu matang secara berlebihan.
  • Vasektomi

Penelitian dari Statens Serum Institut mengemukakan bahwa pria yang menjalani vasektomi, memiliki risiko kanker prostat sebesar 15 persen daripada pria yang tidak melakukan prosedur ini.Baca Juga: Usia dan Kanker Prostat: Pengaruh Terhadap Masa Subur Pria 
Diagnosis kanker prostat dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Pemeriksaan colok dubur

Dokter akan menggunakan sarung tangan, lalu memasukkan satu jari yang telah diberi gel pelumas ke dalam anus pasien untuk memeriksa kondisi kelenjar prostat.Pemeriksaan colok dubur termasuk langkah deteksi dini kanker prostat. Prosedur ini dianjurkan bagi semua pria 50 tahun ke atas.Sementara pria yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarga, disarankan untuk menjalaninya pada usia lebih awal lagi.Jika menemukan kejanggalan di prostat pada pemeriksaan colok dubur, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lebih lanjut
  • Tes PSA

Tes PSA adalah pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA), yakni senyawa alami yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Tes ini dilakukan melalui pengambilan darah pasien.Apabila darah pasien memiliki kadar PSA yang melebihi angka normal, ada kemungkinan kelenjar prostatnya mengalami peradangan, infeksi, pembengkakan, atau kanker.
  • Pemeriksaan pencitraan

Untuk mengetahui kondisi kelenjar prostat dengan lebih detail, dokter dapat menganjurkan serangkaian pemeriksaan pencitraan. Contohnya, USG, CT scan, MRI, PET scan, serta bone scan.Pemeriksaan ini juga bertujuan menentukan stadium kanker yang dialami oleh pasien, sehingga metode pengobatan yang tepat bisa ditentukan oleh dokter.
  • Biopsi

Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di bawah mikroskop. Dalam hal ini, biopsi dilakukan guna mengambil sampel dari prostat pasien.Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mengetahui ada tidaknya sel-sel kanker pada jaringan prostat. 

Stadium kanker prostat

Tingkat keparahan kanker prostat terbagi dalam 4 stadium berikut:
  • Stadium 1

Kanker berukuran kecil, hanya berada di prostat, dan belum menyebar ke tubuh bagian lain. Sebagian besar kanker prostat stadium 1 tidak teraba oleh dokter saat pemeriksaan colok dubur atau belum tampak pada hasil tes pencitraan.
  • Stasium 2

Kanker prostat mulai membesar, tapi belum menyebar ke tubuh bagian lain. Kanker juga mungkin bisa teraba saat colok dubur atau tampak pada hasil foto pencitraan.
  • Stadium 3

Kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain maupun kelenjar getah bening.atauKanker sudah menyebar ke organ-organ terdekat prostat, tapi belum mencapai kelenjar getah bening atau bagian tubuh lain yang letaknya jauh.
  • Stadium 4

Kanker sudah menyebar ke organ-organ di sekitar prostat, kelenjar getah bening, atau bagian tubuh lain yang jauh dari prostat (seperti tulang dan hati). 
Cara mengobati kanker prostat tergantung pada jenis, stadium, dan tingkat penyebaran kanker, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Beberapa langkah pengobatan yang dapat direkomendasikan meliputi:

1. Pemantauan kondisi

Dokter bisa menganjurkan pemantauan kanker prostat untuk:
  • Penderita yang telah berusia lanjut, di mana pengobatan kanker tidak begitu memengaruhi harapan hidup pasien
  • Penderita dengan kondisi medis yang tidak memungkinkannya untuk menjalani pengobatan kanker
Langkah ini juga bisa menjadi pilihan bagi penderita kanker prostat stadium awal yang tidak mengalami gejala apapun.Dokter biasanya hanya akan memberikan penanganan terkait hormon untuk menekan gejala kanker prostat. Dokter juga menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan medis secara rutin guna memantau kondisi kesehatan maupun perkembangan kanker.

2. Operasi

Operasi pengangkatan prostat bisa direkomendasikan bila dinilai memungkinkan oleh dokter. Misalnya, pada kanker hanya berada di prostat dan organ terdekatnya.Dokter bedah akan mengangkat seluruh kelenjar prostat pasien. Dokter akan mendiskusikannya terlebih dulu dengan pasien serta keluarga.Pasalnya, operasi pengangkatan seluruh prostat akan membuat seorang pria tidak mampu ejakulasi lagi. Ini berarti, ia tidak akan bisa memiliki anak lewat hubungan seks, dan membutuhkan prosedur lain seperti bayi tabung.Sebagian pasien juga bisa mengalami inkontinensia urine setelah menjalani operasi ini. Inkontinensia urine adalah kondisi tidak mampu menahan buang air kecil.

3. Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi bertujuan membunuh sel-sel kanker. Selama terapi, pasien akan berbaring dan mendapatkan paparan radiasi dari mesin yang bergerak di sekeliling pasien. Radiasi ini diarahkan ke bagian tubuh yang memiliki sel-sel kanker.Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum atau setelah operasi pengangkatan prostat. Pada sebelum operasi, radioterapi bertujuan mengecilkan ukuran tumor. Sementara radioterapi pascaoperasi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.Selain untuk mendampingi operasi, terapi radiasi juga bisa menjadi pilihan pengobatan kanker prostat stadium lanjut. Tujuannya adalah meringankan gejala sekaligus menghambat pertumbuhan kanker.Selama menjalani radioterapi, pasien bisa saja mengalami efek samping berupa diare, rasa tidak nyaman pada bokong, rambut kemaluan yang rontok, kelelahan, sistitis, serta disfungsi ereksi.

4. Terapi hormon

Terapi hormon bertujuan menghalangi kinerja hormon testosteron lewat suntikan untuk menghentikan produksi hormon, obat minum untuk menghalangi atau mengurangi produksi hormon, atau keduanya.Contoh obat-obatan yang digunakan dalam terapi hormon meliputi buserelin, degarelix, goserelin, histrelin, leuprolide, dan triptorelin.Terapi ini disarankan pada:
  • Sebelum radioterapi untuk mengoptimalkan efektivitas radioterapi
  • Sesudah radioterapi untuk menurunkan risiko kambuhnya kanker
Ketika menjalani terapi hormon, pasien juga bisa merasakan efek samping tertentu. Contohnya, berkeringat, kenaikan berat badan, sensasi panas (hot flushes), serta payudara yang bengkak dan nyeri saat disentuh.

5. Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi bertujuan mematikan sel-sel kanker. Terapi ini umumnya dilakukan ketika kanker prostat sudah menyebar ke bagian tubuh lain.Selain membunuh sel kanker, kemoterapi juga bisa mengurangi gejala kanker prostat yang dialami oleh pasien. Tapi pengobatan ini juga memiliki efek samping. Contohnya, kelelahan, rambut rontok, infeksi, sariawan, tidak nafsu makan, mual, dan muntah.

6. Cryotherapy

Cryotherapy atau krioterapi menggunakan suhu dingin untuk membekukan dan membunuh sel-sel kanker. Terapi ini dapat dipilih untuk menangani kanker prostat yang belum menyebar.Dokter akan memasukkan alat khusus melalui dinding rektum hingga mencapai kelenjar prostat yang mengalami kanker. Suhu dingin dari alat ini akan membekukan sel-sel kanker tersebut.Dalam pelaksanaan krioterapi, sebagian sel-sel sehat di sekitar kanker juga mungkin ikut membeku. Namun dokter akan melakukan prosedur ini dengan sangat hati-hati untuk meminimalisir kerusakan.Disfungsi ereksi dan inkontinensia merupakan efek samping dari cryotherapy. Fistula juga bisa terjadi, namun kemungkinannya jarang.

7. Brachytherapy

Brachytherapy termasuk bagian dari radioterapi. Bedanya, prosedur ini mengantarkan radiasi langsung ke dalam kanker prostat.Tujuan brachytherapy adalah membunuh sel-sel kanker, sekaligus meminimalisir dampak radiasi pada jaringan sehat di sekitar kanker.Prosedur ini memiliki efek samping terkait gangguan berkemih yang lebih tinggi daripada radioterapi. Namun risiko disfungsi ereksi yang setara dan masalah buang air besar yang lebih rendah.

8. Trans-urethral resection of the prostate (TURP)

Prosedur TURP dilakukan untuk mengurangi tekanan dari uretra. Dengan ini, masalah berkemih pada pengidap kanker prostat bisa diatasi.Dokter akan memasukkan alat khusus ke uretra pasien untuk mengangkat sebagian kelenjar prostat. Prosedur ini dilaksanakan di bawah anestesi umum atau anestesi spinal.

9. High-intensity focused ultrasound (HIFU)

Di samping mengencangkan kulit wajah, prosedur HIFU juga dapat digunakan untuk menangani kanker prostat yang belum menyebar ke bagian tubuh lain.Melalui HIFU, dokter akan menggunakan gelombang suara untuk memanaskan dan membunuh sel-sel kanker dalam kelenjar prostat. Meski begitu, prosedur ini juga memiliki efek samping seperti disfungsi ereksi dan fistula.Harap diingat juga bahwa HIFU merupakan pengobatan kanker prostat dalam tahap percobaan klinis. Jadi efektivitas jangka panjangnya juga belum bisa dipastikan. 

Komplikasi kanker prostat

Bila tidak ditangani sejak dini, kanker prostat bisa memicu komplikasi sebagai berikut:
  • Penyebaran kanker ke tubuh bagian lain. Tak hanya pada organ-organ yang dekat dengan prostat, kanker ini juga bisa menyebar hingga ke tulang.
  • Inkontinensia urine, yakni tidak mampu menahan buang air kecil.
  • Disfungsi ereksi.
Baca juga: Mengencangkan Kulit dengan HIFU Treatment yang Tengah Naik Daun 
Cara mencegah kanker prostat belum tersedia. Namun Anda bisa menurunkan risikonya dengan langkah-langkah sederhana di bawah ini:
  • Memperhatikan pola makan, terutama makanan yang mengandung lemak jenuh dan kalsium
  • Lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur
  • Berolahraga secara teratur, setidaknya 30 menit per hari atau 150 jam per minggu
  • Menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
  • Jangan merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Mencermati konsumsi suplemen, khususnya kalsium
  • Mengendalikan stres, misalnya dengan melakukan hobi, yoga, atau meditasi
 
Segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala yang terasa mencurigakan dan mengarah pada kanker prostat. Misalnya, kesulitan memulai buang air kecil, aliran urine yang tidak sederas biasa, darah di semen atau urine, maupun keluhan lainnya. Jangan membiarkan kondisi Anda bertambah parah. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah gejala muncul sesekali atau terus-menerus?
  • Apakah ada hal-hal yang memperberat atau meringankan gejala Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker prostat?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker prostat agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/diagnosis-
treatment/drc-20353093
Diakses pada 26 Oktober 2018
Kementerian Kesehatan RI. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/backup/PNPKProstat.pdf
Diakses pada 23 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/prostate-cancer/
Diakses pada 23 September 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1550782/
Diakses pada 23 September 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4091618/
Diakses pada 23 September 2020
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/cancer-types/prostate-cancer/
Diakses pada 23 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/prostate-cancer/prostate-cancer-stages#1
Diakses pada 23 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Agar Prostat Bebas Masalah, Hindari Pantangan Sakit Prostat Ini

Ada sejumlah pantangan sakit prostat yang harus dihindari pria, terutama yang berusia 55 tahun ke atas. Pantangan ini berupa makanan dan aktivitas agar meminimalkan risiko masalah pada prostat Anda.
15 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Pantangan sakit prostat dapat berupa menghindari makanan maupun aktivitas tertentu

Hati-hati! Hipogonadisme dapat Menyebabkan Ukuran Testis Menjadi Kecil

Hipogonadisme terjadi ketika testis dan ovarium tidak bekerja dengan baik. Untuk pria, kondisi ini dapat membuat testis lebih kecil dari ukuran normal. Penderita hipogonadisme berisiko mengalami infertilitas dan disfungsi seksual.
04 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Salah satu dampak hipogonadisme adalah penis dan testis berukuran kecil dari ukuran normal

Impoten atau Bukan? Ini Cara Mengenalinya

Impoten artinya adalah ketidakmampuan penis untuk ereksi atau tetap mengeras selama berhubungan seksual. Berikut adalah ciri-ciri impotensi sekaligus golongan pria yang lebih rentang mengalami masalah ini.
26 Jun 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Impoten artinya mimpi buruk dalam kehidupan seksual pria