Kanker

Kanker Lambung

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Lambung
Kanker lambung terjadi karena mutasi sel penghasil lendir menjadi tumor dalam lambung
Kanker lambung adalah kanker yang tumbuh di lambung. Kondisi ini berawat pada adanya benjolan tumor pada lambung.Berdasarkan data dari WHO, kanker lambung telah menyebabkan sekitar 783.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2018. Karena itu, kanker ini menduduki posisi yang tinggi dalam daftar kanker sebagai penyebab kematian.Terdapat beberapa jenis kanker lambung berdasarkan hasil biopsi. Tipe kanker lambung yang paling umum adalah adenokarsinoma.Gejala kanker lambung biasanya tidak khas pada tahap awal, dan menyerupai keluhan gangguan saluran cerna atas lain. Oleh sebab itu, banyak penderita yang kerap terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan.Padahal, diagnosis dan pengobatan sedini mungkinakan sangat menentukan harapan hidup penderita kanker lambung. 
Kanker Lambung
Dokter spesialis Onkologi, Bedah
GejalaKembung, selalu merasa kenyang, maag kronik
Faktor risikoInfeksi H. pylori lambung, kurang sayur dan buah, riwayat keluarga dengan kanker lambung
Metode diagnosisPemerksaan fisik, rongent dengan zat kontras, endoskopi
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiPenyumbatan usus, perdarahan, infeksi
Kapan harus ke dokter?Sulit menelan, memiliki faktor risiko kanker lambung
Secara umum, tanda dan gejala kanker lambung meliputi:
  • Perut terasa kembung
  • Selalu merasa kenyang
  • Sakit maag yang tak kunjung membaik
  • Kelelahan
  • Selalu merasa mual tanpa sebab
  • Sakit perut
  • Muntah secara terus menerus
  • Menurunnya berat badan tanpa sebab
  • Sulit menelan
Mungkin saja ada tanda dan gejala kanker lambung yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan keluhan tertentu, konsultasikanlah ke dokter. 
Penyebab utama kanker lambung adalah mutasi sel. Mutasi ini menyebabkan sel-sel dalam tubuh tumbuh secara berlebihan dan membunuh sel-sel yang sehat. Sel abnormal kemudian menumpuk dan membentuk tumor.Hingga sekarang, penyebab di balik mutasi sel tersebut belum diketahui dengan pasti. Namun para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker lambung.Beberapa faktor risiko kanker lambung tersebut meliputi:
  • Mengalami Infeksi bakteri H. pylori pada lambung
  • Kurang mengonsumsi sayur dan buah
  • Sering menginsumsi makanan asin dan makanan yang dibakar
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker lambung
  • Mengalami radang pada perut secara terus-menerus
  • Mengidap anemia pernisiosa
  • Merokok
  • Menderita polip perut
 
Diagnosis kanker lambung dapat dipastikan dengan cara:
  • Wawancara.
Dokter akan menanyakan gejala dan ada tidaknya faktor yang meningkatkan risiko kanker lambung.
  • Pemeriksaan fisik pada perut
Dokter akan melakukan penekanan di perut untuk merasakan ada tidaknya benjolan atau kejanggalan lain.
  • Tes darah
Tes darah dilakukan untuk mengevaluasi tanda kanker lambung. Langkah ini bisa berupa hitung darah lengkap, tes darah samar tinja, uji fungsi ginjal dan hati, serta tes fungsi pembekuan darah.
  • X-ray dengan zat kontras di saluran cerna
Pemeriksaan ini bertujuan mengecek keadaan pada bagian dalam kerongkongan, lambung, dan bagian atas usus halus. Pasien akan diminta untuk meminum cairan berisi zat kontras barium.Barium akan melapisi permukaan saluran cerna atas, lalu petugas medis akan mengambil foto X-ray. Cairan carium akan tampa pada foto tersebut.
  • Endoskopi saluran cerna atas
Endoskopi saluran cerna atas merupakan pemeriksaan utama untuk mendiagnosis kanker lambung. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan alat endoskop ke dalam tenggorokan sampai mencapai lambung dan sebagian kecil usus halus.
  • Biopsi
Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan, dalam hal ini pada lambung. Sampel ini lalu diperiksa di laboratorium.
  • CT scan dan MRI saluran cerna atas
Kedua pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam menilai struktur lambung dan menentukan lokasi kanker lambung secara jelas. Demikian pula dengan stadium kanker yang dialami oleh pasien.
  • Laparaskopi
Laparaskopi biasanya dilakukan setelah kanker lambung ditemukan pada pemeriksaan lain, tapi hasilnya kurang jelas.

Jenis kanker lambung

Berdasarkan hasil biopsi, terdapat beberapa tipe kanker lambung berikut:
  • Tipe kanker lambung ini paling umum terjadi. Sekitar 90-95 persen kasus kanker lambung termasuk jenis adenokarsinoma.
  • Jenis kanker lambung ini berasal dari respons sistem imun pada dinding lambung.
  • Tumor stromal gastrointestinal (GIST), yang merupakan jenis tumor langka pada dinding lambung.
  • Tumor karsinoid. Tumor ini berawal pada sel penghasil hormon di lambung. Sebagian besar dari tumor karsinoid tidak menyebar ke organ lain.
  • Tipe kanker lambung lain yang meliputi karsinoma sel skuamosa, small cell carcinoma, leiomiosarkoma.

Stadium kanker lambung

Setelah menentukan tipe kanker lambung, dokter akan menentukan stadium kanker lambung. Stadium kanker lambung dibagi 4, antara lain:
  • Stadium 0
Sel kanker hanya tumbuh di permukaan dinding lambung. Kanker juga belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
  • Stadium 1
Sel kanker sudah menyebar ke lapisan lambung yang lebih dalam, namun belum meluas ke kelenjar getah bening dan organ lain.
  • Stadium 2
Sel kanker sudah menyebar ke lapisan lambung yang lebih dalam dan ke beberapa kelenjar getah bening di sekitar lambung. Namun belum ada penyebaran ke organ lain.
  • Stadium 3
Sel kanker telah menyebar ke banyak kelenjar getah bening dan berpotensi meluas ke organ lain.
  • Stadium 4
Sel kanker telah menyebar ke organ lain, seperti hati, otak, atau peritoneum (lapisan pembungkus rongga perut). 
Cara mengobati kanker lambung akan tergantung pada stadium kanker serta kesehatan dan preferensi pasien. Beberapa langkah penanganan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter meliputi:OperasiOperasi bertujuan mengangkat seluruh tumor atau bagian yang terkena kanker. Tapi dalam beberapa kasus, kanker tidak dapat diambil secara menyeluruh. Karena itu, dokter hanya mampu menyingkirkan tumor seoptimal mungkin.Berikut beberapa jenis operasi yang dapat dianjurkan:
  • Pengangkatan tumor stadium awal pada lapisan lambung
  • Pengangkatan bagian lambung yang terkena kanker
  • Pengangkatan seluruh lambung dan beberapa jaringan di sekitarnya yang terkena kanker
  • Pengangkatan kelenjar getah bening untuk mencegah penyebaran kanker lebih jauh
Kemoterapi Pengobatan kemoterapi dilaksanakan dengan menggunakan obat minum maupun suntik. Obat ini akan mematikan sel-sel kanker.RadioterapiTerapi radiasi (radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi, yaitu sinar X, untuk membunuh sel-sel kanker.Terapi tertargetPrinsip terapi tertarget adalah mengincar protein spesifik yang dihasilkan oleh sel-sel kanker. Oleh sebab itu, efek sampingnya lebih sedikit daripada kemoterapi.Terdapat dua jenis obat terapi tertarget yang diberikan lewat suntikan intravena. Obat-obatan ini meliputi:
  • Trastuzumab
Trastuzumab menargetkan protein HER2, yang dihasilkan oleh sel pada kanker lambung. Obat ini akan menghambat HER2, sehingga tidak terjadi pembelahan sel secara berlebihan.
  • Ramucirumab
Ramucirumab berfungsi menghambat protein VEGF yang dihasilkan oleh sel-sel kanker lambung, sehingga sel tumor tidak memperoleh pasokan aliran darah dan akhirnya mati.Imunoterapi Imunoterapi diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar menyerang sel kanker. Terapi ini disarankan bagi penderita kanker lambung stadium lanjut yang telah menjalani dua jenis pengobatan atau lebih.Kanker lambung harus ditangani secepatnya. Karena bila tidak diobati sesegera mungkin, kanker bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain dan memicu beragam komplikasi. 
Karena penyebabnya belum diketahui dengan pasti, cara mencegah kanker lambung juga tidak tersedia. Namun Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk menurunkan risikonya:
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur
  • Jangan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam
  • Berhenti merokok
 
Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala kanker lambung seperti yang dijelaskan sebelumnya disertai sulit menelan. Langkah ini terutama dianjurkan pada orang yang memiliki faktor risiko kanker lambung. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker lambung?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker lambung agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-cancer/symptoms-causes/syc-20352438
Diakses pada 23 Oktober 2018
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
Diakses pada 12 Agustus 2020
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/detection-diagnosis-staging/staging.html
Diakses pada 12 Agustus2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/257341
Diakses pada 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh Alias Kentut, Ini Penyebabnya

Flatus adalah proses pengeluaran gas pencernaan melalui anus. Kondisi yang juga dikenal sebagai kentut ini dialami semua orang. Penyebab flatus meliputi sejumlah jenis makanan dan penyakit pada pencernaan Anda.
17 Nov 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Flatus adalah proses pembuangan gas dari dalam tubuh

Ini Cara Menghilangkan Sendawa agar Tak Terus Mengganggu

Sendawa bisa meredakan perut yang tak nyaman. Tapi sendawa yang terlalu sering juga tak baik untuk kesehatan. Anda perlu tahu cara menghilangkan sendawa yang keseringan, dan kapan harus mewaspadainya.
31 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Cara menghilangkan sendawa yang terlalu sering bisa dilakukan dengan mudah

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Muntaber pada Orang Dewasa dan Anak-anak

Gejala khas muntaber adalah muntah-muntah dan diare. Jika dibiarkan terus, kondisi ini akan menyebabkan dehidrasi. Simak cara mengobati muntaber yang tepat!
23 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Cara mengobati gejala muntaber pada anak dan orang dewasa