Kanker payudara adalah kanker dalam sel-sel payudara yang umumnya dialami oleh wanita
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara seperti menjalani gaya hidup sehat dan menyusui.

Kanker payudara adalah kanker yang nomor satu paling sering diderita oleh wanita. Walaupun demikian, kanker payudara juga mungkin diderita oleh pria. Saat ini tingkat kesembuhan kanker payudara telah meningkat seiring dengan banyaknya riset yang telah dilakukan.

Seperti kanker lainnya, kanker payudara adalah pertumbuhan abnormal sel pada jaringan payudara yang tidak terkontrol. Kanker biasanya mulai dengan ukuran kecil di daerah kelenjar atau saluran yang menghasilkan susu yang dapat berkembang ke daerah puting dan jaringan payudara lainnya.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi kanker di Indonesia adalah 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk, dan terdapat peningkatan jumlah kasus kanker 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

Jumlah kasus yang berakhir dengan kematian juga terus menurun antara lain karena metode deteksi awal yang lebih canggih dan pilihan pengobatan yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Ada beberapa tanda atau gejala kanker payudara, diantaranya:

  • Benjolan di payudara atau penebalan yang berbeda dari jaringan di sekitarnya.
  • Perubahan ukuran, bentuk atau penampilan payudara.
  • Perubahan pada tekstur kulit payudara, seperti adanya lekukan/lesung.
  • Perubahan pada puting, misalnya melesak ke dalam atau miring ke satu sisi.
  • Keluar cairan bening atau darah dari puting
  • Kulit payudara atau areola sekitar puting yang mengelupas atau bersisik.
  • Kemerahan atau ruam pada kulit payudara, seperti kulit jeruk.

Tidak ada penyebab pasti kanker payudara. Riset menemukan bahwa faktor hormon, pola hidup dan lingkungan bisa saja meningkatkan risiko seorang terkena kanker payudara. Namun perlu diingat, bahwa tingkat risiko seorang tidak selalu memastikan dengan apakah seorang tersebut akan terkena kanker payudara.

Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker payudara:

  • Jenis kelamin. Wanita jauh lebih sering terkena kanker payudara.
  • Usia. Risiko terkena kanker payudara akan bertambah pada wanita >50 tahun atau sedang mengalami menopause.
  • Riwayat kanker payudara  pada anggota keluarga. Jika ibu, saudara, atau anak ada yang telah terkena kanker payudara, risiko anda terhadap kanker payudara akan lebih tinggi.
  • Riwayat kanker atau benjolan payudara sebelumnya. Jika sebelumnya telah menderita kanker payudara atau perubahan sel kanker dini di sel payudara, risiko terkena kanker payudara atau menyebarnya kanker pada payudara yang sama dan payudara lainnya akan lebih tinggi.
  • Gen yang meningkatkan risiko kanker. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 meningkatkan risiko seseorang terhadap kanker payudara maupun kanker lainnya, meskipun tidak berarti semua orang dengan gen tersebut akan terkena kanker.
  • Terpapar radiasi. Paparan radiasi di bagian dada saat kecil atau muda dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Menstruasi pertama sebelum umur 12.
  • Menopause di umur yang lebih tua daripada lazimnya.
  • Melahirkan anak pertama di atas umur 30 tahun.
  • Tidak pernah hamil. Wanita yang tidak pernah hamil mempunyai risiko kanker payudara lebih tinggi daripada wanita yang pernah hamil.
  • Jaringan payudara yang padat. Wanita dengan jaringan payudara padat mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena ada lebih banyak sel yang dapat menjadi kanker.
  • Hormon dan obat hormon. Paparan estrogen dan Terapi Penggantian Hormon atau hormone replacement therapy (HRT) dapat meningkatkan perkembangan kanker payudara.
  • Pil kontrasepsi. Wanita pengguna pil kontrasepsi memiliki sedikit peningkatan risiko terkena kanker payudara.
  • Faktor gaya hidup. Seperti obesitas atau kelebihan berat badan, dan mengonsumsi alkohol berlebihan.

Pemeriksaan dan prosedur yang biasanya digunakan untuk mendiagnosa kanker payudara termasuk:

  • Pemeriksaan payudara. Dokter akan mengecek kedua payudara serta kelenjar getah bening di ketiak untuk memeriksa apakah ada benjolan atau kelainan lainnya.
  • Mamografi. Mamografi adalah X-ray payudara. Mamografi biasanya digunakan untuk skrining atau deteksi dini kanker payudara.
  • USG payudara. USG dapat ketahui apakah benjolan merupakan masa padat atau kista berisi cairan.
  • Biopsi (mengambil sampel sel payudara untuk diuji). Biopsi adalah satu-satunya cara yang paling pasti untuk mendiagnosis kanker payudara.
  • Breast Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pengujian ini menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan kondisi detail jaringan payudara.

Tim dokter spesialis akan memberikan perawatan untuk penderita kanker payudara. Perawatan utama untuk kanker payudara adalah:

  • Operasi
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Terapi biologis

Jenis perawatan dan pengobatan kanker payudara tergantung dengan diagnosis dokter dan stadiumnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Beberapa perawatan juga tersedia untuk wanita yang memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita lainnya. Perawatan tersebut dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker payudara. Di antaranya adalah:

  • Diet dan gaya hidup. Olahraga teratur dan diet seimbang yang sehat membantu menurunkan risiko kanker payudara.
  • Menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menyusui berisiko lebih rendah untuk menderita kanker payudara.
  • Lakukan prosedur SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dengan cara:
    • Ketahui bagaimana bentuk payudara normal Anda
    • Raba dan perhatikan payudara Anda
    • Cari tahu perubahan sekecil apapun pada payudara 
    • Jika terdapat benjolan atau perubahan kulit payudara, segera hubungi dokter  

Jika anda menemukan benjolan atau perubahan lain di payudara anda, bahkan jika pada pemeriksaan mamogram sebelumnya normal. Buatlah janji dengan dokter untuk mengevaluasi gejala anda sedini mungkin. 

Ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, diantaranya adalah:

  1. Buatlah janji dengan dokter yang tepat. Dokter spesialis untuk kanker payudara adalah dokter spesialis bedah onkologi.
  2. Bawalah hasil tes yang mendukung pemeriksaan. Bawalah hasil tes anda terdahulu atau hal-hal lain yang mendukung dokter untuk mendiagnosis keadaan Anda.
  3. Persiapkan hal-hal yang ingin anda diskusikan dengan dokter. Buatlah daftar pertanyaan yang ingin anda ajukan kepada dokter terkait kondisi kesehatan Anda.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470
diakses pada 21 September 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer/prevention/  
diakses pada 21 September 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-should-i-check-my-breasts/
diakses pada 21 September 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/breast-cancer/understanding-breast-cancer-basics#1
diakses pada 21 September 2018.

WHO. https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
diakses pada 21 September 2018.

Artikel Terkait