Kanker

Kanker Pankreas

22 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Pankreas
Kebiasaan merokok diduga menjadi salah satu penyebab kanker pankreas.
Kanker pankreas adalah jenis kanker yang terjadi di pankreas. Pankreas adalah kelenjar yang terletak di belakang rongga perut, tepat di bawah hati.  Pankreas berfungsi memproduksi enzim pencernaan yang akan membantu tubuh untuk mencerna nutrisi dari makanan. Selain itu, pankreas juga memproduksi hormon untuk mengatur kadar gula darah.Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di pankreas tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut kemudian dapat membentuk sebuah massa yang disebut tumor.Tumor bisa bersifat jinak (tidak membesar dan menyebar) atau bersifat ganas. Tumor bersifat ganas inilah yang nantinya akan berkembang menjadi kanker di pankreas. Tumor ganas dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.Ketika sel kanker muncul pada pankreas, berbagai fungsi  tubuh pun akan ikut terganggu.

Jenis-jenis kanker pankreas

Jenis kanker pankreas dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Exocrine (nonendocrine) pancreatic cancer

    Kanker pankreas eksokrin merupakan jenis kanker pankreas yang paling umum. Kondisi ini terjadi jika kanker tumbuh dari sel eksokrin yang menyusun kelenjar eksokrin dan saluran pankreas. Kelenjar eksokrin berfungsi mengeluarkan enzim yang membantu memecah karbohidrat, lemak, protein, dan asam di usus dua belas jari. Kanker pankreas eksokrin dapat berkembang menjadi tipe kanker yang lebih khusus lagi, seperti adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, karsinoma adenoskuamosa, dan karsinoma koloid.
  • Neuroendocrine pancreatic cancer

    Kanker pankreas neuroendokrin berkembang dari sel-sel kelenjar endokrin pankreas, yang berfungsi untuk mengatur gula darah. Kanker jenis ini juga dikenal sebagai tumor sel endokrin atau sel pulau. Kanker neuroendokrin termasuk jenis kanker yang langka terjadi, dari semua kasus kanker pankreas yang pernah dilaporkan, kurang dari 5% yang termasuk neuroendokrin.
  Baca juga: Kenali Fungsi Pankreas untuk Tubuh dan Penyakit yang Bisa Menyerangnya
Kanker Pankreas
Dokter spesialis Onkologi, Bedah
GejalaNyeri perut atas yang menjalar ke punggung, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan
Faktor risikoRiwayat peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis), diabetes, riwayat kanker dalam keluarga
Metode diagnosisTes pencitraan, endoscopic ultrasound (EUS), tes darah
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiPenurunan berat badan, penyakit kuning (jaundice), sumbatan usus
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker pankreas
Kanker pankreas sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Munculnya berbagai gejala menandakan kanker sudah menyebar ke luar pankreas.Gejala kanker pankreas yang umum adalah:
  • Kulit dan mata menguning (jaundice).
  • Nyeri pada bagian atas perut yang menjalar ke punggung.
  • Nafsu makan menurun atau penurunan berat badan.
  • Gatal-gatal.
  • Depresi.
  • Kadar gula darah naik, karena kanker menghambat kemampuan pankreas memproduksi insulin.
  • Merasa kembung atau perut penuh.
  • Perubahan pola buang air besar.
  • Urine berwarna kuning pekat, feses berwarna pucat.
  • Mudah lelah.
  • Mual.
Selain gejala tersebut, kanker pankreas jenis neuroendocrine bisa memunculkan gejala tambahan yang mungkin berbeda pada tiap orang. Umumnya, gejala tersebut berasal dari produksi hormon yang menjadi tidak terkendali.Gejala kanker pankreas neuroendocrine adalah:
  • Insulinomas atau kelebihan insulin, gejalanya meliputi: berkeringat, cemas, pusing, dan pingsan karena kadar gula rendah.
  • Glucagonomas atau kelebihan glucagon, gejala yang ditunjukkan antara lain: diare, penurunan berat badan, haus dan buang air kecil berlebihan.
  • Gastrinomas atau kelebihan gastrin dengan gejala: sakit perut, tukak lambung yang menghasilkan perdarahan, asam lambung naik, dan penurunan berat badan.
  • Somatostatinomas atau kelebihan somatostatin, dengan gejala: diare, penurunan berat badan, nyeri perut, feses berbau menyengat dan berlemak. 
Terjadinya kanker pankreas diawali dari adanya perubahan (mutasi) di DNA sel-sel pankreas. DNA berisi instruksi yang mengatur berbagai fungsi sel.Ketika DNA pankreas mengalami mutasi, pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali sehingga berkembang menjadi tumor.Adapun yang menjadi penyebab terjadinya mutasi tersebut masih belum diketahui. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker.Faktor-faktor risiko kanker pankreas meliputi:
  • Sering merokok
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker
  • Berusia lanjut (>65 tahun)
  • Obesitas
  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol
  • Diabetes
  • Memiliki anggota keluarga kandung dengan riwayat genetic syndrome, seperti Sindrom Lynch dan mutasi gen BRCA2
  • Memiliki peradangan kronis pada pankreas(pancreatitis)
  • Sirosis hati
Untuk memastikan diagnosis kanker pankreas, dokter dapat melakukan beberapa metode pemeriksaan berikut: 
  •  CT scan, MRI, PET scan

 CT scanMRI, dan PET scan dapat membantu mendiagnosis kanker pankreas dan berguna untuk mengetahui penyebaran sel-sel kanker. 
  • Endoscopic ultrasound (EUS)

 Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pankreas. Pada pemeriksaan ini, gambar pankreas diambil dengan cara memasukkan tabung kecil melalui tenggorokan ke dalam perut. 
  • Biopsi

 Melalui biopsi, dokter mengambil sedikit sampel jaringan dari pankreas pasien. Sampel ini lalu diperiksa di laboratorium untuk mencari keberadaan sel kanker. 
  • Tes darah

 Tes darah yang bertujuan untuk mengukur kadar hormon insulin, glukagon, dan somatostatin. Selain itu, tes darah bisa dilakukan untuk mengidentifikasi adanya protein tertentu yang menandakan tumor. Protein ini disebut sebagai tumor marker. Pasalnya, setiap kanker umumnya memiliki tumor marker yang spesifik. Tumor marker yang dicari dalam diagnosis kanker pankreas adalah protein CA19-9. Sayangnya, tidak semua penderita kanker pankreas mengalami peningkatan kadar protein CA19-9, sehingga hasil tes ini tidak selalu akurat.Setelah dokter mendiagnosis adanya kanker pankreas pada pasien, dokter akan menentukan seberapa parah penyebaran kanker tersebut. Tingkatan keparahan kanker terdiri dari empat stadium, yakni:
  • Stadium 0

    Terdapat sel-sel abnormal di sekitar pankreas. Sel-sel ini belum menjadi kanker dan belum menyebar.
  • Stadium 1

    Terdapat sel kanker pada pankreas saja. Stadium 1 terbagi dalam dua tahap berdasarkan ukuran kankernya.
    • Stadium 1A terjadi jika kanker berukuran 2 sentimeter atau kurang
    • Stadium 1B terjadi jika kanker berukuran lebih dari 2 sentimeter.
  • Stadium 2

    Kanker sudah menyebar ke organ tubuh di dekat pankreas, dan berukuran kurang lebih 4 sentimeter. Stadium 2 terbagi dalam dua tahap berdasarkan sejauh mana kanker telah menyebar.
    • Stadium 2A terjadi jika kanker telah menyebar ke organ di dekat pankreas, namun belum mengenai kelenjar getah bening, pembuluh darah besar, dan sistem saraf di sekitarnya.
    • Stadium 2B terjadi jika kanker telah menyebar ke organ tubuh dan kelenjar getah bening di sekitar pankreas, tapi belum mengenai saraf, pembuluh darah besar, dan organ tubuh yang jauh.
  • Stadium 3

    Kanker telah menyebar ke pembuluh darah besar, saraf, dan kelenjar getah bening di dekat pankreas, namun belum menyebar ke organ tubuh yang jauh.
  • Stadium 4

    Kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, bahkan yang jauh dari pankreas, seperti hati dan paru-paru.
Cara mengobati kanker pankreas umumnya akan tergantung dari ukuran, jenis, lokasi kanker, penyebaran kanker, dan kesehatan penderita secara menyeluruh.Beberapa pilihan pengobatan kanker pankreas yang bisa dilakukan meliputi:

1. Operasi pembedahan

Jika memungkinkan, operasi dapat dilakukan untuk mengangkat bagian pankreas yang terkena tumor ataupun kanker. Ada dua pilihan operasi yang bisa ditempuh, yaitu:
  • Operasi untuk mengangkat untuk mengangkat sisi kiri (tubuh dan ekor) pankreas.
  • Operasi untuk mengangkat pankreas seutuhnya.
Operasi pengangkatan kanker bisa dilakukan pada tahap awal, yakni ketika kanker belum menyebar ke organ lain. Apabila kanker tidak bisa diangkat, terdapat operasi lain yang bertujuan meringankan gejala yang dialami. Operasi-operasi tersebut diantaranya:
  • Operasi untuk menghilangkan penyumbatan di saluran pankreas. Operasi ini bisa menanggulangi gejala jaundice.
  • Operasi untuk menghilangkan penyumbatan di usus dua belas jari, atau mencegah adanya hambatan. Tindakan ini bisa mengurangi rasa mual dan sakit.
  • Operasi untuk membuat saluran baru (bypass) pada saluran pankreas atau usus dua belas jari.
Banyak dari prosedur di atas dilakukan dengan menggunakan endoskopi. Tindakan medis ini dilakukan dengan menggunakan bantuan suatu alat yang disebut endoskop yang berbentuk seperti tabung panjang, tipis dan fleksibel.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi obat-obatan yang dapat menghancurkan sel-sel kanker. Dokter bisa menyarankan prosedur ini jika pasien tidak bisa menjalani operasi. Misalnya pada pasien yang memiliki  kondisi kesehatan yang kurang baik atau sel kanker tidak dapat diangkat melalui pembedahan.Walau begitu, pasien yang menjalani pembedahan pun biasanya perlu menjalani kemoterapi sebelum dan sesudahnya. Hal ini dilakukan untuk memperkecil ukuran kanker dan menghentikan pertumbuhannya.Prosedur ini juga bisa direkomendasikan untuk penanganan kanker pada stadium awal.

3. Radioterapi

Radiaoterapi menggunakan sinar radiasi yang dapat membunuh sel kanker. Seperti kemoterapi, prosedur ini dapat diberikan sebelum maupun sesudah operasi. Tindakan ini juga bisa dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengatasi kanker stadium lanjut.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, kanker pankreas dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, berupa:
  • Berat badan berkurang. Berkurangnya berat badan bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti berkurangnya energi dalam tubuh akibat kanker, rasa mual dan muntah karena efek samping tindakan pengobatan, atau karena tumor menekan lambung. Penurunan berat badan pun bisa terjadi karena tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan.
  • Jaundice. Gejala ini terjadi karena kanker menyumbat saluran empedu. tersumbatnya saluran empedu dapat menghambat bilirubin menuju usus. Bilirubin merupakan zat kuning kecoklatan yang berfungsi untuk mencerna lemak. Maka dari itu, jaundice menyebabkan kulit dan mata berwarna kuning dan feses menjadi sedikit berminyak.
  • Sakit atau nyeri perut. Tumor dapat menekan saraf di sekitar perut, sehingga bisa menimbulkan nyeri yang terasa parah.
  • Obstruksi usus atau penyumbatan pada saluran usus. Hal ini bisa terjadi jika kanker telah menyebar ke usus dua belas jari.
Baca jawaban dokter: Penyebab solusi penyakit kulit di kening
Penyebab kanker pankreas masih belum diketahui. Oleh karena itu, pencegahannya yang spesifik pun belum diketahui secara pasti. Namun secara umum,membiasakan pola hidup sehat bisa membantu mencegah atau menurunkan risiko dari berbagai macam penyakit kronisHal-hal yang bisa dilakukan sebagai upaya mencegah kanker di antaranya:
  • Tidak merokok dan hindari asap rokok
  • Hindari minuman beralkohol
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur
  • Berolahraga secara rutin
Apabila terdapat riwayat kanker pada keluarga, berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui langkah apa saja yang bisa diambil. Hal ini berguna untuk mencegah kemungkinan kanker berkembang di kemudian hari.Baca juga: Hindari Lemak, Ini 5 Jenis Makanan yang Baik untuk Pankreas
Segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mengarah pada kanker pankreas, terutama jika Anda memiliki faktor risikonya. Mendeteksi kanker lebih dini dapat memberikan potensi kesembuhan yang lebih baik.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker pankreas?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker pankreas agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Canadian Journal of Gastroenterology & Hepatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2732171/
Diakses pada 20 September 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/pancreatic-cancer/pancreatic-cancer-types
Diakses pada 20 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatic-cancer/symptoms-causes/syc-20355421
Diakses pada 20 September 2021
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/cancer-types/pancreatic-cancer/introduction
Diakses pada 20 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/pancreatic-cancer/ss/slideshow-pancreatic-cancer-overview
Diakses pada 20 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pancreatic-cancer/treatment/
Diakses pada 20 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email