Kepala

Kanker Otak

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Otak
Pertumbuhan sel-sel normal di otak yang tumbuh secara cepat dan tidak terkendali memicu terjadinya tumor otak.
Kanker otak adalah penyakit yang terjadi karena kemunculan sel-sel kanker di jaringan otak. Sel-sel kanker tersebut membentuk massa yang biasa disebut tumor ganas. Meski begitu, tak semua tumor otak dibentuk dari sel kanker.Otak berada di dalam tengkorak yang kaku sehingga keberadaan tumor di dalamnya akan mengakibatkan keterbatasan tempat. Pasalnya, tumor ganas dapat tumbuh dan menyebar secara agresif, mengalahkan sel-sel sehat dengan mengambil ruang, darah, dan nutrisi bagi otak.Sel-sel tumor yang terus bertumbuh akan meningkatkan tekanan pada tengkorak kepala dan menyebabkan kerusakan jaringan otak, bahkan kematian. Pilihan pengobatan tumor otak tergantung pada jenis tumor otak yang dimiliki penderita, serta ukuran dan lokasinya.  
Kanker Otak
Dokter spesialis Onkologi, Saraf
GejalaSakit kepala, muntah, kesulitan berjalan
Faktor risikoPaparan radiasi, riwayat keluarga, kebiasaan merokok
Metode diagnosisPemeriksaan neurologis, tes pencitraan, lumbal pungsi
PengobatanObat-obatan, operasi, kemoterapi
ObatBevacizumab
KomplikasiKejang, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker otak
Tanda dan gejala kanker otak bergantung pada ukuran, lokasi, dan tingkat pertumbuhan tumor. Namun, secara umum kanker otak memiliki gejala sebagai berikut:

Gejala kanker otak khususnya meliputi:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan atau merasa lemah
  • Linglung
  • Kesulitan berjalan
  • Kejang

Gejala dan tanda nonspesifik kanker otak meliputi:

  • Kondisi mental yang berubah seperti perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, atau kewaspadaan
  • Mual, muntah
  • Kelainan dalam penglihatan
  • Kesulitan berbicara
  • Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau respons emosional
Sedangkan berdasarkan lokasinya, berikut ini tanda dan gejala kanker otak yang sering terjadi:

Kanker otak pada lobus frontal (frontal lobe)

  • Kesulitan berkonsentrasi atau memusatkan perhatian Anda pada sesuatu
  • Kesulitan berbicara
  • Keterampilan komunikasi dan berbahasa yang menurun
  • Kesulitan mengendalikan emosi dan perilaku
  • Kemampuan eksekusi menurun (membuat keputusan, menyelesaikan masalah, merencanakan dan mengatur sesuatu)
  • Kesulitan mempelajari dan mengingat informasi baru
  • Kesulitan dalam mengendalikan diri dalam bercakap (membuat komentar yang tidak pantas selama percakapan atau tertawa dalam situasi yang tidak pantas)
  • Kesulitan dalam mengendalikan kognisi sosial, kontrol impuls dan perilaku seksual
  • Sisi tubuh yang berada di arah berlawanan dari tumor menjadi lemah
  • Kehilangan kemampuan dalam mencium bau atau aroma

Kanker otak pada lobus temporal (temporal lobe)

  • Pendengaran menurun
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan mengidentifikasi dan mengelompokkan objek
  • Kesulitan mempelajari informasi baru
  • Kesulitan mengidentifikasi emosi pada orang lain dengan benar
  • Hilang ingatan
  • Kejang atau pingsan
  • Mencium bau-bauan yang aneh

Kanker otak pada lobus parietal (parietal lobe)

  • Kesulitan menghimpun dan memahami informasi dari berbagai indra (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa)
  • Kesulitan mengenali wajah atau benda
  • Kesulitan dalam koordinasi gerak
  • Kemampuan spasial (menilai jarak dan koordinasi mata-tangan) menurun
  • Kesulitan berbicara, memahami kata-kata, menulis dan membaca
  • Mati rasa di sisi tubuh yang berlawanan dari lokasi tumor

Kanker otak pada lobus oksipital (occipital lobe)

  • Kesulitan mengidentifikasikan objek atau warna
  • Kehilangan penglihatan di satu sisi.

Kanker otak pada otak kecil (cerebellum)

  • Kesulitan dalam mengendalikan keseimbangan
  • Kehilangan koordinasi
  • Kesulitan berjalan dan berbicara
  • Penurunan kemampuan dalam mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, merencanakan dan mengatur sesuatu)
  • Mata berkedip tidak normal
  • Muntah
  • Leher kaku
  • Masalah dengan ketangkasan (keterampilan dalam menggunakan tangan)

Kanker pada batang otak (brain stem)

  • Ketidakstabilan dan kesulitan berjalan
  • Otot wajah yang melemah
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan berbicara dan menelan
 
Kanker otak dapat dikelompokkan menjadi kanker otak primer dan kanker otak yang tidak dapat dikendalikan pertumbuhannya (metastatik).Kanker otak primer disebabkan adanya penumpukkan sel kanker yang berada di banyak jenis jaringan otak misalnya, sel glial, astrosit, dan jenis sel otak lainnya, sedangkan kanker otak metastatik biasanya disebabkan oleh adanya penyebaran sel kanker dari organ tubuh yang lain ke otak.Adapun penyebab perubahan sel normal menjadi sel kanker belum diketahui secara pasti apa yang jadi penyebabnya.Namun, ada faktor-faktor umum yang dapat meningkatkan risiko kanker otak, yaitu:
  • Paparan radiasi pengion dosis tinggi
  • Keluarga dengan riwayat kanker otak.
  • Kanker paru-paru
  • Kanker payudara
  • Kanker ginjal
  • Kanker kandung kemih
  • Melanoma (jenis kanker kulit)
  • Neurofibromatosis, sebagai sebuah kondisi kelainan genetik yang jarang terjadi
  • Sindrom Li-Fraumeni 
Faktor-faktor lain yang mungkin terkait dengan pengembangan kanker otak, meliputi:
  • Peningkatan usia
  • Kebiasaan merokok dalam jangka panjang
  • Paparan pestisida, herbisida, dan pupuk
  • Pekerjaan yang mengharuskan kontak dengan materi pemicu kanker, seperti timah, plastik, karet, minyak bumi, dan beberapa bahan tekstil
  • Infeksi virus Epstein-Barr, atau mononukleosis
 
Jika gejala pasien mengarah ke kanker otak, dokter akan merekomendasikan sejumlah pemeriksaan, yaitu:
  • Pemeriksaan neurologis. Pemeriksaan neurologis dilakukan untuk menguji pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan dan refleks. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat beberapa bagian yang terganggu, hal ini merupakan gejala yang disebabkan oleh tumor otak.
  • Tes pencitraan. Magnetic resonance imaging (MRI) umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis tumor otak. Terkadang tes lain direkomendasikan, seperti tomografi terkomputerisasi (CT) dan positron emission tomography (PET), untuk mendiagnosis tumor otak.
  • Lumbar puncture, yang dilakukan dengan mengambil cairan serebrospinal melalui jarum yang dimasukkan pada celah di antara dua tulang belakang.
  • Biopsi dengan cara mengambil sampel jaringan otak dengan jarum. Jarum digunakan untuk menjangkau daerah yang sensitif di otak lalu sampel tersebut diuji untuk menentukan apakah itu tumor atau kanker.
Baca juga: Jangan Bingung, Kenali Perbedaan Tumor dan Kanker agar Tak Keliru
Pengobatan untuk kanker otak diberikan berdasarkan jenis, ukuran, lokasi tumor dan kondisi kesehatan secara umum. Beberapa jenis kanker otak memerlukan operasi dan jenis lainnya dapat diobati dengan kemoterapi.
  • Operasi
    Jika memungkinkan, operasi akan dilakukan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker tanpa melukai jaringan otak yang sehat. Namun pada beberapa kasus, tumor otak tidak dapat diambil secara menyeluruh sehingga dokter hanya mengangkat sebagian tumor.
  • Kemoterapi
    Pengobatan kemoterapi menggunakan obat untuk mengecilkan dan mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
    Obat kemoterapi yang biasa diberikan adalah temozolomide, vincristine, cyclophosphamide, vincristine, cisplatin, etoposide atau carboplatin. Obat-obatan tersebut dapat diberikan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi dilakukan menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X untuk membunuh sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, serta mengarahkan sinar ke bagian yang terjangkit sel kanker.
  • Obat-obatan
    Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meningkatkan, mengarahkan, atau memulihkan pertahanan alami tubuh Anda terhadap tumor. Misalnya, obat bevacizumab berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang memasok tumor untuk tetap tumbuh.
Umumnya, pengobatan pada kanker dapat merusak jaringan yang sehat. Karenanya, pasien dan dokter perlu berdiskusi mengenai efek samping jangka panjang yang mungkin terjadi. 
Tidak ada cara untuk mencegah kanker otak, tetapi Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker otak dengan:
  • Menghindari paparan pestisida dan insektisida
  • Menghindari paparan bahan kimia karsinogenik
  • Menghindari merokok
  • Menghindari paparan radiasi yang tidak perlu
Baca jawaban dokter: Apakah ada hubungan antara radiasi handphone dan kanker otak?
Jika Anda memiliki gejala kanker otak, segeralah berkonsultasi ke dokter. 
Segera konsultasi ke dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Apabila dokter mencurigai adanya kanker otak, Anda dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker.Pastikan untuk menanyakan persiapan yang diperlukan, termasuk yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala Anda.Menyiapkan daftar pertanyaan membuat kunjungan Anda lebih efektif. Berikut ini  pertanyaan dasar yang berhubungan dengan kanker otak untuk Anda ajukan pada dokter:
  • Jenis tumor otak apa yang saya miliki?
  • Seberapa besar ukuran tumor otak saya?
  • Apakah tumor otak saya bersifat ganas?
  • Sejauh mana tumor otak saya menyebar?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya perlukan?
  • Apa saja pilihan pengobatan untuk saya?
 
Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan:
  • Sejak kapan mengalami gejala seperti ini?
  • Apakah gejala terjadi secara terus-menerus?
  • Seberapa parah gejala yang terjadi?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi tersebut?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi tersebut?
 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/diagnosis-treatment/drc-20350088
Diakses pada 22 Oktober 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-cancer#treatments
Diakses pada 8 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-cancer-treatment#1
Diakses pada 8 Juli 2020
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/brain_cancer/article.htm
Diakses pada 8 Juli 2020

The Brain Tumour Charity. https://www.thebraintumourcharity.org/brain-tumour-signs-symptoms/brain-tumour-location-symptoms/
Diakses pada 8 Juli 2020

Cancer.net. https://www.cancer.net/cancer-types/brain-tumor/symptoms-and-signs
Diakses pada 8 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Stadium Kanker I Hingga IV, Apa Maknanya?

Stadium kanker menjelaskan seberapa besar ukuran tumor dan seberapa luas penyebaran dari titik awal tumbuhnya. Untuk menentukan stadium kanker, perlu dilakukan rangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis. Setelah diketahui, dokter bisa mendiskusikan pilihan penanganan yang paling tepat.
08 Aug 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Stadium kanker menunjukkan seberapa luas dan besar ukuran tumor

Kenali Sejak Dini Gejala Kanker Rahim Berikut Ini

Sebagian besar kasus kanker rahim terjadi pada lapisan dinding rahim yang dinamakan endometrium. Sehingga, kanker rahim juga sering disebut sebagai kanker endometrium.
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Salah satu tanda kanker endometrium adalah haid yang tidak teratur

Gejala Kanker pada Anak yang Perlu Dikenali Orangtua

Gejala kanker pada anak mirip dengan gejala penyakit lain yang umum terjadi. Sehingga, kondisi tersebut terkadang sulit dikenali. Namun, orangtua tetap perlu waspada dan segera membawa anak ke dokter apabila mengalami gejala serupa kanker.
28 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Gejala kanker pada anak sulit dibedakan dengan gejala penyakit lain