Kanker Ovarium

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Kanker ovarium dapat berawal dari tumor yang terdapat di indung telur
Kanker ovarium menyerang organ indung telur pada sistem reproduksi wanita.

Pengertian Kanker Ovarium

Ovarium atau indung telur merupakan salah satu organ penting dalam sistem reproduksi perempuan. Organ ini berfungsi sebagai penghasil hormon seperti estrogen dan progesteron, serta tempat produksi sel telur. Kanker ovarium sulit untuk terdeteksi pada stadium awal. Biasanya pasien baru terdiagnosis pada stadium lanjut, dimana kanker sudah menyebar ke dalam panggul dan perut. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kanker ovarium stadium awal sulit untuk terdeteksi. Kanker ovarium stadium lanjut dapat menimbulkan beberapa gejala yang tidak spesifik yang sering disalahartikan sebagai penyakit lain. Berikut gejala kanker ovarium:

  • Perut kembung atau bengkak
  • Cepat merasa kenyang saat makan
  • Berat badan menurun
  • Rasa tidak nyaman di daerah panggul
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti konstipasi
  • Sering buang air kecil

Gejala-gejala tersebut dapat disebabkan oleh penyakit lain yang tidak serius. Namun jika gejala tersebut muncul dalam periode kurang dari 1 tahun dan dirasakan sering, lebih dari 12 hari tiap bulannya, maka perlu dicurigai adanya penyakit serius yang mengarah ke kanker.

Penyebab

Belum jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium. Secara umum, kanker dimulai ketika sel bermutasi atau mengalami perubahan menjadi abnormal. Sel-sel abnormal terus hidup dan mendesak sel-sel sehat, menyerang jaringan di dekatnya dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker ovarium memiliki beberapa jenis yaitu:

  • Tumor epitelial, merupakan jenis kanker yang tersering ditemukan. Sel kanker berkembang dari lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar ovarium.
  • Tumor stromal, sel kanker berkembang dari bagian ovarium yang menghasilkan hormon.
  • Tumor sel germinal, sel kanker berasal dari sel penghasil sel telur.

Ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker ovarium, yaitu:

  • Usia tua. Kanker ovarium paling sering dialami oleh perempuan usia 50-60 tahun
  • Mutasi gen breast cancer gene 1 (BRCA1) dan breast cancer gene 2 (BRCA2) yang dapat diwariskan. Mutasi pada gen-gen tersebut juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara
  • Pemakaian terapi pengganti hormon estrogen, yang biasa diberikan untuk perempuan usia menopause.
  • Usia menarke (saat mens pertama) dan usia saat mens terakhir. Usia menarke yang lebih dini serta dan atau usia saat mens terakhir yang lebih tua dapat meningkatkan risiko

Diagnosis

  • Pemeriksaan panggul.
  • Tes pencitraan. Menggunakan ultrasonografi (USG) untuk membantu menentukan ukuran, bentuk dan struktur ovarium pasien.
  • Tes darah. Melakukan pengujian darah pasien untuk mengetahui indikasikan kanker ovarium. Contohnya, tes antigen kanker dapat mendeteksi protein yang ada tetapi tidak dapat mengetahui apakah pasien menderita kanker, hanya saja memberi petunjuk tentang diagnosis dan prognosis pasien.
  • Terkadang dokter tidak dapat memastikan diagnosis pasien sampai menjalankan operasi untuk mengangkat ovarium dan memeriksakan tanda-tanda kanker.
  • Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan ovarium untuk memastikan diagnosis kanker serta menentukan jenis kanker yang dapat memengaruhi terapi.

Setelah kanker ovarium terdeteksi, dokter dapat memberikan informasi berdasarkan tes yang telah dilakukan dan menentukan stadium kanker ovarium yang dinyatakan dengan menggunakan angka dari I hingga IV. Pada stadium IV, kanker telah menyebar ke area tubuh yang lain.

Pengobatan

Pengobatan kanker ovarium ditentukan oleh jenis kanker, stadium, serta kondisi pasien, dan biasanya menggabungkan operasi, kemoterapi, dan atau terapi target.

Pembedahan atau operasi untuk mengangkat kanker ovarium meliputi:

  • Operasi untuk mengangkat satu ovarium yang terkena kanker. Untuk kanker stadium awal yang belum menyebar di luar ovarium, operasi mungkin melibatkan pengangkatan indung telur yang terkena sel kanker. Prosedur ini tetap mempunyai peluang untuk memiliki keturunan.
  • Operasi untuk mengangkat kedua ovarium. Untuk kanker ini operasi mungkin melibatkan pengangkatan kedua ovarium yang terkena sel kanker. Prosedur ini menjaga rahim pasien tetap aman serta dapat mempunyai peluang untuk memiliki keturunan tetapi menggunakan embrio beku atau donor sel telur.
  • Operasi untuk mengangkat kedua indung telur dan rahim. Untuk tahap ini sel kanker telah menyebar luas apabila hal ini terjadi, pasien sudah tidak memiliki peluang untuk mempunyai keturunan karena dokter akan mengangkat kedua ovarium beserta rahim.
  • Pembedahan untuk kanker stadium lanjut. Jika sel kanker menyebar lebih luas, dokter menyarankan melakukan kemoterapi sekaligus pembedahan untuk mengangkat sel kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan obat yang digunakan untuk membunuh sel-sel abnormal yang tumbuh cepat di dalam tubuh, termasuk sel-sel kanker. Kemoterapi sering digunakan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin tersisa setelah operasi.

Terapi Target

Terapi ini biasanya direkomendasikan untuk mengobati kanker ovarium yang kambuh.

Pencegahan

Belum ada cara pasti untuk mencegah kanker ovarium. Salah satu cara yang mungkin dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium adalah dengan mempertimbangkan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi (pil KB). Selain itu, bicarakan faktor yang meningkatkan risiko kanker dengan dokter Anda, terlebih jika ada riwayat kanker ovarium dan kanker payudara dalam keluarga.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter jika merasakan kembung hampir setiap hari selama lebih dari 3 minggu atau gejala lain yang disebutkan sebelumnya yang tidak menyembuh, terutama jika Anda adalah perempuan berusia di atas 50 tahun atau mempunyai riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan atau kanker payudara.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Siapkan daftar pertanyaan untuk membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk kanker ovarium, berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Penyebab utama apa yang paling mungkin dari gejala saya?
  • Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Pengobatan apa yang tersedia, dan efek samping apa saja yang mungkin terjadi?
  • Saya ingin tetap memiliki anak, pilihan apa yang tersedia bagi saya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik:

  • Saat pertama kali mulai mengalami gejala seberapa parah gejala tersebut?
  • Bagaimana dengan gejala Anda terus menerus atau sesekali?
  • Hal apa yang memperbaiki atau memperburuk gejala Anda?
  • Adakah anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat kanker ovarium atau payudara?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/symptoms-causes/syc-20375941
diakses pada 19 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cancer/symptoms/
diakses pada 19 Oktober 2018.

NCCN. https://www.nccn.org/patients/guidelines/ovarian/files/assets/common/downloads/files/ovarian.pdf
diakses pada 19 Oktober 2018.

Back to Top