Kanker Payudara

Ditinjau dr. Fridawati pada 21 Sep 2018
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara seperti menjalani gaya hidup sehat dan menyusui.
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara seperti menjalani gaya hidup sehat dan menyusui.

Pengertian Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker dalam sel-sel payudara. Umumnya penderita kanker payudara adalah wanita, namun kanker ini juga mungkin diderita pria. Sekitar satu dari delapan wanita didiagnosa terkena kanker payudara. Tingkat kesembuhan kanker payudara telah meningkat seiring dengan banyaknya riset yang telah dilakukan dalam bidang ini.

Jumlah kasus terminal juga terus menurun antara lain karena metode deteksi awal yang lebih canggih dan pilihan pengobatan yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 100 penduduk atau sekitar 347.000 orang, dan terdapat peningkatan jumlah kasus kanker menurut data BPJS Kesehatan pada periode 2014-2015.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Ada beberapa tanda atau gejala kanker payudara, diantaranya:

  • Benjolan di payudara atau penebalan yang berbeda dari jaringan di sekitarnya.
  • Perubahan ukuran, bentuk atau penampilan payudara.
  • Perubahan pada tekstur kulit payudara, seperti adanya lekukan/ lesung pipi.
  • Perubahan pada puting, misalnya tiba-tiba melesak ke dalam atau miring ke satu sisi.
  • Kulit payudara atau kulit berpigmen sekitar puting yang mengelupas atau bersisik.
  • Kemerahan atau ruam pada kulit payudara, seperti kulit jeruk.

Penyebab

Tidak ada penyebab pasti kanker payudara. Riset telah mengidentifikasi faktor hormon, pola hidup dan lingkungan yang kemungkinan meningkatkan risiko seorang terkena kanker payudara. Namun perlu diingat, bahwa tingkat risiko seorang tidak selalu memastikan dengan apakah seorang tersebut akan terkena kanker payudara.

Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker payudara:

  • Wanita: Wanita jauh lebih sering terkena kanker payudara.
  • Usia: Risiko terkena kanker payudara akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita di atas 50 tahun atau sedang mengalami menopause.
  • Riwayat kanker payudara anggota keluarga langsung: Jika ibu, saudara, atau anak ada yang telah terkena kanker payudara, risiko anda terhadap kanker payudara akan lebih tinggi.
  • Kanker atau benjolan payudara sebelumnya: Jika sebelumnya telah menderita kanker payudara atau perubahan sel kanker dini non-invasif di sel payudara, risiko terkena kanker payudara atau menyebarnya kanker pada payudara yang sama dan payudara lainnya akan lebih tinggi.
  • Gen yang meningkatkan risiko kanker: Ada mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker payudara, dan gen yang telah termutasi tersebut dapat diturunkan dari orangtua kepada anak. Dua diantaranya yang paling terkenal adalah BRCA1 dan BRCA2. Gen tersebut meningkatkan risiko seseorang terhadap kanker payudara maupun kanker lainnya, meskipun tidak berarti semua orang dengan gen tersebut akan terkena kanker.
  • Terpapar radiasi: Paparan radiasi di bagian dada saat kecil atau muda dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Menstruasi pertama sebelum umur 12.
  • Menopause di umur yang lebih tua daripada lazimnya.
  • Melahirkan anak pertama di atas umur 30 tahun.
  • Tidak pernah hamil: Wanita yang tidak pernah hamil mempunyai risiko kanker payudara lebih tinggi daripada wanita yang pernah hamil.
  • Jaringan payudara yang padat: Payudara terdiri dari ribuan kelenjar kecil yang menghasilkan susu. Jaringan kelenjar ini mengandung konsentrasi sel payudara lebih tinggi dibandingkan jaringan payudara lainnya. Wanita dengan jaringan payudara padat mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena ada lebih banyak sel yang dapat menjadi kanker.
  • Hormon dan obat hormon: Paparan estrogen dan Terapi Penggantian Hormon (HRT) dapat meningkatkan pengembangan kanker payudara. Hormon estrogen wanita kadang dapat merangsang dan menyebabkan sel-sel kanker payudara tumbuh. Demikian juga dengan HRT. Baik HRT kombinasi dan HRT yang hanya mengandung estrogen dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara, meskipun risikonya lebih besar bagi mereka yang menggunakan HRT gabungan.
  • Pil kontrasepsi: Wanita pengguna pil kontrasepsi memiliki sedikit peningkatan risiko terkena kanker payudara. Namun, risiko akan berkurang 10 tahun ketika berhenti minum pil.
  • Faktor gaya hidup: Seperti obesitas atau kelebihan berat badan, dan mengonsumsi alkohol berlebihan.

Diagnosis

Tes dan prosedur yang biasanya digunakan untuk mendiagnosa kanker payudara termasuk:

  • Pemeriksaan Payudara. Dokter akan mengecek kedua payudara serta kelenjar getah bening di ketiak untuk memeriksa apakah ada benjolan atau kelainan lainnya.
  • Mamografi. Mamografi adalah X-ray payudara. Mamografi biasanya digunakan untuk skrining atau deteksi dini kanker payudara.
  • Ultrasound payudara. Ultrasound dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran struktur jauh dalam tubuh. Dengan pemeriksaan ini, dapat ketahui apakah benjolan merupakan masa padat atau kista berisi cairan.
  • Biopsi (mengambil sampel sel payudara untuk diuji). Biopsi adalah satu-satunya cara definitive/ pasti untuk mendiagnosis kanker payudara.
  • Breast Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pengujian ini menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar payudara.

Pengobatan

Tim spesialis atau tim multidisipliner (MTD) akan memberikan perawatan untuk penderita kanker payudara. Perawatan utama untuk kanker payudara adalah:

  • Operasi
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Terapi biologis (terapi yang memiliki target)

Jenis perawatan dan pengobatan kanker payudara tergantung dengan diagnosis dokter dan stadiumnya.

Pencegahan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Beberapa perawatan juga tersedia untuk wanita yang memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita lainnya. Perawatan tersebut dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker payudara. Diantaranya adalah:

  • Diet dan gaya hidup. Olahraga teratur dan diet seimbang yang sehat direkomendasikan untuk semua wanita. Selain untuk membantu menurunkan risiko kanker payudara, olahraga teratur dan diet seimbang membantu tubuh agar tetap bugar dan terhindar dari banyak macam penyakit.
  • Menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menyusui secara statistik berisiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara daripada mereka yang tidak.
  • Perawatan untuk mengurangi risiko kanker payudara.  Tingkat risiko ditentukan oleh faktor-faktor seperti usia, riwayat kesehatan keluarga, dan tes genetik.
  • Lakukan prosedur SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dengan cara:
    • Ketahui bagaimana bentuk payudara normal Anda
    • Raba dan perhatikan payudara Anda
    • Cari tahu perubahan sekecil apapun pada payudara 
    • Jika terdapat perubahan yang signifikan, segera hubungi dokter  

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda menemukan benjolan atau perubahan lain di payudara anda, bahkan jika pada pemeriksaan mamogram sebelumnya normal. Buatlah janji dengan dokter untuk mengevaluasi gejala anda sedini mungkin. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, diantaranya adalah:

  1. Buatlah janji dengan dokter yang tepat. Dokter spesialis untuk kanker payudara adalah dokter spesialis bedah onkologi.
  2. Bawalah hasil tes yang mendukung pemeriksaan. Bawalah hasil tes anda terdahulu atau hal-hal lain yang mendukung dokter untuk mendiagnosis keadaan Anda.
  3. Persiapkan hal-hal yang ingin anda diskusikan dengan dokter. Buatlah daftar pertanyaan yang ingin anda ajukan kepada dokter terkait kondisi kesehatan Anda.
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions
diakses pada 21 September 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer/prevention/  
diakses pada 21 September 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-should-i-check-my-breasts/
diakses pada 21 September 2018.

Web MD. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer/prevention/
diakses pada 21 September 2018.

WHO. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer/prevention/
diakses pada 21 September 2018.

Back to Top