logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kanker

Kanker Payudara

1 Jun 2021

| dr. Joni Indah Sari

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Kanker payudara disebabkan oleh mutasi genetik dan gejalanya berupa benjolan di payudara

Kanker payudara bisa menyebar hingga kelenjar getah bening terdekat

Pengertian kanker payudara

Kanker payudara adalah kanker yang terjadi pada sel payudara dan umumnya terjadi pada kelenjar yang menghasilkan air susu (lobul) dan pada saluran air susu (duktus). Kanker payudara juga bisa tumbuh pada jaringan lemak atau jaringan ikat di payudara.

Kanker biasanya mulai dengan ukuran kecil di daerah kelenjar atau saluran yang menghasilkan susu yang dapat berkembang ke daerah puting dan jaringan payudara lainnya. Sel kanker juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar ketiak. Ketika sudah menyebar ke kelenjar getah bening, sel kanker akan semakin mudah menyebar ke organ tubuh lain.

Pertumbuhan sel-sel kanker dapat menyebabkan adanya benjolan yang disebut sebagai tumor. Benjolan di payudara ini terkadang dapat diraba apabila ukurannya cukup besar, dan biasanya tidak sakit.

Meski begitu, tidak semua benjolan payudara berarti kanker. Butuh diagnosis dengan pemindaian seperti USG atau mammogram, maupun biopsi untuk memastikannya.

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling sering diderita oleh wanita. Tetapi kanker ini payudara juga mungkin dialami oleh pria.

Saat ini tingkat kesembuhan kanker payudara telah bertambah seiring dengan banyaknya riset yang telah dilakukan. Di Indonesia sendiri, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi.

Menurut Riskesdas 2019, prevalensi kanker payudara di Indonesia adalah 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 jiwa.

Jumlah kasus yang berakhir dengan kematian diperkirakan terus menurun berkat metode deteksi awal yang lebih canggih dan pilihan pengobatan yang lebih spesifik.

Karena itu, para wanita sangat dianjurkan untuk menerapkan langkah periksa payudara sendiri (SADARI) guna mengetahui ada tidaknya perubahan pada payudara. Apabila ada kejanggalan yang terasa, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Tanda dan gejala kanker payudara

Secara umum, gejala kanker payudara meliputi:

  • Benjolan pada payudara
  • Penebalan jaringan payudara yang terasa berbeda dengan jaringan di sekitarnya
  • Nyeri payudara
  • Kemerahan pada payudara
  • Pori-pori kulit payudara yang membesar, seperti kulit jeruk
  • Perubahan pada tekstur kulit payudara, seperti adanya lekukan atau lesung
  • Pembengkakan pada seluruh bagian payudara
  • Keluar cairan bening atau darah dari puting
  • Kulit payudara atau puting yang mengelupas
  • Perubahan bentuk dan ukuran payudara
  • Puting susu yang melesak (cekung ke dalam)
  • Benjolan di ketiak

Mungkin saja ada tanda dan gejala kanker payudara yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Baca juga: Ini Ciri Benjolan pada Payudara yang Merupakan Tanda Kanker

 

Penyebab kanker payudara

Penyebab utama kanker payudara adalah mutasi genetik. Mutasi menyebabkan sel-sel payudara tumbuh secara abnormal. Sel-sel payudara yang mengalami mutasi akan membelah diri lebih cepat dibandingkan sel normal, sehingga akan terus menumpuk dan membentuk benjolan. Namun, pemicu di balik mutasi gen tersebut belum diketahui hingga sekarang.

Kanker payudara seringkali bermula pada sel yang terdapat di saluran atau duktus penghasil air susu (disebut karsinoma duktal invasif). Beberapa kasus kanker payudara juga bermula di jaringan glandular payudara yang disebut lobulus (dikenal dengan karsinoma lobular invasif) atau bagian payudara lain. 

Seperti kanker lain, kanker payudara dapat menyebar atau metastasis nodus limfa maupun bagian tubuh lain penderitanya.

Para ahli memercayai bahwa kombinasi hormon, gaya hidup, dan faktor lingkungan dapat menjadi faktor risiko penyebab kanker payudara. Walau begitu, kanker ini tetap dapat dialami oleh individu yang tidak berisiko – atau malah tidak dialami oleh orang yang berisiko. 

Secara garis besar, interaksi genetik dan lingkungan berkemungkinan besar menjadi faktor penyebab kanker payudara.

Faktor risiko kanker payudara

Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Faktor risiko kanker payudara termasuk:

  • Jenis kelamin

Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Walau kanker ini juga bisa terjadi pada laki-laki, payudara wanita lebih aktif untuk tumbuh akibat aktivitas hormon estrogen dan progesteron. Aktivitas hormon ini meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Keturunan

Seseorang akan lebih berisiko mengalami kanker payudara apabila memiliki keluarga kandung yang juga menderita kanker yang sama. Hal ini berhubungan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2.

Apabila ibu, saudari, atau anak perempuan seseorang terdiagnosis kanker payudara (terutama di usia muda), maka individu tersebut juga berisiko mengalami kanker payudara. 

Walau begitu, sebagian besar penderita kanker payudara tidak memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker ini.

  • Usia

Pertambahan usia juga bisa menjadi faktor risiko kanker payudara yang signifikan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, kebanyakan kasus kanker payudara didiagnosis di atas usia 50 tahun.

  • Riwayat masalah pada payudara

Risiko lebih tinggi juga bisa dimiliki oleh orang yang pernah mengalami masalah payudara, seperti benjolan payudara dan hiperplasia atipikal.

  • Riwayat kanker payudara

Jika Anda pernah mengalami kanker payudara pada salah satu payudara, hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker pada payudara satunya.

  • Pernah menjalani terapi radiasi

Terapi radiasi untuk menangani kanker lain yang diarahkan ke dada juga menjadi faktor risiko kanker payudara - yang biasanya dilakukan saat seseorang masih anak-anak dan remaja. Risiko dari terapi radiasi sangat tinggi jika dilakukan saat payudara masih berkembang.

  • Umur saat menstruasi pertama

Wanita yang mengalami menstruasi pertama sebelum umur 12, dikatakan memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Hal ini berhubungan dengan fungsi hormon.

  • Gaya hidup

Beberapa gaya hidup tidak sehat dikaitkan dengan risiko kanker payudara. Gaya hidup tidak sehat tersebut termasuk kurang berolahraga, mengonsumsi alkohol, merokok, dan terlalu banyak mengonsumsi makan tinggi lemak.

  • Obesitas

Memiliki berat badan berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara – terutama pada wanita setelah menopause. Pasalnya, jaringan lemak di dalam tubuh menjadi sumber utama estrogen. Apabila memiliki kadar lemak yang tinggi, kadar estrogen pun juga akan meningkat – yang kemudian dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Usia menopause

Menopause di umur yang lebih tua dari usia menopuse pada umumnya atau di atas 55 tahun juga bisa meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

  • Umur saat melahirkan anak pertama

Hamil dan melahirkan anak pertama di atas umur 30 tahun termasuk faktor risiko kanker payudara.

  • Tidak pernah hamil

Wanita yang tidak pernah hamil mempunyai risiko kanker payudara lebih tinggi daripada wanita yang sudah pernah hamil.

  • Hormon dan obat hormon

Paparan estrogen dan terapi penggantian hormon atau hormone replacement therapy (HRT) dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Pil kontrasepsi

Wanita yang menggunakan pil KB memiliki sedikit peningkatan risiko kanker payudara.

Baca juga: Tak Disadari, Jenis Makanan Penyebab Tumor Payudara Ini Sering Dikonsumsi

 

Diagnosis kanker payudara

Prosedur pemeriksaan yang biasanya digunakan untuk menentukan diagnosis kanker payudara meliputi:

  • Pemeriksaan fisik payudara

Dokter akan meraba kedua payudara pasien untuk memastikan ada tidaknya benjolan. Demikian pula dengan kelenjar getah bening di ketiak.

  • Mamografi

Mamografi adalah X-ray payudara. Mamografi biasanya digunakan untuk skrining atau deteksi dini kanker payudara.

  • USG payudara

USG payudara dapat mendeteksi apakah benjolan termasuk padat atau kista berisi cairan.

  • Biopsi

Biopsi payudara adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan pada payudara. Sampel ini kemudian diperiksa di lbawah mikroskop. Biopsi merupakan satu-satunya yang dapat memastikan diagnosis kanker payudara.

  • MRI payudara

Pemindaian dengan MRI payudara memungkinkan dokter untuk melihat struktur jaringan payudara dengan lebih detail.

  • Pemeriksaan lainnya

Dokter juga dapat menganjurkan tes hitung darah lengkap serta pemindaian berupa CT scan dan PET scan, guna mendeteksi stadium kanker payudara.

 

Advertisement

Cara mengobati kanker payudara

Cara mengobati kanker payudara umumnya tergantung pada stadium kanker, seberapa lama pasien sudah mengalaminya, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Secara umum, penanganan kanker payudara meliputi:

1. Operasi pengangkatan tumor payudara

Beberapa metode pembedahan untuk mengangkat tumor payudara antara lain:

  • Lumpektomi

Lumpektomi adalah pengangkatan benjolan payudara dan jaringan di sekitarnya.

  • Mastektomi

Mastektomi merupakan operasi pengangkatan seluruh payudara.

  • Sentinel node biopsy

Prosedur ini merupakan pengangkatan beberapa kelenjar getah bening yang terpapar sel kanker. Dokter kemudian melakukan biopsi pada kelenjar getah bening dan bila terdapat sel kanker, kelenjar ini juga akan diangkat.

  • Contralateral prophylactic mastectomy

Meski kanker payudara hanya terjadi pada salah satu payudara, dokter juga terkadang bisa merekomendasikan pengangkatan payudara satunya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke payudara yang sehat.

2. Terapi radiasi (radioterapi)

Pada metode radioterapi, dokter menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker dalam tubuh pasien. Namun terapi ini juga dapat dilakukan dengan cara memasukkan zat radioaktif ke dalam tubuh pasien, yang disebut brachytherapy

Terapi radiasi dianjurkan bagi orang yang mengalami kanker payudara stadium lanjut yang telah menjalani mastektomi, atau menyebar ke kelenjar getah bening.

Durasi terapi radiasi bervariasi dari beberapa hari sampai enam minggu. Efek samping penanganan ini meliputi rasa lelah, kulit yang merah dan seperti terbakar matahari, serta jaringan payudara yang bengkak.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode penanganan kanker menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Terapi pengobatan ini disarankan bila terdapat risiko tinggi kambuhnya kanker atau penyebaran kanker ke organ tubuh lain.

Metode kemoterapi terkadang dilakukan lebih dulu sebelum operasi. Tujuannya adalah mengecilkan ukuran tumor sehingga lebih mudah diangkat.

Efek samping kemoterapi meliputi mual dan muntah, rambut rontok, rasa letih, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

4. Terapi penghambat hormon

Terapi penghambat hormon (hormone-blocking therapy) menjadi pilihan pengobatan kanker payudara yang merespons terhadap hormon. Tipe kanker ini disebut estrogen receptor positive dan progresterone receptor positive.

Langkah terapi hormon ini dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi. Tujuannya adalah mengurangi kemungkinan kambuhnya kanker sekaligus mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain.

5. Terapi tertarget

Selain obat penghambat hormon, dokter juga bisa menggunakan terapi tambahan berupa targeted drug therapy. Seperti namanya, obat ini hanya mengincar sel-sel kanker secara spesifik.

 

Komplikasi kanker payudara

Bila kanker payudara tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Penyebaran sel kanker ke tulang, sehingga muncul gejala nyeri tulang, serta penipisan dan kelemahan tulang sampai terjadi patah tulang.
  • Penyebaran sel kanker ke sumsum tulang belakang. Kondisi ini bisa menyebabkan kompresi (penekanan) sumsum tulang belakang dengan gejala nyeri pada punggung atau leher, rasa kebas atau kesemutan, dan kesulitan berjalan.
  • Hiperkalsemia atau kelebihan kalsium dalam darah yang disebabkan oleh pengikisan tulang. Kondisi ini dapat memicu masalah lain, seperti batu ginjal, detak jantung tidak beraturan, linglung, sering lupa, bahkan koma.

 

Cara mencegah kanker payudara

Belum ada langkah pencegahan kanker payudara secara pasti. Namun Anda dapat menerapkan beberapa langkah di bawah ini untuk mengurangi risikonya:

  • Mendiskusikan dengan dokter terkait screening kanker payudara, termasuk mammografi atau mammogram
  • Memerhatikan setiap perubahan yang ada di payudara. Jika muncul benjolan atau tanda lain di payudara, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Berolahraga  teratur, yakni minimal 30 menit dalam sehari selama beberapa hari dalam seminggu
  • Menjaga berat badan ideal dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara rutin
  • Membatasi terapi hormon saat memasuki fase menopause
  • Mengonsumsi makanan sehat, termasuk dengan menghindari lemak jahat
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol
  • Tidak merokok
  • Menyusui buah hati karena kegiatan ini dapat menurunkan risiko kanker payudara
  • Mengurangi dosis dan durasi menggunakan terapi hormon

Anda juga dapat melakukan langkah SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) sebagai pencegahan kanker payudara. Berikut cara-caranya:

Langkah 1

  • Berdiri tegak dan cermati ada tidaknya perubahan pada bentuk serta permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting.
  • Jika bentuk atau ukuran payudara kanan dan kiri tidak simetris, hal ini termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Langkah 2

  • Angkat kedua lengan, tekuk siku, dan letakkan kedua telapak tangan di belakang kepala.
  • Dorong kedua siku ke depan dan cermati payudara Anda.
  • Kemudian, dorong siku ke samping kiri dan kanan.
  • Perhatikan bentuk dan ukuran payudara.

Langkah 3

  • Taruh kedua telapak tangan pada pinggang (berkacak pinggang).
  • Condongkan bahu ke depan agar payudara menggantung.
  • Dorong kedua siku ke depan dan kencangkan otot dada.

Langkah 4

  • Angkat tangan kiri ke atas dan tekuk siku agar telapak tangan menyentuh punggung bagian atas (bagian di bawah leher).
  • Pakai ujung jari tangan kanan untuk meraba dan menekan payudara.
  • Lakukan gerakan raba atas-bawah, melingkar, dan lurus dari pinggir payudara (dekat ketiak) ke arah puting.
  • Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan dengan memakai tangan kiri.

Langkah 5

  • Cubit kedua puting perlahan-lahan.
  • Cermati apakah ada cairan yang keluar dari puting atau tidak. Bila keluar cairan padahal Anda tidak sedang menyusui, berkonsultasilah ke dokter.

Langkah 6

  • Berbaring dan taruh bantal di bawah bahu kanan.
  • Letakkan telapak tangan kanan di belakang kepala.
  • Cermati payudara kanan dan lakukan gerakan atas-bawah, melingkar, serta lurus dari pinggir payudara (dekat ketiak) ke arah puting.
  • Pakai ujung jari-jari tangan kiri, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.
  • Kemudian, ulangi langkah yang sama pada payudara kiri.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Segera hubungi dokter bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala kanker payudara sebagai berikut:

  • Benjolan di payudara dan atau ketiak
  • Penebalan jaringan payudara selama masa haid
  • Perubahan bentuk, ukuran, dan permukaan payudara
  • Keluar cairan bening atau darah dari puting susu
  • Perubahan warna pada kulit payudara atau puting susu
  • Benjolan keras di bawah kulit payudara

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker payudara?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker payudara supaya penanganan yang tepat bisa diberikan.

Advertisement

kanker payudarabreast cancer

Bagikan

Dokter Terkait

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved