Kanker Kulit Melanoma

Diterbitkan: 27 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina Brahmana
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Penjelasan pertumbuhan tahi lalat menjadi kanker kulit melanoma
Salah satu gejala yang mengarah kepada kanker kulit melanoma adalah adanya perubahan tekstur atau warna tahi lalat.

Kanker kulit melanoma adalah kanker yang berawal di sel melanosit. Melanosit adalah sel di lapisan kulit yang berfungsi untuk memproduksi pigmen melanin, yaitu pemberi warna pada kulit. Pada penderita melanoma, melanosit bertumbuh secara tidak normal.

Salah satu tanda melanoma yang paling umum adalah adanya tahi lalat baru, atau adanya perubahan bentuk, warna, maupun ukuran pada tahi lalat.

Hanya sekitar satu persen dari kasus kanker kulit yang merupakan melanoma. Namun, jenis kanker ini termasuk kanker kulit yang paling berbahaya karena dapat menyebar ke bagian tubuh lain dengan cepat apabila tidak dilakukan penanganan dini. Oleh karena itu, deteksi awal kanker kulit melanoma sangatlah penting.

Kanker Kulit Melanoma
Dokter spesialis

Onkologi, Kulit

Gejala kanker kulit melanoma bisa berbeda-beda pada tiap penderitanya. Namun karakteristiknya yang umum ini perlu Anda kenali:

  • Tahi lalat yang mengalami perubahan bentuk, warna, atau ukuran.
  • Benjolan di kulit yang padat jika diraba, tampak seperti luka, dan bisa berdarah.
  • Muncul bercak-bercak maupun freckles baru, namun bentuknya berbeda dengan yang sudah ada di kulit Anda.
  • Penebalan kulit yang yang tampak seperti bekas luka.
  • Garis berwarna cokelat tua atau kehitaman di bawah kuku tangan maupun kuku kaki.
  • Perubahan kulit menjadi lebih gelap di sekitar kuku tangan maupun kuku kaki.

Penyebab kanker kulit melanoma belum diketahui hingga sekarang. Karena itu, alasan di balik mutasi pada sel melanosit yang berujung pada kanker ini pun belum bisa dijelaskan.

Meski begitu, terdapat sederet faktor yang dikatakan bisa meningkatkan risiko kanker kulit melanoma. Beberapa faktor risiko melanoma meliputi:

  • Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan

Semakin sering terpapar sinar UV, risiko Anda untuk terkena kanker kulit melanoma akan semakin meningkat. Sinar UV tak hanya berasal dari cahaya matahari, tapi juga tanning lamp yang digunakan dalam proses menggelapkan kulit.

Orang yang tinggal di dekat garis khatulistiwa atau dataran tinggi pun akan menerima paparan sinar UV yang lebih banyak, sehingga risiko kanker kulit melanoma mereka juga akan bertambah.

  • Sunburn

Frekuensi mengalami sunburn yang lebih sering berpotensi meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kanker kulit melanoma.

  • Kulit putih

Kulit bewarna putih memiliki pigmen atau melanin yang lebih sedikit. Padahal, melanin penting untuk melindungi kulit dari sinar UV.

  • Banyak tahi lalat atau ada tahi lalat yang tidak normal

Semakin banyak Anda memiliki tahi lalat, risiko Anda untuk mengalami kanker ini akan semakin meningkat. Demikian pula jika Anda mempunyai tahi lalat yang tidak normal, misalnya berukuran besar, tepinya tidak beraturan, memiliki lebih dari satu warna.

  • Riwayat kanker kulit melanoma dalam keluarga

Risiko kanker kulit melanoma akan meningkat bila Anda memiliki anggota keluarga kandung yang juga mengidap kanker yang sama.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan untuk terkena kanker kulit melanoma. Contohnya, pengidap HIV/AIDS, orang yang menjalani kemoterapi untuk mengatasi kanker lain, serta penerima transplantasi organ.

  • Usia dan jenis kelamin

Kanker kulit melanoma lebih sering dialami oleh laki-laki. Namun persentase kejadian kanker ini ketika penderita berusia sebelum 50 tahun, lebih tinggi dialami pada wanita.

Meski sebagian besar penderita didiagnosis mengalami kanker melanoma ketika berusia 65 tahun, melanoma termasuk jenis kanker yang paling sering ditemukan pada kalangan wanita dewasa muda.

Diagnosis kanker kulit melanoma dilakukan berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar keluhan dan faktor risiko melanoma yang mungkin Anda miliki.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian akan mengamati apakah ada karakteristik melanoma. Cara paling mudah untuk mengenali tanda kanker kulit melanoma adalah dengan prinsip ABCDE di bawah ini:

  • A untuk asimetris 

Melanoma umumnya memiliki bentuk yang tidak simetris.

  • B untuk border atau batasan

Bercak kanker kulit melanoma memiliki tepi yang iregular atau tidak beraturan, misalnya tampak berliku-liku atau batas yang tidak rata.

  • C untuk color atau warna

Bercak melanoma umumnya memiliki lebih dari satu warna,seperti cokelat, hitam, dan merah

  • D untuk diameter

Diameter bercak melanoma setidaknya berukuran 6 mm.

  • E untuk evolving atau perubahan

Bercak melanoma akan mengalami perubahan bentuk, ukuran, serta warna. Semakin lama, tahi lalat abnormal melanoma akan semakin besar dan terkadang bisa berdarah, serta terasa nyeri maupun gatal.

  • Pemeriksaan penunjang

Diagnosis melanoma lalu akan dipastikan melalui biopsi atau pengambilan sampel. Dokter akan mengambil sampel jaringan pada bercak yang dicurigai sebagai gejala kanker kulit melanoma. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya sel-sel kanker. 

Pemeriksaan biopsi juga memberikan informasi mengenai tipe dan stadium kanker kulit melanoma.

Stadium kanker kulit melanoma

Terdapat lima stadium pada kanker kulit melanoma. Berikut penjelasannya:

  • Stadium 0

Pada tipe ini, melanoma hanya ada di permukaan kulit.

  • Stadium 1

Melanoma ada dipermukaan kulit, namun mengalami penebalan. Stadium 1 dibagi lagi menjadi dua tahap, yakni stadium 1A dan 1B.

Pada stadium 1A, kulit yang mengalami melanoma masih utuh. Sementara di stadium 1B, melanoma tidak utuh atau terdapat luka.

  • Stadium 2

Ukuran melanoma sekitar 1-4 mm. Namun kanker tidak menyebar hingga ke lapisan kulit bagian dalam maupun bagian kulit lain.

  • Stadium 3

Melanoma telah menyebar ke kelenjar getah bening atau lebih, atau ke kulit lain di sekitarnya.

  • Stadium 4

Melanoma sudah menyebar ke beberapa organ lain, kelenjar getah bening yang jauh dari melanoma, atau bagian kulit lain yang letaknya jauh dari lokasi awal kemunculannya.

Penanganan kanker kulit melanoma tergantung dari ukuran, kondisi kesehatan dan stadiumnya. Beberapa langkah yang bisa disarankan oleh dokter meliputi:

  • Operasi pengangkatan melanoma

Pada melanoma di stadium awal, operasi mungkin merupakan satu-satunya pengobatan yang diperlukan. Namun pada melanoma stadium lanjut, diperlukan juga pengobatan lain.

  • Operasi pengangkatan kelenjar getah bening

Jika melanoma telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, kelenjar ini juga harus diangkat.

  • Kemoterapi

Penanganan ini menggunakan obat-obatan yang bisa diberikan melalui infus, pil, atau kombinasi keduanya. Obat kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker.

  • Radioterapi

Radioterapi dilakukan menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti X-ray. Tujuannya adalah untuk memberantas sel-sel kanker. 

  • Terapi biologis

Terapi ini bekerja dengan meningkatkan sistem imun, sehingga tubuh dapat melawan sel kanker. Efek samping terapi ini meliputi demam, menggigil, lemas,  sakit kepala, dan nyeri otot.

  • Targeted therapy

Dalam targeted therapy, dokter akan mengunakan obat yang menyerang sel-sel kanker secara spesifik. Efek samping pengobatan ini adalah demam, menggigil, dan dehidrasi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker kulit melanoma meliputi:

  • Gunakan tabir surya

Anda harus mengoleskan tabir surya setiap hari. Langkah ini perlu Anda ulangi tiap dua jam sekali, terutama jika Anda berada di luar ruangan.

Pilihlah tabir surya dengan sun protection factor (SPF) minimal 30, dan melindungi terhadap sinar utlraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB).

  • Kenakan baju berlengan panjang, topi dan kaca mata hitam

Baju berlengan panjang, celana panjang, topi, dan kaca mata hitam dapat mengurangi paparan sinar UV ke tubuh Anda.

  • Hindari paparan matahari pada jam-jam tertentu

Meskipun ada banyak manfaat dari paparan matahari, namun ada baiknya Anda memerhatikan waktu yang ideal untuk berjemur. Anda dianjurkan untuk menghindari matahari pada pukul 10 pagi hingga 2 siang ketika matahari sedang terik-teriknya.

  • Jangan menggunakan tanning bed untuk menggelapkan kulit

Proses penggelapan kulit atau tanning menggunakan sinar UV. Oleh sebab itu, hindari tindakan ini sebagai pencegahan kanker kulit melanoma.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami perubahan mencurigakan pada kulit maupun tahi lalat Anda. Mungkin saja itu termasuk gejala kanker kulit melanoma.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker kulit melanoma?
  • Apakah Anda memiliki keluarga dengan keluhan yang sama?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit Anda dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kanker kulit melanoma.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/melanoma/symptoms-causes/syc-20374884
Diakses pada 27 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-cancer/melanoma
Diakses pada 27 November 2019

America Academy of Dermatology. https://www.aad.org/skin-cancer-melanoma
Diakses pada 27 November 2019

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/melanoma-skin-cancer/about/key-statistics.html
Diakses pada 27 November 2019

Melanoma Research Alliance. https://www.curemelanoma.org/about-melanoma/prevention/
Diakses pada 27 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/want-healthy-skin-avoid-sun-damage#1
Diakses pada 27 November 2019

Artikel Terkait