Kanker

Kanker Paru

10 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Paru
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru
Kanker paru adalah jenis kanker yang menyerang organ paru. Meski dapat terjadi pada semua orang, tetapi perokok lebih berisiko mengalami kondisi ini.Di Indonesia sendiri, jumlah kasus kanker paru mencapai 8,6 persen dari keseluruhan jumlah kasus kanker, dengan tingkat kematian 12,6 persen. Sebagian besar kasus kanker ini dialami oleh pria.Pada 2018, tercatat ada sekitar 26.095 orang penduduk Indonesia yang meninggal akibat kanker paru setiap tahunnya, dengan 30.023 kasus baru. Ini merupakan angka kasus kanker paru tertinggi di Asia Tenggara. 

Jenis-jenis kanker paru

Berdasarkan penampakan sel-sel kanker dari mikroskop, dokter mengidentifikasi kanker paru dalam dua jenis utama berikut:
  • Kanker paru sel kecil

Sel kanker jenis ini biasanya ditemukan pada perokok dan jarang dijumpai pada orang yang bukan perokok.
  • Kanker paru sel non-kecil

Ini adalah sebutah untuk sekelompok jenis kanker seperti karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar. 
Kanker Paru
Dokter spesialis Paru, Onkologi
GejalaBatuk berdarah, sesak napas, penurunan berat badan
Faktor risikoMerokok, terpapar asap rokok dari perokok aktif, riwayat keluarga dengan kanker paru-paru
Metode diagnosisRongent paru, CT Scan, biopsi jaringan paru
PengobatanOperasi, kemoterapi, radiasi
ObatOperasi
KomplikasiEfusi pleura, metastasis kanker
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala atuk berdarah, sesak napas, penurunan berat badan dan kecanduan merokok.
Pada tahap awal, kanker paru biasanya tidak menyebabkan gejala. Gejala yang umumnya akan dialami oleh kebanyakan orang dengan kondisi ini adalah:
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh
  • Batuk darah
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Suara serak
  • Penurunan berat badan
  • Sakit pada tulang
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Pembesaran pembuluh balik (vena) di leher, dada, dan lengan
 
Merokok merupakan penyebab utama kanker paru, tetapi kanker paru-paru juga terjadi pada orang-orang yang tidak pernah merokok.Penelitian medis mengindikasikan bahwa zat yang terkandung pada rokok dapat membuat perubahan pada jaringan paru, sehingga merokok merusak sel-sel yang melapisi paru dan menyebabkan kanker paru.Faktor risiko kanker paru meliputi:
  • Merokok
  • Terpapar asap rokok dari perokok aktif
  • Terpapar gas radon (gas yang beradioaktif)
  • Terpapar asbes dan karsinogen lainnya
  • Riwayat keluarga dengan kanker paru-paru
 
Jika indikasi pasien mengarah ke kanker paru, dokter akan merekomendasikan sejumlah pemeriksaan dan prosedur sebagai berikut:
  • Rontgen dada

Rontgen dada adalah tes utama yang digunakan untuk mendiagnosis kanker paru. Umumnya tumor paru akan tampak pada sinar X dengan bentuk berwarna putih-kelabu.
  • CT scan

CT scan umumnya diterapkan setelah X-ray. CT scan menggunakan sinar X dan computer untuk mendapatkan gambaran detail bagian dalam tubuh.Terkadang, pemeriksaan lain juga diperlukan. Misalnya, MRI dan PET scan.
  • Biopsi dan bronkoskopi

Bronkoskopi adalah prosedur untuk melihat bagian dalam saluran pernapasan dan mengambil sedikit sampel sel (biopsi). Cara lain adalah dengan mengambil sampel jaringan dari kelenjar getah bening yang kemudian diuji untuk menentukan apakah itu tumor atau kanker.Biopsi jenis lain dapat meliputi: torakoskopi, mediastinoskopi, biopsi jarum perkutan. 

Stadium kanker paru

Stadium kanker menjelaskan penyebaran sel kanker ke berbagai bagian tubuh. Stadium ini terbagi dalam beberapa tahan berikut:
  • Tersembunyi

Sel kanker tidak tampak dalam pemindaian, tapi dapat tampak pada dahak
  • Stadium 0

Sel kanker hanya terdapat di sel-sel bagian atas yang melapisi saluran pernapasan.
  • Stadium 1

Kanker dalam paru-paru berukuran kurang dari 4 cm dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Stadium 2

Kanker berukuran 7 cm ke bawah, dan mulai menyebar ke jaringan serta kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium 3

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan bagian lain dari paru serta area di sekitarnya.
  • Stadium 4

Kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang atau otak. 
Jenis pengobatan untuk menangani kanker paru dibedakan berdasarkan hal-hal berikut:
  • Jenis kanker (sel kanker kecil atau bukan dan mutasi sel kanker)
  • Ukuran dan posisi kanker
  • Stadium atau perkembangan kanker
  • Kesehatan pasien secara keseluruhan
Dokter bisa merekomendasikan beberapa cara mengobati kanker paru di bawah ini:

Operasi

Operasi bertujuan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker. Berikut prosedur untuk mengangkat kanker paru:
  • Reseksi (pengangkatan sebagian paru-paru) bagian kecil paru-paru yang terjangkit sel kanker
  • Reseksi segmental untuk mengangkat bagian yang lebih besar yang terjangkit sel kanker
  • Lobektomi untuk mengangkat seluruh lobus dari salah satu paru-paru
  • Pneumonektomi untuk mengangkat seluruh bagian paru-paru
Seperti operasi lain, operasi paru juga membawa risiko komplikasi yang meliputi:
  • Peradangan atau infeksi paru/pneumonia
  • Perdarahan berlebih
  • Pembekuan darah pada kaki yang dapat naik ke paru
5 pengobatan kanker paru

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.Berikut beberapa cara penerapan kemoterapi:
  • Diberikan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran tumor
  • Diberikan setelah operasi untuk mencegah kanker datang kembali
  • Untuk meredakan gejala dan memperlambat penyebaran kanker ketika kanker tidak bisa disembuhkan
  • Kombinasi dengan radioterapi

Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, mengarahkan ke bagian yang terjangkit sel kanker.Berikut tiga cara penerapan radioterapi:
  • Radioterapi sinar eksternal konvensional: sinar radiasi diarahkan langsung ke bagian tubuh yang terdampak
  • Radioterapi stereotaktik: jenis penyinaran yang lebih akurat dengan energi tinggi
  • Radioterapi internal: penempatan kateter ke dalam paru

Imunoterapi

Kelompok obat-obatan yang digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker. 

Komplikasi kanker paru

Bila terus dibiarkan tanpa penanganan, kanker paru bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Sesak napas
  • Batuk berdarah
  • Nyeri pada dada dan bagian lain tubuh, misalnya tulang
  • Penumpukan cairan dalam dada (efusi pleura)
  • Penyebaran kanker ke bagian laiin tubuh
 
Belum ada cara pasti untuk mencegah kanker paru, tetapi beberapa hal yang dapat mengurangi risiko tersebut:
  • Berhenti merokok
  • Hindari asap rokok
  • Hindari paparan zat kimia
  • Konsumsi banyak buah dan sayur
  • Olahraga teratur
  • Perubahan gaya hidup
  • Konsumsi obat-obatan untuk menangani kondisi prakanker
  
Segera periksakan ke dokter jika Anda gejala yang mengkhawatirkan seperti:
  • Batuk yang tak kunjung sembuh
  • Muntah darah, meski sedikit
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
Periksakan diri secara teratur terutama untuk Anda yang:
  • Berusia 55-80 tahun
  • Memiliki riwayat perokok berat (1 pak sehari selama 30 tahun atau 2 pak per hari selama 15 tahun)
  • Sedang merokok atau sudah berhenti merokok dalam 15 tahun
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker paru?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker paru agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lung-cancer/diagnosis-treatment/drc-20374627
Diakses pada 22 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/lung-cancer/lung-cancer-diagnosis#1
Diakses pada 22 Oktober 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323701
Diakses pada 10 Maret 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/lung/patient/lung-prevention-pdq
Diakses pada 10 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lung-cancer/
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email