Kanker Payudara pada Pria

Kanker payudara dapat dialami oleh pria. Namun kasus ini jarang terjadi, bahkan jumlahnya diperkirakan tidak sampai satu persen dari keseluruhan kasus kanker payudara. Risiko pria untuk menderita kanker ini diperkirakan sekitar satu banding 883.

Jaringan payudara pada pria menyerupai jaringan payudara pada wanita yang belum pubertas. Namun pada pria, jaringan tersebut tidak tumbuh dan berkembang.

Kemungkinan penderita pria untuk sembuh dari kanker payudara termasuk tinggi jika kanker ditangani sejak stadium awal. Tetapi penyakit ini seringkali terlambat untuk didiagnosis.

Kanker payudara pada pria dapat dikelompokkan menjadi:

  • Lobular carcinoma.
  • Ductal carcinoma.
  • Paget’s disease pada puting.
  • Inflammatory breast cancer.

Gejala kanker payudara pada pria meliputi:

  • Benjolan di dada yang tidak nyeri.
  • Penebalan jaringan payudara.
  • Perubahan di kulit payudara berupa lesung atau dimpling, kerutan atau puckering, kemerahan, serta bersisik. Penampakan pada payudara bisa seperti kulit jeruk (peau d’orange).
  • Perubahan pada puting, seperti kemerahan, bersisik, serta puting yang melesak ke dalam.
  • Keluar cairan dari puting.

Penyebab kanker payudara pada pria tidak diketahui secara pasti. Diperkirakan terjadi mutasi pada sel yang membuatnya membelah dengan cepat.

Sel-sel abnormal tersebut kemudian membentuk tumor dan dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, kelenjar getah bening, atau bagian lain di tubuh.

Mutasi pada gen BRCA2 juga diketahui meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Mutasi gen ini diturunkan dari orangtua.

Di samping pengaruh keturunan, faktor-faktor di bawah ini juga diduga dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria:

  • Memiliki anggota keluarga perempuan yang menderita kanker payudara.
  • Berusia di antara 60 hingga 70 tahun.
  • Pernah terpapar radiasi di bagian dada.
  • Mengalami gynecomastia, yaitu pembesaran payudara di pria. Kondisi ini dapat disebabkan oleh obat atau pemberian hormon, beberapa jenis infeksi, serta paparan racun.
  • Kadar hormon estrogen yang tinggi.
  • Mengidap Klinefelter's syndrome.
  • Mengalami obesitas.
  • Mengalami sirosis pada hati.
  • Menderita gangguan pada testis, seperti mumps orchitis, cedera testis, atau testis yang tidak turun.

Diagnosis kanker payudara pada pria ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala dan faktor risiko yang dimiliki oleh penderita.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa tubuh penderita, termasuk payudara dan ketiak pasien untuk mendeteksi gejala kanker payudara pada pria.

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis. Serangkaian pemeriksaan ini biasanya meliputi:

  • Mammogram, yaitu pemeriksaan X-ray di payudara.
  • USG untuk mengecek struktur organ.
  • MRI yang memungkinkan dokter untuk melihat struktur maupun jaringan lunak dalam payudara secara rinci.
  • Tes darah.
  • Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan pada payudara yang bermasalah untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan kanker payudara pada pria ditentukan berdasarkan stadium kanker, kondisi kesehatan, dan pilihan pasien. Berikut beberapa jenis penanganan yang bisa disarankan oleh dokter:

  • Operasi

Tujuan operasi adalah mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya. Prosedur ini terdiri dari mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara) dan biopsi kelenjar getah bening sentinel  (pengambilan sampel kelenjar getah bening) untuk diperiksa di bawah mikroskop.

  • Terapi radiasi

Pada terapi radiasi, sebuah alat akan memancarkan sinar berenergi tinggi seperti X-ray dan proton, serta bergerak mengelilingi tubuh penderita. Sinar ini dapat membunuh sel-sel kanker.

Radioterapi dilakukan setelah operasi dengan tujuan membunuh sel kanker yang tersisa di payudara, otot dada, dan kelenjar getah bening pada ketiak.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh kanker. Obat ini bisa diberikan melalui infus, dalam bentuk pil, atau keduanya.

Prosedur kemoterapi dapat diberikan setelah operasi guna membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar maupun sebelum untuk mengecilkan ukuran tumor. Penderita kanker payudara pada pria juga bisa menjalaninya sebagai pilihan terapi untuk kanker stadium lanjut.

  • Terapi hormon

Pada umumnya, kanker payudara pada pria merupakan jenis kanker yang sensitif terhadap perubahan hormon. Ini berarti, pertumbuhan kanker bergantung pada homon.

Oleh karena itu, kanker tersebut dapat ditangani dengan terapi hormon. Salah satu contoh obatnya adalah tamoxifen.

Karena  penyebabnya belum diketahui secara pasti, pencegahan kanker payudara pada pria juga tidak ada. Namun untuk menurunkan kemungkinannya, Anda dapat menghindari beberapa faktor risikonya. Misalnya, mencegah obesitas dan paparan radiasi.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala kanker payudara seperti yang telah dijelaskan di atas.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga yang sedang atau pernah menderita kanker payudara.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait skistosomiasis?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini penting untuk memastikan diagnosis kanker payudara pada pria serta stadiumnya.

Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/symptoms/types/male_bc
Diakses pada 30 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-men
Diakses pada 30 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-breast-cancer/symptoms-causes/syc-20374740
Diakses pada 30 Desember 2019

National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/breast/patient/male-breast-treatment-pdq
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait