Pertumbuhan sel-sel abnormal di otak yang tumbuh secara cepat dan tidak terkendali memicu terjadinya tumor otak.
Pertumbuhan sel-sel normal di otak yang tumbuh secara cepat dan tidak terkendali memicu terjadinya tumor otak.

Tumor otak terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal yang tertumpuk di otak. Secara normal, sel-sel di dalam tubuh akan menua dan mati kemudian digantikan oleh sel yang baru. Saat tumor atau kanker terjadi, proses ini tidak berjalan dengan semestinya. Sel-sel tumor tetap bertambah banyak meskipun tubuh sudah tidak membutuhkannya dan tidak mati. 

Otak berada di dalam tengkorak yang kaku sehingga pertumbuhan apapun di dalamnya akan mengakibatkan keterbatasan tempat. Sel-sel tumor yang semakin banyak menyebabkan tekanan pada tengkorak kepala meningkat dan menyebabkan kerusakan jaringan otak, bahkan kematian. 

Tumor otak bisa bersifat non-kanker (jinak) dan bersifat kanker (ganas). Pilihan pengobatan tumor otak tergantung pada jenis tumor otak yang dimiliki penderita, serta ukuran dan lokasinya. 

Tanda dan gejala tumor otak bergantung pada ukuran, lokasi, dan tingkat pertumbuhan tumor otak. Gejala yang dirasakan dapat diakibatkan oleh tumor yang merusak jaringan otak secara langsung atau tumor yang menyebabkan tekanan pada jaringan di sekitarnya.

Berikut tanda dan gejala yang sering terjadi pada tumor otak:

  • Sering merasakan sakit kepala terutama ketika bangun tidur di pagi hari, saat tidur atau memburuk ketika batik, bersin atau berolahraga
  • Sering mengalami mual dan muntah atau muntah saja tanpa mual di pagi hari
  • Penglihatan dobel atau kabur
  • Sulit untuk menjaga keseimbangan
  • Sulit untuk berbicara, mendengar atau mengerti perkataan orang
  • Kebingungan dalam beraktivitas sehari-hari
  • Perubahan kepribadian atau perilaku
  • Kejang dan lebih sering terjadi terhadap penderita yang tidak memiliki riwayat kejang
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan membaca atau menulis
  • Kesulitan menelan
  • Tremor tangan
  • Sulit mengenalikan buang air kecil atau buang air besar
  • Gangguan berjalan
  • Kelemahan pada wajah, tangan atau kaki
  • Gangguan berkonsentrasi dan mengingat

Perlu diketahui bahwa gejala-gejala di atas dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang lain. Jangan mengasumsikan Anda mengidap tumor otak tanpa berkonsultasi pada dokter.

Tidak ada yang mengetahui penyebab terjadinya tumor otak. Tapi ada beberapa faktor risiko yang ditemukan oleh penelitian yang berhubungan dengan penyebab tumor otak, yaitu:

  • Orang dewasa yang pada masa anak-anaknya yang pernah menerima radiasi di daerah kepala
  • Neurofibromatosis, sebuah kondisi kelainan genetik yang jarang terjadi
  • Sindrom Li-Fraumeni 
  • Usia antara 65-78 tahun adalah populasi yang paling sering terdiagnosa tumor otak

Tumor otak dapat dikategorikan menjadi dua jenis, tumor otak primer dan sekunder. Tumor otak primer berasal dari jaringan otak itu sendiri dan biasanya bersifat jinak. Sedangkan tumor otak sekunder, dikenal juga sebagai tumor metastasis, terjadi saat kanker menyebar dari organ lain ke otak dan bersifat ganas.

Tumor otak primer dimulai ketika sel normal di otak bermutasi. Hal ini memungkinkan sel-sel tumbuh secara cepat dan tidak terkendali sehingga mengakibatkan sel-sel sehat mati dan sel abnormal membentuk tumor. Tumor otak sekunder adalah lebih sering terjadi daripada tumor otak primer. Biasanya menyebar dari organ tubuh lain.

Berikut beberapa jenis tumor primer:

  • Tumor terdapat di otak atau sumsum tulang belakang seperti: astrositoma, ependimoma, glioblastoma, oligoastrositoma, dan oligodendriglioma.
  • Meningioma adalah tumor yang timbul dari membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Neuroma akustik. Tumor jinak yang berkembang pada saraf yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak.
  • Adenoma hipofisis. Tumor jinak yang berkembang di kelenjar pituitari di dasar otak. Tumor ini dapat memengaruhi hormon hipofisis yang berada di seluruh tubuh.
  • Tumor otak pada anak-anak. Terjadi di bagian belakang bawah otak dan cenderung menyebar melalui cairan tulang belakang.

Tumor otak sekunder biasanya menyebar dari organ lain ke otak:

  • Kanker paru
  • Kanker payudara
  • Kanker ginjal
  • Kanker kulit

Tumor otak sekunder hampir selalu bersifat ganas, sedangkan tumor jinak tidak menyebar ke organ tubuh lain.

Jika gejala pasien mengarah ke tumor otak, dokter akan merekomendasikan sejumlah pemeriksaan, yaitu:

  • Pemeriksaan neurologis. Pemeriksaan neurologis dilakukan untuk menguji pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan dan refleks. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat beberapa bagian yang terganggu, hal ini merupakan gejala yang disebabkan oleh tumor otak.
  • Tes pencitraan. Magnetic resonance imaging (MRI) umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis tumor otak. Terkadang tes lain direkomendasikan, seperti tomografi terkomputerisasi (CT) dan positron emission tomography (PET) dapat digunakan untuk mendiagnosis tumor otak.
  • Biopsi dengan cara mengambil sampel jaringan otak dengan jarum. Jarum digunakan untuk menjangkau daerah yang sensitif di otak lalu sampel tersebut diuji untuk menentukan apakah itu tumor atau kanker.

Perbedaan tumor jinak dan tumor ganas

Pada tumor jinak otak biasanya batas jaringan tumor jelas dan tidak mengakar di jaringan otak sehingga akan mempermudah saat operasi pengangkatan tumor.

Pada tumor ganas pada otak:

  • Tumor primer ganas pada otak berasal dari jaringan otak dan biasanya berkembang lebih cepat dari tumor jinak dan secara agresif menyerang jaringan otak di sekitarnya
  • Kanker otak biasannya tidak menyebar ke organ lain, namun bisa menyebar ke bagian otak lain dan ke sistem saraf pusat

Pengobatan untuk kanker otak diberikan berdasarkan jenis, ukuran, lokasi tumor dan kondisi kesehatan secara umum. Beberapa jenis kanker otak memerlukan operasi dan jenis lainnya dapat diobati dengan kemoterapi.

  • Operasi
    Jika memungkinkan, operasi bertujuan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker tanpa melukai jaringan otak yang sehat. Tetapi pada beberapa kasus, tumor otak tidak dapat diambil secara menyeluruh sehingga dokter hanya mengangkat sebagian tumor.
  • Kemoterapi
    Pengobatan kemoterapi menggunakan obat untuk mengecilkan dan mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X untuk membunuh sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, mengarahkan ke bagian yang terjangkit sel kanker.

Sayangnya, pengobatan pada kanker juga merusak jaringan yang sehat. Karenanya pasien dan dokter perlu berdiskusi mengenai efek samping jangka panjang yang mungkin terjadi.

Jika Anda memiliki gejala kanker otak, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Segera konsultasi ke dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Jika dokter mencurigai Anda menderita kanker otak, Anda dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker. Pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu termasuk apa saja yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala yang dialami. Menyiapkan daftar pertanyaan membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk kanker otak, berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Jenis tumor otak apa yang saya miliki?
  • Seberapa besar ukuran tumor otak saya?
  • Apakah tumor otak saya bersifat ganas?
  • Sejauh mana tumor otak saya menyebar?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya perlukan?
  • Adakah pilihan pengobatan untuk saya?

Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Sejak kapan mengalami gejala seperti ini?
  • Apakah gejala terjadi secara terus menerus?
  • Seberapa parah gejala yang terjadi?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/diagnosis-treatment/drc-20350088
Diakses pada 22 Oktober 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-tumor

Diakses pada 20 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1

Diakses pada 20 Agustus 2019

 

Artikel Terkait